28 May 2008

Mau tau arti mimpi Anda?

Tadi Oma bercetting dengan ulm,...
Dia kasih web ini
Dulu iphien juga pernah kasih tau web ini, Oma pikir becanda
eeh,....
ternyata ada beneran!


Heheheh,.. buat yang berminat, just for fun
click: www.primbon.com


Tidak dijamin akurat bisa mengartikan mimpi Anda! :P

Duh, Oma still can't figure out what the dream means
Apa ya kira-kira?
Kata ulma "kangen kali!"

Hihihih,...
:P

Eh,..
Meta, kok kebetulan dirimu juga membahas soal mimpi ya
hehhehe,... lutu lutuuu

Mimpi (lagi)

Ada yang ngerti primbon ngga ya?
Atau ahli nujum?
Atau punya bakat dukun? :P

Tadi malam Oma mimpi dia
Ya,..
He-eh
Dia,...
Si itu tuh,...

Versinya panjaaang
dan sampai sekarang Oma masih inget ceritanya

Kok bisa ya?

Kira-kira artinya apa ya?

Mohon yang ngerti dunia permimpian, harap menghubungi Oma, japri!
Segera!! :P

27 May 2008

AIDS: what can we do?

Sebuah berita mengejutkan Oma pagi ini.
Lebih heboh dari berita naiknya harga BBM dan lebih menegangkan daripada memimpin meeting jam 9.30 nanti (sekarang jam 9 kurang dan uda nervous :P).

Ada 60 bayi yang POSITIF HIV/AIDS di SURABAYA SAJA!


Ini beritanya,...

Dalam kurun waktu 4 bulan, 60 bayi di Surabaya positif mengidap virus HIV/AIDS. Pengungkapan ini setelah bayi-bayi itu diperiksa di Unit Perawatan Intermediat Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU dr Soetomo Surabaya.

"Mereka rata-rata terjangkiti dari ibu bayi yang sudah positif HIV/AIDS. Dan bayi-bayi itu kini sudah berusia 4 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Esty Martiana Rachmie.

Berita selengkapnya (detiksurabaya)>>

Tuhan, apa yang bisa Oma lakukan untuk membantu mereka?

26 May 2008

Otak Pintar atau Otak Bego?

Hari ini Oma belajar suatu hal yang aneh. Awalnya Oma mendapatkan 'ilham' waktu denger Bapak Pendeta berbicara di gereja, trus malam ini, Oma baca buku yang sort of confirming that.

Our brain, atau otak kita, yang seharusnya diciptakan untuk membuat kita pintar dan berakhlak ternyata sering kali hanya mampu memberikan statement "tidak mungkin." Begitu kata bapak pendeta.



Oma jadi tercengang.
Iya juga ya. Dalam berbagai situasi, seringkali kita dijawab "impossible!" atau "tidak mungkin" oleh si otak.
Dan jawaban itulah yang membuat kita menthok, mandeg, BERHENTI.
Entah berhenti berharap, berhenti bermimpi, berhenti berusaha, pokoknya berhenti.

The only thing that stands between a man and what he wants from his life is often merely the will to try it and the faith to believe that it is possible (Richard M De Vos).

Malam tadi, Oma membaca sebuah buku buagusss karangan Anak Negeri, bertajuk Fight Like A Tiger, Win Like A Champion. Jangan minta rangkuman buku ini, karena it would be VERY HARD to do. Buanyaaakkk banget yang bagus dari buku ini.

Kok ya kebetulan Oma lagi baca chapter "The Power of Belief". Di salah satu halamannya, ada sebuah cerita unik tentang rekor lari. Ceritanya, doeloe tuh nggak mungkin banget untuk berlari sejauh 1 Mil (atau 1.6 Km) dalam waktu kurang dari 4 menit. Bertahun-tahun, berabad-abad, semua orang mempercayai fact ini. Bahkan, di tahun 1903, pelatih tim olimpiade atletik Inggris mengatakan bahwa rekor 4 menit 12.75 detik adalah rekor yang tidak mungkin lagi dipecahkan.

Namuuun, ternyata, di tahun 1953, seseorang bernama Roger Bannister berhasil memecahkan rekor itu. Ia berhasil berlari dalam waktu kurang dari 4 menit, yaitu 3 menit 59 detik. Kok bisa ya? Ternyata, ia punya positive attitude. Walaupun dokter dan para ahli mengatakan bahwa hal ini tak mungkin dan malah akan menghancurkan kesehatannya, ia tidak patah arang. Ia mencari berbagai macam strategi untuk dapat memecahkan rekor berlari itu. Ia mencoba lagi, lagi dan lagi.

Dan usahanya tidak sia-sia! Ia berhasil memecahkan rekor, dan terlebih hebatnya lagi, dalam jangka waktu 30 hari setelah Roger Bannister memecahkan rekor dunia, ada 32 orang yang berhasil berlari di bawah 4 menit, dan dalam jangka waktu 1 tahun, ada 317 orang yang berlari di bawah 4 menit.

Batasan empat menit tidak dapat dipecahkan sebelum Roger Bannister, bukan karena keterbatasan manusia secara fisik, tetapi lebih dikarenakan keterbatasan manusia terhadap keyakinannya dan kurangnya percaya diri bahwa rekor tersebut mampu dipecahkan.

Oma ingin menutup posting hari ini dengan mengajak kita semua untuk punya postive attitude and positive mind, karena apapun yang kalian ingin raih hanya memiliki satu penghalang, yaitu PIKIRAN KALIAN SENDIRI. Marilah kita gunakan otak sebagaiman ia seharusnya berfungsi: membuat kita pintar; bukan malah membodohi kita dengan kata-kata "tidak mungkin"nya.

Kiranya positive attitude dan positive mind membuat semua impian dan harapan kalian tercapai. Amiiiinn,....

Some men have thousands of reasons why they cannot do what they want to; all they need is one reason why they can (William Whitney).


Untuk lebih lengkapnya, bole baca buku Fight Like A Tiger, Win Like A Champion, karangan Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadhi.

Oma dan Lady Di

Belajar dari Lady Di

Hari Sabtu (24/05) kemarin adalah hari yang bikin Be-Te!! Kenapa?
Karena hari Sabtu, yang seharusnya indah, ceria dan menggembirakan, ditambah lagi karena Oma libur, jadi suram, muram dan merana.

