Skip to main content

Gue be-te ama kamu!

Pernah ngga sih kalian benciiii banget sama seseorang sampai-sampai kalian ngga mungkin memaafkan orang itu?


Oma bukan tipe tukang marah-marah, walaupun emang Oma kadang suka not in the mood, tapi kalo marah-marah sama orang trus sampek jadi benci, bole dibilang sangat jarang.

Tapi sekali Oma ‘digoda’ untuk marah, dan digodanya itu dengan hal-hal yang sangat prinsipil, Oma akan marah, dan pastinya akan ada tendensi untuk membenci orang itu.

Dari kasus di bawah ini, coba kalian pilih, untuk kasus mana Oma pantas marah-marah sampai-sampai Oma bisa membenci orang itu?


a. Seorang teman baik Bang Tepy mengadu domba Oma dan Bang Tepy, sampai kami bertengkar sangat hebat. Teman baik ini tetap berpura-pura manis di depan Oma, after doing her cruel intention. Alhasil, Oma harus berperang dengan Bang Tepy, while she was maybe enjoying a sip of her tea.

b. Seorang teman, yang actually pacar teman baik Oma, dulunya sangat dekaaat dengan Oma. Ketika ada masalah, Oma akan siap mendampinginya. Ketika dia hampir putus dari pacarnya yang sedang kuliah di luar negeri, Oma rela telpon and ditelponin every single nite, listening to her song of broken heart. Dan Oma pun rela terbang ke kota dia tinggal dan comforted her. Tapi, ketika dia akhirnya dipertemukan lagi dengan pacarnya dan tidak ada masalah-masalah lagi, her life is so pleasant, Oma ditinggalkan. Not a single message, SMS or phone call I have received these last 2 years.

c. Ketika Oma ingin membeli parfum, Oma mengajak seorang teman. Pilih pilih dipilih. Oma pun dipusingkan dengan 2 pilihan, sebut saja Parfum A dan Parfum B. Oma minta pendapat sang teman. Dia langsung bilang, “aduh,… parfum A ini aneh baunya! Nggak cocok buat kamu!” Oma pun yang ketika itu bimbang, langsung membeli parfum B. Ternyata oh ternyata, beberapa hari kemudian Oma melihat sang teman membeli Parfum A.

d. Seorang adik yang memaki-maki kakaknya, ketika kakaknya memberikan wejangan. Yeah, kakaknya itu adalah Oma.

e. Ketika ada sebuah project baru, Oma dilibatkan dalam team untuk pengerjaan project ini. Project ini adalah sebuah dream project yang happened once in a life time. So, it should be good! Oma kemudian mendapat tugas untuk menulis, suatu pekerjaan yang Oma suka. Dan seorang rekan kerja bertanya dengan sinis, “emang kamu bisa? Yakin kamu bisa? Kalo ga yakin jangan deh!

So, menurut kalian, untuk kasus mana Oma boleh (atau malah harus) marah? Dan untuk kasus mana Oma diijinkan untuk membenci orang itu?

Dan untuk kasus mana Oma harus memaafkan?

Comments

Anonymous said…
Ya jangan ada lha mpe membenci, disemua kasus harus tetap dan kudu memaapkan. Kan kata Bapa, jika kau ditampar di pipi kiri, berikanlah pipi kananmu juga *sok wise*

Buat aku Bex (or i should call oma from now on?)
karena aku cuma manusia bisa yg masi banyak salah dan belon bijak² amat kayak kata² diparagrap awal itu :P
I will hate and unforgive for the case number 1, forever.
Case number 2? Hated too and only in times i could forgive her.

The rest of it...?
Maapin en anjing menggonggong kafilah berlalu ajah, toh ga ngefek² amat buat kehidupanku getohh, at least i've tried to be a nice person :D

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

You selfish, handosme, little thing!

Sudah 3 hari ini, aku berpikir-pikir menanyakan pada diriku berulang-ulang: am i stupid? Kupandangi fotomu di FB, asking: do i like you? Why do i like you, if I do? Lagi-lagi jawabannya, no, thank you, i don't love you So, i am stupid, then. because i am still following you online wherever you are Frikin' silly me. no, no, no, i dunot love you neither do i care about you. no, no, no, no never ever would you ask how i am neither do you know what my favorite color, my favorite music, the book i am reading, things i am having trouble with neither would you care if my best friend's husband passed away then, why would i still think about you? gosh, you,.. selfish, handsome, little, cute thing! self-centred, adorable #$?!*%# i am still a little too not over you. fewh,.. why?