31 January 2008

Perlukah bilang sayang?

Kalau kamu sayang sama seseorang, peri peri mat (very very much), dan orang itu actually tahu kalo kamu sayang sama dia. Menurutmu, perlu ngga bilang kalau kamu sayang dia? Perlu ngga mention again and again kalau kamu bener-bener sayang sama dia?

"Ah, dia pasti uda tahu lah, kan aku nunjukin rasa sayangku lewat perbuatan." Itulah kata seseorang yang saya kenal.


Ada lagi yang bilang "Aduh, Nie, gue nih uda pacaran bertahun-tahun. Dari jaman kita masih cinta monyet, uda jutaan kali gue bilang kalo gue sayang ama dia. Sekarang ya kayaknya uda ga perlu lagi lah! Kalo gue ga sayang ama pacar gue, ya gue ga pacaran ama dia sekarang."

Hm,... interesting thought.

"Yeah, itu bukan suatu kebutuhan. Kalo pengen ngomong ya ngomong. Kalo emang lagi ga mood, kalo gue lagi capek, ya sebodo amat! Ngga penting lah!" gitu komentar (implicitly) teman jalan saya tadi malam.

Hm,... good point of view.


Kalau menurut Nie, yang mungkin mewakili sejumlah perempuan lain di dunia, ucapan kata 'sayang' itu sangat penting. Mungkin kita uda ratusan, ribuan, bahkan jutaan kali mendengar kata 'Aku sayang kamu' atau 'I love you' atau buat wong jowo, 'kula tresna panjenengan'. Tapi, setiap kali mendengarnya, sepertinya ada assurance bahwa ada orang yang sayaaaang banget sama kita.


Buat Nie, setiap moment terucapnya kata magic itu, selalu berharga. Kadang Nie yang lagi cemberut bisa mulai tersenyum. Kadang Nie yang lagi bad mood bisa sedikit bersemangat. Kadang Nie yang lagi gembira jadi feeling romantic kalau mendengarnya. Entah ada khasiat apa di dalam kata-kata itu, yang pasti setiap Nie mendengarnya, Nie gembira.

Ya, perempuan memang kadang aneh, tapi boleh dicoba khasiat kata-kata sayang ini. Emang perbuatan dan tindakan juga penting. Kalau cuma kata-kata cinta aja, plus rayuan gombal, yang diucapkan, kami, para perempuan juga eneg. Yet, kalau perbuatan dibarengi dengan kata-kata sayang yang diucapkan secara continuous, akan membuat hubungan makin harmonis (ciee,.. Nie uda kayak counselor pernikahan aja neh!)

So, do it more often, peepz. It doesn't hurt, does it? Dan buat para pria, jangan pernah bilang "aku terlalu capek untuk bilang sayang hari ini" atau "aku lagi ngga mood", karena mengucapkan 3 kata 'Aku Sayang Kamu' rasanya tidak sedikit pun mengurangi kalori atau mengurangi jam tidur Anda.

Bukan begitu?

30 January 2008

The Famous Soeharto

Walaupun beliau sudah tiada, namanya selalu harum, bahkan di Yahoo! (menurut info dari Ndoro Kakung)

Hm,... mungkin beliau pantas dikasih anugerah 'pahlawan nasional'.

Gimana menurut anda?

28 January 2008

Our Opinion about Soeharto

"Siapa pun tidak berhak memaafkan Soeharto kecuali para korbannya," (Perspektif.net)

"Sebab, kita tahu, pada kematiannya di usia 86 tahun tersebut, Soeharto meninggal tanpa pernah diadili atas perbuatan-perbuatannya." (Detik.com)

For non-Indonesians, the perspective is different. At Plaza Semanggi, Peter de Bree, a visitor from Holland, said, "I'm sure he killed those people. He's taken a lot of money from the Indonesian people too; millions and millions of dollars. He was a bad man. It would have been better if he had died 50 years ago." (the Jakarta Post)

"Kepemimpinan Presiden Soeharto di Indonesia selama 32 tahun merupakan masa yang penting, baik bagi sejarah negara itu sendiri maupun pada masa Indonesia menjalankan peranan penting di percaturan internasional". (Antara.co.id)

