Skip to main content

Oma dan Musicians


Beberapa hari ini, Oma bener-bener lagi feel romantic banget! Oma jadi inget-inget masa lalu, inget-inget pas SMA. Ada yang bilang ini early pre-pre-menopause syndrome *serius amat istilahnya* yang maksudnya,… perasaan uda tua jadi inget-inget masa muda supaya kerasa muda lagi. Getuuu,…

Pikiran Oma tiba-tiba melayang ke jaman-jaman SMP – SMA. Dimana boysband atau grup-grup band seperti Oasis dan Travis mulai beken-bekennya. Nick Carter, Ronan Keating, Liam, wah semua cowok-cowok keren! Berbeda dengan kebanyakan orang yang biasanya jatuh cinta dengan vokalis sebuah band (atau lead vocal sebuah Boysband), Oma lebih suka someone yang agak ‘tersembunyi’. Like a drummer!

Dari dulu, Oma suka banget sama drummer. Entah gayanya yang keren, entah karena impian Oma dulu pengen jadi drummer dan ngga keturutan, tapi yang pasti Oma loved drummer. Hm,… drummernya One Way adalah the first drummer yang Oma suka. Mpe sekarang masih suka, tapi uda tidak seheboh dulu. Trus, setelah itu suka banget ama drummer nya Padi – Yoyok, dilanjutkan dengan si Tyo Nugros – ex Dewa (the coolest drummer), dan banyak drummer-drummer lain. Sekarang drummer paling sangar versi Oma adalah drummernya Nidji (lupa namanya sapa). Mukanya lutu, badannya kekar, heheheh :D

Hm,… mungkin ini salah satu alasannya kenapa Oma dulu naksir ama Stefy ya. Dia dulu drummer di gerejanya. Hehehhe,… could be. Sayang sekarang uda ngga lagi, jadi uda ngga senaksir dulu lagi. Wekekkeek :P

Trus, pikiran Oma melayang lagi pas jaman kuliah. Dulu Oma sempat 6 bulan kuliah di Inggris. My dreamland. Pokoknya I had a good time di sana. Dan I met another musician yang kereeeen sekali. Namanya Mark (real name, lho!). Oma ketemu ama Mark pas ikutan retreat di Reading, sebuah kota deket London. Dia adalah MC, sekaligus lead vocal, dan gitaris di band yang tampil di Retreat itu.

Mark = gondrong + pendek + murah senyum + suara wueeenakk + buaeeekk

Wah, saat itu Oma bisa dibilang naksir ama dia. Hehehhhe,… Mark adalah Brithis born Chinese. Jadi dia cina hongkong, tapi lahir dan besar di Inggris. Bisa Anda bayangkan betapa kerennya? Jadi muka Asia yang ganteng, tapi accent-nya BRITISH ABIISSS!!! Hadoooh,…… *ngiler*

Namun, kisah itu hanyalah part of my 6 months. Jadi, ketika exchange program nya selesai, kisah cinta Oma pun juga berakhir. Hiks hiks,… hehehhe. Namanya juga naksir-naksiran doank! So, sekarang uda ga pernah contact2 lagi. Dan Mark adalah artis keren di Hongkong. Ga percaya? Go to
his website. Hati-hati, bisa bikin ngiler!

Hm,… kenapa ya always a musician? Mungkin karena mereka keren. Mungkin karena Oma sendiri lahir dan besar di dunia musik.

Ada yang pernah berpesan “Oma, suka-suka, ngefans-ngefans bole-bole aja. Tapi hati-hati ya, jangan sampai lebih jauh dari itu lho ya!”

Ah, dulu pesan ini ngga Oma gubis gubris. “Ngga mungkin lagi terjadi lebih jauh! Secara kan cuman ngefans!! Lagian kalo Oma ngefans ama James Blunt, bisa gitu pacaran ama dia? Ngga mongkeen kaleee!!

Namun, memang, mulutmu harimaumu!

Kasus yang terakhir, yang again berhubungan dengan seorang musician, membuat mata Oma terbuka bahwa ngefans dan cinta itu bedanya tipiiiiis banget. Sampai sekarang pun Oma ngga tau apa Oma pernah sayang, cinta, atau ngefans ama musician itu.

Iphien bilang “kamu penasaran!”
Ardy bilang “Hati-hati, Nie!”
Golda bilang “kamu harus doakan, Nie”
Daniel ketawa-ketawa “gara-gara aku nih!”
Winda bilang “ganteng lho, Nie!”Dan Stefy pun bilang “tuh kan. Aku bilang apa!”

Untunglah sudah tutup buku. Tidak ada lagi pusing-pusing, tidak ada lagi e-mail curhat ke Nita atau Golda. Case closed.

Pesan Oma, hati-hati buat yang sedang atau pernah ngefans-ngefans ama seseorang, like public figure. You don’t know what you wish for, guys.

Mulutmu Harimaumu.
Hoaaarrr,……..


Comments

Anonymous said…
yakin udah tutup buku?

kok masih menulis di lembar2nya?

*azeekk*

iphien-yang-juga-lagi-romantic-karena-nemu-kecengan-baru
:p
huaa...ak inget de nih si mark..pernah km tulis di blog yang satu lg apa ya, kalo ga sala..zaman lama bgt kan ya Nia..hehehehe
Oma Nia said…
This comment has been removed by the author.
Oma Nia said…
@iphien: geblek lu pin! jangan membuka kenangan lama. hihihi :P kadang masih keinget sih, tapi wes tobaaaat pin, tobaaaaat. wes dikalungi iki :P heheheheheh

@dita: huahuahauua,... iya2 si Mark kuwi. kmrn pas ke HK ada niat mo ketemuan, tapiii secara perginya ama Bang Tepi, heheheh,.. kurang apdol!

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

You selfish, handosme, little thing!

Sudah 3 hari ini, aku berpikir-pikir menanyakan pada diriku berulang-ulang: am i stupid? Kupandangi fotomu di FB, asking: do i like you? Why do i like you, if I do? Lagi-lagi jawabannya, no, thank you, i don't love you So, i am stupid, then. because i am still following you online wherever you are Frikin' silly me. no, no, no, i dunot love you neither do i care about you. no, no, no, no never ever would you ask how i am neither do you know what my favorite color, my favorite music, the book i am reading, things i am having trouble with neither would you care if my best friend's husband passed away then, why would i still think about you? gosh, you,.. selfish, handsome, little, cute thing! self-centred, adorable #$?!*%# i am still a little too not over you. fewh,.. why?