OMA SAKIT!

Kali ini virusnya membuat Oma harus bertekuk-lutut dan menyerah kalah di ranjang. Seharian Oma tidur, dan ini benar-benar TIDUR! Paling cuman bangun 1-2 jam untuk makan dan tidur lagi. Untungnya setelah sore hari, keadaan Oma sudah sedikit membaik. Oma bisa bangun dan duduk di ruang makan. Makan mie kuah yang tidak ada rasanya walaupun notabene mie kuah Pak Untung itu wuenak! Sambil makan Oma nonton Metro TV (tontonan yang sangat smart to spend you weekend!).

Acaranya Lady Diana: True Story

Melihat Lady Di, dari rakyat jelata menjadi warga kerajaan Inggris adalah suatu hal yang mencengangkan. Tapi, ternyata impian Diana untuk menjad seorang putri tidak yang seperti ia harapkan (remember the previous lesson? you never know what you wish for!). Buat yang sudah tahu kisah hidup Diana, pasti tahu bahwa ia menderita tinggal di istana. Sampai-sampai ia menderita bulimia. Ia tidak mendapatkan perhatian, even dari suaminya sendiri. Ia tidak mendapatkan dukungan atau pujian, untuk apapun yang dia lakukan, walaupun dunia memuja-muja dia. Ada pemikiran bahwa warga istana "cemburu" akan kepopuleran Diana.

Sebelum melihat di Metro TV kemarin, Oma kira Diana baru 'melek' melihat realita istana dan menjadi stress berat tuh setelah beberapa bulan atau tahun tinggal di istana. No,.. no,.. ternyata tidak! Diana sudah stress dan mengidap bulimia even BEFORE the wedding! Tepatnya 4 hari sebelum hari pernikahannya, ia mulai menderita penyakit bulimia. And, there was no turning back.

Kasian ya?
Oma langsung berpikir, kalau Oma jadi Lady Di, pastilah Oma akan kabuuur! Running away! Gila apa harus menikah dengan keluarga horor seperti itu (no offense ya, ini hanya mengutip dari acara Metro TV kemarin. Lagian kalo Prince William yang melamar Oma, uuuh,... Oma will definately consider it, donk! ^^)..

Tapii,... pas Oma ngomong gitu, Oma jadi sadar. Kalau Lady Diana tidak masuk ke istana, ia tidak akan menjadi The Lady Diana. She would be just a normal Diana, a girl next door. Semua tindakan sosialnya tidak akan diliput oleh stasiun TV dari seluruh dunia. Tidak akan ada buku biografi tentang dirinya. Tidak akan ada jutaan orang pengagum dan pendukung Lady Diana. Dia tidak akan mungkin keliling dunia untuk 'menyentuh' kehidupan banyak orang.

Kalau ia hanya jadi ordinary Diana, kegiatan 'terbesar' yang mungkin ia lakukan adalah join local NGO, trus ikutan volunteer job, kalau dia sudah menikah, mungkin dia akan aktif mengunjungi panti asuhan, panti jompo. That's it! Ngga lebih!

Yeah, ternyata dibutuhkan pengorbanan yang besar untuk menyentuh kehidupan banyak orang, untuk mewujudkan impiannya, dan mungkin untuk membuktikan pada khalayak bahwa Diana, bukanlah cewek matre pengeruk harta istana, tapi dia punya hati yang benar-benar mulia.

This posting is dedicated to Lady Di, especially to his eldest son :P

23 May 2008

Shopping Festival - versi Oma

Bukan hanya Malaysia dan Singapore yang punya Shopping Fair or Shopping Festival. Tahun ini, Surabaya mengadakan Surabaya Shopping Festival atau SSF 2008. Dimana-mana ada diskon! Mulai dari restaurant, salon, butik, toko elektronik, toko mebel, toko buku, sampai showroom mobil. Semuanya memakain label 'Surabaya Shopping Festival 2008'.

Hanya Tuhan yang tahu apakah mereka benar-benar memberikan diskon atau hanya sekedar tipu daya untuk meningkatkan animo pengunjung.



Yang pasti, Surabaya benar-benar ramai. Mall penuh sesak dengan manusia, yang notabene bukan hanya dari kota Surabaya. Banyak pendatang dari Sidoarjo, Kediri, Malang dan even Jakarta yang bela-belain untuk datang ke Surabaya, hanya untuk SHOPPING. .

Acaranya macem-macem, ada belanja murah meriah (pastinyaaa), fashion show, lucky draw, pameran, lomba-lomba, tapi buat Oma yang paling heboh dan yang paling TIDAK AKAN Oma lakukan lagi adalah Late Night Shopping. Jadi toko-toko di mall buka sampai jam 1 malam dan restonya sampai jam 2. Edan!!! Dan diskonnya ngga terlalu banting harga banget!
Pokoknya nggak banget deh untuk dilakukan lagi, apalagi kalo besoknya harus ngantor. Huh, NO WAY! Tapi seru sih, once in a life time experience, lah!

Melihat gegap gempita Surabaya Shopping Festival, Oma jadi berpikir, apa Pasar Keputran, Pasar Ngagel dan Pasar di kompleks-kompleks perumahan juga ikut serta dalam kemeriahan Surabaya Shopping Festival?

Apa minyak, gula, telur, cabe dan sayur-mayur juga ikutan didiskon?
Memang benar Pasar Keputran ikutan late night shopping, hehehe,..
secara mereka always buka dari lepas Maghrib sampai lepas midnight :P Tapi, apa mereka ikutan pasang aksi 'harga miring'?

Nah, yang jadi pertanyaan masyarakat Surabaya hari ini, apa pom bensin di Surabaya juga akan ikutan Surabaya Shopping Festival? Harga bensin naek, bow!

Oma pun berpikir, kenapa Oma ngga ikutan mengadakan Surabaya Shopping Festival?


Kalo di Omaland (beda tipis ama disneyland - yang artinya Pulau Oma), akan ada juga tuh Shopping Festival. Namun, yang di-sale tuh beras, elpiji, sayur-mayur, buah-buahan, telur, cabe, daging dan susu. Buat yang belanja di atas 100 Uma (Uma = uang oma; 100 Uma = 100ribu rupiah), Anda bisa mendapatkan isi bensin gratis. Asyik, kan?

