30 June 2008

10, 9, 8, 7,..

Counting down,...

Tomorrow is the BIG day!
and I am really (not) ready for it!

Besok yang bakal datang di acara Seremonial Serah Terima program D-Net & Partners Peduli Pendidikan adalah Bapak Sahudi. Beliau ada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kami sebenarnya tidak terlalu berharap kalau beliau bakal datang, secara beliau VIP gitu lho! Very Important Plus! :P Alias orang puenting buangeeet! Tapi beliau bakal datang, Thanks God, and also mati aku! :(

Jadi semuanya harus super perfect! Ngga bole ada salah. Ngga bole ada cela.

Bisa ga ya?

*praying*

Kalo event ini bener-bener bisa success, ada beberapa kondisi yang akan terjadi:
1. Dipuji bos - op kors, ini kan Dream project beliau
2. Naik gaji (hihihi,.. ngga mungkin!) :P tapi since dreaming is free, I will keep on dreaming :)
3. Berita masuk koran (sangat berharap muka Oma bisa masuk koran! Masak nyokap aja fotonya bisa nampang di koran, masak Oma ngga bisa!) heheheh :D
4. Bisa membantu buanyaaaak orang. Hm,.. semoga kali ini bantuannya diterima dengan baik dan tidak ada demo-demo seperti yang lalu-lalu *teringat peristiwa setahun kemarin*
5. Last, but not least, bisa .......(wot? heheh,.. you will be updated soon) dengan tenang dan lega, karena sudah melakukan semuaaa tugas dan kewajiban dengan baik.

While I am stressing, Ulm akan menonton RADIOHEAD di Belanda!!!



IRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

27 June 2008

Stress ini membunuhku

Ada yang tahu caranya bikin member card di THR/Hi Tech Mall?
Soalnya dalam bulan Juni ini, sudah lebih dari 10 kali Oma pergi ke THR. Bahkan lebih sering dari agenda belanja mingguan atau belanja baju.
Anyone?
:(

*senyum kecut dari Oma*

Sodara-sodara, maaf kalo postingan Oma akhir-akhir ini agak discouraging. Bener-bener butuh
someone to talk and I believe my blog is the only neutral side in this world!

Mau gimana lagi, Abang Stefy lagi stress juga! Cerita ke temen kantor? wah,.. bahaya,... lha wong dinding di kantor aja bisa berbicara. Cerita ke nyokap? Hm,... it would be a little bit more complicated than you can imagine. Ngomong sendiri? Ntar disangkain Oma gila.

So,.. blog it is.


Stress is killing me. Tapi aneh, stress tidak membolehkan korbannya mati. Soalnya kalo mati, ntar bisa dibilang pengecut! Bayangkan, Oma sakit aja harus planning. Oma baru bisa sakit setelah tanggal 1 Juli. Setelah event berakhir. Baruuu bisa sakit. Sekarang,.. banyak-banyaklah minum vitamin dan makanan bergizi!

I tell you a secret: mungkin Oma kena typhus. Soalnya badannya sering 'sumer' alias panas sedikit dan perut suka sakit (agak diare). Tapi, belum bole ambruk sebelum tanggal 1.

Fewh, doakan ya.

26 June 2008

Pengecut!

Kalo orang lari dari kenyataan, namanya pengecut
Kalo orang melihat kenyataan terus menyerah sebelum bertanding, juga disebut pengecut
Kalo orang capek melihat kenyataan, terus menyerah, bisa jadi juga disebut pengecut
Nah, kalo Oma apa?

Oma capek, muak, benci, sebel, kesepian, malas, fade up, dan gemas melihat kenyataan, dan sekarang Oma lagi membiarkan sisi iblis dan sisi baik bertengkar dalam relung hati (ciee,.. bahasanya!). Masih belum tau sapa yang menang.

Jika si iblis menang, Oma bakal join the club, untuk jadi pengecut
Jika si malaikat menang, Oma, mungkin bakal disebut makhluk paling goblok abad ini, tapi bukan pengecut.

