Skip to main content

The Untold Story

Gue baru aja sembuh dari penyakit ketergantungan 'NIMO.'


Fewh, untung aja.

Dulu pas masih SMP, gw nge-fans banget ama drummer salah satu band lokal asal Jogjakarta. Nie beli kaset-kasetnya, trus kalo pas mereka konser ke Surabaya, kota kelahiran gw, pasti deh nonton dan duduk paling depan, of course buat ngecengin drummernya.

Waktu pun berlalu dan gw masih tetap suka ama cowok ini.
Dan gw tetaplah hanya fans sejati drummer ini.

Tibalah saat kuliah, dan gw kuliah di luar negeri.

Long story short,salah satu housemate gw pas gw kuliah adalah temen basket drummer band itu pas di Jogja dulu. Waaaah,… pucuk dicinta, ulam tiba!!!

Gw bisa kenalan ama drummer ini, sebut aja namanya Rio. Awalnya dikenalkan lewat situs pertemanan, Friendster. Trus, berlanjut di dunia chatting, e-mail dan SMS. Finally, pas gw back for good ke Indonesia, gw telpon-telponan ama Rio.

Seneng banget akhirnya bisa kenalan dan ngobrol-ngobrol ama tokohidola!! Nah, keliatannya ndak, dosa ya. Malah seharusnya ini adalah good news!! Dream Comes true.



Tapi actually, gw udah punya cowok.



Gw nggak sayang ama Rio, gw hanyalah fans sejatinya. Gw sayang banget ama cowok gw yang udah gw pacari selama 6 tahun lebih. Namun, lama kelamaan, hubungan telpon-telponan dan SMS-an gw ama Rio makin intens. Dan (parahnya) gw menikmatinya. But, the bad news is cowok gw nggak tau!

Akhirnya, gw mengaku semuanya ama cowok gw. Awalnya dia biasa-biasa aja, dan dia menganggap apa yang gw lakukan tidak fatal. But, setelahdia tahu, bahwa setelah pengakuan dosa itu gw masih contact ama Rio,cowok gw marah besar.

Hubungan kami terancam putus.


Rio, yang juga tahu tentang masalah gw dan cowok gw, bukannya mundur,malah makin gencar PDKT. Dan, Rio pun bilang kalo sebenarnya dia suka gw.

Bingung.


Gw tetap pada pemikiran gw bahwa gw tuh ngga cinta ama Rio, gw cinta ama cowok gw, tapi gw still nge-fans ama Rio and seneng banget ngobrol-ngobrol ama dia.

Dan, gw pun harus memilih. Gw meninggalkan Rio. Gw ganti nomor HP. Gw ngga balas lagi e-mail Rio, dan memilih untuk setia dan menyayangi cowok gw.


Fewh,.. suatu perjuangan yang sangat keras.

'Nimo'-ku, I'm sorry, goodbye.



Source: http://www.cintapuccino.com

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

You selfish, handosme, little thing!

Sudah 3 hari ini, aku berpikir-pikir menanyakan pada diriku berulang-ulang: am i stupid? Kupandangi fotomu di FB, asking: do i like you? Why do i like you, if I do? Lagi-lagi jawabannya, no, thank you, i don't love you So, i am stupid, then. because i am still following you online wherever you are Frikin' silly me. no, no, no, i dunot love you neither do i care about you. no, no, no, no never ever would you ask how i am neither do you know what my favorite color, my favorite music, the book i am reading, things i am having trouble with neither would you care if my best friend's husband passed away then, why would i still think about you? gosh, you,.. selfish, handsome, little, cute thing! self-centred, adorable #$?!*%# i am still a little too not over you. fewh,.. why?