25 December 2007

Pesan Natal #1


Tahun ini, Nie senang banget karena, finally, bisa merayakan Natal bersama keluarga. Kalau tahun kemarin, Nie merasa homesick (read: kangen temen-temen dan keluarga di Belanda), tahun ini Nie benar-benar sembuh dari homesick. Nie merasa home again.


24 Desember 2007

Nie pergi ke kebaktian malam Natal GKI Sulung di Tunjungan Plaza, bersama keluarga dan Stefy.

Mungkin ada yang pernah denger curhat Nie tentang kisah di GKI Sulung waktu jaman SMA. Nie punya banyak sekali memories, especially bad ones. So, kemarin ketika Nie harus duduk di antara ratusan jemaat GKI Sulung, Nie merasa VERY AWKWARD. Duduk ngga enak, berdiri nggak enak, gerak juga nggak enak. Nie merasa diawasi (kayaknya ada orang yang bilang "I am watching you" - kayak Joey di Friends).

Oh, di sebelah kiri ada si Anu yang pernah ngerasani (baca: menggosip) Nie.

Oh, no, di belakang ada si Itu yang dulu bener-bener bikin Nie sakit hati.

Nah itu, Tante di depan itu, dia tuh bikin keluarga Nie jadi sengsara.

Apalagi orang yang pake kacamata itu, wah dia tuh munafik!


My goodness, Am I celebrating Christmas or Am I about to re-crucify Him?

Nie sadar kalau sedang berada di KEBAKTIAN NATAL dan menyalahkan orang lain sama sekali tidak mengurangi atau bahkan mengobati rasa sakit hati Nie pada orang-orang itu.

So, that's Christmas. Ketika kita sadar kalau kita manusia berdosa, dan membutuhkan sang penyelamat untuk menyucikan kita dari dosa.

The question is whether you want to accept Him and let He cure your pain or you are being stubborn and refuse His loving hands.

Nie pulang ke rumah dengan satu janji, bahwa Nie tidak akan mengotori hari Natal 2007 ini dengan kebencian. Nie sudah sangat bersyukur bisa bersama-sama dengan keluarga dan Stefy yang sangat Nie kasihi. Dan, Nie harus membuktikan bahwa Nie juga bisa memberikan kasih itu kepada orang-orang lain.

..because Christmas is love in action.

So, Merry Christmas, Everybody

21 December 2007

Lesson for Oma today


Semenjak hari pertama ia memasuki ruang kelas tujuhku, Willard P. Franklin hidup dalam dunianya sendiri, menutup diri dari teman-teman sekelasnya dan dari aku, gurunya. Situasi itu tampaknya tidak akan berubah.


Semua usahaku untuk menjalin hubungan bersahabat dengannya sama sekali tidak mendapat tanggapan. Bahkan sapaan "Selamat pagi, Willard," hanya ditanggapi dengan sebuah gumam pendek. Teman-teman sekelasnya juga tidak mendapat tanggapannya. Willard murni seorang penyendiri, tidak mempunyai keinginan atau kebutuhan untuk menurunkan penghalang kebisuan yang telah dipasangnya. Pakaiannya bersih tapi modelnya sama sekali bukan model yang terbaru. Ia bisa menjadi trendsetter karena pakaiannya mempunyai penampilan "pakaian bekas" sebelum gaya itu populer.

Tak lama setelah liburan Thanksgiving, kami mendapat pengumuman mengenai pengumpulan sumbangan Natal tahunan.

"Natal adalah musim memberi," kataku kepada murid-muridku. "Di sekolah ini ada beberapa murid yang mungkin tidak mengalami musim liburan yang bahagia. Dengan berpartisipasi dalam pengumpulan sumbangan Natal kita, kalian akan membantu membelikan makanan, pakaian dan mainan untuk orang-orang yang memerlukannya. Kalian bisa membawa sumbangan kalian besok."

Ketika aku mengumpulkan sumbangan kelasku keesoan harinya, ternyata semua muridku lupa - semua kecuali Willard P. Franklin. Anak laki-laki itu memasukkan tangan dalam saku celananya saat ia berjalan ke mejaku. Dengan hati-hati ia menjatuhkan sekeping uang logam lima sen ke dalam tempat sumbangan.

"Aku tidak memerlukan susu untuk makan siang," gumamnya. Sesaat, hanya sesaat, ia tersenyum. Aku mengamatinya berbalik dan berjalan kembali ke mejanya.

Malam itu, setelah jam sekolah, kubawa sumbangan kami yang hanya terdiri atas satu keping uang logam lima sen ke kepala sekolah. Aku tak bisa menahan diri untuk tidak memberitahukan identitas si pemberi dan berbagi insiden itu dengan kepala sekolah.

"Mungkin aku salah, tapi menurutku Willard mungkin siap untuk menjadi bagian dari dunia di sekitarnya," kataku.

"Ya, menurutku kejadian ini memberi kita harapan," ia mengangguk. "Dan perasaanku mengatakan bahwa kita mungkin akan mendapat manfaat dari kesediaannya untuk berbagi dunianya dengan kita. Aku baru saja menerima daftar keluarga miskin di sekolah kita yang paling memerlukan bantuan sumbangan Natal. Ini, lihatlah."

Ketika aku menunduk untuk membacanya, aku melihat bahwa nama Willard P. Franklin dan keluarganya menempati posisi pertama dalam daftar itu.

(Source: Jawaban.COM - Sumbangan Murid)

Christmas is about giving. When you give and when you love, Christmas happens in your heart. Met Natal dari Oma Nia :)

20 December 2007

Adil or No Adil?

Adakah keadilan di muka bumi ini?

Nampaknya Nie harus mengakui kalo sudah merasa kecewa karena di lingkungan terdekat pun, Nie tidak menemukan keadilan (kalau keadilan di dunia, especially di Indonesia, sudah tidak perlu ditangisi. Bisa abis stock air mata! :P). Tapi, setelah kecewa, nangis-nangis dan marah-marah, Nie jadi mikir, apa sih tolak ukur keadilan?

Kalau kita dan adik or kakak kita dapat jatah mainan yang sama?

Kalau kita dan sahabat kita diterima kerja di tempat yang sama?

Kalau kita dan pacar kita sama-sama dapat menikmati karir yang sukses?
Atau kalau sesama rekan kerja dengan posisi yang sama mendapatkan nilai gaji yang sama?

Ternyata keadilan itu relatif. Entah memang statusnya yang relatif atau karena banyak pihak-pihak yang membuatnya bersifat demikian. Namun, Nie merasa, untuk urusan kakak adik, ngga selamanya mereka mendapatkan hal yang sama persis. Ada faktor orang tua yang lebih sayang ke kakak atau ke adiknya. Ada juga faktor kebutuhan. Bisa juga dipengaruhi dengan faktor pintarnya (atau kalau negatifnya, licik) sang anak mengambil hati si orang tua.

Untuk urusan teman atau pacar, sifatnya malah lebih relatif dan flexible. Hampir semua teman Nie, dalam hal ini teman dekat, yang memiliki 'nasib' yang berbeda-beda. Ada yang jadi entrepreneur, ada yang jadi business woman, ada yang bersiap untuk menimang seorang anak, ada yang menjadi pekerja sosial ke desa-desa, ada yang malah nganggur di rumah belum menentukan 'nasib'nya mau ke mana.


So, what is justice?
Hm,... kayaknya Nie sulit untuk mendeskripsikannya. But, I will go for this definition: "keadilan adalah ketika kita sudah melakukan kewajiban dan mendaptkan hak yang memang milik kita."


Ngga usah ngurusin orang lain, deh, Nie!

Yap, I know. Emang benar. Apapun yang orang lain dapat, apapun yang orang lain punya, yang Nie ngga punya, itu urusan mereka. Yang pasti, Nie bisa hidup dan mendapatkan 'bayaran' atas apa yang Nie lakukan, sesuai dengan ketentuan.


I think
, keadilan tuh masih belum nampak di muka bumi. So, keadilan cuma punya Tuhan ya, kayaknya

18 December 2007

Liburan sebentar lagi

Sniff,.. sniff,..

Nie uda mencium aroma liburan. Yum,.. yum,... lebih enak dari aroma sushi tei atau aroma ikan bakar.

Nie sudah membayangkan nikmatnya liburan kali ini, apalagi ini adalah liburan Natal PERTAMA bersama keluarga, setelah 5 TAHUN (4 tahun di belanda, 1 tahun di Aceh). Finally,.. bisa berkumpul lagi dan merayakan natal bersama keluarga (dan tentu si Abang, donk!).

So, inilah menu special liburan Natal dan Tahun Baru 2007 - 2008:

1. Mbangkong,.... alias bobok sampek siang!!!! Kalo bisa sampek jam 12, Nie akan bangun jam 12! Hehehhe,..

2. Nonton semua Soap Opera yang belum Nie tonton. Mulai dari One Tree Hill sampek Ugly Betty, trus Greg's Anatomy, trus juga Heroes season 2. SEMUA!!

3. MASAAAAAAK!! Ya ampuuun,.. uda lama tak masak dan bikin kue. Kali ini akan membuat Potato Pizza dan Moussaka untuk dibagi-bagikan ke teman-teman dan saudara-saudara. Mauuu,...?? Yum,.. yum,..

4. Jalan-jalan!!! WAJIB!! Kemana? Hehehehe,... rahasia!! \:D/

5. TIDURRRR!! Eh, uda disebutin ya? :P

6. bersihin kamar (sangat tidak enjoy untuk dilakukan di hari liburan yang tentram. tapi HARUS!!)