Semuanya tergantung,
sebenarnya Oma melakukan ini buat sapa sih?
Buat boss?
Buat orang-orang yang membutuhkan?
Buat naik gaji atau naik jabatan?
Buat (kebanggaan dan prestige) Oma sendiri?
Atau buat Tuhan?

Ya,...
semuanya tergantung.

25 June 2008

Sakit kok hobby!

Ya ampoon, lagi??

Iya nih

Tadi malam, pulang makan Sushi Tei, langsung tepar. Badan menggigil, entah berapa puluh derajat. Kepala pusing. Tenggorokan meradang. Ohmigod,... what happened!!??!

Salah makan kah?
(mosok wes makan sushi larang-larang sek salah makan? ck ck ck)
Kecapekan kah?
(kerjanya apa ya? kuli bangunan? bukan!! :P)
Kurang tidur kah?
(Lho, kerjaannya apa toh? hansip? heheheh)
Karena linux kah?
(opo kuwi??)

heheheh,..
intinya,.. masih ga tau sakitnya kenapa. Rasanya emang gara-gara Linux. Sudah beberapa minggu ini mimpi-mimpi Oma dipenuhi dengan modem, linux, modem, linux, modem, linux. Pernah sekali mimpi didatangi pinguin-pinguin buanyaaaak banget!!! Sumpe,.. itu pinguinnya linux!!


Ini nge-postingnya dari kantor, sambil 'kemulan' (baca: selimutan) karena kedinginan dan menanti saat2 pulang.

Ohmigod,.. ndasku!! ngeluuuu (baca: kepalaku sakit!)

24 June 2008

ingin berteriak!

Awas ada Oma lagi pengen marah-marah!

Hari ini dibuka dengan again another stressing problem. Modem masih belum bisa terpasang. Sudah ada 3 jenis internal modem yang Oma beli, mulai dari Intel, Prolink, en satu merek china (emboh opo namane!), ternyata, butuhnya EXTERNAL MODEM yang serial, ndak boleh yang USB. Geblek! DAN HARUS DLINK! (Dasar komputer bekas busuk! Uda bekas, masih minta modem bagus,..!!!
)

Wes ada 10 kali Oma pulang pergi ke THR. Cari modem, tukar modem, nyoba modem, sampek ditanyain nomor telpon ama tukang komputernya, ngajak kenalan! Hari ini, untuk kesekian kalinya, Oma harus LAGI ke THR.


Wes pengen misuh2!
*sabaar,.. sabaaar,...*

Instalasi Linux ternyata ya ga gampang. Entah karena modem busuk yang ngga bener2, atau karena emang Linux ngga secanggih Windows, tapi, yang pasti proses instalasi linux bikin Oma nambah berat badan 1 kilo karena STRESS!!!!

*tarik nafas dalam-dalam. Sabaaar...*

Trus, ketika minta bagian PR untuk bikin spanduk buat event Oma tanggal 1 JULI BESOK,... mereka bilang harus PR online (baca: bikin purchasing online) dulu! Asyeeeem,..... kenapa ga bilang dari jaman kemareeen!!!

*sabaaaar,....*

Sampek ada satuuu orang lagi, satuuuuuuuu ajaaa,.... yang bikin Oma naik pitam lagi hari ini, bener2 tak santet jadi kodok tuh orang!!

Awas,,...

*sambil menggeram2 dan mengacung-acungkan celurit!*

20 June 2008

Help me, I am so flattered!



Menurut kalian, kira2 yang Oma lingkari ini sapa?
Dan menurut kalian, kenapa Oma melingkarinya dan kenapa Oma get so excited about it?

Hehehhe,... :P
karena yang Oma lingkari itu adalah 'Ello'
Salah satu male singer Indonesia yang Oma suka :D
dan karena dia has viewed my friendster account.

Hihihi,... so, highschool deh!
bakalan ngga bisa tidur deh malam ini ^^

Buat Bang Ello (secara dia orang batak), salam kenal ya!
*sambil tersipu-sipu malu*

18 June 2008

Makelar kerjaan!

