30 September 2008

Mau tau nasib Bang Tepy di Belanda?


Now, I present a sneak peek of 'Bang Tepy in Holland',...


Pic01: Bang Tepy with Janoah and Sennah (Tamara's kids) - They loved Bang Tepy; altho it was a bit hard for Bang Tepy to understand Janoah's Dutch (he is two).

Pic02: Bang Tepy cut garlics and onion in Ardy & Nita's kitchen - He tried to imitate my cooking, hehehehe

Pic03: Bang Tepy tried to cook Salmon Fried Rice - He is crazy about Salmon. In these 4 days, he has had salmon for breakfast and dinner.

if you get the chance to show these pics to his mum, please do :) hehehhehehe

Ayo Sekolah!

Pagi ini Oma bangun dengan perasaan kuatir, takut, atau mungkin juga males. Sebentar lagi kuliah akan dimulai, dan Oma akan menjadi seorang student lagi.

Ada beberapa konotasi 'student' yang (kadang) bikin Oma males:
1. Student = kere
2. Student = deadline
3. Student = lembur
4. Student = No Job, thus butuh part-time job
5. Student = Homesick/Culture Shock
6. Student = tidak gaul kalo tidak suka hang out

Apalagi sekarang Oma kuliah Master. Master adalah sesuatu yang lebih sulit daripada Bachelor (of course). Master lebih banyak tugas dan deadline daripada Bachelor. Master lebih mahal daripada Bachelor (very obvious). Master membuat student tidak memungkinkan untuk kerja daripada saat Bachelor.

Dan Master kali ini adalah tantangan berat buat Oma. Selain Oma mengejar gelar Master of International Communication Management; Oma juga mengejar gelar Master dalam course 'Walk by Faith' and 'Trusting God'.

Sudah 4 tahun Oma mengambil kelas 'Walk by Faith' and 'Trusting God', tapi belum lulus-lulus, walaupun uda sedikit naik level. Kali ini, Oma benar-benar akan berusaha untuk lulus dari ujian dua kelas ini. Not easy, but I will really try my best.

How best? This best: sudah seminggu lebih Oma di Belanda, dan belum sehari pun Oma nangis-nangis dan/atau marah-marah karena ndak punya uang atau kepikiran ntar uang gimana. Honestly, kadang kepikiran, tapi selalu saja Oma tendang jauh-jauh pikiran itu dan berdoa. So,... I am quite good. Semoga sampai satu tahun di sini, Oma tetap berpikiran positif dan 100% mengandalkan Tuhan for paying my bills and tuition fee.

Baru aja Oma buka Jawaban.com. Uda lama juga ngga buka! Anyway,.. I found a very good inspiration from this story. Semoga kalian juga suka. Satu yang Oma belajar, berjalan maju, walaupun lambat dan andalkan Tuhan.

Hm,.. good luck, Nia!



Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap bergerak, Anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalah kita jadi terlihat besar sekali, kompleks, dan tidak terselesaikan. Hasilnya, Anda hanya termenung dan tidak bergerak.

Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan Anda. Tidakkah lebih memungkinkan bagi Anda untuk mengambil langkah-langkah pendek terus-menerus, daripada berusaha menelan semua masalah sekaligus. Satu langkah kecil demi satu langkah kecil, asalkan Anda tidak berhenti, adalah cukup, karena Anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju, dan bukan berhenti.

Source: Click Here

27 September 2008

How much does a friendship cost?

Punya sahabat?

Pasti. Oma yakin semua orang punya sahabat, teman, buddies, mates, whatever you call it! Ya, pasti semua orang punya orang-orang lain di sekitarnya yang bisa jadi adalah temen jalan, temen main, temen ngobrol atau diskusi, temen curhat, apapun deh!

Pastinya setiap orang juga punya criteria orang-orang yang bisa masuk dalam list ‘sahabat’ mereka. Cantik, kaya, pintar, smart, baik, perhatian, good listener, ganteng, keren, good body, punya mobil (I really know someone, who calls someone else a friend just because she has a car, to bring her wherever she would go. Gosh!), seiman, rajin,… you name it.

