Skip to main content

Viva JS!

All my bags are packed
I am ready to go
I am standing here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye


Inilah sepotong lagi yang menurut Oma sangat everlasting, dan sangat cocok untuk perpisahan. Hiks, jadi terharu!

Ya, Oma tadi pagi baru saja berpisah. Abang Tepy hari ini berangkat ke Belanda, tepatnya tadi pagi jam 10.40. Dia akan transit di KL, dan jam 12 malam baru berangkat ke Amsterdam (poor him). Yet, he will meet up my bro at KL.

“Lho, kok Stefy berangkat duluan, Oma?”
Iya, kan dia mulai kuliahnya bulan September awal. En fyi only, dia belum punya rumah. Jadi, misi dia ke belanda duluan adalah mencari tempat untuk berteduh (hueheheh,.. bahasanya rek!)

“Lha, Oma kapan berangkat?”
Insya Allah 19 September. Semoga semua lancar ya. Soalnya mpe sekarang visa belum keluar, although passport uda dikasih ke kedutaan Belanda di Jakarta. Tiket belum terissued, lha wong visa belum ada. Dan uang menipis,…. Hiks!

Aniwe, sekarang Oma berstatus JS, alias Jomblo Sementara. Hehehhe,… ---> ini bukan tawa bahagia lho ya! :D hehehhehehe,… tapi lucu aja istilah JS. Benernya ada niatan untuk cari pacar buat 3 minggu aja, ya buat anter-jemput gitu.

Hihihi,… cari pacar apa supir ya? :D

Aniwe,.. I’ll survive these 3 weeks. Soalnya kerja tinggal 1-2 minggu lagi, after that, I’ll be Cinderella. Bersih-bersih, packing up, masak-masak,.. do my hobbies!

Inilah beberapa agenda Oma untuk 3 minggu ke depan:
  1. Tetap kerja seperti biasa. Kalau biasanya pulang cepat, 2 minggu ke depan Oma akan lembur dan ikutan anak-anak kantor hang out after work.
  2. Nyiap-nyiapin buat keberangkatan. Beli setelan jas, beli underwear (hehehhe), ngepak barang untuk dikirim cargo, trus beliin oleh-oleh buat beberapa orang yang special
  3. Jalan ama temen-temen. Sudah dari beberapa minggu lalu Oma ditodong untuk bikin farewell party, atau paling ngga jalan bareng sebelum Oma ke Belanda. Oh,.. come on, people! Oma lho cuma pergi 1-2 tahun aja. I promise you, kalo Oma bakal pulang dan married di Surabaya :D (hehehehhe,.. uda ngomong married).
  4. Spend more time with my lil sis. Ya maen, ya masak, dan of course nonton WALL E!! Jangan sampek kehabisan!!
  5. Membaca. Ada beberapa buku yang WAJIB baca sebelum berangkat. Semoga bisa terselesaikan sebelum berangkat.
  6. Membereskan kamar. Membuang barang-barang tak penting, mengembalikan barang-barang kepada sang empunya (buat yang merasa Oma meminjam barangnya, plz inform me JAPRI. Suka lupa sih!).
  7. Bobok! Kayaknya selama 2 thn ini, stock bobok Oma menipis. Sering kurang tidur, sering begadang. So,… sebelum ke Belanda, Oma akan BOBOK NYENYAK! Soalnya di Belanda, pasti akan susah bobok lagi. Kerja, belajar, kerja, belajar, kerja,…. (back to workaholic-studyholic lifestyle. Sigh,…)
Weleh, setelah lihat agenda di atas, kok jadinya ga istirahat ya? Kok banyak juga ya yang musti dilakuin???

Weleh,… dasar Oma, si zuper sibuk.

Comments

Anonymous said…
hei gw lagi nih.. gw lokasi di breda, taun ini masuk nhtv jurusan tdm, gw baru dapet kamar setelah seminggu disini

kl boleh saran kasi tau bang tepy untuk gunain website kaya kamernet.nl (untuk react/ngerespon mesti bayar) tp worth it karena ampir tiap hari ada kamar yang ditawarkan..

btw kl uda nyampe breda bisa hubungi gw di +31624810617 , its nice to have more indonesian friend, sejauh ini gw baru nemu 1 anak indo disini
Oma Nia said…
@ 12in24: hai, thanks a lot yaaa buat infonya! hm,... i think you should mention your name. otherwise, bakalan bingung kalo bang tepy telpon kamu. hehhehe. once again, thanks
Anonymous said…
haha sori.. nama gw Rinza
12in24=RinZA :p

btw dari hasil pencarian rumah gw sebelumnya nemu landlord di heuvelbrink, breda yang adain open house tgl 31 agustus, kl berminat email ke sini untuk nanya alamat rumah n waktu open house = g.beljaars@home.nl

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...