Skip to main content

Blackberry Effect: Sakit Berry-Berry?

I came across this funny e-mail on my Yahoo today. I am not sure how recent it is, but it's funny!

Anyway, I want Blackberry, yet for now I can only buy Strawberry or Raspberry or Blueberry :P LOL

Belakangan diketahui bahwa BlackBerry ternyata memberi efek buruk bagi pemakainya.
Berikut adalah akibat-akibatnya antara lain:

  1. Rela disuruh antri, semakin panjang semakin tenang, gak menunjukkan gejalakekesalan sama sekali.
  2. Yang tadinya ngedumel saat macet, sekarang tenaaaaang.
  3. Berharap kena lampu merah berulang-ulang. Kalo lampu berubah jadi ijo malah kesel. Tetep nekad jawabin email/chatting.
  4. 4.Sering diklaksonin orang lain, sampe disaranin pasang stiker di belakang mobil "harap sabar, BlackBerry user".
  5. Waktu BAB jadi tambah lama. Padahal isinya udah kosong tapi tetep aja nongkrong.
  6. Tidur miring nungguin pasangan sambil BB di tangan. Kejar target ngabisin baca email.
  7. Suka senyum-senyum sendiri.
  8. Gak konsen kerja.
  9. Bangun pagi yang pertama dicari BB dulu bukan yang lain.
  10. Waktu diajak ngobrol orang tetep maksa jawab email/chatting. Cuek. Padahal yang ngajak ngobrol itu kadang bossnya sendiri.
  11. Lebih senang disupirin daripada nyetir sendiri. Rela naik busway biar gak usah nyetir.
  12. Jadi jarang marah tapi jadi sering dimarahin orang karena diajak ngobrol gak nyambung.
  13. Kalo di tempat umum suka panik nyari stop kontak. Batere sekarat.
  14. Kalo anaknya rewel langsung nunjukkin BB nya buat menghibur.
  15. Sering lupa mencet tombol lift. Harusnya naik malah turun. Belum lagi kebablasan lantainya.
  16. Kalo ngantri di bank pake nomor antrian, pas dipanggil di speaker gak denger.
  17. Pas kepala liat monitor kaget. Waks! Harus ambil antrian ulang. Tapi tetep tenaaaaang.
  18. Langganan koran dan majalah masih tertumpuk rapi tak terbaca.
  19. Sering kejedug karena kalo jalan mata tertuju ke layar BB.
  20. Bikin tangan ga pernah kosong. Walaupun ga chatting, tetep aja BB di tangan! Ga bisa taro di kantong, tas.. uda settingannya gitu. BB kejait di tangan.
Sharing funny story will not be complete without sharing a funny picture :)

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...