Skip to main content

Mati Lampu Lampu Mati

Pernah ngerasain mati lampu?

Pasti yang asli Indonesia dan lahir besar di Indonesia akan angkat tangan, karena memang itulah Indonesia. Apa memang pemerintah pengen membuat 'mati lampu' ini sebagai trademark? :P Oma pengen curhat peristiwa suatu pagi, tepatnya minggu lalu. Cukup bikin be-te, tapi ya dibawa lucu aja deh. Here it goes,...

Subuh, kira-kira pukul 4, Oma kebangun karena kepanasan. Bukan karena AC rumah mati, tapi karena MATI LAMPU. Karena Oma zuper ngantuk, Oma pun malas untuk bergerak dan membuka jendela. Namun gejala mati lampu nampaknya tidak segera berakhir.

Akhirnya Oma mulai menggerakan badan, mengajak sendi-sendi berkompromi untuk bangun dan membuka jendel (karena kepanasan!).
Tapi, baru aja bergerak, tiba-tiba terdengar suara AC. Ngeeeeng,..... Eh, uda nyala! Tapi tidak sampai 2 detik, lampu mati lagi. Hadoh!!!

Oma pun makin bulat tekadnya untuk membuka jendela, membiarkan angin sejuk masuk dan membuai Oma supaya tidur lagi, barang 1 - 2 jam. Akhirnya, Oma pun membuka semua jendela dan mulai mengambil kipas. Kipas-kipas bentar, lalu Oma mulai ngantuk.
T

iba-tiba, lampu menyala lagi! Ya wes,... Oma biarin aja. Pokoknya tidur. Alhasil, Oma pun terlelap sampai weker bunyi. Jam 6.30


"Lho, jadi ndak ada air?!!" Suara nyokap terdengar menggema ke seluruh sudut rumah. Langsung Oma terduduk.

WHAT?
Ndak ada air.


"Masak di kamar mandi atas ndak ada air??"
"Ndak ada, bu. Kamar mandi atas kan sedang direnovasi." Begitulah conversation nyokap dengan pembantu.

MATI AKU! Begitu pikir Oma. Bayangkan,... masak ndak ada air??? Bisa ndak mandi donk!!
Oma lebih baik ndak ngantor daripada harus ngantor tapi ndak mandi. Tapiii.... Oma ndak mungkin ndak ngantor! Soalnya hari itu ada janji interview, trus mau talkshow di radio, trus ada janji ama Ketua Dinas Pendidikan, dan sorenya ikut lomba tujuhbelasan! Nah,.... lho,.... bisa diarak atau dipasung sekalian nih, kalo sampek Oma ngga ngantor!! TRUS, GIMANAAA DOOOONK???


Heheheh,... kelanjutan ceritanya bole ditebak deh :D Kira-kira, Oma ngantor mandi ngga? Kalo mandi, caranya gimana? :P

Comments

hmm...mandi deh, tapi numpang di rumah bang tepy...xD

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...