7. BACA BUKU!!! Sudah ada beberapa buku di kamar Nie yang nasibnya tidak jelas, karena cuma berstatus 'baru dipegang' :P jadi harus BACA BUKU!!!

8. Last but not least,... Spa, Pijat dan TIDUR. Heheheh,.. really need a good rest.

So,... acara liburan saya sangat padat! Hehehehhe,... bagi Anda yang berminat untuk mengajak saya jalan-jalan, please make appointment beforehand. Hehehehe,.. sok sibuk lu, Oma!

Pindahan, Euy!

Blog Nie telah pindah ke http://omabercerita.blogspot.com

15 December 2007

Bertahan

Lihat aku di sini
Kau lukai
hati dan perasaan ini


Tapi entah mengapa
aku bisa
memberikan maaf padamu


Mungkin karena cinta padamu
tulus dari dasar hatiku

---

Lagu di atas judulnya adalah Bertahan, dinyanyikan oleh Rama. Beberapa hari yang lalu, Nie mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya (maklum agak kuper untuk lagu-lagu baru). Karena tidak merasa ada yang special dengan lagu ini,, dan secara yang nyanyi juga tipe-tipe cowok yang mati segan hidup tak mau, Nie cuek aja mendengarkan lagu ini. Lalu tiba-tiba, Stefy bilang “ini adalah lagu yang menemani aku. Ceritanya persis banget sama aku.”

Trus, Nie dengarkan lagi lagunya dengan seksama.

Lihat aku di sini
Bertahan
walau kau s’lalu menyakiti

Hingga air mataku
tak dapat
menetes dan habis terurai

Mungkin karena
cinta
padamu
tulus dari dasar hatiku


Dengan cueknya, Nie bilang “Ah, berlebihan, mosok aku pernah menyakiti kamu segitunya!Dia diam. Tidak ketawa, tidak cekakakan, hanya diam, dengan wajah yang cukup serius. Nie bingung, kapan ya Nie pernah menyakiti Stefy sebegitunya. Perasaan dulu pas di Belanda nggak pernah melakukan hal-hal yang nista.

Heh, yang bener, yang, kapan aku pernah nyakitin kamu sebegitunya? Emang aku pernah buat apa pas di Belanda?” Stefy tetap ngga jawab. Nie bingung.

Lama Nie berpikir dan,.. voila! Ternyata yang dimaksud Stefy adalah saat Nie ‘main-main’ dengan Mr. his-name-should-not-be-mentioned. “Ya ampun, itu toh maksudnya!” (ungkapan yang sangat bego untuk diucapkan di saat-saat mellow-bellow seperti itu). Kata Nie dengan segala kepolosan.


Kejadian you-know-what sudah berlalu, kira-kira 1,5 tahun. Nie ngga pernah nyangka kalau peristiwa itu telah menorehkan luka sedalam-dalamnya di hati Stefy. Nie pikir itu adalah sebuah kebodohan yang everybody does it, dan Stefy must have understood that. Ternyata tidak! Ternyata peristiwa itu benar-benar membuat Stefy bertanya: “is this pain worth the love I have for this woman?

Dan pada saat itu pula, Nie bertanya “Do I really like this guy (read: Mr. his-name-should-not-be-mentioned) that I could love him?

Hidden crisis, itulah yang terjadi pada saat itu. Nie, yang sekarang bingung kenapa dulu ngga bisa melukapan Mr. the-name-should-not-be-mentioned, pada saat itu sangat susah untuk tidak berhubungan dengan Mr. his-name-should-not-be-mentioned. Stefy, yang sangat benci pada Mr. his-name-should-not-be-mentioned dan tidak habis pikir what was on my mind, merasa udah give up menasehati Nie dan merasa kehilangan harga dirinya.

Nie tahu, hanya ada satu pribadi yang memegang kuat hubungan kami. He is called Jesus Christ. First, Dia memegang kuat tali hubungan kami, dan kedua, Ia meletakkan everlasting forgiveness in Stefy’s heart, sehingga ia mampu mengampuni Nie dan menyayangi Nie seperti sedia kala.

Meski
kau terus sakiti aku
Cinta ini
akan selalu memaafkan

Dan aku
percaya nanti engkau
Mengerti
bila cintaku takkan mati


Praise the Lord, semuanya sekarang much better dari sebelum-belumnya. Nie sekarang sudah tahan mental, biarpun Mr. his-name-should-not-be-mentioned tiap hari nongol di chat room atau kirim SMS or telpon, Nie sudah tidak ‘tergoda’. Mungkin benar kata Iphien, once upon a time, “kamu tuh cuma penasaran, Nie!

Sekarang, yang Nie takutin mungkin cuma satu, kalau one day Stefy ketemu (lagi) dengan Mr. his-name-should-not-be-mentioned, karena Stefy uda janji, dia bakal ngajakin Mr. his-name-should-not-be-mentioned having Men’s talk (please help me to define what Men's talk supposes to mean)

Sigh,…..

13 December 2007

Stupid Me!

(from an article titled 'Cape Deh!")

Seorang pemuda miskin Inggris ingin menjadi orang yang kaya. Ia mengumpulkan uang ponsterling demi ponsterling, bermaksud untuk mengadu nasib di benua Amerika. Dia berpikir di Amerika pasti pekerjaan yang membutuhkan tenaganya. Setelah uang terkumpul, ia lalu berkemas meninggalkan negaranya dan pergi ke negeri impian menggunakan kapal laut.

Uang yang ia miliki hanya pas-pasan, hanya cukup untuk membeli tiket saja. Hari pertama di dalam kapal ia merasa lapar, tapi dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan. Akhirnya ia tahan rasa laparnya. Dan hal ini berlangsung selama tiga hari. Di hari yang ketiga ia tidak kuat lagi menahan rasa laparnya. Ia berpikir, "Aku lapar sekali. Lebih baik aku turun dan makan. Soal bayar, bagaimana nanti saja yang penting aku makan dulu."

Pemuda itu turun ke restoran yang ada di dalam kapal tersebut, dan dia memesan makanan yang sangat banyak. Setelah ia menyantap dengan lahapnya, ia merasa kenyang dan bersikap seperti orang yang memiliki uang. Ia pun memanggil pelayan yang sudah menyiapkan makanannya tadi. "Pelayan berapa jumlahnya yang harus kubayar?", tanyanya dengan sedikit was-was karena kalau tidak dapat membayar ia akan dipukuli oleh "jagoan" kapal atau dimasukkan ke dalam gudang sampai kapalnya berlabuh.

Pelayan menjawab sambil tersenyum, "Tenang tuan, tidak usah membayar satu sen pun. Sebab ketika tuan beli tiket kapal ini, itu sudah termasuk makan tiga kali dalam sehari!" Betapa kagetnya pemuda itu, padahal ia sudah menahan lapar selama 3 hari.

Saudara, mungkin Anda mengatakan betapa bodohnya pemuda itu. Kenapa ia tidak bertanya ketika membeli tiket itu? Padahal seringkali kita pun melakukan seperti apa yang dilakukan pemuda itu. Kok bisa?





Ya, karena terkadang Anda takut akan kebutuhan Anda sehari-hari: keperluan anak sekolah, biaya untuk makan, kebutuhan rumah tangga dan berbagai keperluan lainnya. Coba Anda renungkan hal ini. Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk menyediakan tempat di surga saja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita di dunia ini sudah IA sediakan. Bahkan IA sudah sediakan berlimpah.

Jadi tidak ada alasan lagi untuk cemas akan penghidupan ini. Tidak ada lagi untuk takut, karena ada tertulis, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus". Biar Dia yang bekerja dan Anda melakukan bagian yang Anda harus lakukan yaitu percaya pada janji-Nya.

Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini selain percaya dan menyerahkan hidup kita ke dalam tangan-Nya.

Source: Jawaban.Com

Ibrani 2:8
segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

11 December 2007

Red Birthday

Red B'day, kayaknya so bloody, atau so thiller movie ya? No, this post is about my last birthday, which I just celebrated (buat yang blom kasih selamat, "HOW DARE YOU?!!" hehehhe) .

As I have posted a blog about how I actually felt about birthday, Nie mencoba untuk think postively about it. Meskipun Nie uda jatuh, tapi Nie pengen dan HARUS bisa bangkit. "And why do we fall? So we can learn to pick ourselves up... "

Nie akui, banyak sekali distraction yang membuat Nie jauh dari Tuhan, jauh dari being nice and wise. Namun, banyak sekali resolusi yang Nie buat untuk menciptakan "a better version of Nie". And, trust me, I am working on it.

Anyway, last birthday was not that awful, because there have been some sparkles during my birthday and after my birthday. Darimana lagi kalo bukan dari si Abang ganteng, Stefy, heheheh. Bangun pagi, Nie dikejutkan dengan telpon dari Stefy. "Baru bangun? Aku di depan kamarmu lho!" Secara Stefy TUKANG BOHONG (note on this!), Nie ngga percaya. "Aku buka pintunya ya!" kata Stefy. And HE WAS outside my bedroom.

Akhirnya dapat ucapan selamat ulang tahun, dan cup cup di pipi :D (Ardy, read this carefully, cium di PIPI!!) Trus disuruh tunggu bentar sama Stefy, saying "tunggu ya, ini mungkin may take a while." Nie mikirnya bakal dibawain boneka guedeeee atau dibawain parcel berisi IPhone, IPod dan MacBook yang ditaruh di keranjang dan dipenuhi dengan bunga-bunga (impian yang SANGAT NGAYAL!). Nie pun menanti dengan sambar sambil mulet2 (read: stretching).

Knock,.. knock.