Lomba-lomba juga ada donk! Lomba masak, dan hasilnya akan dibagikan ke rakyat yang tidak mampu. Lomba membangun rumah untuk anak-anak jalanan. Acara amal untuk fundraising uang sekolah dan kuliah anak-anak yang tidak mampu. Lomba belanja Sembako sebanyak-banyaknya, yang menang boleh keep all the stuff, yang kalah harus share sembakonya dengan para tetangga.


Buat para pelajar dan mahasiswa juga bisa donk menikmati Shopping Festival. Buat yang rangking 1-5, boleh beli 1 buku import fiction, 2 buku import non-fiction, 2 buku lokal fiksi, 3 buku lokal non-fiksi, dan bole belanja 1 baju, 1 celana, 1 sepatu dan 1 accessories secara GRATIS. Yang rangking 6 - 10 bole beli buku-buku aja dan 1 baju. Bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin beli komputer/laptop, bagi yang rangking 1 di kelasnya, boleh membeli komputer dengan cicilan 0% selama seumur hidup. Yang rangking 2 - 5 mendapatkan cicilan 0% selama 20 tahun, dan rangking 6 - 10 selama 10 tahun.

Itulah Shoping Festival versi Oma.

Kira-kira Anda pilih ikutan yang mana?

22 May 2008

Oma dan Musicians


Beberapa hari ini, Oma bener-bener lagi feel romantic banget! Oma jadi inget-inget masa lalu, inget-inget pas SMA. Ada yang bilang ini early pre-pre-menopause syndrome *serius amat istilahnya* yang maksudnya,… perasaan uda tua jadi inget-inget masa muda supaya kerasa muda lagi. Getuuu,…

Pikiran Oma tiba-tiba melayang ke jaman-jaman SMP – SMA. Dimana boysband atau grup-grup band seperti Oasis dan Travis mulai beken-bekennya. Nick Carter, Ronan Keating, Liam, wah semua cowok-cowok keren! Berbeda dengan kebanyakan orang yang biasanya jatuh cinta dengan vokalis sebuah band (atau lead vocal sebuah Boysband), Oma lebih suka someone yang agak ‘tersembunyi’. Like a drummer!

Dari dulu, Oma suka banget sama drummer. Entah gayanya yang keren, entah karena impian Oma dulu pengen jadi drummer dan ngga keturutan, tapi yang pasti Oma loved drummer. Hm,… drummernya One Way adalah the first drummer yang Oma suka. Mpe sekarang masih suka, tapi uda tidak seheboh dulu. Trus, setelah itu suka banget ama drummer nya Padi – Yoyok, dilanjutkan dengan si Tyo Nugros – ex Dewa (the coolest drummer), dan banyak drummer-drummer lain. Sekarang drummer paling sangar versi Oma adalah drummernya Nidji (lupa namanya sapa). Mukanya lutu, badannya kekar, heheheh :D

Hm,… mungkin ini salah satu alasannya kenapa Oma dulu naksir ama Stefy ya. Dia dulu drummer di gerejanya. Hehehhe,… could be. Sayang sekarang uda ngga lagi, jadi uda ngga senaksir dulu lagi. Wekekkeek :P

Trus, pikiran Oma melayang lagi pas jaman kuliah. Dulu Oma sempat 6 bulan kuliah di Inggris. My dreamland. Pokoknya I had a good time di sana. Dan I met another musician yang kereeeen sekali. Namanya Mark (real name, lho!). Oma ketemu ama Mark pas ikutan retreat di Reading, sebuah kota deket London. Dia adalah MC, sekaligus lead vocal, dan gitaris di band yang tampil di Retreat itu.

Mark = gondrong + pendek + murah senyum + suara wueeenakk + buaeeekk

Wah, saat itu Oma bisa dibilang naksir ama dia. Hehehhhe,… Mark adalah Brithis born Chinese. Jadi dia cina hongkong, tapi lahir dan besar di Inggris. Bisa Anda bayangkan betapa kerennya? Jadi muka Asia yang ganteng, tapi accent-nya BRITISH ABIISSS!!! Hadoooh,…… *ngiler*

Namun, kisah itu hanyalah part of my 6 months. Jadi, ketika exchange program nya selesai, kisah cinta Oma pun juga berakhir. Hiks hiks,… hehehhe. Namanya juga naksir-naksiran doank! So, sekarang uda ga pernah contact2 lagi. Dan Mark adalah artis keren di Hongkong. Ga percaya? Go to
his website. Hati-hati, bisa bikin ngiler!

Hm,… kenapa ya always a musician? Mungkin karena mereka keren. Mungkin karena Oma sendiri lahir dan besar di dunia musik.

Ada yang pernah berpesan “Oma, suka-suka, ngefans-ngefans bole-bole aja. Tapi hati-hati ya, jangan sampai lebih jauh dari itu lho ya!”

Ah, dulu pesan ini ngga Oma gubis gubris. “Ngga mungkin lagi terjadi lebih jauh! Secara kan cuman ngefans!! Lagian kalo Oma ngefans ama James Blunt, bisa gitu pacaran ama dia? Ngga mongkeen kaleee!!

Namun, memang, mulutmu harimaumu!

Kasus yang terakhir, yang again berhubungan dengan seorang musician, membuat mata Oma terbuka bahwa ngefans dan cinta itu bedanya tipiiiiis banget. Sampai sekarang pun Oma ngga tau apa Oma pernah sayang, cinta, atau ngefans ama musician itu.

Iphien bilang “kamu penasaran!”
Ardy bilang “Hati-hati, Nie!”
Golda bilang “kamu harus doakan, Nie”
Daniel ketawa-ketawa “gara-gara aku nih!”
Winda bilang “ganteng lho, Nie!”Dan Stefy pun bilang “tuh kan. Aku bilang apa!”

Untunglah sudah tutup buku. Tidak ada lagi pusing-pusing, tidak ada lagi e-mail curhat ke Nita atau Golda. Case closed.

Pesan Oma, hati-hati buat yang sedang atau pernah ngefans-ngefans ama seseorang, like public figure. You don’t know what you wish for, guys.