Tutut, Soeharto's eldest daughter, asked the public to forgive her father. "We, on behalf of the whole family, thank everyone who has prayed for our father," a tearful Tutut said at the media conference. "Please, forgive my farther for all his mistakes." (the Jakarta Post)

"Sebagai mantan penguasa, beliau telah menerima berbagai hujatan dan cercaan. Dan kini, oleh karena beliau telah berpulang, kami berpendapat, sebaiknya semua kasus yang dituduhkan kepadanya ditutup," (Antara.co.id)

"Tetapi, jasanya kepada bangsa juga tidak kecil. Makanya, saya mengajak pihak-pihak yang masih mempersoalkan kasus hukum Pak Harto untuk dapat memahami kenyataan yang sebenarnya tergolong luar biasa yang merupakan persembahan almarhum bagi bangsa," (Antara.co.id)

Kini, bapak bangsa ini sudah berpulang. Sudah tak dirasanya lagi sakit dan derita badani. Tak didengarnya lagi cercaan dan hinaan yang membuatnya bersedih. Kini waktunya dia berhadapan dengan Sang Penguasa Jagat Raya. Selamat jalan, Bapak Bangsa. (Jawaban.com)

26 January 2008

Scrubs-ing Again

Nie pikir that I got over it, ternyata masih addicted to it
Scrubs is still the best
Hm,... after or before Heroes ya?














Scrubs adalah the best TV series ever, at least for me. Pertama kali Nie fell in love dengan Scrubs karena Herdian. "Kebo"-ku yang satu itu mengajak Nie nonton Scrubs di kamar bututnya di Uilenstede. Promosi dari Herdian sangat meyakinkan. Dan pas lihat untuk pertama kalinya, Nie emang bener-bener langsung jatuh cinta.

Herdian bilang "hampir semua yang maen di Scrubs ini lulusan dari film academy or at least pernah sekolah theater."

Yap, hampir tidak ada pemain yang 'jayuz' atau nggak mutu. Biar yang numpang lewat pun, kayak guest star-nya, hampir selalu berkualitas. Kecuali si Tara Reid. Hm,.. maybe it was not that bad, tapi mungkin karena peran dia as annoying woman, dan emang pada dasarnya Nie ngga suka Tara, jadi ya, keliatan jelek :P

Anyway, busway, uda lama Nie berhenti nonton Scrubs, dengan alasan cliche, TIDAK ADA WAKTU, which was in fact true. Tapi kemarin, hari cuti yang sangat indah, yang Nie awali dengan bersih-bersih kamar dan menata buku-buku yang Nie yakin hanya akan bertahan paling lama 2 minggu, dan diakhiri dengan nonton Scrubs Season 6, episode 15 - 19. Indahnya dunia!

As usual, Nie menitikkan air mata melihat adegan Lavern, salah satu suster di Sacred Herat Hospital meninggal dunia. Yang kedua, Nie hampir menangis pas ngeliat Keith, pacar si blondie Elliot yang berjongkok dan membawa cincin sambil bilang "will you marry me?" Huiiii,... Tak lupa Nie juga tertawa ngakak pas melihat si J.D. yang begging Jordan untuk jadi God Father anak keduanya or pas J.D. berkhayal dan minum Appletini.

Dan akhirnya, Nie berkesimpulan bahwa Scrubs is the best, bisa ditonton kapan saja dan dimana saja oleh siapa saja.

Hm,.. nonton lagi ah malam ini,.....

25 January 2008

Di Radio

Tadi malam (25/01), Nie diundang untuk jadi Narasumber di sebuah radio AM swasta, Sangkakala. Sebenarnya sudah beberapa kali diminta, tapi kok rasanya hati belum terlalu sreg untuk tampil di radio ini. Secara radio ini adalah radio rohani, jadi yang dipertanyakan ya, seputar kerohanian atau spiritualitas, lah!