Masuklah si Abang Ganteng ke kamar dengan membawa cake mungkin dan lilin 1 biji. HUAAA,... so swiiitt, lucuuuu!!! Nie made a wish and meniup lilin. Hm,... wish nya ngga bole di mention di sini dooonk!!

"Wait another second," he said. Waduh,.. apalagi nih! Kembali muncul pemikiran-pemikiran ngayal melanjutkan impian yang tadi. Hm,.... apa yaaaaaa.

Dan datanglah Stefy ke kamarku membawa, A BOUQUET of RED ROSES. HAHAHAHAHHAHAH,…. Ngagak abis!! En, jangan salah, Stefy pun ngakak!!!

FYI, Kami berdua tidak terlalu adore flower, or Red Roses, or white lilies, or any flowers. I used to hate flowers thinking it was just a waste of money. But when I was in the Netherlands, I started to like it. Yet, I, and Stefy, cannot see flowers as a symbol of love of romantics. Thus, we laughed and laughed!

I liked his bouquet. It was the most beautiful roses in the world (of course lah,.. dari pacar gitu lho!), mengingat pengorbanan Stefy yang harus bangun jam 5 pagi untuk pergi ke pasar bunga dan memilih bunga mawar. Hahahahahha,.. (masih blum bisa berhenti ketawa).

Yes, it was the most beautiful 23 red roses bouquet I have ever had.


Ternyata, oh, ternyata, surprise-nya ngga berhenti di situ. Kemarin sabtu, Nie ‘diculik’ (meaning: Nie disuruh dandan rapi dan diajak ‘malam mingguan’). Nie punya feeling kalo bakal diajak makan. Dan ternyata benar!!! Dan ternyataaa,.. makan di KIZAHASHIthe most delicious (yet, very expensive) Japanese restaurant in Surabaya. Yum, yum, yum, Stefy knew exactly that he had to win my love by winning my stomach first, heheheheh….

Sekarang, Nie menunggu surprise selanjuntnya, karena, kata Stefy, surprise ini baru akan berakhir tanggal 14 Desember. Buset!!

So, Darling, I am waiting for the next to-be-continued surprise. P.S. I Love You

1 December 2007

Culture Shift

Beberapa hari yang lalu, Nie sedang berdiri di depan rumah menanti jemputan. Be-te juga, karena pagi-pagi sudah panas banget. Padahal itu baru pukul tujuh something. Unbelievable!

Namun pagi itu ada yang bisa bikin Nie ketawa, ngga terbahak-bahak sih, karena itu di depan rumah dan, fyi, banyak orang wora-wiri di depan rumah Nie. Seorang tukang jamu dengan keretanya yang didorong melintasi rumah Nie. Kalau biasanya tukang jamu identik dengan lagu dangdut yang ngga jelas penyanyinya sapa, yang diputar keras-keras, sampai yang tinggal di ujung kompleks pun denger; kali ini tukang jamunya ‘dare to be different’. Kalau bole Nie bilang, tukang jamunya gaul abiez!



Anda tau tukang jamunya puter lagu apa?
R&B

Yap, sang tukang jamu yang sudah bapak-bapak sedang memutar lagu-nya Usher atau kalau ngga Mario (Nie lupa! Secara Nie ngga terlalu nge-fans ma R&B).

It is what we call culture shift.

Kalau biasanya, para komunitas tukang jamu sangat-sangat merakyat. Mereka berkeliling sambil memutar lagu-lagu dangdut, lagu-lagu Indonesia era 60- atau 70-an, atau lagu-lagu yang untitled yang ngga jelas siapa yang nyanyikan. Namun, this time, these days, mereka putar lagu R&B.


Dan hebatnya lagi, tak lama setelah Nie senyum-senyum sendiri, Nie lihat si tukang jamu yang putar lagu R&B tadi, dikerubuti oleh pembantu-pembantu rumah tangga yang pengen tambah singset, so mereka beli jamu galiang singset, atau yang pengen ngobati pegel linu makanya mereka beli jamu anti encok, atau ada juga yang tanpa malu-malu beli obat galian rapet, ehem,.. biar rapet! So, banyak orang yang terpikat, entah dengan musik R&B-nya, atau karena abangnya (yang mungkin ganteng), atau karena emang butuh jamunya.


Pertanyaannya, apakah memang kebudayaan Indonesia sudah berubah? Atau mereka hanya korend alias korban trend? Atau mereka hanya pengen dibilang ‘cool’, ‘JT abiez’ atau gaul?
Ah, whatever.

Yang penting kerjaan mereka halal, bukan tukang pake narkoba atau pengedar narkoba, atau malah pengedar narkoba yang macak artis.

14 November 2007

Get Married

Hari ini langit mendung, semendung-mendungnya.

Yang pingin Nie lakukan adalah lompat ke ranjang, berselimut tweety bedcover dan ambil posisi paling nyaman. Atau mungkin baca buku sambil sipping hot choco or hot cappuccino? Both are ideal things to do during cloudy day.

Tapi khusus hari ini, Nie pengen ber-melo-belo plus nangis mungkin. Entah karena hari ini sudah hampir harinya Nie siklus, atau kalau karena memang Nie lagi sedih. Tapi Nie pengen nangis.

Kenapa?

Because everybody has been talking about ‘marriage’ or ‘getting married’ a lot lately. Nie sedih. Entah kenapa Nie sedih.

Beberapa minggu berturut-turut, temen-temen Nie got married. Setiap melihat mereka, ada slight jealousy in my heart, saying “I wish,…” Tapi itu bener just a glance.

Apa Nie iri? Hm, bisa jadi. Mungkin saja Nie iri karena semakin banyak orang-orang yang merasakan indahnya getting married, pakai baju bagus, pre-wedding pictures, kedatangan banyak tamu. Apa Nie pengen untuk mewujudkan mimpi Nie? Garden party, simply nice gown, perfect wedding song, jazzy background music, wedding vow, and many little-yet-special things.

Tapi ketika Nie ingat lagi apa yang terjadi setelah seharian party dan happy dan having fun? Mungkin continuous fight, which can no longer be avoided. Plus neither can you avoid seeing your spouse, because you sleep with him, you eat with him, in conclusion you will see him every single second. Mungkin juga money problem, seperti urusan uang belanja, my and his shopping lifestyle, biaya kehamilan, uang susu bayi, uang sekolah anak, asuransi, de el el. In Laws! It could be a nightmare in any marriage - annoying, bothering and dictator In Laws. Atau, the worst, the moments when I got so bored of him that I would ask for separation (oh, it won’t happen, will it?). Nie takut. Takut belum siap akan semua itu dan belum siap untuk menjadi a good wife or good mom. Akhirnya Nie langsung mikir, NO WAY! Nie masih belum mau married sekarang.

Jadi, intinya Nie emang belum mau married. Trus kenapa Nie sedih?

Apa Nie takut kehilangan teman-teman Nie? Sudah banyak teman-teman yang married meaning mereka will spend most of their time with his or her spouse. Salah satunya adalah temen Nie aka my sister-and-brother-who-fell-in-love-and-decided-to-get-married-soon. Mungkin Nie takut kalo Nie ngga bisa lagi curhat-curhat plus pake acara nangis di telpon. Mungkin juga Nie takut ngga bisa have sarcastic moments with him. Hiks, kok jadi beneran sedih?

Atau, Nie sedih sekaligus sebel karena semua orang menanyakan kapan Nie married. Setiap ke acara-acara besar, terutama acara kawinan, atau ketemu temen lama, baru, setengah baru atau setengah lama, atau pas chatting dan dapat e-mail dari teman yang berada di benua lain, semuanya selalu tanya “kapan kawin?” Rasanya, iklannya Ringgo tuh pas banget! Ya gitu tuh, muka Nie kalo pas ditanyain, sebel sekaligus gemes, kok ngga bosan-bosannya nanyain hal yang samaaaa terus. Kalo mo basa-basi mbok ya cari omongan laen, misalnya “kerja dimana?” atau “wah, anaknya uda berapa?” (hehhehehe, the last option is totally a joke, heheheh).

Ah, whatever, Nie ngga mo mikirin lagi soal married. Capek. Soalnya tiap kali mikir, ujung-ujungnya selalu mentok pada 1 hal, NO MONEY.

So, Nie, “Kapan Kawin?”
“29th March, two thousand somethin'.”

2 November 2007

Profile Oele Pattiselanno - Surabaya Jazz Night


Nama panggilan: Oele Pattiselanno DOB 22 April 1946

1994-85 gabung ke The Jack Lesmana Combo
1994 - now: group sendiri "Oele Pattiselanno & Friends"

Pentas:
1992 sampai 1996 North Sea Jazz Festival & Jakarta International Jazz Festival
1997 Dixieland Jazz Festival di Dresden, Jerman & Jakarta International Jazz Festival
2000 Austria Jazz Festival, Perugia Jazz Festival di Italia, World Port Jazz Festival Rotterdam
2005 Bali Jazz Festival & Java Jazz Festival 1
2006 Java Jazz Festival 2 & Jakarta International Jazz Festival
2007 Java Jazz Festival 3
News about Oele:
Rasa Swing di Album Oele Pattiselano
Kecintaan Oele pada gitar
Profile: Oele Pattiselano

Surabaya Jazz Night


Yayasan Pendidikan Kebudayaan Indonesia Belanda Surabaya mengadakan Jazz Night dengan bintang tamu Oele Pattiselanno and Base-20 Band.

Tempat & Waktu
Jumat, 7 Desember 2007
19:00 - 22:00
Crystal Main Hall, Garden Palace Hotel Lt. 4 Surabaya

Anda cukup memberikan kontribusi untuk mendukung acara ini sebesar 75,000 atau 100,000. Bagi pelajar dan mahasiswa ada diskon khusus (limited offer).

