Skip to main content

#nulisrandom2015 Day 1: One Year of Being A Not-So-Full-Time Mom

Sudah hampir 1 tahun saya jadi seorang mama. Jujur saya ingin menepuk pundak saya sendiri dan bilang "you've done a pretty good job."

Apakah saya sudah melakukan semua yang seharusnya seorang mama lakukan? Well, I don't think so. Saya masih melakukan banyak sekali kesalahan dan kadang saya merasa saya ini bukan mama yang baik.

Perasaan ini sering timbul di pagi hari, ketika saya harus mencium Axl dan say goodbye untuk berangkat ke kantor. Tidak jarang Axl jadi manja dan menangis, tidak mau lepas dari pelukan saya. Dan di situlah kadang saya merasa sedih :p

Di saat ini, saya merasa harusnya saya di rumah saja, jadi full time mom buat Axl, bukan malahan mengejar karir.

Perasaan bersalah inilah yang membuat saya tidak lagi bisa have fun seperti ke salon, mani-pedi, nonton atau yoga dengan bebas. Kalaupun saya bisa melakukan hobi saya, itupun pasti di waktu dimana Axl lagi tidur atau sedang "dipinjam" oma-omanya.

Tapi perasaan bersalah ini sering kali tergantikan dengan perasaan bangga dan haru, terutama ketika Axl tiba-tiba merangkak dan memeluk mamanya. Atau ketika saya bilang "Axl, ayo mama minta kusje!" Dan dia akan memonyongkan bibirnya atau memberikan pipinya untuk dicium. Atau ketika Axl merengek minta hanya digendong mamanya.

Melihat Axl bisa berkata "pis" (please) atau membuka tangannya kalau meminta sesuatu. Atau menyaksikan dia dengan lahapnya menyantap makanan buatan saya.

Ya, di saat-saat inilah saya ingin menepuk pundak saya sendiri dan berkata, "Nia, you've done a pretty good job."

Dua minggu lagi Axl akan berumur 1 tahun. Semoga Axl juga merasa Mamanya ini sudah menjadi mama yang lumayan lah!

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...