Skip to main content

Takut

Untuk pertama kalianya, Oma takut nikah

Hari ini Oma denger dua orang cerita tentang pengalaman pacaran more than 6 years, dan akhirnya memutuskan untuk menikah - live happily ever after- tapi after some years, mereka decided to get divorced.

Is it normal? to hear TWO stories with the same theme, same storyline, in ONE day?

Takut nikah.

Kata temen Oma tadi, ekspektasi kita pas pacaran ama pas nikah beda.
Pas nikah lebih dalem, lebih kompleks ekspetasinya.

Siang ini

Pas di jalan pulang, Oma mikir
dan nulis shout di FB "wanna runaway, but officially no longer can"

Iphien pun commented on it
"Kamu bisa ngga bayangin hidup dengan Stefy?"
Pertanyaan persis sama, yang Oma ajukan pada Iphien beberapa bulan lalu.

Minggu lalu, ketemu teman lain lagi, dan kami membicarakan peristiwa divorce-nya dia, yang baru aja terjadi awal tahun ini.
Dia bilang sih karena emang dari awal uda ga cocok.
Mereka bertahan karena anak semata wayangnya mereka.

Sigh...

Kali ini Oma serius, Oma takut nikah.
Dan nampaknya hari ini topik nikah hilang dari pembicaraan Oma dengan Bang Tepy. Padahal biasanya Oma selalu heboh, seru, dan excited untuk ngomongin rencana nikah.

Takut.
Dan takut bilang Bang Tepy juga.


p.s. menjawab pertanyaan Iphien, jawabannya BISA! Tapi, the question is: will my marriage turn out to be a good one? or will it suck like any other marriages?

Comments

I think you both will have an amazing marriage! Dont worry! Because you guys have passed the ultimate test, being on long distance relationship and worked that out!

I feel very optimistic for you guys. I hope this cheer you up.

xo
Anonymous said…
Padahal biasanya Oma selalu heboh, seru, dan excited untuk ngomongin rencana nikah.

===> hm hm.. kenapa wanita suka antusias membicarakan nikah ? biasanya cowo (baca: saya), langsung mengalihkan pembicaraan haha..
a.k.a. Nez said…
Hmmm... Tujuan nikah bukan buat live happily ever after..ya ga? Nikah itu "proyek".Proyek ya kadang mulus, kadang gak.Nanti ada saat2 senang.Tapi bakal ada saat2 susah.Mungkin (mungkin lo ya) pernikahan bisa gagal because they only prepared for the best, and forgot (or failed) to prepare for the worst.

Thing is, when the worst comes, remember that you have your love, his love, and God's love. As long as you hold on to them, you'll be safe and sound ;)

There, just my 2 cents. (Walah..2 cents aja panjang bgt...Hehehe)

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...