29 May 2006

Akhirnya, FD kelaaarrr


This dissertation could not have been written without DR. Marien van den Boom who not only acted as a supervisor but also encouraged us as a father or a friend. He has patiently given adequate guidance about the topic throughout this final academic year. Daniel Andriessen has helped a lot by giving us free Intellectual Capital lectures.

We dedicate this final dissertation to Tata Consultancy Services (NL) the Netherlands who has been willing to co-operate with us to realize this project. A big warmth thank you, we dedicate to: Mr. Rajiv Kumar who has challenged and assisted us in this project; Ms. Vidhya Sampath who has educated us with her marketing skills; and to all TCS NL staffs who has welcomed us in the team.

Also, Rick Grubb and Meilin Teoh who are willing to spend their busy life helping two students to check grammar mistakes in their final dissertation, thank you. We would not forget to mention a name that helped us in the beginning of this project, Mr. Martin Sanders. Thank you for your hospitality and the perspective you gave us.

Nathania Limanto

Above all, I want to thank Jesus Christ. I can do everything through Him who gives me strength.

I want to share this joy with my family back home, which has fully supported me. I also give my gratitude to my housemates who have prayed and supported me despite anything. I especially wrap this joy to Stefy who has continuously prayed for me and with me, encouraged me and love me, unconditionally.

Ulma Nurriva

Praises be to Allah, Lord of the Universe...

I would like to thank:
My partner, Nathania Limanto for her patience, motivation and guidance. Without her, I would not be able to get through the perils of making a Final Dissertation. It could not be more right than dedicating this work to her.

My family back home for the prayers,
My housemates for the laptops and the encouragement,
And Mr. Doarest for the mental, spiritual, and emotional support, the PC, and the access to more journals and articles
J

Last but not least, we thank our dearest friend, Elvin Priyadi, who has non-stop cheered and encouraged us. Thank you.


*Ul, saya bener2 thank u!!!*

24 May 2006

Pesan dari Surga

“Ungkapan rasa sayang yang salah arah mengakibatkan Rianti mengandung anak di luar nikah. Tidak cukup sampai di situ. Di tengah kehamilannya, Rianti divonis mengidap HIV positif. Belakangan diketahui, kekasihnya, Dodo, adalah seorang pecandu narkoba.”

Nah, buat penggemar film indo baik di tanah air maupun di belanda or dimana pun,… saya tadi pagi baru baca Jawa Pos dan dapet info ini. Ini film terbaru indo yg lg diproduksi: Pesan Dari Surga. Tapi,.. Saya sampek pengen nangis baca ini,…

Kenapa sih film-film indo selalu penuh dengan kesedihan: udah jatuh, tertimpa tangga, ketiban (kejatuhan) ember dari atas, trus orang-orang yang berlalu lalang menginjak-injak. Nah lho,.. kurang sial apa!!

Nia rasa,.. beberapa film indo tuh terlalu didramatisir, in someway. Coba bayangin si mbak Rianti di atas. Hamil di luar nikah tuh uda punya masalah dan intrik2nya sendiri. Tinggal dipoles aja. Kasih deh,… orang tua beda suku,.. trus beda pendapat,.. yang satu bilang digugurin, satunya bilang di-keep. Itu kan uda cukup toh? (Bener ga temen2?) Trus selanjutnya tinggal maen di art nya, sinematography nya, plot-nya mungkin.

Saya suka pilem Arisan. Menurut saya kadar masalahnya pass,.. bangetz. Tiap orang punya masalah, tapi akhirnya nyambung jadi satu. Atoo,.. cerita AADC,.. ini juga keren,.. karena yang diekspos di sini ya Cuma si Cinta, Rangga dan temen satunya yang mo bunuh diri (although dia Cuma kebagian dikit doang).

Kenapa ya, orang indo suka yang cengeng2?

