Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2007

Titik Nol

Pulang Kampung adalah the most significant thing I have done so far. Keputusan untuk PulKam bukanlah suatu keputusan yang gampang, karena Nie harus mengalahkan (atau lebih tepatnya mengalah pada) semua idealisme yang selama ini Nie cangking (bawa) ke Aceh.

Nie pengen membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Nie pengen menyentuh kehidupan mereka dan membawa perubahan. Nie pengen tidak ada lagi masyarakat yang menderita akibat dampak tsunami.

Tapi ternyata idealisme itu malah menjadi beban dan penghalang buat Nie. Nie, yang awalnya berpikir bahwa masyarakat di Aceh itu sangat membutuhkan, sangat perlu di bantu, sangat kasihan karena efek tsunami, ternyata mendapati bahwa masyarakat Aceh tuh sangat kaya raya. Hanya moral dan spiritual mereka yang perlu dibantu.

Nie sedih. Nie kecewa. Nie patah hati.

Most of us pasti pernah patah hati, mostly karena pacar atau pasangan hidup kita. Let’s talk about patah hati karena pacar. Kadang kita begitu sayangnya ama pacar kita, kita bener-ben…

Ngerokok = 43 juta anak mati!

Sebanyak 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok dan menghirup asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Akibatnya, anak-anak tersebut terancam menderita penyakit mematikan, seperti pertumbuhan paru-paru yang lambat, mudah terkena bronkitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma, kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun, di Jakarta. Dia mengingatkan, kenyataan itu sangat mencemaskan untuk masa depan bangsa ini. Sebab, kesehatan yang buruk di usia dini akan menurunkan ketahanan tubuh saat dewasa.

So, still wanna smoke?

Source: Jawaban.com

Kejujuran Seorang Koruptor

Akhirnya seorang koruptor mengakui aib yang dilakukannya, dan mungkin inilah awal dari kejujuran koruptor-koruptor yang lain. Hopefully,...

Pak Sugeng Nuhhariyanto, seorang Lurah Karang Pilang, Surabaya, kemarin akhirnya blak-blakan sehubungan dengan tuduhan korupsi dana program Bantuan Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BKBBM). Jadi, tahun 2006 kemarin, pemerintah menyiasati kenaikan BBM ini dengan memberi bantuan, berupa uang sejumlah 300,000 untuk tiap KK (kepala keluarga).

Pas itu, Nie’ uda mikir, “ini mah ujung-ujungnya bakalan ada kasus korupsi.” Ternyata dugaan Nie ngga salah. Pak Lurah Sugeng ini adalah salah satu Lurah yang mengaku mengkorupsi uang BKBBM untuk rakyat. Applause for you, sir!

Mengapa Nie’ menganggap kasus ini spesial, lebih spesial dari kasus korupsi bulog-nya Widjanarko? Karena Pak Lurah satu ini ngaku kenapa dia korupsi. “Menurut Sugeng, uang tersebut digunakan untuk kepentingan hiburan semata. Bukan untuk kepentingan keluarga maupun membangun rumah atau membeli bar…