Walaupun criteria untuk menjadi ‘sabahat’ tidaklah sama, tapi job description mereka averagely sama. Sahabat adalah orang yang setia, baik ama kita, be there when we need anything, yet they don’t take us for granted and we don’t take them for granted, supportive, honest (it’s ‘the’ most essential ingredient, I reckon), give encouragement, dan, memaafkan.

Akhir-akhir ini, Oma banyak diuji di dalam dunia persahabatan. Banyak ujian yang datang dan membuat Oma mempertanyakan arti sebuah persahabatan.

Kalo bole dibilang, Oma adalah orang yang cukup ‘easy’. Oma berteman dengan semua orang: kaya miskin hitam putih tinggi pendek bule asia gendut kurus. SEMUANYA! Oma juga gampang untuk dekat dan menjadi sahabat seseorang (dan menyebut orang lain sahabat, juga).

Ketika Oma berada di dalam tahap menganggap orang ‘sahabat’, I really mean it. Karena ketika Oma sudah menganggap orang itu sahabat, Oma akan melakukan banyak hal untuk orang itu. Oma rela berkorban, baik, setia, honest, ya,.. mostly seperti criteria yang Oma sebutin di atas (walo kadang ada juga salah-salahnya ya.

Lately, ada beberapa orang , yang menurut Oma, tidak menghargai sebuah persahabatan seperti Oma menghargai persahabatan itu. Ada yang doing backstabbing, ada yang taking me for granted,… entah apa Oma yang being sensitive, atau they really did it.

It’s been hard, you know. As I said, ketika Oma sudah bersahabat dengan seseorang, I would do lots of things. Ketika lots of things itu akhirnya dianggap angin lalu, being taken for granted, atau malah Oma jadi merasa orang itu memanfaatkan Oma, to be honest with you, I became furious. Atau ketika orang itu malah menjelek-jelekkan Oma, yes,.. indeed!! I would be angry. I hate backstabber! Dunno why, banyak sekali kasus backstabbing dalam kehidupan Oma.

Yeah,.. what I am trying to tell you is that you should never take any friendship for granted. Not any! Karena persahabatan itu lebih berharga daripada pacaran atau hubungan percintaan. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. Whatever you do, good or bad, seorang sahabat akan menerima kamu dan support kamu. They will be honest to you. Ya,.. mereka akan melakukan itu, unless kamu melakukan something terrible to break her heart.

So, yeah,.. appreciate every friendship you have. Don’t ever, ever, mengkhianati sebuah persahabatan.

Morale of this post is: Oma lagi belajar untuk mendalami sebuah criteria untuk menjadi sahabat yang baik dan benar. FORGIVENESS.

Yeah,.. I am trying to figure out whether I can (or am willing) to forgive.

25 September 2008

Arrived (safely)

Fewh,..

Hari ini adalah hari kelima Oma berada di negeri Belanda. (3 months before Christmas!!)

Gimana rasanya?

Can I be honest with you?

Homesick.

Maybe it is awkward, but I think it is the first homesick that i have experienced in my whole travelling experiences. Bisa juga dibilang Oma mendapat culture shock. Too much to tell really.

Ternyata, 2 tahun meninggalkan Belanda, Oma menemukan banyak perubahan

Kemarin yang paling parah.

Oma lagi dalam perjalanan menuju ke Den Haag, dari Amsterdam. Oma mo ngurusin macem-macem di kampus yang baru The Hague University, kenalan ama orang-orang di sana, dan ngeliat kamar baru.

Excited at first, tapi begitu Oma meninggalkan rumah Ardy & Nita di Amsterdam, Oma mulai merasakan keanehan satu demi satu. First, warna strippenkaart berubah! Dulu biru sekarang kuning.

Oke,... ini silly! Tapi, I felt like I missed something.

Second, begitu nyampe di tram/metro halte, Oma bingung, mana strippenkaart machine untuk nyetempel strippenkaart??!!! During kelabakan, Oma melihat tram 5 datang. Dan akhirnya Oma menemukan mesin itu.

Next, dalam perjalanan menuju Amsterdam Zuid station, ternyata ada perubahan halte tram. Sesampainya di station Amsterdam Zuid, ternyataaaa banyaaak banget yang berubah. Mulai dari susunan toko-toko, loket beli tiket, sampai spoor-nya. Dulu cuma ada 2 spoor, eh sekarang ada 4 spoor. Jadi pas mo naek kereta, Oma bingung harus ke Spoor mana.