For more information, Anda bisa langsung datang ke YPKIB Surabaya jalan Cokroaminoto (Gedung ITS, Lt. 4) atau send e-mail/message Nie.

Okay, Nie tunggu kedatangannya ya!! See you then.

18 October 2007

Blame others but me!

Kadang kala, kita punya sejuta excuse untuk apa yang terjadi dalam kehidupan kita.
Kita ambil contoh Nie yang tiba-tiba punya sejuta jerawat di wajah (sorry for exaggerating). Entah bagaimana dan kenapa bentol-bentol kecil bernama jerawat itu tiba-tiba bermunculan. Yang pasti, selama beberapa minggu, muka-muka Nie dipenuhi jerawat, yang hilang dan timbul secara bergantian. Aneh.

Mulai dari cara pengobatan yang paling canggih bernama pembersih muka, obat jerawat, dan anti bacterial spray, sampai ke pengobatan dari dalam beranama detoxification, obat dan vitamin khusus untuk wajah dan kulit, semuanya Nie lakukan. Nie yang sempat berganti-ganti pembersih muka akhirnya kembali ke pembersih muka ‘traditional’, yaitu baby oil.

Sayang sungguh sayang, semua itu sia-sia. Jerawat tetap muncul. Walaupun akhirnya mereka muncul dalam wujud yang sedikit lebih sopan, lebih kecil dan tidak berwarna merah muda mencolok. Tapi they did still exist!

Akhirnya Nie memutuskan untuk ke dokter kulit (please get your camera, mark on your agenda or anything, to memorize this moment). Yap, Nie ke dokter kulit, minggu lalu, hari Kamis tanggal 11 Oktober 2007. Kalian mungkin tau banget kalo Nie malas and anti untuk hal-hal yang berbau-bau kecantikan, perawatan wajah dan tubuh (kecuali spa yang sudah bikin Nie kecanduan), apalagi yang namanya DOKTER – Dokter Kulit. First, Nie anti sama manusia yang memakai jubah putih hanya supaya dia terlihat lebih keren dan bisa dipanggil ‘dokter’. Second, Nie anti sama perawatan kulit dan kecantikan yang terlihat dan terdengar sia-sia, mahal, dan PAINFUL!

Singkat cerita, karena jerawat, Nie akhirnya menyerah. Nie ke dokter kulit. Mr C, the doctor, langsung bilang bahwa banyak lemak-lemak yang tidak bisa keluar di wajah, akhirnya mereka tertimbun menjadi jerawat yang mirip komedo (or vice versa, I don’t care!). Muka Nie dipencet-pencet, ditusuk-tusuk! Auw,.... beauty is painful indeed.

Nie pulang membawa berbagai macam cream dan obat cuci muka. Tanggal 12 Oktober, besoknya, Nie libur selama 5 hari. Aneh bin ajaib, jerawat-jerawat itu berhenti muncul! Selama liburan, seberapapun malasnya Nie merawat wajah, jerawat-jerawat itu tidak muncul!

Apakah itu karena obat-obatan Mr. C yang sangat ampuh? Atau karena yang lain?

Nie jadi berpikir, akhir-akhir ini banyak sekali hal yang terjadi di kantor yang bikin Nie cuma bisa mengelus dada, mengelus dada lagi, lagi dan lagi. Untung belum sampek nangis. Nie jadi berpikir lagi, apa mungkin gara-gara Nie libur, Nie jadi tidak berjerawat?

So, is working equals jerawat? Is jerawat equals stress?

Dengan iseng dan asal, Nie berkesimpulan kalo Nie ngga kerja, Nie ngga stress dan Nie ngga akan jerawatan. So, gimana caranya supaya Nie ga jerawatan lagi? Ya, gampang! Ngga usah kerja! Hehehe,...

Kayaknya gampang sekali menyalahkan yang ‘lain’ but us. Kayaknya lebih melegakan kalo tau bahwa penyebab sebuah kesalahan atau kelalaian adalah BUKAN kita. Life seems more beautiful.

Selain masalah jerawat, Nie sering banget menyalahkan jam weker yang tidak berbunyi kalo Nie telat bangun. Padahal jelas-jelas jam weker tuh sudah di snooze berulang-ulang sampek akhirnya, ketika ditanya “do you want to turn off your alarm?”, I pressed ‘yes’, by accident. Ya, by accident, karena Nie masih ngantuk banget karena semalem melalap habis serial Heroes seri 1. Hehehe, pengakuan dosa.

Sejujurnya, masih banyak kejadian dalam kehidupan kita yang sebenarnya sangat bodoh, karena kita either menyalahkan benda mati yang jelas-jelas tak bercela dan tak berdosa atau menyalahkan keadaan yang actually just evolves around us by nature – it just happens to be that way.

Pernah ngga denger temen atau rekan kerja yang ditegur karena tidak bisa meet the deadline? Ada satu temen Nie yang pernah menjawab, “iya, Bu. komputer saya kemasukan virus. Jadi tidak bisa kerja.” Halooo,.. apa ngga ada komputer laen? Apa ngga bisa pinjem laptop kantor?

Atau ada ngga teman kalian yang menyalahkan hujan, suatu kejadian alam yang diciptakan Tuhan, yang terjadi di hampir semua belahan bumi? “Sorry kemarin hujan, Pak. Jadi saya tidak bisa ikut mata kuliah yang Bapak berikan kemarin.” Weleh, weleh,...apa kendaraan umum sudah musnah? Kalo kita hanya punya alat transportasi sepeda motor, dan hujan lagi pas deras-derasnya, coba deh nebeng temen atau kalo terpaksa, naek lah angkot atau taxi (kalo pas tanggal muda). Yang penting, ada usaha!

Lebih parahnya lagi, kalo kita menyalahkan orang lain. Kenapa Nie sebut lebih parah? Karena hal ini bukan hanya meng-expose kebodohan kita yang tidak mau menyalahkan diri sendiri, tapi juga menyakiti orang lain dengan kebodohan kita itu. Contohnya nih, kita telat datang rapat. Trus kita bilang sama pemimpin rapat, “Wah, saya mohon maaf. Saya ngga tahu kalau meeting-nya jam 2 siang. Soalnya sekretaris saya menuliskan di agenda kalau saya punya meeting jam 2.30. Dia pun tadi tidak mengingatkan saya.” Nah,.. jadi deh sekretarisnya yang salah! Iya kalo emang bener sekretarisnya yang salah. Kalo ternyata dia yang lupa? Hm,... dosanya jadi dobel!

So, coba deh kita mulai lebih berlapang dada untuk mengakui kesalahan kita. Jangan salahkan pintu, jangan salahkan agenda, jangan salahkan keadaan pulsa Anda yang kurang dari 300 rupiah, jangan pula salahkan hujan, angin, petir atau panas, terlebih lagi, hindari menyalahkan orang lain.

Apabila Anda memang bersalah, cukup katakan, “Maaf, saya yang salah. Saya tidak akan melakukannya lagi.” And all your mistakes that you just did are wiped out instantly.

So, for sure, bukan pekerjaan Nie yang bikin jerawat. Maybe, I am just too stress to think of my plan on March 2008. Hehehhee

2 October 2007

Tentang Rumput Saya

Pernah melihat rumput tetangga yang lebih hijau? Pasti pernah, karena memang hal ini memang sangat manusiawi.

Menjadi seorang wanita, seorang wanita muda, bukanlah suatu hal yang mudah. Banyak sekali film, sinetron, cerpen, novel, chicklit, you name it, yang membahas tentang kehidupan remaja cewek atau wanita muda.. Mulai dari masalah putus cinta, kelebihan berat badan, broken home, sampai selingkuh. Selalu saja ada drama dalam kehidupan seorang wanita yang bisa dibuat ide sebuah film atau novel.

Menjadi seorang wanita memang sangat tricky. Nie, sebagai ‘not a girl not yet a woman’ woman, mengalami kehidupan yang banyak sekali ‘ups and downs’- nya. Nie yang bertinggi badan 160an dan berat yang cukup proporsional, kadang merasa sangat minder dengan bentuk tubuh Nie, terutama mengingat obsesi Nie waktu masa muda, pengen jadi model. Berat badan Nie yang bisa dibilang okay, selalu saja terlihat lebih apabila Nie berdiri di depan cermin.

Ada orang lain, yang memiliki badan sekurus model dan tinggi semampai merasa kurang dengan dirinya. In fact, dia adalah salah seorang roommate Nie selama 1 minggu di Jakarta. Dia bilang, “I wish I had your body. It is sexier than mine.” What? My body? Sexy? You must be hallucinating, pikir Nie waktu itu. Stefy yang mendengar cerita Nie aja ketawa ngakak dan menghina Nie abis-abisan. (And maybe you are now!)

I don’t know whether she gave a sincere comment, but the point is kadang kita ngga puas dengan apa yang kita punya and, sadly, someone else could die to have what we have.

Nie always wish untuk menjadi someone yang lebih calmer, lebih behave. Nie orang yang cablak, yang suka teriak-teriak, yang kalo ketawa ngakak. Nie pengen bisa jadi orang yang lebih tenang, yang lebih bisa mengatur gerak-gerik, nggak pencilakan, kalo orang jawa bilang. But, no,.. Nie is still Nie. Nie equals rame. But, ada orang yang would die for having ‘talents’ like mine. Orang yang pengen banget bisa PD ngomong di depan umum, yang bisa hang out ama sapa aja.

Again, there are some people that would die to have what we have that we ain’t proud of. Yap, life seems so unfair for some of us.

But, life is actually very fair. It is just how we accept it.

