Skip to main content

Belajar menjadi Panda


Oma uda nonton KUNG FU PANDA!!! Horeee,... *bangga*

Begitu
hari Jumat kemarin Kung Fu Panda nongol di Surabaya, langsung Oma tancap gas beli tiket dan memutuskan the last show, mengajak Stefy, Joan dan Mbak Rin.

(lagi-lagi) Oma masuk agak terlambat. Blame Joan and Mbak Rin yang berlama-lama di toilet! Tapi tidak terlalu disappointing, karena baru awal banget kok. Jadi paling baru 1-2 menit mulai.


Begitu duduk, Oma sudah langsung senyum-senyum. Hampir di setiap bagian dalam film ini, Oma pasti tertawa. Hahahahahhaha,.... Lucuuuu!!!


Ini juga kesimpulan dari film ini. SANGAT LUCU!

Sudah lama Oma tidak menonton film yang mengocok perut, membuat Oma melupakan semua permasalahan, event di kantor, rencana kuliah, sebel sama temen, kelelahan yang tak terhitung banyaknya, dan ke-bokek-an! Semua hilang! Sayangnya cuman 1.5 jam :P

Banyak yang harus Oma acungin jempol, terutama untuk Mark Osborne dan John Stevensons yang dengan hebatnya men-direct film ini. Applaauseee,... plok plok plok!

Tapi tepukan lebih meriah Oma berikan kepada Jack Black yang dengan bagusnya
menyuarakan suara Po, the Panda! So cuteeee and entertaining! (if I saw a panda, I reckon I would hear Jack's voice instead)


Morale of the story? Banyak!! Terutama untuk anak kecil. Buat Oma, jangan patah semangat! Seperti si Po. Dia melihat Tai Lung yang begitu hebaaat, tak terkalahkan, dan sudah dididik oleh Shifu selama bertahun-tahun. Po awalnya gentar dan 'yakin' tidak bisa mengalahkan Tai Lung. But, ketika dia melihat dirinya sendiri, yakin bahwa ada something special in him, dia akhirnya berhasil mengalahkan Tai Lung, despite his fat body.

It is true what he said "I am not a big, fat panda. I am THE big fat, panda!"


So, Oma sekarang back to face the reality with one motto "I am not Oma Nia. I am THE cute Oma Nia!!" Hahhahaha,... sama juga bohooong! :P Cia yoooo.....

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Awesome!

Nothing against marriage or pregnancy, I am just celebrating the fact that I am still single (but no longer available, alas :P) and no extra baggages to look after. Well, I should enjoy this state while I can by doing some travelling, pampering myself, going out more, and learning new things. Never would I stop doing those things, but I reckon when you have extra baggages, you will be more considerate. Let me know if I am wrong :) But let me enjoy my moment,... *I can hear myself singing "hallelujah!"*