Dulu pernah diundang Suara Surabaya, ditanya soal pengalaman di Belanda. Hm,.. nervous juga sih, karena Suara Surabaya kan Radio-nya orang dewasa. Radio papan atas, pula! Tapi, kayaknya ngga perlu pakai persiapan-persiapan gimana gitu sih.

Akhirnya, terjadi juga tadi. Datang juga Nie ke radio ini. Nie jadi narasumber di sebuah ajang bincang-bincang anak muda. Jadi, not that serious, kok! Ngobrol-ngobrol aja,...

But, tadi, weh,.. godaannya banyak!!

Mana sebelum berangkat ke radio ada acara BT segala! Weleh,... Hampiiiir aja jadi Bad Mood.

Tapi, thanks God, Nie bisa tampil dengan prima (ciee,..) dan semua karena my Big Daddy, donk!

Thanks, Dad

24 January 2008

Tebak Gambar, yuk!


Hayooo, ini gambar apa?


Ini adalah display image nya si Ari alias Mbod, teman kantor Nie yang sangat unik, atau bisa dibilang dia sangat menggemaskan. Gambar ini buktinya. Entah dia dapet darimana gambar ini.

Udah bisa nebak gambar apakah ini?

Waktu Nie ber-YM ria bersama Mbod, Nie bilang “Ri, nggilani, gambar apa itu! Bikan orang mual aja!

Dengan santainya dia reply “Hah? Gambar yang mana, Nie? Ini tah? Ini kan gambar siput.”

Lho? Siput? Nie liat-liat lagi gambarnya, kayaknya bukan siput deh!

Iya, ini rumahnya siput. Siputnya lagi sembunyi,” kata Ari lagi.

Weleh?! Rumah siput yang mana?! Rumah siput kan atasnya ngga lancip begono. Rumah siput bundar. Lagian, kok warnanya begonoo?

“Ngawur lo, ri, itu mah gambar ***!” Nie bilang.

Ah nggak, Nie, bukan itu lagi.

Dasar Ari geblek, untuk jam-jam sore seperti ini kayaknya percuma berdebat sama Ari.

Eh, Nie, ini gambar es krim kok benernya.”

HAH?

Iya, itu kan es krim cone.

Begitu kata Ari lagi.

Hoek,.. es krim yang mana ri? Nggilani!” Aku memberikan emo orang mual berwarna hijau.

Iya, Nie, itu es krim! Kamu mau?

Capek berdebat dengan Ari, aku bilang “Iya deh, es krim, rasa apa, coklat pa mocca?”

End of Story.

Setelah ngobrol kacau bersama Ari, Nie jadi diam dan melihat-lihat gambar apapun itu. Nie pikir, emang gambar ini bisa apa aja. Bisa jadi rumah siput, es krim, kue bolu, kue kering, ***, atau apapun yang kalian mau.

Tergantung cara kalian memandangnya aja. Bisa aja barang ini bernilai positif, bisa aja bernilai negatif.

Jadi inget sebuah quote “the optimist sees opportunity in every difficulty, pessimist sees difficulty in every opportunity.”

Yang ngeliat gambar itu adalah sebuah ***, akan menge-close windows-nya dan muntah-muntah. Tapi, yang ngeliat gambar itu adalah sebuah es krim atau kue, akan langsung kepengen beli es krim conello atau beli kue sus kering, menjadi kenyang, dan hidup bahagia selamanya. Heheheh,..

So, menurut anda, gambar apakah itu?

23 January 2008

Money does cost a thing

'Cause I don't care too much for money, money can't buy me love.

Begitu kata the Beatles. Dan Nie sangat setuju.


Uang tidak hanya tidak dapat membeli cinta atau kasih sayang; uang juga tidak bisa membeli kebahagiaan, rumah tangga yang bahagia, kesejahteraan, kesehatan, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.


Pagi ini, Nie dikejutkan oleh dua berita yang HOT.