Setelah Oma pikir-pikir
menimbang-nimbang
dan memutuskan,..

akhirnya Oma membuat blog baru (lagi)

Kali ini untuk menampung para pencari pekerjaan dan yang menawarkan kerjaan.

Monggo, dikunjungi,...
http://jobmakelar.blogspot.com

Hup Holland Hup!

Oma bukan orang Belanda, tapi Oma sangat 'nasionalis' terhadap kesebelasan belanda - KNVB (Koninklijke Nederlandse Voetbalbond). Kenapa?

Lha wong empat tahun tinggal, belajar dan mbabu di Belanda, kok! Hehehe, jelas aja merasa part of the Dutch. Secara Oma juga tinggal di dekat Amsterdam Arena, tempat kesebelasan Ajax berlatih. So, lumayan sering ngecengin mereka latihan.

Tapi,...
Belanda emang HEBAT!!


Bayangkan..... hatrick kemenangan!! tiga kali berturut-turut 3-0; 4-1; dan tadi malam 2-0 (untung ga 3-0 lagi!)

Selanjutnya, lawan Rusia ya kalo ga salah? Kita tunggu saja penampilan mijn liefe Holland di perempat final.

Hup Holland Hup!

17 June 2008

Lelah

hari ini edan capeknya
kaki sudah saatnya masuk ke bengkel reparasi
punggung nampaknya sudah harus diistirahatkan
dan mata nampaknya sudah terlalu berat untuk dibuka

hari ini keliling-keliling
tahu ke mana?

ke Hi Tech Mall!!

Buset, seorang Oma ngapain ke Hi Tech Mall?
CARI MODEM BUAT KANTOR!
ini sudah kali ke sepuluh rasanya Oma keliling-keliling di Hi Tech Mall.
Pertama cari PC bekas, trus cari monitor, cari modem, cari mouse, sekarang cari modem lagi.
Weleh,...

"Sebenarnya, Oma ini staf IT atau CSR toh?"


Emboh!!

Capee dee

16 June 2008

Belajar menjadi Panda


Oma uda nonton KUNG FU PANDA!!! Horeee,... *bangga*

Begitu
hari Jumat kemarin Kung Fu Panda nongol di Surabaya, langsung Oma tancap gas beli tiket dan memutuskan the last show, mengajak Stefy, Joan dan Mbak Rin.

(lagi-lagi) Oma masuk agak terlambat. Blame Joan and Mbak Rin yang berlama-lama di toilet! Tapi tidak terlalu disappointing, karena baru awal banget kok. Jadi paling baru 1-2 menit mulai.


Begitu duduk, Oma sudah langsung senyum-senyum. Hampir di setiap bagian dalam film ini, Oma pasti tertawa. Hahahahahhaha,.... Lucuuuu!!!


Ini juga kesimpulan dari film ini. SANGAT LUCU!

Sudah lama Oma tidak menonton film yang mengocok perut, membuat Oma melupakan semua permasalahan, event di kantor, rencana kuliah, sebel sama temen, kelelahan yang tak terhitung banyaknya, dan ke-bokek-an! Semua hilang! Sayangnya cuman 1.5 jam :P

Banyak yang harus Oma acungin jempol, terutama untuk Mark Osborne dan John Stevensons yang dengan hebatnya men-direct film ini. Applaauseee,... plok plok plok!

Tapi tepukan lebih meriah Oma berikan kepada Jack Black yang dengan bagusnya
menyuarakan suara Po, the Panda! So cuteeee and entertaining! (if I saw a panda, I reckon I would hear Jack's voice instead)


Morale of the story? Banyak!! Terutama untuk anak kecil. Buat Oma, jangan patah semangat! Seperti si Po. Dia melihat Tai Lung yang begitu hebaaat, tak terkalahkan, dan sudah dididik oleh Shifu selama bertahun-tahun. Po awalnya gentar dan 'yakin' tidak bisa mengalahkan Tai Lung. But, ketika dia melihat dirinya sendiri, yakin bahwa ada something special in him, dia akhirnya berhasil mengalahkan Tai Lung, despite his fat body.