Hayo,.. ngaku, sapa yang dulu (or sampek sekarang) suka nonton tersanjung? Nah,… itu isinya nangis melulu,.. sedih melulu,.. yang jahat, juahaaaat banget, yang baek, duh,… kayak malaekat!

Saya sebenernya cinta kok sama film2 indo… pulang indo nanti malah saya uda didaulat untuk nulis skrip buat temen2 saya tukang bikin film di Surabaya. Tukang bikin filmnya, salah satunya si Stefy :P heheheh sedikit KKN seh! Eh, tapi ini tim film bole dibanggain lho,.. baru aja mereka memenangkan nominasi arrangement musik terbaik. Lho,,… kan?! *abang, saya bangga lho punya co kayak kamu!!* wekekek,…

Nah, teman-teman, adakah input buat film ini? Ada ide buat saya nulis script? Ayo ayo,…saya butuh masukkan! *Elvin,.. tim filmnya masih belum terlatih bikin CSI-like film, jadi script2 mu saya tampung dulu,… wekekekke*


Ups, jadi ngomongin saya... back to film indo yang cengeng. Hm,.. jangan deh ya,.. lebih baik bikin yg berkualitas,... yg penuh arts,... yang nunjukin budaya indo. Jangan terlalu westernized deh! *yg tdk setuju ma saya bole protes*


Oh ya,.. terakhir, buat film pesan dari surga,… selamat bikin pilem. Moga2 ada bener2 pesan dari surganya :P

23 May 2006

Kisah 3 sahabat

Ada tiga friends, satunya kura2..satu lagi kodok..terus satunya lagi uler kaki seribu. Suatu hari kura2 mengundang dua temennya kerumahnya buat pesta kecil2an.

So... mrk bertiga bikin pesta kecil di rumah kura2. Setelah asyik ngobrol, makan, minum and lain-lain...

Si kodok berkata: "Eh..dari tadi kayaknya ada yang kurang ya..elu pada ngerasa gak..Oh iya kita kok gak ngerokok ya..pantesan mulut asem banget nih.."

Kura2: "iya ya..sorry gue lupa nggak nyediain rokok...kalo gitu lu beli aje deh 'Dok..warungnya deket khan..!"

Kodok: " Lho koq gue sih.. khan tuan rumahnya elu 'Ra.."

Kura2: "iya sih.. tapi khan gue jalannya lambat.. kalo elu khan bisa cepet..!

Kodok: "Ah.. nggak bisa gitu duonk!!..lagian kalo soal cepet..pasti si uler kaki seribu lebih cepet dari gue.. kakinya aja ada seribu!!!"

Kura2: "Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi..uler Kaki seribu.."

Uler K.1000: "koq jadi gue sih.."

Kodok: "Udah ..nggak apa-apa..elu aja.. buruan.."

Akhirnya si Uler K.1000 pergi juga untuk membeli rokok. Si Kodok dan Kura2 nungguin sambil ngegosipin artis-artis lokal. Lima menit menunggu...si Uler K.1000 belum dateng juga...10 menit..20 menit...satu jam...dan ternyata sampe tiga jam Uler K.1000 gak nongol2 juga.

Kodok: "Kooq Uler K.1000 nggak pulang2 ya..?"

Kura2: "Iya nih..gue jadi kuatir..kita susulin aja yuk, Dok...!"

Kodok: "ayuk deh..!"

Tp pas si kura2 buka pintu...ternyata uler K.1000 udah ada di depan pintu.

Kura2: "Nah ni dia..!"

Kodok: "Iya nih dari tadi ditungguin juga...mana rokoknya..mulut gue udah asem banget nih..?!"

Uler K.1000: "Boro2 rokok...jalan aja belom..!!"

Kodok: " Haah belom jalan ...emangnya dari tadi ngapain aja...?"

Uler K.1000: "Yeeeeeeeee..elu nggak liat nih...gue lagi PAKESEPATU..!!!!!"

