Skip to main content

Kepala Ikan

Seorang teman pernah menanyakan. Waktu itu, Oma pikir hanya sekedar joke, not the real riddle. “Loe tau kalo seekor ikan itu busuk dari bagian tubuh mananya dulu?” Sebagai seorang calon ibu rumah tangga yang baik (hoek,..), Oma tentu tau “Insang!” Teman itu menjawab “ya, benar dan insang berada di bagian kepala.”


Ternyata ini adalah sebuah analogi kepemimpinan. Sebuah organisasi atau perusahaan atau bagaimana pun Anda menyebutnya, apabila mengalami sebuah kekacauan, demonstrasi, pemberontakan, mogok, buruh demo, meningkatnya jumlah karyawan resign, anak buah ‘nilep’ uang, bawahan berbohong, dan masih banyak lagi, bisa jadi, dan mostly, disebabkan oleh kepalanya terlebih dahulu.

Sama seperti ikan. Sebuah ikan akan diketahui kalau busuk dari kepalanya. Dan itulah asal muasal kebusukan itu. Mulai dari kepala lalu jatuh ke hati (eh salah, itu jatuh cinta ya?). Anihu, awalnya dari kepala, terus ke bagian bawahnya lagi, dan ke bagian bawahnya lagi, sampai ke bagian yang pualing bawah.

Anda setuju?

Entah itu benar atau tidak, tapi sebagai seorang kakak paling besar, Oma selalu diajarkan untuk menjadi contoh untuk adik-adik. Apabila Oma berbuat sesuatu yang nakal, mami pasti bilang “kamu ini, jangan gitu! Nanti ditiru sama adik-adikmu!” Ya, Oma belajar untuk tidak nakal, supaya adik-adik juga tidak ikutan nakal.

So, apakah Anda berada di posisi ‘kepala’? Jangan nakal, ya.

Comments

Unknown said…
PERTAMAX!!!

Wah, untungnya saya suka bagian buntut. Jadinya kan nggak kena tusuk duluan (analogi.. :-p)
Anonymous said…
Setuju banget..tapi kan insang alat pernafasan...jadi busuknya harusnya dari paru-paru dunks..makanya insang langsung dibuang..

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Beda Gemeente* dan Dispenduk Surabaya

(*Balai Kota) Tadi pagi Oma harus ke Dispenduk Surabaya, yang lokasinya di belakang Samsat (Raya Manyar). Sebelumnya, Oma mengunjungi Bapak Polisi dulu di Polsek Tambak Sari, untuk meminta surat keterangan hilangnya Akte Kelahiran. Ya, akte kelahiran Oma hilang (atau malah Oma tidak pernah punya Akte kelahiran? heheh). Jangan ditanya deh kenapa hilangnya. Bisa satu posting sendiri tuh! Yang Oma mo cerita kali ini adalah keadaan, hiruk-pikuk Dispenduk Surabaya, di kala Oma mengurus permintaan kutipan kedua akte kelahiran. Suasana di salah satu Dinas Kependudukan Begitu memasuki Dispenduk, Oma langsung mencium aroma tembakau. Oma pun langsung melihat kabut tebal menyelimuti ruang-ruang Dispenduk; bukan karena kabut dingin, tetapi kabut itu berasal dari asap-asap rokok bapak-bapak PNS. Loket F. Oma harus menuju ke loket F untuk meminta kutipan kedua akte kelahiran. Seorang bapak, yang lagi duduk-duduk, dengan tidak sigap membantu. Memang bapak itu tersenyum, tetapi bukan senyuman ramah. S...