Skip to main content

Tebak Gambar, yuk!


Hayooo, ini gambar apa?


Ini adalah display image nya si Ari alias Mbod, teman kantor Nie yang sangat unik, atau bisa dibilang dia sangat menggemaskan. Gambar ini buktinya. Entah dia dapet darimana gambar ini.

Udah bisa nebak gambar apakah ini?

Waktu Nie ber-YM ria bersama Mbod, Nie bilang “Ri, nggilani, gambar apa itu! Bikan orang mual aja!

Dengan santainya dia reply “Hah? Gambar yang mana, Nie? Ini tah? Ini kan gambar siput.”

Lho? Siput? Nie liat-liat lagi gambarnya, kayaknya bukan siput deh!

Iya, ini rumahnya siput. Siputnya lagi sembunyi,” kata Ari lagi.

Weleh?! Rumah siput yang mana?! Rumah siput kan atasnya ngga lancip begono. Rumah siput bundar. Lagian, kok warnanya begonoo?

“Ngawur lo, ri, itu mah gambar ***!” Nie bilang.

Ah nggak, Nie, bukan itu lagi.

Dasar Ari geblek, untuk jam-jam sore seperti ini kayaknya percuma berdebat sama Ari.

Eh, Nie, ini gambar es krim kok benernya.”

HAH?

Iya, itu kan es krim cone.

Begitu kata Ari lagi.

Hoek,.. es krim yang mana ri? Nggilani!” Aku memberikan emo orang mual berwarna hijau.

Iya, Nie, itu es krim! Kamu mau?

Capek berdebat dengan Ari, aku bilang “Iya deh, es krim, rasa apa, coklat pa mocca?”

End of Story.

Setelah ngobrol kacau bersama Ari, Nie jadi diam dan melihat-lihat gambar apapun itu. Nie pikir, emang gambar ini bisa apa aja. Bisa jadi rumah siput, es krim, kue bolu, kue kering, ***, atau apapun yang kalian mau.

Tergantung cara kalian memandangnya aja. Bisa aja barang ini bernilai positif, bisa aja bernilai negatif.

Jadi inget sebuah quote “the optimist sees opportunity in every difficulty, pessimist sees difficulty in every opportunity.”

Yang ngeliat gambar itu adalah sebuah ***, akan menge-close windows-nya dan muntah-muntah. Tapi, yang ngeliat gambar itu adalah sebuah es krim atau kue, akan langsung kepengen beli es krim conello atau beli kue sus kering, menjadi kenyang, dan hidup bahagia selamanya. Heheheh,..

So, menurut anda, gambar apakah itu?

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

You selfish, handosme, little thing!

Sudah 3 hari ini, aku berpikir-pikir menanyakan pada diriku berulang-ulang: am i stupid? Kupandangi fotomu di FB, asking: do i like you? Why do i like you, if I do? Lagi-lagi jawabannya, no, thank you, i don't love you So, i am stupid, then. because i am still following you online wherever you are Frikin' silly me. no, no, no, i dunot love you neither do i care about you. no, no, no, no never ever would you ask how i am neither do you know what my favorite color, my favorite music, the book i am reading, things i am having trouble with neither would you care if my best friend's husband passed away then, why would i still think about you? gosh, you,.. selfish, handsome, little, cute thing! self-centred, adorable #$?!*%# i am still a little too not over you. fewh,.. why?