Stefy once shot his best joke to one couple, “yes, life is fair. She (pointed the girl) has a lot of strengths and less weakness. And you (pointed the boy) has less strengths and lots of weaknesses.”

Hehehe *laughing* No, it doesn’t work that way. Tuhan ngga sejahat itu.

Semua itu tergantung bagaimana kita melihat kekurangan kita sebagai suatu kelebihan yang belum terpoles.

Misalnya beberapa dari kita memang memiliki kelebihan – kelebihan lemak – alias overweight. Jangan melihat itu sebagai suatu kekurangan, karena ketika kita melihatnya sebagai suatu kekurangan, kita akan give up and accept it, saying “yeah,… it is me!” Tapi, lihatlah itu sebagai unpolished diamond. Kita harus work out supaya badan kita terlihat lebih berbentuk, sedikit mengatur porsi makan dan voila,… kita memiliki badan yang berbeda!

Atau mungkin itu juga tergantung bagaimana kita memberikan penilaian terhadap diri kita. Berapa nilai yang kita berikan untuk diri kita?

Banyak dari kita yang memberikan nilai yang rendah terhadap diri kita sendiri. Banyak orang yang feeling inferior, feeling that himself is no one, is nothing! Nie pun dulu pernah berada di posisi ini. Nie pernah merasa kalo Nie ngga bisa apa-apa, tampang juga ngga cantik, not talented, and useless.

Masakan kita mau memberikan nilai rendah terhadap diri kita sendiri?? Kalo kita merendahkan diri kita, gimana kita bisa mengharapkan orang lain menghargai kita? Apa mereka bakalan ngasih nilai ‘tinggi’ buat kita? No, they wouldn’t!

Ayo, kita belajar untuk lebih menyayangi diri kita sendiri, karena di saat kita bisa menyayangi diri kita, apa adanya, kita akan lebih bisa menyayangi orang lain, sincerely.

For the girls, yap, Girl power! Kita harus bisa menjadi wanita-wanita yang berbeda, wanita yang lebih menyayangi dirinya sendiri, sehingga kita bisa lebih menyayangi orang-orang di sekitar kita dan bisa membuat perubahan di dunia ini.

That’s what we call the circle of compassion!

Yes, he can


He said he can be my hero :P

28 September 2007

Who's your hero?


Selesai baca novel Cintapuccino, Aku jadi termenung lama, cukup lama untuk kembali mencerna setiap scene kehidupanku, setiap kepingan cerita dalam kisahku dengan Mr. obsession,...

Satu pertanyaanku, which one is better, to fight or to surrender?

Atau, I will put it differently, yang mana yang lebih baik, menjadi pahlawan yang berjuang sampai titik darah penghabisan atau jadi pahlawan yang rela berkorban? The point is they are both heroes, but what kind of hero?

Dalam cerita Cintapuccino, Raka menyerah begitu saja setelah tahu bahwa Nimo ternyata juga uda ‘ngefans’ ama Rahmi-nya sejak dulu, en Rahmi pun juga terobsesi akan Nimo selama sepuluh tahun.

Raka menyerah. Dia ngerasa uda kalah duluan, kalah sebelum perang, menurutku. Tapi, bisa juga disebut rela berkorban. Dia rela Rahmi memilih dan mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.

On the other hand, Nimo yang ngga tau malu itu mengejar-ngejar Rahmi terus, berjuang sampai titik darah penghabisan, walaupun Rahmi udah bakalan bertunangan. Nimo bisa juga dibilang pahlawan yang berjuang terus, pantang menyerah.

Menurutmu, mana yang lebih bisa dibilang ‘cowok’ – lelaki sejati?

Apakah Raka bisa dibilang ‘cowok’ karena dia rela berkorban untuk Rahminya? Apakah kamu malah berpikir Raka adalah laki-laki yang ngga punya nyali karena dia udah kalah sebelum perang? (sambil gregetan teriak,… “laki-laki goblok!”) Apakah kamu berpikir kalo Raka seharusnya berjuang mendapatkan Rahminya kembali, lagian si Rahmi kan emang udah milih Raka dari Nimo-nya?

Or, kamu malah berpikir Nimo-lah laki-laki sejati itu? Apakah kamu berpikir kalau Nimo tuh hebat banget karena dia tidak peduli apapun pokoknya dia mau berjuang untuk mendapatkan yang dia inginkan? Apa kamu malah bepikir kalau Nimo laki-laki kurang ajar karena dia telah mengganggu rumah tangga orang lain apalagi mengingat status Rahmi saat itu yang sudah hampir bertunangan? (sambil misuh-misuh,... cowok brengsek!)

Either way, it is your choice. But for me, neither of those pricks are worth it.

Now I am wondering, is my boyfriend the real hero for me?

20 September 2007

Reach Your Dream

Don't just wish upon a star


Seorang pemuda berusia dua puluh tahunan bermimpi suatu hari nanti ia menjadi seorang jutawan. Ia sepenuh sadar bahwa impian adalah sesuatu yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah bagi kehidupan setiap insan. Impian ini kemudian disampaikannya kepada sang kekasih. Beberapa waktu kemudian mereka menikah.

Sayangnya tidak lama kemudian terjadi krisis ekonomi yang parah. Masa depresi besar tiba! Pasangan ini kemudian mengalami berbagai peristiwa menyedihkan dalam kehidupan mereka. Mulai dari kehilangan pekerjaan dan mobil, rumah yang digadaikan hingga tabungan yang kian menipis dari hari ke hari.

Sang pemuda ini mengalami frustrasi luar biasa. Ia kerap duduk termenung seorang diri. Ia bahkan menyarankan agar istrinya meninggalkan dia. Ia merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik. Ia merasa telah gagal dalam hidupnya.

Siapa menduga sang istri justru tidak kehilangan harapannya sedikit pun? Sang istri yang penuh kasih sayang ini selalu dekat dan menguatkannya. Dengan tidak bosan-bosannya ia meyakinkan sang suami bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati dan mereka pasti bisa mencapainya bersama-sama suatu hari kelak.”Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita itu tetap hidup” katanya berulang kali kepada sang suami. “Tetap hidup?” jawab sang suami “Impian kita telah mati! Kita telah gagal!

Sang istri tetap tidak mau percaya bahwa impian itu telah mati. Ia bahkan sama sekali tidak bersedia untuk mengubur impian tersebut! Untuk tetap menjaga kehidupan impian tersebut ia mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam.

Waktu terus berlalu dan mereka masih saja melakukan kegiatan yang sama hingga suatu hari sang suami mendapatkan sebuah ide brilian: menciptakan permainan uang. Yakni barang-barang apa saja yang akan dibeli jika seseorang memiliki uang misalnya tanah, rumah, gedung, dsb. Gagasan ini terus mereka matangkan.


Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil, dsb. Bisakah Anda menebak permainan apakah ini? Ya, tepat! Permainan itu bernama MONOPOLI. Ya, begitulah cerita bagaimana Charles Darrow dan istrinya, Esther menciptakan permainan tersebut. Permainan ini kemudian dijual kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar dan impian jadi jutawan pun terwujud!

Cerita ini sungguh menggugah hati saya. Betapa tidak, dalam hidup ini tidak banyak orang yang bisa dengan teguh memegang impian mereka. Terkadang impian itu menjadi layu sebelum berkembang. Kasihan sekali! Banyak orang yang tahu bahwa impian kerap menjadi awal perjuangan untuk menwujudkan hari esok yang lebih baik namun sayangnya banyak juga yang belum berani bermimpi. Padahal bermimpi itu gratis. Bermimpi itu hak setiap manusia. Lagipula, bermimpi bukanlah tindakan criminal. Ada juga kelompok orang yang berani bermimpi namun enggan berkorban untuk mewujudkan impiannya tersebut. Dalam berbagai seminar atau training saya sering mengatakan : Jika Anda tidak bersedia berkorban maka lupakan saja impian Anda. Semakin besar impian Anda maka semakin besar pula pengorbanan yang harus Anda lakukan.

Sumber : paulus winarto/maximum (Jawaban.COM)

15 September 2007

The Untold Story

Gue baru aja sembuh dari penyakit ketergantungan 'NIMO.'


Fewh, untung aja.

Dulu pas masih SMP, gw nge-fans banget ama drummer salah satu band lokal asal Jogjakarta. Nie beli kaset-kasetnya, trus kalo pas mereka konser ke Surabaya, kota kelahiran gw, pasti deh nonton dan duduk paling depan, of course buat ngecengin drummernya.

Waktu pun berlalu dan gw masih tetap suka ama cowok ini.
Dan gw tetaplah hanya fans sejati drummer ini.

Tibalah saat kuliah, dan gw kuliah di luar negeri.

Long story short,salah satu housemate gw pas gw kuliah adalah temen basket drummer band itu pas di Jogja dulu. Waaaah,… pucuk dicinta, ulam tiba!!!

Gw bisa kenalan ama drummer ini, sebut aja namanya Rio. Awalnya dikenalkan lewat situs pertemanan, Friendster. Trus, berlanjut di dunia chatting, e-mail dan SMS. Finally, pas gw back for good ke Indonesia, gw telpon-telponan ama Rio.

Seneng banget akhirnya bisa kenalan dan ngobrol-ngobrol ama tokohidola!! Nah, keliatannya ndak, dosa ya. Malah seharusnya ini adalah good news!! Dream Comes true.



Tapi actually, gw udah punya cowok.



Gw nggak sayang ama Rio, gw hanyalah fans sejatinya. Gw sayang banget ama cowok gw yang udah gw pacari selama 6 tahun lebih. Namun, lama kelamaan, hubungan telpon-telponan dan SMS-an gw ama Rio makin intens. Dan (parahnya) gw menikmatinya. But, the bad news is cowok gw nggak tau!