Mulutmu Harimaumu.
Hoaaarrr,……..


21 May 2008

Oma dan Pilem

Akhir-akhir ini syndrome hobi nonton mulai muncul lagi. Alhasil, sebulan ini sudah ada 3 film yang Oma tonton ->> bokeeeekkk!!

Marilah kita simak sama-sama review dari Oma (it may contain spoiler, lho!):

1. Iron Man
(translated by Oma: Tukang Seterika :P)

Oma biasanya tidak suka Superhero movie, karena terlalu ngayal dan biasanya tidak sebaik komik aslinya (contohnya Hulk and Superman Returns). Namun, agak berbeda dengan the Iron Man. Inilah satu-satunya superhero movie yang Oma pengen nonton lagi, lagi dan lagi.

Berawal dari cerita si pembuat senjata yang tersohor, yang sukses dan kaya raya, bernama Tony Stark yang ingin menguasai dunia dengan senjata-senjatanya. Sampai suatu hari ia diculik dan dipaksa untuk membuat senjata yang mematikan untuk musuh. Tony melihat realita bahwa senjata-senjata ciptaanya itu ternyata berbahaya dan sudah membunuh banyak jiwa. Ya, iya disekap dan mau tak mau harus membuat senjata keinginan musuh, and he can't do nothing but think of something creative. Lalu muncullah Iron Man versi 1, yang iya buat dari besi-besi bekas dan persenjataan yang terbatas, yang ada dilokasi penculikan.

Tony Stark berhasil kabur dan kembali ke dunianya. Namun, Tony Stark sekarang berbeda. Ia mulai memikirkan nasib orang-orang yang harus mati karena senjata buatannya. Maka dari itu ia memutuskan untuk menutup perusahaannya, yang disambut dengan sangat tidak baik oleh partner kerjanya Obadiah Stane. Singkat cerita, Tony Stark membuat Iron Man completed version untuk melawan kejahatan. And op kors, happy ending.

Cerita Iron Man berbeda karena ada (baca: banyak) nuansa drama di film ini. Yang paling Oma suka adalah film ini bisa dibilang begitu dekat, begitu nyata (hehehe, kayak tag product), karena bole dibilang Iron Man ini bisa saja dibuat oleh orang hebat dan kaya dan baek seperti Tony Stark. Soundtrack movie ini juga suangat kueren, terutama saat Iron Man completed version siap tempur. Wajib beli neh kayaknya!

Supporting actresses and actors nya juga keren-keren. Tidak hanya sekedar tim penggembira. Benar-benar TOTAL!

Ada yang mau nemenin Oma nonton film ini lagi?

Nilai: 8 JEMPOL (out of 10 jempol)

2. The Chronicle of Narnia: Prince Caspian

Sebelum nonton film ini, seorang rekan kerja memberikan pesan-pesan sponsor "yang jadi Prince Caspian guanteeeeeeeeeeng!!" Okeeh,... seganteng apa sih?

Menonton film Narnia bersama adik berusia 8 tahun sangatlah TIDAK recommended, apalagi adik seculas adiknya Oma. Hampir setiap ganti scene, dia selalu bilang "ini apa?" atau "ini sapa?" atau "kok bisa gini?" Kadang pertanyaan itu berganti dengan statement "cik, takuut!" atau yang paling parah "KEBELET PIPIS BANGET!! Anterin ya cik!" Bagooooooss

Back to the film, Oma mau kasih semua jempol yang Oma punya untuk film ini. Di film Narnia yang kedua ini, banyak yang berbeda; banyak hal-hal baru bermunculan. Memang ceritanya agak membingungkan di awal, yang membuat penonton bertanya-tanya "kok bisa gini?" Tapi, semua pertanyaan Anda pasti akan terjawab.

Alur cerita film ini sangat manis, gabungan antara menegangkan, mengharukan dan lucu. Aktor dan aktris yang tampil di sini juga berbeda dari film Narnia pertama. Misalnya Edmund. Di Narnia yang pertama, ia adalah seorang penjilat, mementingkan kepentingan pribadi dan bebal. Namun, di film kedua ini, ia begitu mature. Ia tidak kalah heroiknya dengan Peter. Susan mulai mengenal apa itu jatuh cinta dan Lucy pun sudah memiliki sedikit sisi kedewasaan, despite her childishness.

Prince Caspian, the new appearance, memang tampan, tapi yeah,... tampannya boysband deh! Not my type. Dia berhasil memainkan peran ini dengan baik. I like his act. Dan kalo Oma browse-browse, khususnya di Imdb.com, ternyata Prince Caspian, bernama asli Ben Barnes ini baru-baru aja beken. Belum banyak berperan di film-film Hollywood (the most popular before Narnia was Stardust). And,... HE IS BRITISH!!! *lekker ding*

Haduh, kok jadi melenceng! Ini kan review film. Ehem,... jadiii,.. intinya very recommended to watch. Because you don't know what you get until you watch it.

anyway, sekarang narnia duduk di puncak Box Office lhooo!!

Nilai: 8.5 JEMPOL (out of 10 jempol)

3. What Happens in Vegas

Ini masih fresh from the oven! Baru kemarin nonton.

Ceritanya shallow banget sih actually. Tapi, cukup menghibur dan membuat hari libur oma jadi penuh tawa. Aktor dan aktris utamanya adalah dua seleb hollywood yang Oma kurang suka: Aston Kutcher and Cameron Diaz.

Kenapa Oma nonton then? Yeah,.. karena akhir-akhir ini jarang ada film yang bikin ngakak, dan notabene film ini bisa bikin ngakak (begitulah promosi Oom Gwan). Dan berangkatlah Oma nonton di Sutos XXI bersama Abang Tepi.

Karena agak telat masuk dikit, Oma jadi agak be-te, jadi agak susah ketawa di awal-awal :P Namun, pas kehebohan di Vegas terjadi, Oma mulai nyengir-nyengir. Pas mereka had to keep the marriage makin lucu lagi. Dan endingnya bikin terharu sedikit.