First, Heath Ledger, age 28, meninggal dunia. Si koboi Brokeback mountain ditemukan tergeletak bersama sleeping pills di dalam kamar tidurnya. Waktu buka Google News tadi pagi, dan membaca headline "Heath Ledger is found dead", Nie pikir ini adalah cerita di film terbaru Heath Ledger. Ternyata, Heath benar-benar meninggal dunia. Entah apa yang membuat dia memtuskan untuk mengakhiri hidupnya. Apakah kesepian kah? Apakah kurang kasih sayang kah? Apakah putus asa? Yang Nie tau pasti bukan gelimang harta yang dia cari. Bukan pula kekuasaan dan ketenaran yang dia tak punya.

Sebelum membuka Google News di kantor, Nie membaca Jawa Pos di rumah dan menemukan berita tentang seorang model asal Surabaya yang (juga) ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Ceritanya dia, also age 28, dugem hari Senin kemarin. Di sono dia minum Martell and Jack Daniel's. Si model, yang bernama Ani Setiawati, ternyata juga lagi On Diet. Dia minum pil pelangsing, entah jumlahnya normal apa nggak. Trus, dia juga mengurangi makan nasi. Begitu kata teman-temannya. Secara model, dia pasti cantik, banyak yang naksir. Dia juga mampu, or at least ngga kere (miskin) lah! Nah, apa yang dia cari?

Nie jadi ingat cerita Lady Di yang meninggal dunia, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Meskipun beliau meninggal karena kecelakaan, ada yang bilang bahwa beliau anoreksia, karena stress berat akibat tekanan dari keluarga besar Prince Charles. Ada juga yang bilang dia mabuk bersama selingkuhannya, which was somekind of pelarian dari stress yang menimpanya terus-menerus. Seorang Lady Di, yang cantik, berkuasa, calon (or sekarang mantan calon) ratu Inggris, kaya raya, punya anak-anak yang ganteng, dan tinggal di Inggris (my favorite place), dan semua itu adalah impian dia semenjak kecil, bisa memilih mencari 'pelarian' untuk mengobati stress yang melanda hidupnya.

Uang, kekayaan, popularitas, posisi, status, atau pun kekuasaan ternyata masih belum bisa mengalahkan kebahagiaan, kesehatan, keluarga yang harmonis, kasih sayang berlimpah dan kedamaian.

Pendeta Nie, Bapak Ronny Mandang, kemarin bilang di gereja "money can buy an expensive, prestigious bed; yet it can't buy a good sleep."

I totally agree.

Masih adakah yang ingin mencari sesuap nasi dan segentong berlian? Lebih baik kita cari sesuap nasi (meaning kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang cukup) dan segentong kebahagiaan dan kedamaian. Mau?

22 January 2008

Anda butuh jasa pindah rumah?

Sayalah ahlinya!

karena Nie sudah dinobatkan sebagai Tukang Pindahan kelas wahid,...

Hari ini, Nie, untuk kesekian kalinya harus pindahan. Mungkin ini bukan proses pindahan seperti pindah rumah, pindah negara, atau pindah warga negara. Ini hanya pindah working space, dari lantai 6 ke lantai 2.


Weits, ini bukan posting keluhan, tapi sekedar berbagi cerita, karena menurut Nie ini lucu banget. Bisa-bisa, pindahan menjadi trademark Nie.

Starting from 2003, Nie pindah, dari rumah Oom Robby di Trompetboomhof ke Kruidenhof bareng sama Ardy dkk. Trus di Januari 2004, Nie pindah ke Exeter, di sebuah student house di Pinhoe Road. Tak lama kemudian, sekitar bulan April, Nie pindah lagi untuk ngekost di sebuah rumah ibu tua yang berprofesi sebagai suster (Nie lupa alamatnya. I think it starts with B). Bulan Juni 2004 masa exchange program Nie berakhir, thus Nie balik ke Belanda dan pindah lagi ke Oosteinde, di Amstelveen. Kali ini Nie serumah bareng Nita.