Moral *menurut nia*:
1. Jangan suka nyuruh orang laen. apa yang bisa dikerjain sendiri, ya dikerjain sendiri.
2. Jangan merokok *tuh dengerin buat yang merokok* :P
3. Kalo bertamu ke rumah orang, kalo ngga disuruh ngelepas sepatu, ngga usah dilepas. hehehhe or pake aja sandal aja biar lebih gampang. :P

p.s. foto ular sengaja tidak dipublikasikan karena alasan pribadi XD

22 May 2006

Cukupkah hanya cinta?

Bahagiakah pasangan yg menikah hanya krn cinta?

Barangkali kisah ini bisa menjadi renungan bagi kita, utamanya yang ingin berumah tangga :

Alkisah, seorang pemuda miskin bernama Yogi Prasetyo, berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah. Keluarganya hanyalah keluarga sederhana, kalau tidak bisa disebut miskin. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit di desanya.

Karena kegigihannya, Yogi berhasil kuliah di FE UGM walaupun dengan biaya seadanya. Semasa semester 4 di kampus, Yogi jatuh hati pada seorang gadis bernama Ayu Wulaningrum, juga sama-sama kuliah di fakultas yang sama.

Ayu adalah putri seorang bupati ternama di daerah Yogyakarta dan juga masih keturunan keraton. Walaupun secara ekonomi mereka jauh berbeda, namun tidak menghalangi keduanya untuk saling mencintai.

Ayah Ayu yang mengetahui putrinya begitu mencintai pemuda dari keturunan biasa, tak mampu mencegah gelora cinta putrinya. Maka begitu keduanya telah lulus, pernikahan keduanyapun diselenggarakan dengan megah. Pesta besar-besaran digelar untuk mengiringi pernikahan putrinya.

Ayah Yogi yang tak punya banyak harta, hanya bisa memberikan bantuan sumbangan pakaian, sprei, sarung bantal, yang semuanya ia buat dan ia jahit sendiri khusus untuk pernikahan putranya.

Bahagiakah Ayu bersanding dengan Yogi ? Ternyata kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama.

Tibalah saatnya malam pengantin tiba. Mereka berduapun memasuki peraduan dengan bahagia. Namun, ketika Yogi membuka pakaiannya dan tinggal memakai celana kolor, berteriaklah Ayu dengan keras, sebelum akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Semua penghuni rumah dari kerabat dan keluarga Ayu pun berdatangan melihat kejadian itu.

Yogi masih dalam kebingungan dan mencari tahu kenapa istrinya histeris dan pingsan. Dilihatnya celana kolor yang ia pakai. Aduh, Yogi lupa kalau celana kolor itu jahitan ayahnya, dibuat dari kain bekas wadah tepung terigu. Di tengah celana kolor itu masih terpampang jelas tulisan, "BERAT BERSIH 25 KG".

Tentu saja Ayu langsung pingsan melihatnya. Ayu tidak bisa membayangkan seberapa besar isinya dengan berat segitu.

wekekke *nia iseng*

4 May 2006

Penulis bimbang yang beriman

Blessed Be Your Name
In the land that is plentiful
Where Your streams of abundance flow
Blessed be Your name


Blessed Be Your name
When I'm found in the desert place

Though I walk through the wilderness

Blessed Be Your name


Every blessing You pour out

I'll turn back to praise

When the darkness closes in, Lord

Still I will say


Blessed be the name of the Lord
Blessed be Your name
Blessed be the name of the Lord
Blessed be Your glorious name

Blessed be Your name
When the sun's shining down on me
When the world's 'all as it should be'
Blessed be Your name

Blessed be Your name
On the road marked with suffering
Though there's pain in the offering


You give and take away

You give and take away

My heart will choose to say
Lord, blessed be Your name


Kayaknya saya uda pernah nulis tentang lirik ini
di blog bhs inggris, Free Prayer.
Tapi kayaknya saya bener2 tergugah dengan post teman saya, Ega.
Saya jadi ingat lagu ini, yang saya nyanyikan di kebaktian minggu lalu.
Waktu itu saya ngga nangis, saya cuma meresapi, dan mikir
"Tuhan, kenapa susah sekali mengucap syukur
pada saat-saat susah?"


