Skip to main content

Ini Laguku. Apa Lagumu?


Waktu kalian kecil, kira-kira lagu apa yang paling disukain?

a. Balonku
b. Lihat Kebunku
c. Abang Tukang Bakso
d. Dan lain-lain
e. None


Kalo Nie suka semuaaa! Nie dulu suka banget nyanyi, mulai dari lagu Abang Tukang Bakso-nya Melissa sampai lagu-lagunya Trio Kwek Kwek, Nie tahu!

Waktu kecil, Nie suka karaoke. Dulu tuh Nie susah banget makan. Mami selalu punya cara supaya Nie semangat makan. Nie hapal di luar kepala lagu-lagu anak-anak seperti lagu Kring-kring, goes, goes; Abang Tukang Bakso, Si Lumba-lumba, Nyamuk Nakal, 1 + 1, dan masih banyak lagi!

Tapi jaman sudah berubah.
Anak-anak jaman sekarang sudah tidak memiliki lagu-lagu anak-anak yang update lagi. Di bangku TK or Playgroup, mereka diajarkan lagu-lagu klasik seperti Balonku atau Lihat Kebunku. Bahkan di beberapa sekolah yang menamai diri mereka 'Sekolah National Plus', anak-anak lebih sering diajari untuk belajar menyanyi dalam bahasa asing (inggris atau mandarin), sebut saja Twinkle Twinkle Little Stars, Mary Had A Little Lamb, sampai Old McDonald.

Sah-sah aja mereka belajar nyanyi bahasa asing, secara lagu-lagu Indonesia yang bernafaskan anak-anak sudah tidak bermunculan lagi (at least dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini).

Tapi, ada yang lebih mengenaskan.

Beberapa saat yang lalu, temen kerja Nie cerita kalo keponakannya yang masih duduk di bangku TK Besar merayakan ulang tahunnya di rumah. Mamanya mengundang badut lucu untuk menghibur si anak yang berulang tahun dan, of course, teman-temannya yang diundang. Seperti biasa, ada games, acara potong kue, sampai acara menyanyi bersama.

(Nie takes a deep breath)

Sang Badut mengajak anak-anak bernyanyi. "Anak-anak, ayo nyanyi sama Oom Badut ya!"
*Musik mengalun*
"Ayo, semua!"
"Aku yang lemah tanpamu, aku yang lemah karena,.."

Dan terdengarlah paduan suara.
Kata-kata dan nada yang sama, serentak muncul dari bibir-bibir mungil yang dimiliki oleh ciptaan Tuhan yang bertinggi badan belum 100 centimeter.
"Namun takkan mudah bagiku, Meninggalkan jejak hidupku
Yang tlah terukir abadi, Sebagai kenangan yang terindah"

(Nie takes another breath)
Ya, mereka menyanyikan lagu 'Kenangan Terindah' milik SamSon. Lengkap, bukan yang edited version. Tanpa cacat dan cela.

Another story comes from my friend's niece. Walaupun masih duduk di bangku TK Kecil, dia bisa menyanyikan lagu The Rock yang "Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati." tanpa salah sedikit pun.

Wow! Nie ajak belum tentu hapal.

My last comment is kapan musisi Indonesia mulai berpikir untuk memunculkan artis-artis cilik yang berkualitas* lagi? Nie yakin, baik anak-anak generasi sekarang ataupun yang akan datang, juga butuh musik-musik khusus untuk anak-anak yang berkualitas.

Tul gak?

*) Berkualitas di sini berarti artis cilik yang tidak hanya sekedar 'numpang lewat' dan menyanyikan lagu yang berkualitas pula (bukan seperti Juwi yang menyanyikan 'Kucing Garong')

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...