22 August 2007

That's why I love Coffee

Seorang anak muda datang kepada orang bijak dan mengeluh "Pak, dunia ini sungguh tidak adil, mengapa saya dilahirkan di keluarga miskin, broken home, ayah tidak jelas, ibu entah kemana, sehingga harus melalui penderitaan ke penderitaan, dilecehkan orang, ditolak orang, sementara orang lain bisa dilahirkan di keluarga kaya, bahagia, harmonis, punya orang tua yg bisa menaunginya sehingga nasibnya tidak terlantar, mengapa saya harus mengalami semua ini ? Mengapa saya ?"

Orang bijak tersebut terdiam sejenak sambil memandangi anak muda itu, kemudian mengambil 3 buah panci, masing-masing diisinya dengan air, ditaruhnya di atas tungku, lalu dia mengeluarkan sebuah wortel, sebutir telur, dan sebutir kopi, sambil berkata "anak muda, memang banyak ketidak adilan bisa terjadi dalam kehidupan ini, sekarang coba kau masukkan wortel, telur & kopi ini kedalam masing-masing panci yang airnya sudah mulai mendidih itu."


Maka dengan bersungut-sungut, pemuda itu memasukkan wortel, telur & kopi tersebut ke dalam masing-masing panci yang airnya sdh mendidih, sambil berpikir, apa hubungannya? Beberapa menit kemudian, orang bijak tersebut berkata, "coba kau lihat, setelah dimasukkan kedalam air mendidih apa yg terjadi dengan wortel, telur & kopi tadi ?"


Pemuda tersebut menjawab, wortel berubah jadi lunak, telur menjadi lebih berat, karena dalamnya menjadi padat, sedangkan kopi, melebur sehingga air berwarna coklat & harum aromanya !

Nah, anak muda, wortel mewakili hati manusia yg keras, kaku, tetapi setelah mengalami benturan keras di kehidupan, ia menjadi lunak, lemah, kehilangan kekuatannya, sedangkan telur mewakili hati manusia yang awalnya lembut, setelah mengalami benturan demi benturan di kehidupannya, hatinya mengeras, kaku, tertutup, tidak mudah beradaptasi terhadap lingkungan, sedangkan kopi mewakili hati manusia yang keras, tetapi setelah dihadapkan pada benturan, ia melebur, memberi warna, rasa & aroma kepada lingkungannya, tak peduli betapapun berat benturan yang dialaminya.

Hidup adalah pilihan, saat kau mengalami benturan dikehidupan ini, engkau bisa memilih, menghadapinya dengan karakter wortel, telur atau kopi, dan kau akan selalu mendapatkan apa yg kau pilih !

Hidup memang pilihan, kita hari ini begini adanya adalah akibat dari pilihan-pilihan yang telah kita ambil dimasa lalu, Hidup kita dimasa yang akan datang ditentukan oleh pilihan-pilihan kita dimasa sekarang ini. Ironisnya, kebanyakan manusia membiarkan pilihan-pilihannya dipengaruhi oleh pilihan dimasa lalu sehingga Hidupnya ditentukan oleh masa lalu, tidak ada perubahan !

Orang-orang sukses di dunia ini adalah mereka yg mudah beradaptasi terhadap perubahan, senantiasa membuat pilihan2 baru, yg menentukan dan mewarnai masa depan mereka !


Ken Marasuchi
Chairman
BetterWorld Entrepreneurship & Training Academy ( B E T A )

13 August 2007

I’m not Superman

Merdeka!

Beberapa hari lagi kita akan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang sudah ditunggu-tunggu. Di Sbylist sudah di-post beberapa lomba yang bertujuan untuk memeriahkan HUT RI Ke-62. Di jalan-jalan sudah kita lihat bendera merah-putih berkibar di sana-sini. Terlebih lagi, acara D~NET Road Show: Heroes Go to School sudah berlangsung dengan baik dan benar di SD Ciputra tadi pagi.

Di acara road show di SD Ciputra tadi pagi, siswa-siswi Sekolah Dasar belajar cara untuk menjadi seorang pahlawan masa kini. Pahlawan bukan lagi orang yang menjinjing senjata dan berperang di medan perang, namun pahlawan adalah orang yang berhati mulia dan menolong sesamanya.

Siang tadi, Nie membaca suatu artikel yang membuat Nie berpikir, apakah Nie sudah menjadi seorang pahlawan yang baik? Here is the article. Mari kita baca bersama-sama dan belajar untuk menjadi pahlawan yang baik, bukan pahlawan kesiangan.

Dalam dunia kerja, kadang kita menemui orang yang serba bisa. Kadang kita kagum akan kemampuan atau ketrampilan yang ia miliki. Mengerjakan system, managing produksi, ketrampilan berbahasa asing dan melobi, semua dikuasainya dengan sangat baik. Hampir tiap pekerjaan yang ada di tempat kerja dapat ia kerjakan. Sepertinya ia tidak membutuhkan orang lain. Hasil pekerjaannya sering dibilang orang almost perfect. Tapi suatu ketika beban pekerjaannya menumpuk, ia kelelahan, rekan kerja enggan membantu karena biasanya ia lebih suka bekerja sendiri. Akhirnya alur pekerjaan terhambat di bagiannya, antri untuk dikerjakan. Ketrampilannya bagai superman yang serba bisa kali itu menciut dan tidak lagi mengundang kagum.

Memiliki berbagai kemampuan itu pasti berkat Tuhan, namun Tuhan memberikannya bukan supaya kita menjadi seorang superman, tapi untuk saling bekerja sama. Bukan juga untuk saling mengunggulkan diri atau merendahkan, tapi untuk menggunakannya dalam kasih. Seorang yang memiliki keyakinan diri, tidak takut untuk mengajari orang lain atau merasa tersaingi. Dengan membangun rekan kerja yang lain, kita sedang membagi diri dan berbagi kasih bahkan mengasah karakter kita. Selain itu, kita akan menerima bantuanan saat diperlukan dan pekerjaan menjadi lebih ringan.

Jadikanlah kemampuan dan ketrampilan kita sebagai sarana untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Pahlawan tidak sama dengan single fighter. Pahlawan membutuhkan sesamanya. Masih ingat ketika Batman menolak Robin untuk menjadi partnernya? Yang ada malah kekalahan. Namun ketika Batman dan Robin berjuang bersama-sama, si Two Face bisa dikalahkan dengan mudah.

Dengan semangat kemerdekaan, marilah kita belajar untuk menjadi pahlawan yang sejati.

So, are you educable enough to realize that you can’t do it all by yourself?

inspired by: Market Place Edisi Agustus 2007

7 August 2007

Sakit Kepala

Hari ini, Tommy Soeharto, lagi-lagi, tidak memenuhi panggilan Jaksa Agung sehubungan dengan masalah BBPK.

Like father, like son.
Atau istilah Indonesianya, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.
Tommy bilang kalau kepalanya pusing, maka dari itu dia tidak sanggup hadir di pengadilan.

Hm, kalo Nie ga masuk kerja karena kepala pusing, kayaknya uda langsung ditegur ama HRD.

Ah,..