Lagiii,... info yang Oma dapat dari www.ns.nl ternyata ngga 100% benar. Kata NS.nl ada kereta langsung dari Amsterdam Zuid ke Den Haag HS. Ternyataa,.. NDAK ADA!!

Pokoknya everything went wrong.

When everything went wrong like that, Oma jadi nyadar, kalo Oma ngga lagi in the comfort zone. Oma merasa lost, ndak ngerti apa-apa, membutuhkan bantuan orang lain.

Ternyata, 2 tahun meninggalkan Belanda, Oma menemukan banyak perubahan

Bukan hanya public transportation, toko-toko, station, rute atau jalan-jalan, tapi Oma juga berubah.

Oma mungkin sudah menjadi a spoiled Oma. Di Surabaya, apa-apa sudah ada. Kerjaan, keluarga, pacar, kehidupan, masa depan, transport, teman-teman. Semuanya. Dan kayaknya, Oma agak kaget, harus meninggalkan semua itu. Ini kali ya, yang bikin Oma homesick.

Di sini, Oma harus apa-apa sendiri. Sendirian. Ndak ada lagi yang antar jemput. Ndak ada lagi yang nyiapin makanan. Ndak ada lagi eating out murah meriah. Ndak ada lagi shopping time, cafe time. Fewh,... mungkin ini juga ya yang bikin Oma homesick.

Nampaknya, I have to get over this homesick ASAP. Otherwise, I have to carry this thing around for another year.

Oma, good luck!

18 September 2008

Goodbye Indonesia - Welcome to Holland!

Besok, BIG DAY, huh?

Yap,.. besok Oma akan meninggalkan (lagi) kota Surabaya tercinta, dan bumi Indonesia, untuk (kembali) menuntut ilmu di negeri kincir angin, negeri mantah penjajah Indonesia. Yup,.. I am going to the Netherlands.

How is Oma today?

Ada beberapa ingredients dari perasaan Oma akhir-akhir ini:
  1. Senang (of course) karena akan ketemu Bang Tepy
  2. Streesssshh karena ndak tau apa yang akan Oma encounters di Belanda nanti. Entah akan happy, apa sedih, apa kere kayak dulu lagi,... no clue!
  3. Petrified,.. karena kali ini, benar-benar-benar walk-by-faith-kinda-step. Jadi,.. I rely on no one but God. Only God knows how I can and will survive over there. Yeah,.. Oma dapet God Scholarship. Jadi ya,... tergantung yang ngasih beasiswa mo gimana.
  4. Excited. Bakal ketemu TEMAN-TEMAN!! Keluarga di Belanda!!! dan of course 3/4 of my DieKa Friends (sorry, Golda... we are waiting for you!!)
  5. Tired,..... ya iyalaaah (masak ya iya deh,.. kan lompah galah, bukan lompat gadeh :P) secara Oma packing dan beres-beres rumah gitu lho. Mana tiap malam ada yang ngajakin keluar. Tapi seneng kok :P

So,... Yeah,.. Oma pergi besok.

Oma mo minta doa dan dukungan kalian semua. Without you all, Oma bukanlah Oma Nia :) Please pray for me, for Oma en Bang Tepy, for our future.

Oma juga mo minta maaf, buat semua orang yang pernah Oma kenal. Oma minta maaf kalau Oma sudah kasar, jahat, atau nakal sama kalian. Atau kalau Oma punya salah yang Oma ngga sadar, mohon maafkan.

Dan buat satu dua orang yang mungkin merasa pernah menyakiti Oma, I wanna say, I forgive you; yet I forget you. I sincerely forgive you, tapi maaf, Oma ndak bisa lagi mengembalikan hubungan kita seperti dulu lagi. The past has gone, sorry.

Dan buat satu dua orang yang mungkin merasa Oma masih memiliki janji, atau mungkin pernah memberikan kalian ketidakpastian. Oma minta maaf. I wanna say,... I am really-100%-clearly-purely sure with what I am doing right now. Goodbye,.. but we are friends, rite?