Nie cinta banget sama rumah ini, karena suasananya homey banget dan kami cuma berdua (or kadang-kadang bertiga). So, enak banget suasananya buat belajar dan nyantai! Tapi, karena kecoak-kecoak nakal, kami harus pindah lagi. Kali ini kami tinggal di Amsterdam, di jalan Amstelveenseweg. Lagi-lagi barengan ama Nita (hopefully Nita ngga bosen ye!). Di rumah ini pun terjadi prosesi pindah-pindahan sebanyak 1 kali, maksudnya pindah kamar. Dari kamar yang kecil, ke kamar yang gede! Rumah ini cukup nyaman, yah,.. at least kamar kami. Kadang ada acara air panas mati, room heater mati, dan alhasil kami harus masak air seperti jaman purba (hehehe,.. segitunya) lagi! Ada acara mendengar suara-suara misterius dari kamar sebelah (kamar sebelah dihuni oleh anak dan keponakan pemilik rumah yang juga orang Indonesia). Ada acara mendengar orang-orang mabuk dari pinggir jalan. Tapi serunya, karena Amstelveenseweg dekat dengan Vondelpark, Nie jadi sangat rajin jogging.

Singkat cerita, di tahun ke-4 Nie di Belanda, Nie dan Nita pindah lagi!! This time, kami reunited dengan penghuni kruidenhof, plus ketambahan pendatang baru, Golda. Kami tinggal di sebuah rumah di Diemen, di jalan Diemerkade. Di sinilah Nie merasa sangat betah dan homey! Nie paling lama tinggal di sini, deh, kayaknya.

Tahun 2006, Nie lulus dan Nie pulang ke Indonesia. Yap, Nie pindahan lagi! hehehhe,... Nie pindah kembali ke rumah di Surabaya. Rencana tinggal rencanya. Yang awalnya Nie ingin 'semedi' dan istirahat dulu sampai beberapa bulan, akhirnya berubah total! Nie ngga betah nganggur! 2 minggu setelah Nie pulang ke Indonesia, Nie mulai job searching. Bulan September 2006, keputusan Nie sudah bulat untuk pergi ke Aceh, bekerja dan membantu pembangunan Aceh.

Ya, saudara-saudara, Nie pindahan lagi ke Meulaboh, Aceh. Di Aceh, Nie sangat senang, karena mengingatkan Nie akan kehidupan mandiri di Belanda. Masak sendiri, punya kamar sendiri, having a lot of me-time, suka jogging dan sepedaan lagi! Pokoknya senang. Sayangnya, masa tugas Nie cuma sampai bulan April 2007. So,.. pindahan lagi deeeeh!!! Selama di Aceh, ada 1 kali prosesi pindahan, pindah dari kantor kecil ke kantor pusat. hehehehhe,...

Finally, prosesi pindahan yang terakhir adalah tadi pagi, dari lantai 6 ke lantai 2.

"Aren't you tired of moving in, moving out, moving in, and moving out?"

Awalnya emang capek banget. Be-te! Setiap pindah rumah selalu adaaaa aja barang yang hilang, yang ketinggalan, yang kesingsal! Ada juga insiden bertengkar (Ardy, ingatkah pertengkaran kita di mobil box mu!?), ada insiden homesick. Dan, yang paling penting, setiap pindah rumah, Nie selalu harus menguras habis tabungan. Mulai untuk biaya mobil pindahan, beli perabot baru, dan bayar sewa rumah baru.

Sekarang, kayak uda biasa banget. Ngga ada rasa be-te or capek. Pindahan has become my middle name ;P

"Do you have any plans to move out and move in this year?"

Hm,.. maybe. I am not sure. Just hoping for the best

So, ada yang butuh tips pindahan? call me :P

17 January 2008

Bokek Lagi!

Lagi pusing.

Kemarin cek saldo, buset,.... kemana semua uangku!!!
Alamaaak,.. kok berkurang segini banyak?
Perasaan ngga belanja-belanja
Perasaan ngga made a big spend
Perasaan ngga beli baju baru (keculi those I bought using SOGO Voucher)
Perasaan ngga lagi naksir tas or sepatu baru

Oh iya,...
Makhluk berbaju putih putih membohongiku.
Setelah membakar wajahku, dengan alasan menghilangkan flek-flek bekas sinar matahari, dan melarangku cuci muka dan memakai bedak selama beberapa hari, Nie ditodong bayar ratusan ribu!

Geblek! Unplanned medication.