Ceritanya berawal dari dua orang, Joy dan Jack yang sedang butuh hiburan. Thus, mereka seperately pergi ke Vegas, dan bertemu di sana! Nah, setelah a night full of fun, drugs and alcohol, mereka accidentally got married. Masalah mulai dari sana. Actually mereka tidak saling cinta - they barely knew each other!! Tapi, tiba2 mereka dapet Jackpot 3 juta dollar. To keep the cash, mereka harus stay in marriage. Naaah,... dalam 'pernikahan palsu' inilah kelucuan terjadi. Yang awalnya saling benci, di akhir cerita, mereka saling cinta.

Kesimpulannya, menghibur but NOT GOOD! Banyak hal-hal aneh dan 'jorok' (IMHO), yang mungkin, indeed, bikin cowok nguakak kak kak, tapi bikin cewek nelen ludah dan tutup mata. Aniwe, it was very suitable movie for Stefy since He love dirty jokes about toilet and bathroom. He even wishes that one day, when we ever had a big fight in our marriage- which I hope we wouldn't - he would push me to sleep in the bathroom dan he in the bedroom. Hadoooh,....!!!

sooo,.. buat yang lagi pengen ketawa dan agak-agak desperate kayak Oma kemarin siang, bole-bole aja nonton ini? Tapi kalo disuruh pilih nonton What Happens in Vegas, Narnia atau Iron Man? Pleaseeeeeeeeee jangan nonton What Happens in Vegas ya :P

Nilai: 6 JEMPOL (out of 10 jempol)

So sekian riviu dari Oma. Semoga tidak marah-marah karena posting ini mengandung banyak spoiler. Wassalam.

19 May 2008

Romantisme Oma

Teman-teman, ijinkan Oma untuk menjadi romantis kali ini.

Oma ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk seseorang. Entah orang itu sekarang di belahan bumi bagian mana juga. Dua hal yang ingin Oma ucapkan untuknya, "terima kasih" dan "maaf".


by Marcell - Pantaskah

setiap aku teringat wajahmu
bisakah hati ini memendammu
berulangkali aku mencoba
pergi jauh melupakan dirimu

ku gelisah ku tak kuasa
menghapus kenangan indah bersamamu

pantaskah bila aku tak mampu melupakanmu
kini aku telah bersamanya
haruskah kusesali apa yang telah terjadi
aku tak mungkin denganmu

memang semua salahku melangkah
menjalani cinta yang tak mungkin
saat harus kusudahi semua
perjalanan cinta yang tak pasti

ku gelisah ku tak kuasa
menghapus yang pernah tersimpan di hati

kau kan selalu di hati

Survey membuktikan,...

Happened to visit blog punya seorang teman yang kenal semasa Sunsilk Dare to Shine, Meta, yang juga arek Suroboyo, Oma menemukan sebuah artikel berisikan polling, yang entah dari mana sumbernya, yang lucu dan membuang melongo.

Here they are: (with special feature: "Oma Says" - additional comments)

- Ternyata, warna favorit sejuta umat adalah BIRU. Warna ini dipilih 57% cowok dan 35% cewek.
Oma says "Oma termasuk yang 35% deh kayaknya. I think orang-orang pada suka biru karena warna ini terkesan 'adem'."

- Ternyata, 90% dari cowok rela melakukan apapun saat PDKT.
Oma says "ini bener banget tuh!! Cowok tuh bagus di awal, bikin sengsara di akhir. Jadi, buat yang uda ada pasangan, dan lagi tergoda dengan TTM laen yang lebih "menjanjikan", HATI-HATI, bisa jadi itu hanya 'harga promosi'. Hehehheh" --> based on pengalaman pribadi Oma.

- Ternyata, 65% cowok suka sama cewek yang sulit ditaklukkan.
Oma says "Hm,... bisa jadi benar juga. Menurut Oma, kalau ngedapetinnya aja susah, susah ilang juga. So, buat para cewek, pasang harga tinggi. jangan mau 'ditawar murah'. Buat cowok, berjuang lah lebih keras untuk mendapatkan cewek idaman (asal bukan cewek orang)."

- Ternyata, 90% cewek ingin punya kulit yang lebih putih lagi.
Oma says "Saya berarti termasuk yang 10%. I love dark, sexy skin. Eksotis gitu lhooo!"

- Ternyata, 60% cewek berangan-angan ingin operasi plastik jika punya uang banyak kelak.
Oma says "there is only one thing in my body that I want to be operated. Just one thing!" :P
- Ternyata, 50% cewek lebih suka diberi hadiah bunga, dibandingkan boneka yang dipilih 20% dan cokelat yang dipilih 15% cewek.
Oma says "hm,... Oma lebih suka dikasih PDA, laptop, kamera atau alat-alat elektronik lainnya, thank you."

- Ternyata, 65% cowok paling engga suka diatur-atur ceweknya.
Oma says "oma tidak suka mengatur dan tidak suka diatur.Hidup!!"

- Ternyata, waktu PDKT yang pas sebelum nembak atau ditembak adalah 2 minggu yang dipilih 70% cowok, dan 55% cewek.
Oma says "weks,... 2 minggu ya? Dulu Oma harus nunggu 4 bulan (exclude 3 bulan dimana Oma memendam perasaan suka, berharap dia tahu apa yang Oma rasakan *sok melo*). Hiks, lama ya!"

- Ternyata, 70% remaja menginginkan tampil selayaknya selebritis di tv.
Oma saya "waaaa,... Oma pengen jadi kayak cincha lauwrah!!" hehheheheh

Hillarious but true.

Bagaimana dengan Anda?

17 May 2008

Cari Muka – emang ilang kemana?

Akhir-akhir ini Oma banyak sekali mendengar kata ‘cari muka’. Kebanyakan dengan embel-embel kata-kata yang lain, seperti “dasar tukang cari muka!” atau “emang dia pintar cari muka!
Tiba-tiba munculnya pertanyaan lugu ala Oma “lho, muka siapa yang di cari? Emangnya ilang kemana?”

*timpuk Oma* puk,.. puk,… puk,,….

(ampun-ampun)
Gini, lho maksud Oma. Oma tuh bingung kenapa sih harus cari muka? Emang penting ya?

Cari muka, atau lebih akrab dengan sebutan CarMuk, adalah melakukan segala tindakan pura-pura di depan orang yang lebih penting atau kedudukannya lebih tinggi dari kita dengan tujuan supaya kita lebih disayang, lebih dihargai atau lebih dianggap.

