Skip to main content

Cute Blog lho!

Oma?? Cute??

Ah,.. ndak juga! *sambil malu-malu*
Hehehhe,...

Oma dapet award Cute's Blogger dari Dita.
Thanks a lot, my dear, maaf baru bisa direspon sekarang. Abisnya,.. as you know, master student's life is totally attached to books and books, and paperworks. Thanks God (we suppose to give thanks in every circumstances, right? :p)

Back to the award, this award is somehow agak pamrih
So,.. ini ada rules nya

RULES:
1. Letakkan logonya di blogmu.
2. Berikan sebuah link kepada orang yang telah memberimu award.
3. Menominasikan sedikitnya 7 blog.
4. Menambahkan link kepada orang-orang yang diberikan nominasi di blog anda.
5. Tinggalkan pesan kepada nominatormu.

So, here are the next nominees:
1. Andhika
2. Fang-fang
3. Ce Syan
4. Khuclukz
5. Ulmz
6. Iphien
7. Meta

Selamat buat para nominees. Semoga 'kegiatan' ini ndak terlalu lame. Eh, koreksi, dijamin kegiatan ini ndak terlalu lame kalo kalain emang lagi stress, ngerjain skripsi, testing program yang ngga jelas, coding bahasa komputer yang ga ada ujungnya, atau maintenence? cari kerja ga dapet-dapet atau lagi pusing ngurusin kerjaan dan ditinggal bos besar. Heheheh,...

Have a great week, peepa!

Comments

Popular posts from this blog

Gadget: Friend or Enemy?

Sebelum ke tema yang lebih 'enteng' lainnya, marilah kita memasuki tema yang sedikit lebih berbobot dan sering diperdebatkan semua emak-emak di seantero dunia. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi sedunia pasti punya pandangan berbeda-beda tentang hal ini: GADGET!  Gadget di Indonesia sering dikonotasikan dengan smartphone dan tablet. Buat orang tua, gadget sering dilihat sebagai teman baik atau musuh terbesar anak. Alhasil, orang tua kadang mengambil langkah yang ekstrim: melarang atau menyerah pada keinginan anak untuk main gadget. Saya memiliki beberapa teman atau kenalan dari dua 'kubu' ini. Ada orang tua yang sama sekali tidak mengijinkan anaknya bermain atau memiliki gadget. Mereka takut akan efek negatif dari gadget: kecanduan, merusak mata, keterlambatan fungsi motorik dan masih banyak lagi. Pernah saya baca artikel yang mengatakan bahwa gadget itu seperti drugs untuk anak-anak. Ngeri ya! Ada juga teman-teman saya yang sangat terbuka dengan adanya gadget,

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha. Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia). Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra? Nie ada! Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP. Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!! Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu

Persahabatan di Usia 30an

Arti dan wujud seorang sahabat bisa berubah-rubah. Di usia belasan, sahabat adalah seseorang atau sekelompok orang yang begitu dekat, dimana kita menghabiskan banyak waktu bersama. Setelah keseruan di usia belasan, sahabat akan datang dan pergi, yang baru akan datang, yang lama bisa meninggalkan. Tapi, ada satu dua tiga, bahkan lima atau, jika beruntung, sepuluh, yang tetap selalu ada untuk Anda.  Di usia belasan, buat saya, sahabat adalah mereka yang bersama-sama dengan saya setiap saat, setiap waktu. Nonton, makan, ngobrol di telpon sampai berjam-jam. Pernah dengar istilah ‘nggak ada loe, ngga asik!’ Sepertinya itu motto persahabatan di usia belasan.  Memasuki usia dua puluh, banyak sahabat baru yang dipertemukan pada saat sama-sama merantau. Entah mereka adalah teman kos alias flatmates , teman seperjuangan bekerja di restoran atau toko Indonesia di Belanda, atau juga teman satu kampus dan teman satu kantor. Persahabatan saya di usia duapuluhan terjadi karena rasa senasib sepe