Mana masih 2 minggu lagi baru gajian.

Asem!

*omelan di kala sore, saat belum dijemput dan merasa dompet makin menipis

14 January 2008

Kunjungan Penuh Makna ke Tuban

Setelah melalui persiapan yang cukup heboh, atas ajakan Jimmy Tanaya, kemarin (13/01), Nie berkunjung ke Desa Ngadirejo, Tuban, Jawa Timur. Buat yang belum pernah mendengar nama desa ini, jangan merasa kuper atau merasa bersalah, karena ini memang daerah terpencil di propinsi Jawa Timur.

Desa Ngadirejo adalah salah satu desa yang dilanda banjir beberapa waktu lalu. So, kemarin Nie mengunjungi daerah ini untuk melakukan bakti sosial bersama 14 yayasan sosial lainnya. Acara yang dimotori oleh INTI cabang Surabaya diadakan di sebuah rumah ketua RT Desa Ngadirejo.

Nie, ditemani oleh Stefy dan seorang rekan kerja, Yudith, tiba di Desa Ngadirejo pukul 10.00. Begitu memasuki Desa Ngadirejo, Nie dilanda kekecewaan, karena keadaan di sana sudah tidak lagi banjir. Tidak ada genangan air lagi. Penduduk setempat pun sudah bisa hidup seperti biasa. Saya langsung bertanya dalam hati, “apakah orang-orang seperti ini masih memerlukan bantuan?

Pertanyaan itu Nie simpan dalam hati, melihat ratusan warga yang mengantri, Nie tidak tinggal diam. Nie pun membantu untuk mendirikan klinik dadakan di rumah pak RT itu. Secara Nie ngga terlalu kuat untuk angkat-angkat dipan, Nie membantu menyiapkan obat-obatan untuk penduduk yang memerlukannya. Nie juga bantu angkat-angkat sembako, lho! (hehehe,.. serasa kuli! :P)

Woila! Beberapa menit kemudian rumah pak RT berubah menjadi klinik. Ada berbagai pelayanan yang tersedia, mulai pelayanan dokter umum, apotik, akupuntur, pijat refleksi sampai pijat listrik. Semuanya itu diberikan secara cuma-cuma. Tidak cuma itu, penduduk yang telah diperiksa, bisa mendapatkan sembako dan pakaian gratis.

Nie membawa sumbangan dari teman-teman kantor berupa mie instan, kue kering, pembalut wanita dan mie goreng bungkus. Mengingat keadaan yang dipenuhi genangan air, makanan instan sangat diperlukan untuk mengisi perut. Makanan instan ini harus juga mengenyangkan.

Selain ikut serta membantu acara bakti sosial, Nie and friends juga berkeliling ke desa Ngadirejo. Kami sempat bercakap-cakap dengan beberapa penduduk setempat dan mengunjungi rumah penduduk. Desa yang berpenduduk kurang dari 100 KK ini memiliki tanah yang sangat subur. Keadaan alamnya masih sangat natural, belum tersentuh oleh bangunan mewah atau mall-mall. Sayang sekali, banjir kemarin memupuskan harapan para petani setempat untuk panen besar-besaran. Apabila kami melihat dengan kasat mata, Desa Ngadirejo sudah pulih. Tidak ada lagi genangan air di jalan-jalan, rumah-rumah sudah tidak lagi dipenuhi air, rakyat bisa hidup seperti sedia kala, namun, apabila kami menengok ke kanan dan ke kiri, semua sawah di desa Ngadirejo terendam air. Nie pun bisa melihat bekas banjir yang melanda Desa ini (see picture below).

Meskipun awalnya kami memiliki tanda tanya besar, apakah mereka, yang desanya sudah tidak digenangi air lagi, masih memerlukan bantuan, pada akhirnya kami sadar, bahwa ada satu bagian yang masih digenangi air, yaitu mata pencaharian mereka. Selama mereka masih belum bisa menuai panen dan menjual hasil panen mereka, selama itu pula mereka, yang mayoritas adalah petani, masih harus hidup dari bantuan sesamanya, antara lain kita.