Thanks buat semua orang, teman, sahabat, musuh atau whoever you are,... THANKS! kalian sudah membentuk Oma seperti Oma sekarang ini.

Once again, thanks.

Goodbye

Eh,.. jadi inget lagu spice girls

Look for the rainbow in every storm
Find out for certain, love's gonna be there for you
You'll always be someone's baby

Goodbye my friend
(I know you're gone, you said you're gone, but I can still feel you here)
It's not the end
(I gotta keep it strong before the pain turns into fear)
So glad we made it
Time will never change it, no no no...

12 September 2008

Counting Down - 8 days

I was actually planning on posting this last week. Ketika Oma menemukan secarik quote ini. Tapi, ternyata kok niat itu belum 100% muncul. Akhirnya, posting ini tersimpan di draft, hampir 2 minggu. Untunglah malam ini, di tengah menunggu bau obat nyamuk menghilang dari kamar, Oma tiba-tiba mood untuk nulis.

Beginnings are Scary, Endings are Usually Sad, but It's the middle that counts the most. Try to remember that (Memorable quote from Hope Floats)

Entah bagaimana Oma bisa menemukan quote ini (sudah lupa, tuh!), tapi yang pasti begitu membaca quote ini, hati Oma berdebar.
Dug dug,.. dug dug,...

*kok jadi kayak bedug?*


Aniwe, to be honest with you, kepergian Oma ke Belanda kali kedua ini sangat menakutkan. Bukan hanya menegangkan ya, karena kadang menegangkan can be a postive feeling: excitement. Tapi kali ini benar-benar fear, hesitation, worry. Pokoknya semua perasaan negatif tuh berkumpul menjadi satu.

Bukannya malah lebih enak, Oma? Oma kan uda pernah ke sana. Uda tau keadaan di sana. Ada temen-temen. Pokoknya nothing to be afraid of!

Mungkin begitu response kalian abis baca keluh kesah Oma di atas.

Actually, Oma bener-bener takut. Yes, Oma has been there. Not one month. Not one year. Not two years. but FOUR YEARS. And Oma has been in various situations: from a little broke until TOTALLY BROKE. Pernah tuh yang ngalamin uang di bank minus sampai beberapa puluh Euro.

Dan kali ini, Oma harus pergi, meskipun cuma 1 tahun, tanpa beasiswa. Walaupun uang kuliah sudah terbayar, tapi Oma hidup pake apa???

Itulah yang Oma takutkan.

Without any purpose to scare you, nor to nag, but Oma pengen cerita tentang sebuah situasi ketika Oma totally broke and the currency was totally not friendly, at all! Yeah, peristiwa ini terjadi ketika Oma berada di England. Poundsterling was realllyyy killing (and is still killing now!). I didn't have a job and my parents were unhappy about my situation.

So, Oma yang berhati mulia, tidak ingin menyusahkan orang tua (wow, it rhymes!); so Oma decided to not shop; thus not eat proper food. Jadi, daily, Oma cuma makan tea biscuit, kalo orang Inggris bilang, jadi tea biscuits tuh modelnya kayak kue marie. En sometimes, kalo Oma lagi bener-bener laper, Oma akan beli roti tawar yg paling murah dan kentang. And coffee, of course, was a must!

Sampai Oma dapet kerjaan di sebuah Pub & resto, I basically only ate these few items. Kecuali kalo, thank God, diundang ama orang gereja atau pas makan malam sesuah Bible Study, atau kalo ada temen yang birthday. So, kurang lebih 2 -3 bulan Oma hidup dengan 'lifestyle' seperti ini.

Jujur, Oma sangat takut harus go through this rough time again.

Fewh,... tough, huh?

Yap, Oma sangat takut. As it is written above, beginnings are scary. Yep, indeed scary! Dengan tidak ada kepastian bahwa Oma bakal dapet proper part-time job, or proper internship, or whether my parents can continually and constanly send enough money. Oma sangat takut.

Untunglah, ada seseorang yang bisa kasih Oma kepastian. Yang bikin Oma ndak ragu, walaupun kadang-kadang syndrome takutisme masih menyerang, meskipun banyak hal yang ndak pasti.