It is true what he said "I am not a big, fat panda. I am THE big fat, panda!"


So, Oma sekarang back to face the reality with one motto "I am not Oma Nia. I am THE cute Oma Nia!!" Hahhahaha,... sama juga bohooong! :P Cia yoooo.....

11 June 2008

Cowok banget deh!

Ada beberapa hal yang begitu kita dengar atau lihat, langsung kita bisa berkomentar "cowok banget deh!"

Misalnya baju-baju cowok dengan model tertentu. Despite all new trend yang membuat cewek-cewek kadang meringis jijik, masih ada baju-baju yang memiliki kesan 'cowok banget' itu. Misalnya baju-baju sport, misalnya kaos sepak bola, kemeja keren yang tidak membuat pemakainya terkesan gay, atau celana kain hitam model biasa (jadi bukan cut bray yang melambay-lambay atau model pensin yang press paha buanget!). Kalo Oma always loves pria yang pakai baju kemeja kotak-kota biru atau kaos oblong putih dan blue jeans. Ganteeeng banget kesannya!

Ada juga jenis olah raga yang memiliki label 'cowok banget' misalnya tinju (meskipun Ms Ali juga menggeluti dunia tinju), sumo (oma hampir yakin tidak ada pesumo (professional) wanita), Rugby atau American Footbal (hm,.. ada ga ya cewek ikutan rugby?), dan masih ada beberapa lagi.


Selain fashion dan olah raga, ada beberapa hal lain yang sering kali di-claim sebagi hal yang 'cowok banget'. Misalnya punya cewek dimana-mana, atau sekarang lebih akrab disebut 'TTM' (= teman tapi mesra/teman tapi mesum).

Oma punya beberapa teman cowok yang bilang seperti ini:


"Aduh, Nie, semua cowo gitu lagi! Pasti si Stefy juga gitu!"

Statement ini bikin Oma tidak tidur berhari-hari dan harus mengadakan investigasi dan interview. Terbukti, Stefy tidak ikut aliran ini! Thanks God!


Tapi, lagi-lagi Oma didebat.


"Emang kamu 24 jam bersama Stefy? Nggak kan? Ya, kamu kan ngga tau dia ama sapa dan lagi ngapain!" (dan again) "Semua cowok tuh ya gitu tuh pasti, ngga mungkin lah dia ga ada cewek laen!"



Langsung deh Oma 'panas'!!
Sekali lagi Oma mengkonfrontasi Stefy

O: Beneran ngga sih cowok kayak gitu? Kamu punya cewek laen ta, yang, selaen aku?
S: Hadoh, nggak nggak! Kamu ini ngapain dengerin omongan orang2 gitu! Ngga penting!
O: Tapi emang bener ta cowok gitu?
S:
Nggaaaak. Udah lah, jangan dipikirin!

O:
(manyun)

S: Aku tuh nggak ada cewek laen, tapi adanya cowok laen!! Ya Andhika itu! Hahahahhahah.... Bilangin temenmu itu, lebih sangar pacarku kan? dia ngga ada cewek laen, tapi adanya cowok!

Hehehhe
Lega hati Oma, karena Andhika itu memang sudah saya 'ijinkan' menjadi cowok simpanannya Stefy. But, selain Andhika, TIDAK BOLEH ada cewek (atau cowok) lain.

Menjawab pertanyaan teman saya tadi "Emang kamu 24 jam bersama Stefy? Nggak kan? Ya, kamu kan ngga tau dia ama sapa dan lagi ngapain!"

One simple answer: PERCAYA! Dari dulu, Oma selalu berpikir gini, kalaupun Stefy macem-macem, Oma yakin Tuhan pasti akan bukakan dan tunjukkan itu pada Oma, cepat atau lambat.


So, peepz, percaya dan menjaga or menghargai kepercayaan yg diberikan oleh pasangan, itu resep pacaran sehat a la Oma!

Again, posting ini tidak melarang adanya lirik-lirik cewek atau cowok keren, hehehhe :P

6 June 2008

Sepatu yang Oma banget gitu lho!

