Skip to main content

Our Opinion about Soeharto

"Siapa pun tidak berhak memaafkan Soeharto kecuali para korbannya," (Perspektif.net)

"Sebab, kita tahu, pada kematiannya di usia 86 tahun tersebut, Soeharto meninggal tanpa pernah diadili atas perbuatan-perbuatannya." (Detik.com)

For non-Indonesians, the perspective is different. At Plaza Semanggi, Peter de Bree, a visitor from Holland, said, "I'm sure he killed those people. He's taken a lot of money from the Indonesian people too; millions and millions of dollars. He was a bad man. It would have been better if he had died 50 years ago." (the Jakarta Post)

"Kepemimpinan Presiden Soeharto di Indonesia selama 32 tahun merupakan masa yang penting, baik bagi sejarah negara itu sendiri maupun pada masa Indonesia menjalankan peranan penting di percaturan internasional". (Antara.co.id)

Tutut, Soeharto's eldest daughter, asked the public to forgive her father. "We, on behalf of the whole family, thank everyone who has prayed for our father," a tearful Tutut said at the media conference. "Please, forgive my farther for all his mistakes." (the Jakarta Post)

"Sebagai mantan penguasa, beliau telah menerima berbagai hujatan dan cercaan. Dan kini, oleh karena beliau telah berpulang, kami berpendapat, sebaiknya semua kasus yang dituduhkan kepadanya ditutup," (Antara.co.id)

"Tetapi, jasanya kepada bangsa juga tidak kecil. Makanya, saya mengajak pihak-pihak yang masih mempersoalkan kasus hukum Pak Harto untuk dapat memahami kenyataan yang sebenarnya tergolong luar biasa yang merupakan persembahan almarhum bagi bangsa," (Antara.co.id)

Kini, bapak bangsa ini sudah berpulang. Sudah tak dirasanya lagi sakit dan derita badani. Tak didengarnya lagi cercaan dan hinaan yang membuatnya bersedih. Kini waktunya dia berhadapan dengan Sang Penguasa Jagat Raya. Selamat jalan, Bapak Bangsa. (Jawaban.com)

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

You selfish, handosme, little thing!

Sudah 3 hari ini, aku berpikir-pikir menanyakan pada diriku berulang-ulang: am i stupid? Kupandangi fotomu di FB, asking: do i like you? Why do i like you, if I do? Lagi-lagi jawabannya, no, thank you, i don't love you So, i am stupid, then. because i am still following you online wherever you are Frikin' silly me. no, no, no, i dunot love you neither do i care about you. no, no, no, no never ever would you ask how i am neither do you know what my favorite color, my favorite music, the book i am reading, things i am having trouble with neither would you care if my best friend's husband passed away then, why would i still think about you? gosh, you,.. selfish, handsome, little, cute thing! self-centred, adorable #$?!*%# i am still a little too not over you. fewh,.. why?