Skip to main content

Dua Ribu Sembilan

Tahun ini diawali dengan beberapa hal yang membuat wajah Oma cemberut
Banyak hal yang membuat Oma lagi-lagi berpikir: "Where is God?"
Banyak hal yang membuat Oma merenung dan menangis: "What have I done wrong?"

Tahun ini diawali dengan penyesalan
air mata
ketakutan
kekecewaan
low self-esteem
even sebuah kemarahan,...
atau mungkin lebih tepatnya, sebuah tanda tanya besar yang tidak terjawab

Tahun ini kemudian dilanjutkan dengan sebuah kesadaran
bahwa everything will be okay
Cliche, I know
Tapi, withouth this hope, I can no longer survive
Dengan sebuah keyakinkan yang diajarkan my mom,
"with God, all things are possible"
Again, I have heard this verse over and over again
But, without this faith, I am void

Tahun ini diharapkan akan berlanjut dengan sebuah helaan nafas panjang
karena tanda tanya sudah terjawab
dan keyakinan yang diimani selama ini tidak sia-sia
harapan yang dinanti-nantikan selama 6 tahun ini belum pupus
dan menggores sebuah senyum lagi.
Bukan senyum yang dibuat-buat
yang palsu
Tapi yang tulus.

My new year resolution won't be to lose some pounds
or to do more sport (although I really am serious about to start cycling and jogging in the spring time)
or to eat healthy food (coz I am half-vegetarian already, tho I now can eat a little bit beef and duck meat)
but
my resolution is be strong and courageous
keep my faith
stand strong
and not to lose my religion


Once again, have a happy new year

Pray for me, would 'ya?

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...