Karakter sepatu Oma

Flip Flop & Thong yang BerkarakterAnda tahu apa yang sesuai untuk diri Anda. Anda bukan tergolong perempuan fashionista, namun dengan cara pandang Anda yang unik, Anda tahu benar gaya yang cocok untuk Anda. Jika Anda merasa gaya yang Anda ciptakan bisa mewakili kreatifitas Anda, Anda akan mengenakannya! Kenyamanan adalah salah satu faktor utama dalam berpakaian dalam kamus Anda . Sendal flip flop atau sepatu sandal thong adalah gaya yang mewakili kepribadian Anda! (source: conectique.com)

Dasar oma-oma!

Lomba Foto untuk Student Indo di Belanda

Dear all,
Neso Indonesia bekerja sama dengan IKANED menyelenggarakan lomba fotografi bagi pelajar-pelajar Indonesia di Belanda.


Silahkan lihat informasi lengkap di bawah ini.

Untuk Pendaftaran sertakan data-data dibawah ini dan kirimkan melalui email ke lombafotoneso@gmail.com
Nama lengkap
Nama panggilan
Tempat dan tanggal lahir
Program studi
Universitas
Tahun akademi
E-mail
Phone/Mobile phone in NL
Website/blog/lainya

Apabila teman-teman tidak dapat melihat tampilan info ini secara lengkap, bisa lihat di website NESO Indonesia atau IKANED.


Sekian Info dari Oma :)

5 June 2008

Lomba Lari Maraton

Salah satu alasan mengapa kita memiliki frase `kalah sebelum bertanding' adalah karena pada kenyataannya begitu banyak orang yang enggan untuk ikut dalam pertandingan menyusuri hidup. Hanya karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pemenang. Jika hidup kita adalah soal kalah dan menang, mungkin cara berpikir itu bisa diterapkan. Namun, pada kenyataannya hidup kita tidak selamanya tentang kalah dan menang. Memang, ada kalanya kita harus terlibat dalam permainan seperti itu. Jika kita tidak mengalahkan orang lain, maka orang lain akan mengalahkan kita; dan kita menjadi pecundang.

Namun, sebagian besar kegiatan dalam hidup kita bukan soal itu. Melainkan soal bagaimana kita menjalani hidup itu sendiri. Oleh karena itu, dalam banyak situasi; `menjalani' hidup itu lebih penting daripada hasil akhirnya.

Anda tentu masih ingat sebuah kisah klasik tentang seorang lelaki lugu yang tengah duduk diteras sebuah kedai dipinggir jalan. Ketika mendekatkan cangkir kopi ke bibirnya, dia terperangah, karena tiba-biba saja ada segerombolan orang yang berlarian. Ia lalu bertanya kepada pelayan;"Kenapa sih orang-orang itu pada berlarian begitu?" Sang pelayan menjawab:"Ini perlombaan lari marathon, Tuan." Ia tersenyum dengan ramah, kemudian melanjutkan:"Pemenangnya akan mendapatkan sebuah piala." Katanya. Lalu lelaki itu berkata;"Kalau hanya pemenangnya yang mendapatkan piala, kenapa orang-orang yang lainnya juga pada ikut berlari...?"




Kemungkinan besar, didunia nyata tidak ada manusia yang cukup lugu untuk melakukan dialog seperti itu. Setidak-tidaknya dalam konteks `lomba lari marathon'. Kita semua tahu bahwa pemenang lomba lari marathon hanya satu orang. Atau paling banyak 3 orang. Jika panitia berbaik hati menyediakan hadiah sampai juara harapan ketiga seperti ketika kita sekolah di TK dulu, maka jumlah pemenangnya paling banyak ada 6 orang. Tetapi, kita tidak cukup bodoh untuk mempertanyakan; "Mengapa ratusan orang lainnya ikut berlari juga?"

Tetapi, mari cermati kehidupan sehari-hari kita. Secara tidak langsung kita sering mengajukan pertanyaan naif seperti itu. Kita begitu seringnya bertanya; kenapa orang kecil seperti kita mesti kerja habis-habisan? Paling hasilnya cuma segitu-gitu juga.