Akhirnya, gw mengaku semuanya ama cowok gw. Awalnya dia biasa-biasa aja, dan dia menganggap apa yang gw lakukan tidak fatal. But, setelahdia tahu, bahwa setelah pengakuan dosa itu gw masih contact ama Rio,cowok gw marah besar.

Hubungan kami terancam putus.


Rio, yang juga tahu tentang masalah gw dan cowok gw, bukannya mundur,malah makin gencar PDKT. Dan, Rio pun bilang kalo sebenarnya dia suka gw.

Bingung.


Gw tetap pada pemikiran gw bahwa gw tuh ngga cinta ama Rio, gw cinta ama cowok gw, tapi gw still nge-fans ama Rio and seneng banget ngobrol-ngobrol ama dia.

Dan, gw pun harus memilih. Gw meninggalkan Rio. Gw ganti nomor HP. Gw ngga balas lagi e-mail Rio, dan memilih untuk setia dan menyayangi cowok gw.


Fewh,.. suatu perjuangan yang sangat keras.

'Nimo'-ku, I'm sorry, goodbye.



Source: http://www.cintapuccino.com

11 September 2007

Enakan jatuh cinta 'pa marah-marah?


Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya: "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab: "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."

"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar Menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata: "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan: "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?"

Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan: "Ketika kamu sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena waktu akan membantumu."

5 September 2007

My little café

Sudah lama Nie ndak ‘mengopeni’ blog Sisi Lain. Bukan karena malas, tapi emang lagi tidak ada inspirasi. Otak Nie lagi numb. Mungkin ini karena sibuk yang berkepanjangan.

Hm, the same excuse again. But it’s true, Nie tuh jarang punya waktu seperti ini, bisa doing nothing, watching TV by myself and writing. Kadang, pulang kantor Nie langsung ngurusin kegiatain ini itu, atau malah jemput orang ini itu, atau having special moment dengan Stefy. Eh, penting lho itu! Hehehe,…

Nie baru aja nonton TV series yang baru, One Tree Hill. Berkat rekomendasi dari saudari Putri, Nie membeli One Tree Hill Season One. Ceritanya bagus dan, of course, yang maen ganteng. Hehehhe,.. I like Lucas Scott.

Di episode pertama, ditunjukin kalo nyokapnya Lucas Scott punya café, called Karen’s café. Dan, inilah café impian Nie.

Dari dulu, Nie selalu membayangkan memiliki sebuah café yang cozy, seperti rumah sendiri. Terus di dinding-dindingnya ada rak-rak buku yang menjorok ke dalam, berisi buku-buku, mulai dari romance, fiction, children books dan buku pelajaran. Lalu di meja-meja, ada majalah-majalah dan newspaper.

Kopi, pastilah menu utama di café ini. Cappucino, mochachino, espresso, latte, semuanya ada di sini. Lalu ada minuman lain, seperti herbal tea, homemade juice, smoothies and yoghurt. Untuk makanan beratnya, ada sandwich. Kalau bikin café-nya di luar negeri, harus ada homemade soup and French bread. Trus, ada cake, mulai dari cheese cake, carrot cake, brownies, muffin, donut, and pastries. Untuk snack, ada croquette, French fries, burger, crisps, nachos, atau kalo di belanda ada kaassouffle, bitterballen, and frikandel. Untuk menu sehat, jelas ada salad buah, veggies salad, potato salad, fresh fruit, muesli, havermout with toppings. Most of all, semua makanan sebisa mungkin memakai bahan organic dan tidak menggunakan pengawet atau vetsin!!

Dekorasi café kebanyakan terbuat dari bahan kayu. Warna-warna yang dipakai coklat and other soothing colors. Pokoknya dekorasinya harus bikin orang betah berlama-lama berada di sana.

Tempat duduknya ada macam-macam. Ada yang sofa empuk yang cozy dengan coffee table di depannya. Ada juga sepasang meja-meja dan kursi-kursi tinggi. Lalu ada kursi kayu dengan meja kayu sebagai pasangannya. Ada yang dikhususkan untuk 1 orang, ada yang untuk 4 orang. Ada juga satu bagian di pojok, dimana tidak tersedia kursi, namun hanya karpet, meja kayu pendek, dan banyak bantal. Letaknya di sebelah jendela. Inilah lokasi strategis buat belajar, informal meeting atau just chatting.

Asal tempat ini nggak dibuat mojok aja! Hehehe,..

Dapurnya juga terletak sangat dekat dengan meja-meja pengunjung, jadi pengunjung bisa mencium aroma kue dan masakan yang sedang dimasak di dapur. Persis seperti kalau kita sedang ada di rumah.

Di meja kasir, akan tersedia kue-kue kering yang dibungkus dengan wrapping imut nan menarik. Bisa untuk hadiah, atau dimakan sendiri. Of course, kue-kue ini homemade.

About the books, segala macam buku ada di sana. Mulai dari yang lama, sampai yang baru. Namun, akan lebih banyak buku-buku yang bagus untuk refreshing penjunjung, seperti buku-buku cerita, novel, komik, psikologi, leadership, devotional reading, dan bacaan ringan lainnya. Buku-buku ini bisa dipinjam, namun tidak boleh terlalu lama, apalagi kalau buku itu masih terbilang baru atau banyak penggemarnya.

Cafe Nie juga ramah lingkungan. Nie akan menggunakan wrapping, napkins, dan accessories yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Cafe ini juga tidak menggunakan AC, namun Nie menjamin kenyamanan cafe ini. Cafe ini dibuat sedemikian rupa sehingga banyak angin yang masuk dari segala arah. Namun, masih tersedia fan/kipas angin, kok!

Nah, soal musik. Nie pasti akan memainkan lagu-lagu jazz, easy listening, and light classic, dan pasti juga banyak musik-musik gospel. Apabila pengunjung mulai bosan dengan musik-musik tertentu, atau ingin mendengarkan musik yang lain, pengunjung bisa langsung menghampiri meja kasir dan mengganti lagu melalui laptop.

Yang terakhir,, Nie pengen bisa setiap hari dan setiap saat stand by di café. Jadi kalau ada pengunjung yang ngajakin ngobrol, Nie selalu ada. Nie pengen sesekali menyajikan dan memasak masakan itu sendiri. Nie pengen dengerin komentar, or maybe complain, dari pengunjung.

Most of all, this café is free-smoking and free-alcohol.

Hm, kapan ya bisa bikin café?

22 August 2007

That's why I love Coffee

Seorang anak muda datang kepada orang bijak dan mengeluh "Pak, dunia ini sungguh tidak adil, mengapa saya dilahirkan di keluarga miskin, broken home, ayah tidak jelas, ibu entah kemana, sehingga harus melalui penderitaan ke penderitaan, dilecehkan orang, ditolak orang, sementara orang lain bisa dilahirkan di keluarga kaya, bahagia, harmonis, punya orang tua yg bisa menaunginya sehingga nasibnya tidak terlantar, mengapa saya harus mengalami semua ini ? Mengapa saya ?"

Orang bijak tersebut terdiam sejenak sambil memandangi anak muda itu, kemudian mengambil 3 buah panci, masing-masing diisinya dengan air, ditaruhnya di atas tungku, lalu dia mengeluarkan sebuah wortel, sebutir telur, dan sebutir kopi, sambil berkata "anak muda, memang banyak ketidak adilan bisa terjadi dalam kehidupan ini, sekarang coba kau masukkan wortel, telur & kopi ini kedalam masing-masing panci yang airnya sudah mulai mendidih itu."


Maka dengan bersungut-sungut, pemuda itu memasukkan wortel, telur & kopi tersebut ke dalam masing-masing panci yang airnya sdh mendidih, sambil berpikir, apa hubungannya? Beberapa menit kemudian, orang bijak tersebut berkata, "coba kau lihat, setelah dimasukkan kedalam air mendidih apa yg terjadi dengan wortel, telur & kopi tadi ?"


Pemuda tersebut menjawab, wortel berubah jadi lunak, telur menjadi lebih berat, karena dalamnya menjadi padat, sedangkan kopi, melebur sehingga air berwarna coklat & harum aromanya !

Nah, anak muda, wortel mewakili hati manusia yg keras, kaku, tetapi setelah mengalami benturan keras di kehidupan, ia menjadi lunak, lemah, kehilangan kekuatannya, sedangkan telur mewakili hati manusia yang awalnya lembut, setelah mengalami benturan demi benturan di kehidupannya, hatinya mengeras, kaku, tertutup, tidak mudah beradaptasi terhadap lingkungan, sedangkan kopi mewakili hati manusia yang keras, tetapi setelah dihadapkan pada benturan, ia melebur, memberi warna, rasa & aroma kepada lingkungannya, tak peduli betapapun berat benturan yang dialaminya.

Hidup adalah pilihan, saat kau mengalami benturan dikehidupan ini, engkau bisa memilih, menghadapinya dengan karakter wortel, telur atau kopi, dan kau akan selalu mendapatkan apa yg kau pilih !

Hidup memang pilihan, kita hari ini begini adanya adalah akibat dari pilihan-pilihan yang telah kita ambil dimasa lalu, Hidup kita dimasa yang akan datang ditentukan oleh pilihan-pilihan kita dimasa sekarang ini. Ironisnya, kebanyakan manusia membiarkan pilihan-pilihannya dipengaruhi oleh pilihan dimasa lalu sehingga Hidupnya ditentukan oleh masa lalu, tidak ada perubahan !

Orang-orang sukses di dunia ini adalah mereka yg mudah beradaptasi terhadap perubahan, senantiasa membuat pilihan2 baru, yg menentukan dan mewarnai masa depan mereka !