Pukul 2 siang kami meninggalkan Desa Ngadirejo. Ya, meskipun badan kami lelah, kami bahagia dan puas, karena telah bisa membantu teman-teman yang membutuhkan.

Alhasil karena kecapean, sorenya Nie tidur 14 jam, dari jam 4 sore, sampai jam 6 pagi. Wakakakakkaka! (dasar kebo!)

12 January 2008

Huh! Sebal!


Pernah ngga kalian berpikir, kenapa Tuhan ‘menciptakan’ orang jahat di dunia ini? Kenapa ada orang-orang yang menyebalkan di sekitar kita? Bad guys do exist in this world.

Mulai dari pencopet, pencuri, perampok, pembunuh sampai pemerkosa. Atau orang-orang yang meyebalkan seperti backstabber, tukang gosip, tukang ngadu (domba), atau si mulut pedas.


Ya, mereka semua sama-sama memiliki KTP Bumi. Mereka tinggal, bernafas dan hidup di bumi ini.


Mereka ada di kantor kita. Mereka ada di fitness club dimana kita juga ikutan jadi member. Mereka ada di kelas yang sama di kampus atau sekolah. Mereka kadang bahkan ada di keluarga kita.

Hati-hati. Mereka kadang bisa berubah wujud. Mereka bisa menjadi domba, padahal aslinya serigala tulen. Yang aslinya adalah musuh, bisa pura-pura manis dan menjadi teman terbaik kita, karena mereka sadar bahwa pepatah “keep your friend close, but keep your enemy even closer” benar adanya. Mereka yang aslinya nenek sihir, bisa berubah wujud menjadi blond Barbie yang innocent.

Ah, Tuhan, kenapa mereka harus bernafas bersama-sama kita yang baik-baik?


Hey, siapa bilang kita baik?

Kata beberapa temen sekelas SD, Nie tuh genit dan berisik.

Kata beberapa kumpulan di SMP, Nie sangat menyebalkan, tukang marah dan tukang cari perhatian (untuk konfirmasi please ask Stefy :P)

Kata beberapa orang di SMA, Nie sombong, plin-plan, tukang gossip dan sangat menyebalkan.
Di bangku kuliah, Nie suka dijuluki sok rajin, sok suci atau kuper.

Siapa bilang Nie baik?

Siapa bilang kita baik?

Anyway, kita semua pasti pernah berbuat salah. Kita pasti pernah mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat orang lain kecewa, sakit hati, marah, benci, dendam atau menangis. Sadar atau tidak sadar. So, untuk menghadapi orang-orang yang kita masukkan dalam kategori ‘jahat’ dan ‘menyebalkan’, anggap saja mereka orang-orang yang membutuhkan kasih anugerah lebih. Jadi, kita harus belajar untuk lebih mengasihi mereka (I know it ain’t easy). Mungkin kita bisa awali dengan berdoa untuk mereka, maybe?

Untuk menghadapi sisi menyebalkan dalam diri kita, ya, buruan temukan apa yang menyebalkan itu dan berubah! Kalau ada beberapa orang yang mengeluh (or ngomel) karena kita suka telat (telat datang ke kantor), telat apel, telat mengumpulkan tugas atau telat bangun, ya harus dikit demi sedikit diubah. Dulu Nie termasuk anggota ‘telat’, so, Nie always menyetel jam (tangan ataupun dinding dan handphone) minimal 10 menit lebih cepat. Jadi, frekuensi terlambat sekarang sudah sangat minim.

Kalo pacar mengeluh “kamu jangan suka ngambek donk! Masak dikit-dikit marah!” Nah, ini signal yang harus diperhatikan. Buruan berubah! Remember, you can rule over your anger and emotion. Don’t let them control you! Nie yakin pasti bisa, karena sudah dipraktekkan. Heheheh,… Ini adalah salah satu New Year Resolution-ku! Sudah beberapa kali Nie be-te abis ama Stefy dan dongkol banget dalam beberapa minggu terakhir ini tapi, Nie berhasil menendang jauh-jauh perasaan marah, dan jadi gembira lagi! Psstt,.. bahkan pada saat PMS, lho! Yipee,…

Tapi, tetap ingat untuk be yourself ya.
Nah, bagi yang belum punya New Year Resolution, mungkin sudah bisa mulai memikirkan, dengan satu tekad, untuk tidak menjadi orang yang menyebalkan di tahun 2008 ini. Baik di mata dunia ataupun di mata Tuhan.