Ketika masih disekolah menengah dulu, saya beberapa kali mengikuti 10K Marathon Competition. Dalam perlombaan itu, selalu saja ada atlet profesional dari pelatda yang ikut serta. Tapi, jumlah mereka tidak banyak. Sedangkan, ratusan peserta lainnya adalah mereka yang paling banter hanya berolah raga seminggu sekali saja, termasuk saya dengan tubuh kerempeng dan napas yang pas-pasan ini. Bahkan ada juga peserta yang sudah lanjut usia. Nyaris tidak mungkin kami bisa menang. Kami semua mengetahui hal itu. Tapi, mengapa kami tetap ikut perlombaan itu? "Ya, kenapa Kakek mengikuti perlombaan ini?" Anda boleh bertanya begitu kepada si Kakek veteran perang kemerdekaan yang ngotot mau ikut perlombaan. Dan dia akan menjawab: "Kakek mah, yang penting sehat, cucu. Tidak apa-apa menang juga. Yang penting sehat...." Alah, yang penting sehat, kata si Kakek.

Kalau anda tanyakan itu kepada orang dewasa lainnya, mereka akan menjawab: "Demi kesehatan, Mas. Kita perlu berolah raga. Kalau menang syukur. Tidak juga yah, tidak apa-apalah. Yang penting sehat." Sedangkan, gadis-gadis remaja berusia belasan tahun akan menjawab: "Tau deh, Mas. Pokoknya seru ajjah. Bisa ketemuan sama teman-teman." Dan dari para lelaki kecil yang sedang puber, mungkin anda akan mendengar: "Asyik Mas. Banyak cewek kece yang ikutan...." Pendek kata, ada begitu banyak alasan mengapa orang ikut serta dalam perlombaan lari marathon itu; meskipun mereka tahu tidak akan menang. Dan diakhir pertandingan, kita selalu bisa menemukan senyum kepuasan disetiap wajah yang mengikuti perlombaan. Ketika sang atlet pelatnas naik pentas untuk menerima tabanas; setiap orang ikut merasa puas. Tidak ada iri di hati ini. Sebab, dari awal pun kita sudah tahu bahwa hadiah tabanas dan piala itu bukan untuk kita.

Kita mempunyai bagian masing-masing dalam perlombaan itu. Sang Kakek, mendapatkan kesempatan untuk berolah raga dengan gembira demi kesehatannya. Para pemuda senang dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Para remaja gembira karena bertemu dengan rekan-rekan seusianya. Sambil ngeceng satu sama lain. Dan tampaknya, semua orang mendapatkan kemenangannya masing-masing. Kecuali orang-orang yang memilih tidur dibawah selimut. Dan mereka yang hanya nongkrong dipinggir jalan yang dilewati para pelari.



Lomba lari marathon mungkin sudah bukan olah raga populer lagi dijaman ini. Tetapi, esensinya masih tetap ada hingga kini.

Kehidupan kita, tidak ubahnya seperti perlombaan lari marathon itu. Ada sejumlah hadiah disediakan bagi mereka yang berkoneksi sangat kuat. Bermodal teramat besar. Dan berkedudukan begitu tinggi. Namun, jika saja orang-orang yang tidak memiliki semua keistimewaan itu memilih untuk berhenti sebelum bertanding; kehidupan kita mungkin akan berubah wajah. Menjadi sebuah ironi ketidakberdayaan. Untungnya, sebagian besar manusia sederhana yang kita lihat adalah orang-orang tangguh. Mereka adalah pejuang hebat yang tidak mudah menyerah. Tengoklah mereka yang tidak pernah lelah untuk terus merengkuh hidup. Mengagumkan sekali. Meskipun mereka tahu bahwa tidak mungkin untuk mendapatkan pendapatan sejumlah miliaran atau sekedar ratusan ribu rupiah saja; namun mereka tetap melangkah, ikut terlarut dalam geliat hidup. Mereka tidak hendak berhenti. Sebab, sekalipun tahu bahwa uang besar adalah jatah orang-orang besar, namun ikut terlibat dalam permainan keseharian adalah pilihan yang paling bijaksana.