Ken Marasuchi
Chairman
BetterWorld Entrepreneurship & Training Academy ( B E T A )

13 August 2007

I’m not Superman

Merdeka!

Beberapa hari lagi kita akan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang sudah ditunggu-tunggu. Di Sbylist sudah di-post beberapa lomba yang bertujuan untuk memeriahkan HUT RI Ke-62. Di jalan-jalan sudah kita lihat bendera merah-putih berkibar di sana-sini. Terlebih lagi, acara D~NET Road Show: Heroes Go to School sudah berlangsung dengan baik dan benar di SD Ciputra tadi pagi.

Di acara road show di SD Ciputra tadi pagi, siswa-siswi Sekolah Dasar belajar cara untuk menjadi seorang pahlawan masa kini. Pahlawan bukan lagi orang yang menjinjing senjata dan berperang di medan perang, namun pahlawan adalah orang yang berhati mulia dan menolong sesamanya.

Siang tadi, Nie membaca suatu artikel yang membuat Nie berpikir, apakah Nie sudah menjadi seorang pahlawan yang baik? Here is the article. Mari kita baca bersama-sama dan belajar untuk menjadi pahlawan yang baik, bukan pahlawan kesiangan.

Dalam dunia kerja, kadang kita menemui orang yang serba bisa. Kadang kita kagum akan kemampuan atau ketrampilan yang ia miliki. Mengerjakan system, managing produksi, ketrampilan berbahasa asing dan melobi, semua dikuasainya dengan sangat baik. Hampir tiap pekerjaan yang ada di tempat kerja dapat ia kerjakan. Sepertinya ia tidak membutuhkan orang lain. Hasil pekerjaannya sering dibilang orang almost perfect. Tapi suatu ketika beban pekerjaannya menumpuk, ia kelelahan, rekan kerja enggan membantu karena biasanya ia lebih suka bekerja sendiri. Akhirnya alur pekerjaan terhambat di bagiannya, antri untuk dikerjakan. Ketrampilannya bagai superman yang serba bisa kali itu menciut dan tidak lagi mengundang kagum.

Memiliki berbagai kemampuan itu pasti berkat Tuhan, namun Tuhan memberikannya bukan supaya kita menjadi seorang superman, tapi untuk saling bekerja sama. Bukan juga untuk saling mengunggulkan diri atau merendahkan, tapi untuk menggunakannya dalam kasih. Seorang yang memiliki keyakinan diri, tidak takut untuk mengajari orang lain atau merasa tersaingi. Dengan membangun rekan kerja yang lain, kita sedang membagi diri dan berbagi kasih bahkan mengasah karakter kita. Selain itu, kita akan menerima bantuanan saat diperlukan dan pekerjaan menjadi lebih ringan.

Jadikanlah kemampuan dan ketrampilan kita sebagai sarana untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Pahlawan tidak sama dengan single fighter. Pahlawan membutuhkan sesamanya. Masih ingat ketika Batman menolak Robin untuk menjadi partnernya? Yang ada malah kekalahan. Namun ketika Batman dan Robin berjuang bersama-sama, si Two Face bisa dikalahkan dengan mudah.

Dengan semangat kemerdekaan, marilah kita belajar untuk menjadi pahlawan yang sejati.

So, are you educable enough to realize that you can’t do it all by yourself?

inspired by: Market Place Edisi Agustus 2007

7 August 2007

Sakit Kepala

Hari ini, Tommy Soeharto, lagi-lagi, tidak memenuhi panggilan Jaksa Agung sehubungan dengan masalah BBPK.

Like father, like son.
Atau istilah Indonesianya, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.
Tommy bilang kalau kepalanya pusing, maka dari itu dia tidak sanggup hadir di pengadilan.

Hm, kalo Nie ga masuk kerja karena kepala pusing, kayaknya uda langsung ditegur ama HRD.

Ah,..

27 July 2007

Aku menang,...

Aku bisa,...

Ternyata, Nie bisa mengalahkan emosi dan rasa sebel
Ternyata, Nie lebih kuat daripada bad mood yang menggangu
Ternyata, perasaan menang tuh lebih enak daripada be-te seharian
dan ternyata, mengampuni bikin bobok lebih nyenyaaak,...

Ah, whatever you believe you can or you can't, you are right!!

I believe I can, and I AM RIGHT

thanks GOD

23 July 2007

Lagi stress? Mo' mati??

Akhir-akhir ini Nie merasa tersindir dengan keberadaan artikel-artikel yang membahas masalah stress (Nie, bukannya kamu harus berterima kasih karena diingatkan untung nggak gampang stress?).

Hehehe,.. tersinggung atau bersyukur biarlah itu jadi pergumulan pribadi Nie, hehehe, tapi kali ini Nie pengen share 5 fakta seputar stress:

1. Stres dikenali menjadi ‘pembunuh nomor wahid' dewasa ini. The American Medical Association mencatat bahwa stres menyebabkan 80-85% penyakit pada manusia dan pada akhirnya menggiring pada kematian akibat penyakit tersebut.
2. Pebisnis di Amerika sono dirugikan US$ 200 miliar- US$ 300 miliar per tahun akibat stress
3. Sejumlah studi menunjukkan bahwa stres dapat mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh.
4. Wanita yang gampang stres berisiko menimbun lemak di perut (sebuah studi di Yale University, New Haven, Connecticut, menemukan bahwa 42 wanita dengan kasus kegemukan, pada lemak di bagian perut mereka (bentuk apel) mensekresi lebih banyak hormon stres ketimbang mereka yang membawa kelebihan bobot di pinggulnya (bentuk pear). Sudah diketahui bahwa orang dengan bentuk tubuh apel lebih berisiko terkena gangguan jantung.)
5. Berpelukan adalah obat stress yang mujarab (http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=1328)

Jujur Nie jadi takut setelah tau bahwa stress itu bisa mematikan, karena Nie belum kawin dan ndak pengen mati dulu. Hehehh,.. just kidding, cicak di dinding. Bukan, Nie takut karena Nie ini orangnya gampang banget kepikiran, gampang banget stress. Diliatin orang di mall dari atas ke bawah aja bisa kepikiran semalaman, “tadi kenapa ya diliatin orang itu? Apa baju Nie nggak matching ya?” Pokoknya hal-hal ngga penting dipikirin.

Apalagi hal-hal penting, kayak bertengkar ama Bang Tepy. Bisa tujuh hari tujuh malam kepikiran. Dan supaya ga kepikiran harus mandi kembang tujuh rupa dan selametan. Hehehe,.. ndak separah itu, sih. Tapi Nie suka mikiiiir. Apa aja dipikirin. Yang bukan masalah Nie aja bisa Nie pikirin.

Untungnya, Tuhan itu baek. Ada beberapa ‘obat’ stress yang ndak harus dibeli apotik. Untuk teman-teman yang gampang stress, silahkan praktekan resep obat yang Nie berikan di bawah ini:

1. Bobok cukup. Ternyata bobok yang nyenyak dan cukup tuh terbukti mengurangi stress. Disarankan untuk bobok dalam range waktu yang sama, misalnya jam 10 malam sampek jam 5 atau 6 pagi. Jadi, tubuh kita dibiasakan tidur segitu lama dan jam segituan.
2. Eat right. Termasuk pola makan dan apa yang dimakan. Junk food tuh membuat tubuh kita makin ‘soak’, jadi sebaiknya kurangi junk food, goreng-gorengan. Sayur-sayuran dan buah-buahan tuh bisa membantu mengurangi stress. Notabene, sayur kangkung bisa membuat kita ngantuk. Nah,.. kombinasi yang tepat, bukan?
3. Minum pitamin (baca: vitamin). Biar tubuh sehat dan kuat!
4. Kurangi (atau jangan menyentuh sama sekali) kafein. Buat pasien tetap kafein, seperti Nie, sebaiknya mulai mendisiplinkan diri untuk mengurangi konsumsi kafein. Nie sekarang Cuma minum kopi di pagi hari, atau kalo pun Nie minum kopi di siang hari, Nie nggak laporan sama Bang Tepy. Lho? Hehehhehe. Ndak, kok, yang pasti kurangi kafein karena Kafein adalah perangsang yang benar-benar membangkitkan reaksi stress dalam tubuh (Dr. David Posen, Canadian Journal of Continuing Medical Education)
5. Sport, yuuuuk! Harus, wajib, kudu suka olah raga. Ndak ada kata ndak sempat. Yang masih muda, coba bayangkan, apa kalian mau berperut buncit atau berlipat-lipat sepuluh tahun lagi?? Nie sih ga mau!! Untuk yang uda agak berumur, bayangkan masa muda Anda, saat perut masih singset or six-pack. Ngga pengen balik kayak gitu lagi? Ayo,.. ciayo,.. olah raga!! Cukup 20 menit, 3 kali seminggu (bagi yang dalam program pengurusan harus lebih lama).
6. Have fun. Nah, kategori have fun tiap orang berbeda-beda. Buat Nie, bikin kue, masak-masak, baca buku, nonton Scrubs, itu adalah hiburan. Buat Bang Tepy, sepak bola, nonton dan billiard adalah hiburan. Having fun ini penting, namun jangan sampek bikin kantong kering or malah bikin kita melupakan kewajiban kita.
7. Yang terakhir, dekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa. Nie merasa, semakin sering Nie denger Smashing Pumpkins, Linkin Park, Limp Bizkit or Metallica, semakin Nie suka ngomel-ngomel. Jadi, Nie sekarang lebih sering denger lagu Sari Simorangkir, Franky Sihombing, One Way, Matt Redman, Steven Curtis Chapman or Delirious. Dan ini sangat terbukti!! Trus, harus punya waktu khusus untuk Tuhan, either untuk baca Kitab Suci, untuk doa, baca buku2 spiritual atau ikut aktivitas tertentu. Pasti menyenangkan. Ini juga salah satu bentuk refreshing, lho!

