Skip to main content

Oma JERAWATAN!!

Pernah denger tag iklan begini "Jerawat emang gawat!"
Nampaknya tag itu cucok sekali buat Oma minggu ini.



Beberapa hari yang lalu muncul seperti 'kutil' kecil di dagu Oma.
Dasar 'ngglatis' kalau orang Jawa bilang (alias tangannya ngga bisa diem!), Oma pun mulai mengutak-atik kutil kecil itu. Alhasil, jerawat yang asalnya kueeciill, bisa jadi guedeee!

Sebel!
Selain merusak penampilan, dagu Oma jadi sakit! Sebel deh!
Menyesal uda mengutak-atik kutil kecil itu.

Dan yang lebih menyebalkan, jerawat itu menuai kritik dari publik (cieee,... bahasanya).

Inilah beberapa komentar yang bikin Oma sakit hati.

Hinaan #1
Pelaku: Kristian (teman kantor)
Waktu kejadian: Pagi-pagi

Kristian (K): Waduh, Nie, kok dengaren (kok ngga biasanya) jerawatan.
Oma (O): Iya nih! (agak malas berbasa-basi karena masih pagi)
K: Gile, sekalinya jerawatan langsung pake Rano Karno Style Dieeeng!!!

Oma sebel, masak jerawat Oma disamain ama tahi lalatnya Rano Karno!

Hinaan #2
Pelaku: Bu Rita (teman kantor)
Waktu kejadian: Sebelum makan siang
Lokasi kejadian: Lobby kantor

O: Halo, bu! Mau kemana nih kok duduk di sini
Bu Rita (R): Mau jalan-jalan (sambil senyum-seyum)
O: Wah, enaknya! Jalan-jalan kemana? Kok Nia ngga diajak?
R: Iya, soalnya Nia jerawatan sih!

Dieeeeeeeenggg!!! Sebel!
Emang sih Bu Rita becanda, tapiii,.. kenapa jerawat ini dibawa-bawa!!!

Hinaan #3
Pelaku: Koko Coy (teman kantor)
Waktu Kejadian: Siang, sepulang survey
Lokasi kejadian: di dalam mobil

Prolog:
Ceritanya, kami ingin menyebrangi jalan. Karena jalan yang ramai, koko Coy harus menyebrangkan mobilnya pelan-pelan.

O: (sok baik menawarkan bantuan) Ko, Nia buka jendelanya ya?
Koko Coy (C): (diem)
O: Nanti Nia 'awe-awe' (melambai-lambaikan tangan), supaya mobil-mobil berhenti dan koko bisa nyebrang
C: Ngga usah deh, ntar kamu malah tambah jerawatan!

Ya ampoooon penting yaaa!! Di tengah jalan yang ramai dan situasi yang kritis, masiiih aja nyindir jerawat.

Dan fyi only, semua kejadian di atas terjadi dalam satu hari yang bersamaan! Geblek!

Untung sekarang jerawatnya uda mulai sirna.

Nggak lagi-lagi deh jerawatan. Cape deeeh!! :P

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

God's Plan for My Slippers

Look at my cute slippers! Lucu banget, kan!  Slippers ini diberikan sebagai oleh-oleh, dari seorang sahabat yang pada saat itu baru pindah ke New Zealand . Kalau saya tidak salah, 4 atau 5 tahun lalu slippers ini diberikan. Saya adalah orang yang practical . Boro-boro pakai slippers di rumah, sandal jepit biasa pun tidak! Di dalam rumah, kami biasa nyeker alias tidak pernah pakai sandal. Jadi si slippers domba Selandia Baru yang baru ini resmi menjadi penunggu lemari baju. Setelah Axl lahir dan beranjak sedikit dewasa, slippers ini ditemukan tanpa sengaja. Axl suka sekali dan kerap memainkan slippers ini. Namun lagi-lagi, setelah beberapa minggu, si domba kembali menjadi penunggu lemari. Anak balita itu sangat gampang bosan! Sampai 1 bulan yang lalu. Di salah satu tempat ngantor saya yang baru, saya harus bekerja di ruangan yang super dingin! Tiba-tiba, saya teringat akan slippers domba ini! Ternyata benar, slippers ini bisa menghangatkan kaki saya dengan sempurna. D...