Ya, Oma ingat dan akan selalu ingat bahwa Oma punya Tuhan. Tuhan Oma sudah membawa Oma sampai this far. Awalnya ndak jadi berangkat, eh tiba-tiba ada (alm) Oma yang bersedia menjadi sponsor tunggal uang kuliah. Semua urusan visa dan passport diperlancar. Urusan kantor diperlancar sehingga Oma pun resigned dengan tenang. Dan semua urusan Bang Tepy pun juga beres. Yap, dan ini, next week, Oma akan berangkat.

So,.. if I am already this far, Oma yakin, Tuhan pasti akan terus dan terus menuntun Oma.

Jadi ingat ayat yang bilang bahwa Ravens (terjemahan bhs Indo = burung pipit. tapi sebenarnya Ravens adalah burung yang paling rendah 'kasta'nya. Jadi paling hina dina deh!) aja dipelihara, dikasih makan. Bunga bakung juga dikasih 'pakaian' paling indah, dirawat dan dikasih makan juga. Mosok Oma, manusia cantik (eh, kata Bang Tepy manis, ding!), smart, pinter, berbakat, keren,.... lho kok jadi narsis? Back to the point, mosok Oma yang manusia gini, tidak dipelihara ama Tuhan.

Ya khan?

I think I will make my own quote. Beginnings are scary, Endings are uncertain, yet it's my God that counts the most. Remember that!

Ayo, semua katakan bersama-sama buat Oma "Good luck, Oma!"

Thank you :)

OOT, di film Hope Floats ini ada satu lagi memorable quote:

You know, I always thought I was gonna be, I don't know, special. But I'm not. I'm just... I'm just an ordinary person. And that's OK. Because... you make me special. Don't you know that? Don't you know that you're everything in this world to me? And we're gonna make it through this because we are a team... So don't you ever think about leaving me again... because I need you. I love you.

10 September 2008

A lil bit Holland di Surabaya


Woro-woro!!
Ada Holland Week di Surabaya tanggal 15 - 19 September 2008
di IELTS Test Centre, IALF Jalan Sumatera, Surabaya.
Acara dimulai mulai pukul 4 Sore setiap harinya.

Acaranya mulai belajar bahasa belanda, book sale, nonton film khas Belanda, lomba candid photo, clog races, makan poffertjes, dan masiiiiih banyak lagi. Kamu juga bisa narsis-narsisan foto keren pake baju khas Belanda.

Aseek kaan??

Dateng yuk! Oma ada di sana lho!!!

Hehehe,.. sapa tau mau jumpe fans ama Oma :P

9 September 2008

Awal & Akhir

Kemarin tanggal 8 September 2008 adalah hari terakhir Oma ngantor di D~Net.

Perasaan bercampur aduk.
Lega + Sedih + Senang + Takut + Kehilangan + Sebel

Ah,.. pokoknya semua deh! Meskipun beberapa kali Oma ngomel soal temen-temen kantor, kerjaan, tapi, the bottomline is I like where I was; but not exactly the job ya.

Oma sayang sekali dengan orang-orang kantor: mulai dari si ibu boss, temen-temen PR, HRD, sampek mas-mas TS yang baru aja akrab pas akhir-akhir menjelang Oma resign. Semuanya deh!

Hari ini adalah hari pertama Oma ngga ngantor (walaupun tadi sempet ke kantor sebentar ambil barang-barang yang tertinggal). Sepi dan ndak ada yang ngajakin makan siang! :P

Fewh,... these coming days are about packing, cleaning and preparing! Gambate, Nia!

Anyway,... ini ada beberapa foto hasil perlakuan anarkis dan amoral temen-temen kantor yang so-called kado perpisahan. Capee deee!!!

FOTO 1: Rambut Oma dicat - katanya biar ntar kalo di Belanda mirip bule Londo :(


FOTO 2: Inilah otak penyiksa-penyiksa itu (plus satu lagi yang moto)! Jika Anda melihat mereka di tempat umum segera jauhi mereka atau laporkan pada petugas keamanan terdekat :P (biar nyahok lu!! *heheheh masih dendam ini!!*)


FOTO 3: Ini hasil akhir makeover! CAN YOU BELIEVE IT???????
Yang di belakang Oma itu emang bukan otak kejahatan, tapi ikut bertepuk tangan. Dan ketika Oma ngancam mau cium Ibu itu dengan bibir menor Oma, dia dengan santainya bilang "ndak papa, kalo kamu berani cium saya, kamu ndak saya kasih gaji!"