Buat Oma, cari muka itu agak buang-buang energi. Iya kalo yang di’cariin mukanya’ alias yang dibaik-baikin tuh orangnya ngeh, kalo nggak ngeh?? RUGI! Kalau pun orang itu ngeh, bisa jadi ia malah sebel ngeliat kita yang sok-sok cari muka.

Jadi, ga boleh cari muka ya, Oma?

Kalo cari muka tuh lebih terkesan negative buat Oma. Kalo mau ngebaik-baikin atasan, misalnya, boleh aja. Tapi ngga perlu sampai berjuang sekuat tenaga untuk cari muka. Cukup tunjukkan aja di depan bos kerjaan kita gimana dan sampai di mana. Boleh lah dibumbu-bumbuin dikit biar kita terlihat “kinclong”, tapi ga perlu sampai ‘menjilat-jilat’ dia. Kalau kita kerja dengan tulus, pasti bos juga langsung jatuh cinta kok ama kita dan kerjaan kita. So, no CarMuk needed.

Yang lebih ga boleh adalah menghalalkan segala cara untuk mencari muka. Mulai dari memaparkan fakta palsu, mengkambing hitamkan orang lain, lempar batu sembunyi tangan, apalagi kalau sampai merugikan orang-orang yang lain. Wah,.. big NO deh buat Oma!

So, mulai sekarang, cucu-cucu Oma ngga bole cari muka lagi ya. Kan semua uda punya satu? Mau nambah? Heheheh,…
Jadi, buat yang karyawan, jangan suka cari muka ya. Cukup kerja dengan tulus, disiplin, pasti bos akan sayang ama kita. Buat yang atasan, kalau uda tau karyawannya cari muka, jangan malah ditanggapin. Jangan sampai diperdaya oleh bawahan yang pintar cari muka. Minta hikmat Tuhan aja.
Happy weekend, anyway!

15 May 2008

Present: My kids


“ADINOVITA RAHEL SIPAYUNG”
Was Born on Sunday, 11th May 2008
Weight : 3.75 Kg
Height : 52 Cm

Ini anaknya Bang Edo Sipayung dan Kak Lois Sumule
Teman buaiiik,... almost like family, and ex-housemate Oma di Meulaboh

waaaaa,.. senangnya punya ponakan lagi!!!



Kalo yang ini anak-anak yang Oma baby sit waktu di Belanda.
(Ki-Ka: Hanna, Tim, and Emily)

Sekarang uda umur berapa ya mereka? Pokoknya si Emily dan Hanna beda 1.5 tahun dan Hanna dan Tim beda 2-3 tahunan.


Jadi kangeeeen,...



Naaaaaaaaaaaaaah,... kalo yang ini uda pasti kenal kaaaann?

My beloved SISTA!!! JOAN!!

Oma dan Passport Baru

Kantor Imigrasi Surabaya Vs.KBRI Den Haag

Passport Oma akan segera overdatum, alias expired. Meaning, Oma harus segera memperbaharui, kalo ngga I will be in a big trouble (you don't know what you'll get these days).

So, akhirnya, kira-kira 1-2 minggu lalu, Oma requested ke bokap untuk ngurusin passport. Kebetulan ada tante gereja yang emang kerjanya 'makelar' passport. Jadi, dia yang ngurusin tetek bengeknya, dan kita tinggal datang, tanda tangan, foto, tanda tangan, dan JADI!

Buat yang tahu idealisme Oma, pasti akan mencibir dan bilang "kalo berbuat dosa jangan setengah-setengah." Tapi, urusan calo-mencalo di Indonesia bukanlah hal yang dianggal 'dosa' lagi, karena inilah jalan pintas yang dicari semua orang. Yet, buat Oma, agak-agak ga rela pake jasa calo.

Tapi,….. baca dulu sharing Oma berikut ini.

Begitu mendarat di gedung imigrasi, yang Oma lihat adalah mobil-mobil dan sepeda motor yang berjubel-jubel parkir. Namun, yang aneh, pintu depan sepi pengunjung. Ada sih tulisan 'Tamu Harap Lapor', tapi tidak ada satu orang pun. Untungnya Oma melihat beberapa orang menuju ke bagian belakang gedung.

Dan ternyata BENAR, lokasi foto, loket, tanda tangan dll berada di belakang gedung, dan sudah penuuuh sesak. padahal itu masih jam 9. Edan!

Sama tante gereja, Oma disuruh datang jam 9 teng! Eh,.. tapi ternyata karena kesalahan teknis, Oma baru dikasih nomor 72 (padahal pas jam 9 itu masih nomor 20). Sebel lagi deh tambahan! Jadi nunggu lamaaa (untung ada buku The Alchemist yang menemaniku).

Selama menunggu kira-kira 1 jam, Oma melihat pemandangan yang cukup bisa membuka mata tentang bagaimana pelayanan imigrasi di Indonesia. Orang-orang yang tidak memakai calo, harus rela berdesak-desakan di loket, menunggu sampai harus ngelempoh di lantai (duduk di lantai), dan berkeringat.

Lucu sekali, sebenarnya. Ada berbagai macam kalangan di ruangan imigrasi yang sempit itu. Ada kalangan tante-tante, cece-cece yang pakai tas LV atau Gucci, Oom-oom yang memakai kemeja burberry atau sepatu Bailey. Namun ada juga mbok-mbok madura yang hanya pake sewek untuk mengurus pasport, ada mas-mas yang bau keringat, sampai ada anak-anak kecil kumal.

Setelah melalui proses ini itu, mulai wawancara singkat (dan harus berbohong berstatus Mahasiswa karena kalau berstatus karyawan prosesnya lebih rumit), foto dan tanda tangan, akhirnya Oma menarik sebuah kesimpulan.

Calo bukan lagi suatu ‘dosa’ yang diharamkan, walaupun memang seharusnya kita harus pakai jalan normal. Tapi, bayangkan apa bila kita harus pakai jalan normal? Apa Oma ya harus ngelempoh di lantai? Trus nunggu berhari-hari, minta tanda tangan bapak ini dan bapak itu sendiri? Trus ngasih salam tempel dimana-mana? Sama juga bo’ong!

