Skip to main content

10, 9, 8, 7,..

Counting down,...

Tomorrow is the BIG day!
and I am really (not) ready for it!

Besok yang bakal datang di acara Seremonial Serah Terima program D-Net & Partners Peduli Pendidikan adalah Bapak Sahudi. Beliau ada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kami sebenarnya tidak terlalu berharap kalau beliau bakal datang, secara beliau VIP gitu lho! Very Important Plus! :P Alias orang puenting buangeeet! Tapi beliau bakal datang, Thanks God, and also mati aku! :(

Jadi semuanya harus super perfect! Ngga bole ada salah. Ngga bole ada cela.

Bisa ga ya?

*praying*

Kalo event ini bener-bener bisa success, ada beberapa kondisi yang akan terjadi:
1. Dipuji bos - op kors, ini kan Dream project beliau
2. Naik gaji (hihihi,.. ngga mungkin!) :P tapi since dreaming is free, I will keep on dreaming :)
3. Berita masuk koran (sangat berharap muka Oma bisa masuk koran! Masak nyokap aja fotonya bisa nampang di koran, masak Oma ngga bisa!) heheheh :D
4. Bisa membantu buanyaaaak orang. Hm,.. semoga kali ini bantuannya diterima dengan baik dan tidak ada demo-demo seperti yang lalu-lalu *teringat peristiwa setahun kemarin*
5. Last, but not least, bisa .......(wot? heheh,.. you will be updated soon) dengan tenang dan lega, karena sudah melakukan semuaaa tugas dan kewajiban dengan baik.

While I am stressing, Ulm akan menonton RADIOHEAD di Belanda!!!



IRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

Comments

Ulmster said…
*nyengir*
doain ulma bs foto bareng thom yorke dkk. hueheuhue
ulma doakan semoga acaranya lancar dan sukses n those you wish above came true (amin)

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...