&^!@# asyem,.....!

5 September 2008

Being Jomblo: Ubek-ubek part 3


Nah, kalo yang ini foto tahun ke-2.


Sedikit cerita di balik foto ini.

Foto ini diambil pada Hari Ulang Tahun YTH Bapak Ardylles David aka Bapak RT yang keberapa ya,... twenty something deh! Nah, ini, Oma baru aja pulang dari negerinya Prince William, alias Inggris.

Di Inggris, Oma kerja hampir tiap hari di Pub & Resto. So,... if you ever wondered how could I get that 'chubby' tummy,.. yeah,... I drank a lot of beer and other alcoholic beveraged. I also snacked after working hour (not a normal working hour, peepz. Pub & resto's working hour, which was then until 1-2 in the morning). You know what I had for snack, to accompany my beer,... NACHOS, with lots of cheddar cheese and beans. Gosh! No wonder I gained weight :(

Tapi, England was the best time ever! Kapan y bisa ke sana lagi?

4 September 2008

Being Jomblo: Ubek-ubek part 2


Nah, kalo ini uda agak sedikit kurus.
Abis diet Mayo Clinic selama 2 minggu.
Tapi,...
kok masih CHUBBY ya???


Ni abis liat bunga di Keukenhof. Jadi inget ada kejadian-kejadian seru pas di Keukenhof ini, kayak....

- Ada seorang teman yang marah ama Oma karena Oma pas di Keukenhof jalan-jalan ama temen-temen laen dan meninggalkan dia. Hiks,... padahal tidak ada maksud apa-apa lho. Cuma pengen having fun.
- Ini adalah acara pergi yang terakhir kalinya dengan Fanny. Setelah itu dia mulai sakit,... Sigh,... jadi inget Fanny.
- Ndak lama setelah Keukenhof, Bang Tepy ke Belanda. Yipeeee!!!

Being Jomblo: Ubek-ubek


Wow,.. what a picture!!!

Kayaknya Oma ndak usa kasih quiz untuk nebak foto siapa itu. Heheheh,... Tapi,.. look at that face. So chubby and so,... hm,... what's the word,... ah,...biar kalian aja deh yang komentar tentang foto Oma ini. Wat do u think about this picture? hehehehhe ....

aniwe, ini hasil ngubek-ngubek kenangan lama, dan foto ini dikirim oleh mas Eddy. I think, I sent this pic to him, a long time ago.

fyi, in foto taken 6 years ago, ketika Oma merasakan salju di Belanda untuk pertama kalinya!! hehehehehe,... liat aja, mukanya bahagiaaa bengetz,.. kayak orang udik ga pernah liat salju. hihihihi.....

3 September 2008

Gue be-te ama kamu!

Pernah ngga sih kalian benciiii banget sama seseorang sampai-sampai kalian ngga mungkin memaafkan orang itu?


Oma bukan tipe tukang marah-marah, walaupun emang Oma kadang suka not in the mood, tapi kalo marah-marah sama orang trus sampek jadi benci, bole dibilang sangat jarang.

Tapi sekali Oma ‘digoda’ untuk marah, dan digodanya itu dengan hal-hal yang sangat prinsipil, Oma akan marah, dan pastinya akan ada tendensi untuk membenci orang itu.

Dari kasus di bawah ini, coba kalian pilih, untuk kasus mana Oma pantas marah-marah sampai-sampai Oma bisa membenci orang itu?


a. Seorang teman baik Bang Tepy mengadu domba Oma dan Bang Tepy, sampai kami bertengkar sangat hebat. Teman baik ini tetap berpura-pura manis di depan Oma, after doing her cruel intention. Alhasil, Oma harus berperang dengan Bang Tepy, while she was maybe enjoying a sip of her tea.