Jika kita berkesempatan untuk menyasar ke pasar-pasar pada pukul dua pagi, kita akan menemukan orang-orang dari jenis ini. Tukang gorengan. Para penyapu jalan. Para petugas pembersih toilet digedung-gedung perkantoran. Para buruh tani. Ibu-ibu tukang cuci pakaian. Para hansip dan petugas keamanan. Para guru bantu disekolah-sekolah reyot . Aih, betapa banyaknya orang yang ikut dalam lari marathon kehidupan ini. Apakah mereka akan mendapatkan piala? Tidak. Lantas, mengapa mereka ikut berlari? Karena, mereka ingin mengajari kita tentang hidup. Mengajari kita? Ya. Mengajari kita. Karena kita yang lebih beruntung ini sering sekali menyia-nyiakan hidup. Kita terlampau mudah untuk berkeluh kesah. Ketika kita tahu akan kalah, kita langsung menyerah. "Untuk apa kita bekerja jika dibayar dengan upah murah? Cuma membuat kaya para pengusaha saja!" Begitu kita sering berkilah. "Ngapain susah-susah begitu jika hasilnya cuma segini?" Kemudian kita memilih untuk tidur lagi. "Kalau begini caranya, aku berhenti saja!" Lalu kita keluar dari arena. Malu kita oleh orang-orang sederhana itu.

Padahal, Ayah dan Ibu sudah menyekolahkan kita dengan bersusah payah. Mereka mengumpulkan rupiah, demi rupiah. Dengan terengah-engah. Supaya kita bisa kuliah. Setelah kita lulus sekolah? Kita menjadi orang-orang yang begitu mudahnya untuk menyerah kalah. Setiap kali dihadapkan pada jalan yang menanjak sedikit saja, kita sudah cepat merasa lelah. Ketika tersandung dengan kerikil kecil saja, kita sudah mengeluh seolah kehilangan kaki sebelah. Bukan peristiwanya yang menjadi musibah. Melainkan sikap kita untuk memilih menjadi manusia bermental lemah.

Malu kita oleh orang-orang sederhana itu. Meskipun mungkin mereka tidak sepintar kita. Tidak sekolah setinggi kita. Tidak berkulit semulus kita. Namun, semangat mereka dalam menjalani hidup, bukanlah tandingan bagi kita. Cobalah sesekali tengok garis-garis wajah mereka. Disana kita akan menemukan sebuah gambaran tentang hidup semacam apa yang mereka jalani setiap hari. Tidak lebih mudah dari kita. Sekalipun begitu; mereka enggan untuk berhenti. Mereka terus berlari. Untuk berlomba dalam marathon ini. Perlombaan yang hadiahnya mereka definisikan sendiri. Yaitu; menunaikan panggilan hidup. Dan, apakah sesungguhnya panggilan hidup itu? Untuk menjalani kehidupan itu sendiri. Dengan segenap bekal yang telah Tuhan berikan didalam diri kita masing-masing.

Bersediakah kita mendayagunakannya?

Catatan Kaki:
Hidup tidak selamanya tentang kalah dan menang. Melainkan tentang bagaimana kita menjalaninya dengan tindakan-tindakan yang memberi makna positif.

Source: E-mail dr seorang temang kerja Oma dan tertulis nama penulis dan website-nya: Dadang Kadarusman (http://www.dadangkadarusman.com/ )

4 June 2008

Pacar Oma TIDAK kaya!!

..... Bapaknya yang kaya!

Oma sebel sama orang-orang yang suka nuduh! Minggu lalu ada yang naksir ama gelas oreo Oma. And here goes the conversation:

Bapak A (A): Wah, bagus gelasnya! Beli dimana?
Oma (O): Makasih. Dibeliin, Pak! Di jakarta
A: Oh, dibeliin si,... (sambil senyum2)
O: Nggak lah! Masak apa-apa dibeliin si Stefy, Pak!
A: Iya iya. Emang sih ngga dibeli-beliin sama Stefy. Tapi kan minimal tagihan kartu kreditnya dibayarin ama Stefy to?