So, kalo tidak mau ada praktek makelar passport di Indonesia, ya pemerintah seharusnya mempermudah proses birokrasi pengurusan tetek-bengek yang berhubungan dengan pemerintahan: memperpanjang KTP, ngurus passport, surat nikah, akte kelahiran de el el.


Nah, sekarang bandingkan dengan pengalaman Oma di Belanda.

Waktu itu, Oma sedang dalam proses pengurusan Exchange Study ke Exeter, United Kingdom. Then, I realized kalo passport nya hampir expired! Ya uda, akhirnya langsung deh ke KBRI. Dengan pemikiran yang sangaaaat polos: Belanda must be better than Indonesia dalam hal-hal sepert ini.

No calo, no salam tempel, no anything!

Dari informasi di website yang Oma dapet prosesnya adalah sbb: datang, bawa dokumen2 lengkap, foto dan bayar. Ah, I was too naïve back then.

Oma datang, nanya-nanya di bagian informasi dan mulai ngisi formulir ini itu. Akhirnya Oma disuruh ke ruangan pengurusan passport (so-called), yang notabene adalah ruangan bersama. Ada beberapa orang yang juga sedang mengurus passport.

Setelah mengisi formulir, Oma tunggu sampai dipanggil untuk wawancara singkat, minta tanda tangan dan foto. Karena melihat keadaan pagi itu yang cukup lengang di kantor KBRI Den Haag, Oma positif bakalan cepet.

Ternyata, luamaaaaa!

Entah kenapa. Tapi, akhirnya, Oma mulai suspected kenapa Oma tidak dilayani. Karena Oma orang Indonesia bermata sipit. Kenapa berpikir seperti itu? Karena ada dua mbak-mbak yang datang waaaaay after Oma, tapi mereka yang dilayani duluan. Daaaan, ketika akhirnya Oma dilayani, Oma dilayani dengan sangat tidak ramah! *apa karena tidak ada salam tempel dariku?*
Oke,… Oma berusaha sabar. Tarik nafas dalam-dalam,…. Sigh! Tapi,… ada satu hal lagi yang bikin kemarahan Oma naik sampai ke ubun-ubun.

Petugas KBRI Yang Menyebalkan (PKYM): Biayanya 55 euro
Nia yang lagi be-te (NYLB): Hah???! Lho, bukannya di website 38 Euro, Pak?
PKYM: Oh, itu tidak update! Sekarang biayanya 55 Euro
NYLB: Lho, saya ini cuman bawa uang 40 euro, Pak (sambil berpikir, salah siapa coba tidak nge-update website!!) Gimana donk? Harus bayar sekarang ya, pak?
PKYM: (sambil berpikir, dasar student kere!) Iya dan sebelum jam 1.
NYLB: (noleh ke jam dinding) Yah, ini udah jam 11! Beneran nih ga boleh bayarnya pas ngambil passport.
PKYM: (menggeleng dengan angkuh dan berdiri, siap-siap untuk kabur) Nggak!!
NYLB: (udah mo nangis) Ya uda lah pak, saya cari geldautomaat (baca: ATM) dulu.

Dan, Oma benar-benar berjalan mengelilingi Den Haag (dengan sedikit menitikkan air mata karena sebal!!!!), bertanya pada hampir setiap pejalan kaki, sampai 1 jam lebih! Untunglah, Tuhan itu baik. Oma akhirnya menemukan mesin ATM Postbank dan ABN Amro. Dan 20 menit kurang dari jam 1, Oma tiba lagi di KBRI.

Rasanya, uang 55 Euro itu mau Oma lempaaar ke muka tuh petugas KBRI yang gendut, jelek, bauk,....!!!!!

Fewh,..
*tarik nafas, lepaskan, tarik nafas, lepaskan*

Nah, bisa menarik kesimpulan sendiri kan, teman-teman?

Weleh, ngurus passport aja ribetnya minta ampun!

Buat apa ada campaign 'Visit Indonesia' kalau hal-hal kecil kayak gini yang akhirnya bikin penghalang buat turis datang dan mengunjungi Indonesia.

12 May 2008

Breakfast a la Oma

Pagi-pagi gini, enaknya makan omelet.


Pake jamur yang buanyak, tomat, sedikit paprika warna-warni untuk menambah semarak warna, dan kalau angka di weight scale sedang 'aman', bisa ditambahkan keju cheddar.

Hm,.. yummy!!

Omelet enaknya dimasak 3/4 matang, jadi tidak terlalu matang, tapi juga tidak terlalu berair. Trus, kalo pagi, cukup dimakan dengan taburan sea salt dan fresh black pepper. Hm,...... *air liur mulai mengalir sampai jauuuuuuh* :P

Ternyata, di Swiss, sudah ditemukan sebuah robot koki yang bisa memasak Omelet. Bukan hanya Omelet,tapi banyak pekerjaan lain yang bisa dia kerjakan.

Seperti dikutip detikiNET dari Dvice, Senin (12/5/2008), para peneliti tersebut mengajarkan langkah-langkah memasak telur omelet. Mulai dari cara mengocok telur, memotong daging dan melemparkannya ke dalam sebuah mangkuk, serta cara memarut keju. Si robot mengingat-ingat langkah-langkah yang diajarkan tersebut, dan mempraktikkannya dengan tepat.

source berita:
DetikInet

Waduh,.. enak buangeet ya! Jadi kalo pagi, tidak usah bangun pagi-pagi untuk menyiapkan makan pagi, tapi tinggal men-tat-tit-tut si robot, dan voila! setiap pagi akan ada breakfast special untuk oma.



Robotnya bisa ngga ya, nyiapin muesli with yoghurt, fresh wholemeal bread with fresh jam or marmite, a lot of fresh fruit, and of course FRESH BREWED COFFEE.

Yummy,.....

8 May 2008

Tukang Marah Kelas Wahid

Quiz: Apakah Anda Dapat Mengontrol Emosi?

Dan Hasilnya,...