So, inilah 7 tips dari Nie untuk pembaca setia Sisi Lain. Marilah sama-sama kita berantas stress. Semoga next time Nie bisa curhat gimana Nie uda ngga marah-marah lagi dan Bang Tepu semakin bangga punya pacar Nie. Wekekekke :P


Sumber: dari macam-macam sumber + pengalamn pribadi juga

17 July 2007

Sunsilk Dare to Shine -on the news

Another Sunsilk News

Andai saya (bukan) George Bush,...

Kemarin pagi Nie membaca sebuah artikel yang sangat menggelitik. One hand, Nie malu juga sebagai orang Indonesia. Kok ndak ada bagus-bagusnya gitu lho Indonesia Raya ini? On other other hand, Nie was laughing with the writer, karena memang artikel ini lucu sekali, dan tepat!

Bacalah, dan semoga artikel ini ga bikin kita tambah sebel dan bilang "nah, ya, kan, emang orang Indonesia itu kebangetan! keterlaluan! Goblok!" Tapi dengan semangat 45, kita mau bilang "Fewh, kok bisa gitu ya? Aku harus bisa membuat perubahan di Indonesia. Aku ndak mau Indonesia diejek terus."

Andai Albert Einstein orang Indonesia... Pasti dia tidak akan memilih masuk jurusan Fisika. Lebih baik dia memilih fakultas teknik atau ekonomi. Sebab di Indonesia fakultas MIPA masih dianggap sebagai fakultas rendahan dan dosen2 MIPA memiliki semacam takdir untuk berpenghasilan lebih rendah dari pada dosen2 fakultas lain yang bisa "mroyek" jauh lebih banyak.

Andai Bill Gates orang Indonesia... Paling2 dia bakal lebih memilih menjadi franchisee bisnis ritel atau makanan siap saji ketimbang berbisnis software. Buat apa dia susah2 mengembangkan software bila kemudian software yang seharusnya bisa dipasarkan dengan harga ratusan dolar harus bersaing dengan bajakannya yang dibandrol dengan harga goceng atau ceban.


Andai George Soros orang Indonesia... Mungkin dia akan memilih menjadi karyawan atau PNS ketimbang menjadi spekulan valuta. Dia tentunya tidak akan tahan dengan kecaman, hujatan, dan kutukan dari masyarakat Indonesia yang mengatakan bahwa spekulan adalah orang jahat yang selalu merugikan masyarakat, perbuatannya yang bersifat untung2an dianggap sama sekali tidak terpuji dan diharamkan.

Andai Thaksin Shinawatra orang Indonesia... Tentunya dia tidak akan pernah menjadi orang nomer satu. Ya kalo beruntung paling jadi kapolda. Karena sebelum menjadi PM Thailand, Thaksin adalah seorang polisi berpangkat Letnan Kolonel yang kemudian berhenti menjadi polisi dan mendirikan perusahaan Shinawatra Computer and Communications Group. Setelah berhasil mengumpulkan modal yang cukup barulah dia berani mencalonkan diri menjadi Perdana Menteri. Di Indonesia adalah hal yang mustahil seorang kepala polisi lokal bela2in mau berhenti dari jabatannya agar bisa berbisnis. Karena pada dasarnya di Indonesia seorang kepala polisi akan jauh lebih mudah mendapatkan uang daripada seorang pebisnis murni.

Andai Ted Turner orang Indonesia... Akan percuma dia mempertaruhkan seluruh modalnya untuk mendirikan CNN. Stasiun televisi ini tidak mungkin mendapat rating tinggi di Indonesia. Sebab orang Indonesia hanya suka kepada tontonan2 ringan yang tidak bermutu semacam sinetron kampring, lawakan garing, lomba2an jadi artis, gosip, mitos tentang kematian, hantu2an, dan sebagainya.

Andai Steven Spielberg orang Indonesia... Sepertinya dia bakal berprofesi sebagai director sinetron2 remaja. Karena film2 berbobot bakal menjadi produk gagal bila dipasarkan di Indonesia. Terbukti serial X-Files yang laris manis di USA malah gagal total ketika ditayangkan di Indonesia. Ide2 skenario brilian hanya akan membentur tembok di sini.

Andai Gianni Versace orang Indonesia... Pastinya dia bakalan pusing mengurus prosedur ekspor produk fashion hasil rancangannya. Berlapis-lapis benteng birokrasi harus dilalui untuk mengurus izin ekspor di Indonesia. Belum lagi masalah pajak dan restitusinya. Karena di Indonesia hanya eksportir fiktif yang mudah sekali untuk mengurus restitusi pajak ekspor.

Andai William Edward Boeing orang Indonesia... Wah Boeing pasti akan menuju jurang kebangkrutan. Nantinya pesawat Boeing 747 bakal ditukar denganberas ketan. Kemudian karena produksi pesawatnya gak laku2 juga terpaksa dilakukan PHK karyawan masal. Akhirnya kegiatan bekas2 karyawannya cuma konvoi motor mondar-mandir menuntut pesangon, seakan mereka tidak peduli bahwa tidak ada yang peduli kepada mereka.

Andai Arnold Schwarzenegger orang Indonesia... Nah si Arnold ini tidak hanya jadi gubernur kalau dia orang Indonesia. Bayangkan saja seseorang yang mengklaim dirinya berpengalaman memimpin serangan umum 1 Maret, kemudian memimpin pembantaian orang2 yang dituduh terlibat komunisme saja sanggup mendirikan pemerintahan atas dasar teror selama 32 tahun. Orang seperti itu saja mampu membangun sistem junta militer di Indonesia selama puluhan tahun. Apalagi Arnold Schwarzenegger yang berpengalaman menjadi Commando, Conan the Barbarian, Predator, Terminator, tentunya di Indonesia dia sanggup membentuk pemerintahan junta militer yang jauh lebih lama.

Nah, sekarang pertanyaannya Nie ganti, Andai ..... (diisi nama kita) bisa membuat peruabahan, apa yang akan dilakukan?

Mungkin kita bukan Pak Arnold yang nggak hanya berbadan besar tapi punya pengaruh besar. Kita juga bukan Pak Bill Gates yang uangnya dimana-mana. Tapi, kita bisa adalah kita yang bisa membuat perubahan di sekitar kita, walaupun kecil. And small things add up to create something big. So, what can you do?

Sumbernya dari http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=2972

12 July 2007

Chili Sauce atau DOR!!?

Nie adalah seorang perempuan yang kadang emang suka meluap-luap. Apalagi kalo lagi 'kedatangan tamu.' Nah, ini malah berabe!!

Nie sekarang lagi ikutan kursus Anger Management, dibawah asuhan Prof. Dr. Stefy Christian Tj. MPhil, Phd. Hahahha,.. keliatan boongnya ya?

Aniwe,. Nie emang sekarang lagi dalam proses untuk menahan amarah. Supaya ga sering-sering be-te. Ngga sering ngambek. Ya, tentunya, Bang Tepy memiliki andil yang cukup besar untuk membantu.

This morning, ada artikel yang membuat Nie begidik. Jujur, Nie takut kalo emosi Nie ga terkendali, bisa jadi bahayaaa. Read this,..

***

Seorang pengunjung yang marah menembak pemilik restoran fast food di Florida hanya karena sang pemilik menolak memberikan pengunjung tersebut lebih banyak lagi saus sambal.

Penembak itu meminta 10 bungkus saus ketika memesan seporsi Caesar salad, 5 potong chicken nuggets dan semangkuk chilli, demikian lansir the Daily Mirror.

Namun ketika Susan Byrob-Fimo yang bertindak sebagai kasir memberitahukan kepada pengunjung tersebut mengenai kebijakan perusahaan yang hanya mengijinkan untuk memberikan 3 bungkus saus, penembak tersebut menjadi semakin marah dan liar.

Melihat situasi yang tak mengenakkan tersebut, manajer Renel Frage, 20, mencoba mengajak pria tersebut berdialog namun sayangnya itikad itu tak mendapat tanggapan baik karena pria itu menembak sang manajer beberapa kali di restoran siap saji Wendy's yang terletak di Miami.

Renel segera dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembak di bahunya. Ia mengatakan, "Saya akan baik-baik saja. Pria itu tak memeriksa kantong belanjaannya karena saya memberikan kepadanya 11 bungkus saus sambal. Saya sudah berusaha bersikap baik padanya."

Kepolisian Miami-Dade berujar, "Sungguh menyedihkan ada orang yang hendak mencabut nyawa sesamanya hanya karena masalah sepele seperti saus sambal."

***

Nah, cukup menyeramkan, kan? Learn from this story, friends. Kadang mungkin hanya masalah sepele, tapi kita memilih untuk marah. Ndak baek, kan? So, mari kita sama-sama coba untuk meredam emosi. Kalo uda mulai naik darah, atau pas 'kedatangan tamu', coba tarik nafas dalam-dalam,.... dan hembuskaaan,... fiuuuuuh,.... Trus berdoa. Dijamin lebih tenang.

Recommendation: Jangan pernah mendengarkan lagu-lagu Linkin Park, Metallica atau Bon Jovi di saat-saat suasana hati serasa ingin membunuh orang. Dengarkan Eric Benet, Kenny G atau Dave Koz.


Sumber : http://www.astaga.com/hidup-gaya/index.php?cat=163&id=113659