Skip to main content

Update Me!

At least that's what I heard last night. Yap,.. blog Cerita Si Oma pengen di-update! hehehhehe

Uda beberapa saat Oma ndak bener-bener nge-update. Hm,.. mungkin karena sibuk. Mungkin karena males. Entah apa,.. tapi yang pasti akhir-akhir ini semangat hidup menurun. parah ya....

Berawal dari perasaan Den-Haag-Berberda-Dari-Amsterdam. Semuanya kayaknya Oma banding-bandingin. Ya kota nya, ya suasananya,.. semua deh. Kayaknya semuanya bedaaaa banged dari Amsterdam. Lama kelamaan Oma jadi be-te sendiri.

Untunglah perasaan be-te itu segera tergantikan dengan teman-teman yang asyik, asoy-geboy, yang bikin ketawa, dan roommate yang baik hati dan tidak sombong. Oma sekamar ama cewek Vietnam, yang tidak bisa bikin Lumpia Vietnam. hehhehe,... Namanya Quyim. Oma mah panggilnya quim quim gitu,...

Quyim orangnya diem, tapiii dia hobi banged sauna! hehehe,... masak pertama kali Oma ma Bang Tepy melihat kamar, yang muncul duluan bukan Quyim nya, tapi hawa panasnya. Serasa di Indo, bow! Quyim suka nyetel Heater ampe pol-polan panasnya!! Tapi setelah beberapa hari Oma di kamar itu, Quyim akhirnya mengalah. Nah, gimana ngga mau mengalah, kalo tiap malam Oma selalu kebangun sesak nafar, karena Quyim sneakingly nyalaiin Heater ketika Oma tidur.

Ck ck ck,...

Talking about friends, neighbour Oma juga baek-baek. Ada Mas Prabu dan Mas Yon yang tinggal di kamar 159, yang tak lain dan tak bukan adalah pos-nya anak MICM. Eh,.. Oma tinggal di kamar 161. Trus ada Leony cewek Cina yang tinggal di kamar 162. Ada Rulie en Mas Kunto. Trus beberapa temen-temen Afrika juga ada di lantai ini. Trus ada anak Bachelor bernama Timmy yang soooooooo sweeeeeeeeeeett. Pengen dicubiiit aja rasanya,.. sayang dia anak orang. hehehehhehe. Selain temen segedung, ada lagi temen-temen lain di Den Haag yang membuat hati senang, riang dan bergembira. Kayak hari ini,... Oma diajakin berenang ma Novi en Sharleen.

Classmates juga asyik! Rameee,.. heboooh,........ Kalo kalian merasa Oma ini cerewet, ada orang-orang di kelas Oma yang cerewetnya 3-4 kali lebih lebiiih dari Oma. hehehhe,... Oma bisa dibilang golongan diem di kelas.

Basically,.. Oma quite enjoying herself. Except financial issue. Kadang masiiih aja kepikir. Masiiih aja kuatir.

Tapi kalo uda kuatir-kuatir gitu, Oma langsung berdoa dan inget janji-janji Tuhan dalam hidup Oma.

So,.. people,... I still do need your support en prayer. Jangan sungkan untuk SMS, e-mail atau comment di blog ini. Karena Oma bener-bener membutuhkan dukungan kalian untuk menjalani kehidupan Oma, at least, untuk 1 tahun ke depan.

Agenda malam ini: Fellowship di rumah Crew Family. Yipeeee!!!!!

Comments

Anonymous said…
ye..

go OMA!!
go OMA!!
go OMA!!

*supporter OMA

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...