Happy New Year, all

10 January 2008

Ini Laguku. Apa Lagumu?


Waktu kalian kecil, kira-kira lagu apa yang paling disukain?

a. Balonku
b. Lihat Kebunku
c. Abang Tukang Bakso
d. Dan lain-lain
e. None


Kalo Nie suka semuaaa! Nie dulu suka banget nyanyi, mulai dari lagu Abang Tukang Bakso-nya Melissa sampai lagu-lagunya Trio Kwek Kwek, Nie tahu!

Waktu kecil, Nie suka karaoke. Dulu tuh Nie susah banget makan. Mami selalu punya cara supaya Nie semangat makan. Nie hapal di luar kepala lagu-lagu anak-anak seperti lagu Kring-kring, goes, goes; Abang Tukang Bakso, Si Lumba-lumba, Nyamuk Nakal, 1 + 1, dan masih banyak lagi!

Tapi jaman sudah berubah.
Anak-anak jaman sekarang sudah tidak memiliki lagu-lagu anak-anak yang update lagi. Di bangku TK or Playgroup, mereka diajarkan lagu-lagu klasik seperti Balonku atau Lihat Kebunku. Bahkan di beberapa sekolah yang menamai diri mereka 'Sekolah National Plus', anak-anak lebih sering diajari untuk belajar menyanyi dalam bahasa asing (inggris atau mandarin), sebut saja Twinkle Twinkle Little Stars, Mary Had A Little Lamb, sampai Old McDonald.

Sah-sah aja mereka belajar nyanyi bahasa asing, secara lagu-lagu Indonesia yang bernafaskan anak-anak sudah tidak bermunculan lagi (at least dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini).

Tapi, ada yang lebih mengenaskan.

Beberapa saat yang lalu, temen kerja Nie cerita kalo keponakannya yang masih duduk di bangku TK Besar merayakan ulang tahunnya di rumah. Mamanya mengundang badut lucu untuk menghibur si anak yang berulang tahun dan, of course, teman-temannya yang diundang. Seperti biasa, ada games, acara potong kue, sampai acara menyanyi bersama.

(Nie takes a deep breath)

Sang Badut mengajak anak-anak bernyanyi. "Anak-anak, ayo nyanyi sama Oom Badut ya!"
*Musik mengalun*
"Ayo, semua!"
"Aku yang lemah tanpamu, aku yang lemah karena,.."

Dan terdengarlah paduan suara.
Kata-kata dan nada yang sama, serentak muncul dari bibir-bibir mungil yang dimiliki oleh ciptaan Tuhan yang bertinggi badan belum 100 centimeter.
"Namun takkan mudah bagiku, Meninggalkan jejak hidupku
Yang tlah terukir abadi, Sebagai kenangan yang terindah"

(Nie takes another breath)
Ya, mereka menyanyikan lagu 'Kenangan Terindah' milik SamSon. Lengkap, bukan yang edited version. Tanpa cacat dan cela.

Another story comes from my friend's niece. Walaupun masih duduk di bangku TK Kecil, dia bisa menyanyikan lagu The Rock yang "Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati." tanpa salah sedikit pun.

Wow! Nie ajak belum tentu hapal.

My last comment is kapan musisi Indonesia mulai berpikir untuk memunculkan artis-artis cilik yang berkualitas* lagi? Nie yakin, baik anak-anak generasi sekarang ataupun yang akan datang, juga butuh musik-musik khusus untuk anak-anak yang berkualitas.

Tul gak?

*) Berkualitas di sini berarti artis cilik yang tidak hanya sekedar 'numpang lewat' dan menyanyikan lagu yang berkualitas pula (bukan seperti Juwi yang menyanyikan 'Kucing Garong')