Dasar!
Enak aja maen nuduh!


Oma itu paling tidak suka dianggap seperti itu. Oke mungkin dia memang berasal dari keluarga berada, tapi yang kaya itu BOKAP NYOKAP NYA!! Bukan dianya!!

Seumur-umur, ngga pernah dia bayarin tagihan kredit card oma! Sepeser pun!!
Dibeliin barang pun juga ga tiap bulan ada 1 barang baru. Hm,.. dalam tahun ini, baru ada 1 hadiah yang dikasih ke Oma. Tahun lalu, ada 2. Hayo,... tuh kan?!! Ngga matre kan Oma?

Jadiii,.. jangan sekali-sekali bilang bahwa Oma matre! Atau Oma selalu dimanjakan dengan gelimang harta oleh pacar. No no,.. !

Awas,.. sampai ada yang berani bilang gitu lagi,...

Tak pukul pantatnya!! Pok,.. pok!!

2 June 2008

Oma JERAWATAN!!

Pernah denger tag iklan begini "Jerawat emang gawat!"
Nampaknya tag itu cucok sekali buat Oma minggu ini.



Beberapa hari yang lalu muncul seperti 'kutil' kecil di dagu Oma.
Dasar 'ngglatis' kalau orang Jawa bilang (alias tangannya ngga bisa diem!), Oma pun mulai mengutak-atik kutil kecil itu. Alhasil, jerawat yang asalnya kueeciill, bisa jadi guedeee!

Sebel!
Selain merusak penampilan, dagu Oma jadi sakit! Sebel deh!
Menyesal uda mengutak-atik kutil kecil itu.

Dan yang lebih menyebalkan, jerawat itu menuai kritik dari publik (cieee,... bahasanya).

Inilah beberapa komentar yang bikin Oma sakit hati.

Hinaan #1
Pelaku: Kristian (teman kantor)
Waktu kejadian: Pagi-pagi

Kristian (K): Waduh, Nie, kok dengaren (kok ngga biasanya) jerawatan.
Oma (O): Iya nih! (agak malas berbasa-basi karena masih pagi)
K: Gile, sekalinya jerawatan langsung pake Rano Karno Style Dieeeng!!!

Oma sebel, masak jerawat Oma disamain ama tahi lalatnya Rano Karno!

Hinaan #2
Pelaku: Bu Rita (teman kantor)
Waktu kejadian: Sebelum makan siang
Lokasi kejadian: Lobby kantor

O: Halo, bu! Mau kemana nih kok duduk di sini
Bu Rita (R): Mau jalan-jalan (sambil senyum-seyum)
O: Wah, enaknya! Jalan-jalan kemana? Kok Nia ngga diajak?
R: Iya, soalnya Nia jerawatan sih!

Dieeeeeeeenggg!!! Sebel!
Emang sih Bu Rita becanda, tapiii,.. kenapa jerawat ini dibawa-bawa!!!

Hinaan #3
Pelaku: Koko Coy (teman kantor)
Waktu Kejadian: Siang, sepulang survey
Lokasi kejadian: di dalam mobil

Prolog:
Ceritanya, kami ingin menyebrangi jalan. Karena jalan yang ramai, koko Coy harus menyebrangkan mobilnya pelan-pelan.

O: (sok baik menawarkan bantuan) Ko, Nia buka jendelanya ya?
Koko Coy (C): (diem)
O: Nanti Nia 'awe-awe' (melambai-lambaikan tangan), supaya mobil-mobil berhenti dan koko bisa nyebrang
C: Ngga usah deh, ntar kamu malah tambah jerawatan!

Ya ampoooon penting yaaa!! Di tengah jalan yang ramai dan situasi yang kritis, masiiih aja nyindir jerawat.

Dan fyi only, semua kejadian di atas terjadi dalam satu hari yang bersamaan! Geblek!

Untung sekarang jerawatnya uda mulai sirna.

Nggak lagi-lagi deh jerawatan. Cape deeeh!! :P