Cerita Si Oma

Sisi Lain kehidupan Nie sebagai seorang anak, seorang pacar, seorang karyawan dan seorang manusia. Dengarkan cerita si Oma Nia!

05 July 2008

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!). It might be the answer for our BIG question yesterday.

I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God

---

Did I Marry The Right Person?

Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?'

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, 'Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?'

Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaimana anda tahu?!'

'Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.'

Inilah jawabannya…
SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Nggak perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan 'jatuh' cinta…

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan 'aku mabuk cinta'. Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi…setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar. Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya nggak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada.

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu. Namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan 'Did I marry the right person?' mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya. Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi, anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kanda. Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan di luar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, menginkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV hingga merasa bosan, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.


Tapi tahu tidak?! Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada di luar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Mencari pelarian?? Silahkan. Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda mencari pelarian. Mungkin pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, karena setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Karena (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan. Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi. Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya, tapi kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan 'diperbudak cinta' Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Cinta bukanlah MISTERI.

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu físika (seperti gaya Gravitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat. Beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa 'MEMBUAT' cinta bukan 'JATUH'. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN...!


"Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna ".

picz: by deviantart, stockphoto and photobucket

Labels: , , , , ,

Kapan bisa beli Apel?

Apple Pangkas Harga MacBook Air, that goes the headline at detikinet.com




Oh, look at the smiley face! I wonder I would smile like that when I owned one :P

Kapaaaan yaa bisa beli 'Apel' yang ini. Ada yang berniat mo kasih Oma Macbook Air untuk Christmas gift or Birthday gift
? :)

Labels: , , ,

04 July 2008

Uh,.. romantis

Sudah hampir 8 tahun pacaran. Hal-hal yang dulunya romantis, sekarang sudah tidak begitu dianggap romantis. Hal-hal yang dulunya membuat deg-degan, sekarang sudah biasa-biasa saja.

Lha wong, sudah 8 tahun pacaran! Masak udah 8 tahun, telpon-telponan masih romantis??! Hehehe,… ngga kaleee! :P


Tapi tadi malam ada hal lutju, yang quite romantic, yang Oma alami. Jadi, lately Oma sering dengerin radio berfrekuensi 92.5 FM. Banyak lagu-lagu melo-belo yang enak-enak, kadang ada lagu-lagu tahun 90-an yang membangkitkan memory, lagu-lagu easy listening untuk meredam panasnya siang. Pokoknya, adem aja deh kalo dengerin radio ini!

Hari ini, mobil Bang Tepy kembali dari bengkel (setelah beberapa minggu ‘menginap’ di bengkel karena harus ganti pintu akibat kena ‘luka’ tabrakan). Nampaknya, radionya juga berganti setting-an.


Pas tadi malam, Oma bengong di mobil, nunggu Bang Tepy beli mie goreng, Oma cari-cari radio station yang lagunya enak-enak. Tiba-tiba, pas Oma mencet tombol nomor 4, tiba-tiba muncul frekuensi 92.5 FM.

Waahh,… ternyata Bang Tepy memperhatikan kalo Oma suka frekuensi ini, sehingga ia menyimpan frekuensi ini. Soo,.. Oma sekarang ngga perlu cari-cari frekuensi ini lagi. Tinggal klik angkat 4, dan voila! Muncullah 92.5 FM

How romantic!!! Ternyata si Abang Tepy masih perhatian padaku
Omaaaa,.....Apa cobaaa,…. hehehheheh

Labels: , ,

03 July 2008

What men want

Baru saja Oma membaca sebuah e-mail forward-an dari Mas Widyanto (bvoice). Awalnya tidak ada niatan untuk membaca, tapi tidak sengaja terbuka, dan akhirnya terpampang lah sebuah artikel yang cukup menggelitik! *kitik, kitik, kitik,..*

Pria menginginkan perempuan,...

Dari hasil survei yang disebarkan kepada 1.000 laki-laki, Thomas Whiteman, PhD, penulis Men Who Love Too Little, menyimpulkan bahwa pria menginginkan perempuan:

* Bicara lebih sedikit.

* Minta bantuan lebih sedikit.

* Menunjukkan kemantapan emosional lebih banyak.

* Lebih logis.

* Tidak terlalu meresahkan penampilan.

* Lebih cepat mempersiapkan diri.

* Lebih menyukai olahraga.

Is that really what men want?

Heheheh,... because if it is what men want, ya,.. susye,..

Atau 1000 orang yang di-survey itu ada ambiguous sex orientation? hm,...

Karena menurut Oma, cewe itu, by nature lebih banyak bicara, lebih membutuhkan bantuan (dan, please, deh, cowok-cowok jangan sok jual mahal! Kalian suka kan kalo cewek-cewek minta bantuan kalian? Yeah,... it means we, women, need you and love you!), lebih main perasaan, memikirkan penampilan (emang cowok mau kalo ceweknya kucel nan kumus-kumus?), dan tidak terlalu hobby olah raga (kecuali kalau memang dalam program penurunan berat badan, hehehe)

picture by Deviantart.com

I reckon, what men should do is communicationg what they really want from their partners. If the partner is not as good as he expects her to be, ya they have to try together; communicate and, again, communicate!

Women, on the other hand, have to try hard to suit their partners and understand them.

Jadi vice versa, kan?

So, what do women want? :)

Labels: , , ,