Kalo pas
In the land that is plentiful
Where Your streams of abundance flow
Kayaknya gampaaang banget buat bilang, Thanks God!

Tapi, pas our roads mark with suffering
kalo gak swearing come out from our mouth, at least kita ngeluh.

Saya kadang lupa kalau Tuhan itu kasih
Saya sempet, once, ngeliat Tuhan tuh kayak suatu sosok yang sombong banget

menguasai semua assets di dunia ini

dan sangat pelitnya membagi-bagikan berkatnya ke anak-anakNya.
Sosok yang berkuasa
yang cuma melihat anak-anakNya menderita

tanpa berbuat apa-apa.
Saya lupa kalau Tuhan itu Kasih.


Ketika nyadar, bahwa Tuhan tuh kasih, dan Tuhan yang take it away.
Ketika nyadar, bahwa Tuhan tuh yang punya semuanya, dan semua barang,
assets yang kita punya sekarang
Itu milik Tuhan.

and they are soon to be gone.
Saya baru bisa nangis.

God, who am I?

Saya jadi ingat, psalm 13, yang juga dinyanyikan minggu lalu.
Saya merasa seperti Daud, yang panggil-panggil Tuhan
tapi Tuhan tidak menyahut.

Lord, how long must I wait? Will you forget me forever?
How long will you turn your face away from me?
How long must I struggle with my thoughts?
How long must my heart be sad day after day?
How long will my enemies keep winning the battle over me?
Lord my God, look at me and answer me.
Give me new life, or I will die.
Then my enemies will say, "We have beaten him."
They will be filled with joy when I die.
But I trust in your faithful love.
My heart is filled with joy because you will save me.

Tuhan saya bosan
Saya bosan menangis
Saya bosan, bangun pagi dengan makan pagi yang sama
merasakan asinnya air mata

Ah, tapi saya ingat
kemarin saya masih makan, sepiring nasi dan sayur mayur
tanpa segentong berlian.



Kata ibu saya,
Tuhan cuma ingin kita bergantung padaNya.
Di saat yang susah, di saat semua jalan buntu

Tuhan cuma pengen kita tahu, dan mengalami
bahwa satu-satunya pertolongan cuma dari Dia.

Berabad-abad lalu, Ayub dipukul oleh gelombang berita buruk yang
bertubi-tubi. Suatu kali istrinya mengatakan agar ia mengutuk Allah dan
mati. Namun, Ayub memberikan jawaban yang sangat dalam:
“Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah,
tetapi tidak mau menerima yang buruk?”
(Ayub 2:10).

Tuhan, saya besok mau ke sekolah
untuk belajar bilang
"You give and take away. My heart will choose to say,
Lord, blessed be your name!"

1 May 2006

Saya aneh, ya?

Yak,.. saya tangkap!!

Saya dapat lemparan post dari Mbak Modjo (begitu dia mau dipanggil). Saya harus menuliskan keanehan saya.

I think, it will be very difficult, karena aneh itu lifestyle saya, part of my life.

Saya = aneh.
Saya = weirdo.

Tapi, saya coba, ya. Seru juga nih! (Nia, you should finish the database and manage the website you suppose to be doing!)

  1. Saya suka merinding kalo lihat orang lagi sisiran. Ini keanehan yang belum pernah saya temui pada orang-orang normal lainnya. Bahkan Stefy dan teman-teman pohon saya yang keanehannya dalam level yang sama seperti saya, tidak mempunyai syndrome ini.

Saya ngga tau kenapa, saya tidak suka sisiran, dan tidak suka melihat orang sisiran. Kalo lihat orang sisiran, saya bisa merinding,.. get Goosebumps! Kenapa ya?