b. Seorang teman, yang actually pacar teman baik Oma, dulunya sangat dekaaat dengan Oma. Ketika ada masalah, Oma akan siap mendampinginya. Ketika dia hampir putus dari pacarnya yang sedang kuliah di luar negeri, Oma rela telpon and ditelponin every single nite, listening to her song of broken heart. Dan Oma pun rela terbang ke kota dia tinggal dan comforted her. Tapi, ketika dia akhirnya dipertemukan lagi dengan pacarnya dan tidak ada masalah-masalah lagi, her life is so pleasant, Oma ditinggalkan. Not a single message, SMS or phone call I have received these last 2 years.

c. Ketika Oma ingin membeli parfum, Oma mengajak seorang teman. Pilih pilih dipilih. Oma pun dipusingkan dengan 2 pilihan, sebut saja Parfum A dan Parfum B. Oma minta pendapat sang teman. Dia langsung bilang, “aduh,… parfum A ini aneh baunya! Nggak cocok buat kamu!” Oma pun yang ketika itu bimbang, langsung membeli parfum B. Ternyata oh ternyata, beberapa hari kemudian Oma melihat sang teman membeli Parfum A.

d. Seorang adik yang memaki-maki kakaknya, ketika kakaknya memberikan wejangan. Yeah, kakaknya itu adalah Oma.

e. Ketika ada sebuah project baru, Oma dilibatkan dalam team untuk pengerjaan project ini. Project ini adalah sebuah dream project yang happened once in a life time. So, it should be good! Oma kemudian mendapat tugas untuk menulis, suatu pekerjaan yang Oma suka. Dan seorang rekan kerja bertanya dengan sinis, “emang kamu bisa? Yakin kamu bisa? Kalo ga yakin jangan deh!

So, menurut kalian, untuk kasus mana Oma boleh (atau malah harus) marah? Dan untuk kasus mana Oma diijinkan untuk membenci orang itu?

Dan untuk kasus mana Oma harus memaafkan?

1 September 2008

Being Jomblo: Nonton

Mulai sekarang mpe beberapa minggu ke depan, Oma akan start a posting cycle titled Being Jomblo. Hehehe,.. sampek ntar dipertemukan lagi dengan Bang Tepy.

So, being jomblo, tadi malam Oma nonton DVD Sex & The City (finally).


For some people, mungkin Oma terlihat ketinggalan jaman buanget, karena baru nonton film yang dulunya adalah serial TV ternama, ya kira-kira jaman 3-4 tahun lalu deh!

But believe it or not, as the rumor goes, Sex and the City ini tidak diperbolehkan muncul di bioskop-bioskop di kota Surabaya (why??? Kenapa di Jakarta boleh??). Maka dari itu Oma harus mencari-cari DVD supaya juga berkesempatan menonton film ini. But, after watching the film, heheheh…. No wonder ga bole diputer di Surabaya. Heheheh :P

Comment pertama, very girly (or womanly). Pokoknya it is a big-NO-film-to-watch-with-your-hubby-or-boyfriend. Jadi jangan coba-coba ajak pacar untuk nonton ini, karena he won’t get it! Untunglah Bang Tepy uda ga ada, jadi bisa nonton ini sendirian :) And, I suggest you not to bring you little sister or any teenagers to watch this. NO NO NO!

Comment kedua, baju dan SEPATUnya buaguuuuuuuuuussss. Ya ampun, I envied Carried. Bener-bener keren-keren!! Do I have to be a book writer to have those kinda clothes? Heheheh,... I love every dress of hers. Terutama yang waktu pertama kali dia muncul and her wedding dresses.




Ketiga, yang ini lebih untuk insan perfilman, khususnya di Indonesia. Do not try to make a film out of TV series – unless you are 100% sure that you will make an excellent one! Jadi, jangan pernah berpikir untuk membuat versi layar lebar dari sinetron seperti Cinta Fitri, Cinta Bunga, Upik Abu & Laura, en so on. No,.. no,… no…..

Sex and the City wasn’t that bad, tapi emang bedaaaaa banget ama kalo nonton TV seri-nya. Some things are missing, like the emotion, the tension, pokoknya kurang seru deh kalo di film. The story is okay, yet again, it is kinda cliché. Carrie with Mr Big, Samantha and her addiction to sex, Miranda and her family (this time a tension with Steve), and Charlotte too with her family. Tapi it's still cute and touching.

Yet, Oma belajar satu hal dari film ini. Forgiveness. Oma akan share di next posting ya :D