Skip to main content

Unexpected a.k.a tidak diduga-duga

Hari ini Oma belajar sesuatu dari Oom Coy, seorang teman kantor yang sudah Oma anggap seperti kakak. Oom Coy yang baik hati dan tidak sombong hari ini menemani Oma instalasi komputer di sebuah SD Negeri di kawasan Surabaya Barat. Instalasi komputer ini adalah bagian program CSR Oma yang sedang on-going sekarang.

Hari ini, kami membawa 1 PC dan 1 Modem untuk diinstal di SD itu. Semua sudah dicek. Semua OK! Pokoknya we have made sure kalau hari ini PC dan Modem sudah terpasang dan sudah bisa connect ke internet. Kami berangkat dengan semangat 45.

Sesampainya di sana,....

TIDAK BISA CONNECT!!


*&$@#?!!?@*#*!#

Kok bisaaa?? Padahal tadi semua beressss!!! Padahal tadi semua connect???? Kok?????

Oom Coy bilang "ya, ini dia! Kadang di lapangan tuh terjadi hal-hal yang tidak terduga. Ya, kita harus siap dengan semua ini."

Oma pun merenung.
Oma ini adalah tipe orang yang selalu stick to the plan. Janji pergi jam 7, ya harus jam 7 teng berangkat. Janji mau makan di restoran Jepang, ya harus makan di restoran Jepang. Planning untuk menyelesaikan tugas by 10 o'clock, ya harus selesai by 10 o'clock (or at least around this time, lah!). Pokoknya, semuanya harus stick to the plan.

Kalau nggak?
bakalan, be-te, be-te, be-te, ah! Basi, basi, basi, loe! (kayak lagunya Kaka 'Slank' dan Dewiq).

Tapi, seperti kata Oom Coy. Di lapangan, atau kalo bole Oma rephrase, di dunia ini, selalu saja ada yang dinamakan faktor X, unexpected factor, unexpected thing, yang come in our way, yang membuat pekerjaan kita terhambat, molor, harus ganti planning, dan, op kors, harus rela kecewa.

Seperti juga dengan laptop Oma. Mo curhat nih! Laptop Oma sudah bisa dinyatakan UZUR alias sudah TUWIR dan waktunya GANTI LAPTOP. *nangis darah* Secara harga laptop sekarang muahaaaal dan Oma uda ga punya uang :( Hadooooh,...

Emang Oma sudah mengindikasi kalo laptop Toshiba jadul itu sudah mulai menua. Kadang hang, sudah minta di-re-instal, kadang cd-rom nyangkut, pokoknya bikin sebel deh! Dan, tadi malam, resmi laptop hitam itu minta dilengserkan. CD Rom sudah tidak berfungsi, microsoft office hang, dan lemooooot!

Haruskah ku teteskan air mata di pipi,....

Jadinya, yeah,... Oma harus ready dengan this unexpected thing. Jadiii, harus nabung lagi, dan berharap by September, before that, Oma sudah bisa membeli sebuah laptop dengan harga terjangkau (kecualiiii ada yang memberikan Oma hadiah Macbook Air) :P

Hiks,..

Comments

Anonymous said…
Oleh sebab itu harus berdoa dulu kepada yang Master Faktor X di atas sana..biar semua faktor X bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita mau..

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...