Saya juga bingung.

  1. Benci Ular! Sebenarnya saya tidak suka binatang2 anggota reptile yang laen. Tapi, kalo lihat ular dan membayangkan ular, saya bisa merinding dan jerit-jerit kecil (heheh, alias genit! Heheh) sendiri. Saya ingat waktu nonton Harry Potter 1, ada ular muncul di kebun binatang, kan? Nah, itu saya bener-bener tutup mata. Sambil saya bilang ama partner nonton saya, si Stefy, tolong bilangin aku kalo ularnya udah pergi!
  1. Buaya juga musuh besar saya. Tapi tidak separah dengan ular. Tapi saya ingat, waktu ke Bali bersama teman-teman, kita pergi ke orang yang jual sosis Titiles, sosis terkenal di Bali. Orangnya yang punya agak freak! Dia punya berbagai macam jenis binatang. Dari yang jinak, sampek yang cukup galak, yang menatap tiap orang dengan pikiran “Hm,.. you will be my dinner for tonight!”

Pertamanya, saya seru-seru saja, melihat-lihat. Ada singa, ada harimau, eh, diujung ada burung beo yang imut! Trus, dia bilang “awas buaya, awas buaya!” aku yang ketawa-ketawa, “Ih, beo ini lucu sekali!”

Dan,
Saya menoleh ke belakang.
Tampaklah sebentuk buaya, yang ditaruh dikolam berbentuk balok.

Aaahhh,... saya menjerit (kecil, biar sopan) sambil lari ngibrit ke arah laen, dimana binatang-binatang yang lebih jinak ditempatkan.

Tapi,..
Saya hampir saja menabrak sebuah kandang yang cukup besar, yang adalah kandang ular piton.

Lagi-lagi saya menjerit (cukup keras) dan lari ke dekat pintu masuk. Benar-benar jauh dari kumpulan binatang-binatang itu. Saya berdiri, menikmati mataharinya Bali yang cukup terik, sambil menahan tangis.
“Saya takut!”

  1. Semut. Hehehe,.. ini kayaknya fobia, ya. Saya takut sekali dengan kumpulan semut, apalagi semut merah, dan semut yang gede-gede.

Dulu pernah ada kejadian, di belakang TV di kamar ortu saya, ada ribuan semut hitam yang lagi demonstrasi.
Bikin merinding!!

  1. (semi) Vegetarian

Buat orang Indo, terutama yang keturunan cina, ini adalah keanehan yang tidak patut dibanggakan. Orang cina kan benar-benar Daging freak, Babi freak, semua makanan pasti ada Babinya. Apalagi keluarganya si Stefy, ini penggemar daging Babi.

Dulu jaman-jamannya pacaran, yang sok perhatian, hehehe,..

Saya suka tanya, “makan apa hari ini?
“Babi kecap”

Besoknya, tanya lagi “tadi malam makan apa?”
“Babi rica-rica”

Minggu depannya, coincidentally, tanya lagi, “Tadi siang uda maem? Maem apa?”
“Uda, maem babi cuka.”

Doh? Ngga ada makanan laen ya?

Kenapa saya semi-vegetarian?
Saya dulu pernah sakit, jadi tidak boleh banyak-banyak makan daging. Sampek sekarang juga, sih!

Eh, ketika saya di UK, 2 taon lalu, housemate saya vegetarian.
Nah,..
Pas sekali!!

Akhirnya, saya bener-bener ngga pernah makan daging lagi dan jadi ngga suka makan daging lagi. .Taon lalu saya ’dipaksa’ nyokap untuk makan ikan, katanya sehat. Sekarang udah bisa suka. Ayam,... asal daging ayamnya dipotong kecil-kecil, saya bisa makan.


Sekian keanehan saya. Biar saya aneh, saya juga manusia, lho!
Buat yang baca ini, silahkan tangkap lemparan post aneh saya ini!!

(Back to work, Nia!)