Anda Memendam Emosi Anda

Oh dear…Anda selalu memendam emosi karena khawatir lingkungan terganggu jika Anda bersikap emosional. Cara ini memang tidak membuat Anda kehilangan teman-teman, namun jika Anda tetap memelihara sikap seperti ini, tidak pula baik untuk Anda. Orang akan memberi Anda masalah berulang-ulang kali karena mereka tidak tahu bahwa Anda terganggu karena sikap mereka tersebut. Sebuah penelitian memaparkan, bahwa orang yang selalu menahan marah mempunyai kecenderungan terkena serangan jantung atau kanker lebih besar daripada mereka yang bisa mengeluarkan emosinya. Hilangkan pemikiran bahwa marah menjadikan Anda akan kehilangan segala-galanya. Marah adalah salah satu cara untuk mengekpresikan perasaan Anda. Jika perlu, lakukan. Asalkan pihak lawan juga Anda beri pengertian mengapa Anda marah kepada dia

source: FunQuiz Conectique.com

---

Oh Gosh,.. I really need to change, otherwise I would be like a greeny-simpson-like HULK. Oma emang jaraaaang banget marah, tapi Oma memendam. Jadi marah sih, tapi hanya di hati saja.


Ending-endingnya, Oma jadi makan ati dan mangkel-mangkel sendiri. Dan, parahnya lagi, Oma akan meledeak. Explode!!! *kayak tadi malam* :(

Kesimpulannya, Oma ini tukang marah KELAS WAHID, tapi cuma jago kandang, alias ga berani mengekspresikan kemarahan itu. Walhasil, jadi memendam perasaan dan,... kalo kumat, bisa MELEDAK. Dhuaaaar!!!!

"Aaaaaaaaaaargggghhhhhhhhh!!!" said Mr HULK

Duh,.... tobat ya, Oma,... tobaaaat

== Kalo ada yang pengen ngisi kuisnya, Klik Di SINI ==

7 May 2008

Beda Gemeente* dan Dispenduk Surabaya

(*Balai Kota)

Tadi pagi Oma harus ke Dispenduk Surabaya, yang lokasinya di belakang Samsat (Raya Manyar). Sebelumnya, Oma mengunjungi Bapak Polisi dulu di Polsek Tambak Sari, untuk meminta surat keterangan hilangnya Akte Kelahiran.

Ya, akte kelahiran Oma hilang (atau malah Oma tidak pernah punya Akte kelahiran? heheh). Jangan ditanya deh kenapa hilangnya. Bisa satu posting sendiri tuh!

Yang Oma mo cerita kali ini adalah keadaan, hiruk-pikuk Dispenduk Surabaya, di kala Oma mengurus permintaan kutipan kedua akte kelahiran.

Suasana di salah satu Dinas Kependudukan


Begitu memasuki Dispenduk, Oma langsung mencium aroma tembakau. Oma pun langsung melihat kabut tebal menyelimuti ruang-ruang Dispenduk; bukan karena kabut dingin, tetapi kabut itu berasal dari asap-asap rokok bapak-bapak PNS.

Loket F. Oma harus menuju ke loket F untuk meminta kutipan kedua akte kelahiran. Seorang bapak, yang lagi duduk-duduk, dengan tidak sigap membantu. Memang bapak itu tersenyum, tetapi bukan senyuman ramah. Senyum GENIT!

Begitu mengajukan keinginan untuk mendapatkan akte baru, Oma langsung disuguhi sebuah form untuk diisi. Sangat simple! Hanya isi nama, alamat dll. Ketika form itu Oma kembalikan ke loket F, ternyata si bapak genit itu tidak ada di tempat!

Oma harus menunggu 15-20 menit-an, sampai bapak itu kembali. Setelah kembali, bapak itu melampirkan selembar kertas hijau dan menjepret jadi satu dengan formulir dan berkas-berkas yang lain. “Ke loket B ya, Mbak! Trus kalau sudah, ke sini lagi.” Begitu katanya, sambil tetaaap tersenyum genit!

Akhirnya Oma ke loket B dan, of course, mengantri lagi! Tapi di loket B ini lumayan banyak pegawai yang siap membantu. Untungnya yang melayani Oma cewek, jadi tidak ada genit-genitan lagi. Ternyata di loket B ini, permintaan Oma ditulis di buku registrasi. Dibaca sekali lagi, DITULIS DI BUKU REGISTRASI (jadi no computer-computer-an at all!)

Begitu selesai diregistrasi, Oma kembali ke loket F. DAN SI BAPAK MENGHILANG LAGI!! Ada kira-kira 10 menit Oma harus menunggu, ditemani mas-mas dan bapak-bapak yang tak henti-hentinya mengepulkan asap rokok. Akhirnya Bapak Genit kembali dan Oma buru-buru menghampiri loket F dan memberikan berkas-berkas yang sudah diregsitrasi.

Setelah menunggu beberapa saat (5-10 menit-an), Oma dipanggil lagi sama Bapak genit. “Aduh, mbak ini cantiknya.” (komentar yang tidak penting!) “Mbak sekarang ke kasir, bayar dulu dan ntar balik sini lagi.”

Asem,…! Ribet amat sih! Pikir Oma.

Oma pun pergi ke loket kasir dan membayar biaya administrasi sebesar 75 Ribu. Pikir Oma, oke lah! Untung uda ga ada pungutan-pungutan liar lagi. Setelah membayar (petugas kasir ada di tempat, sehingga proses cepat), Oma kembali ke loket F dan, again,.. BAPAK GENIT TIDAK ADA!!!

Nunggu lagi,… dan untungnya cepet. Begitu bapak itu ada, langsung Oma kasih kuitansi bukti pembayaran dan berkas-berkasnya. Dan tak lama, Oma dipanggil lagi ama Bapak Genit.

Mbak, aduh,.. seneng saya ngeliat mbak. Cantik banget,” kata Bapak Genit sambil senyum-senyum. “Ini, mbak, udah kelar dan bisa diambil dalam waktu 10 hari. Biaya retribusi 50 ribu.” Kucrut! Ternyata harus ngasih salam tempet juga. “Ni Pak! Ga pake lama, lho Pak! Kan uda ngasih 50 ribu!” Dan Oma pun pergi.

Ya wes, akhirnya selesai sudah petualangan Oma ke Dispenduk. Dasar Bapak Genit nan Matre!

---

Begitu Oma nyampek di mobil, duduk, langsung Oma berpikir, “gila, beda banget ya ama Gemeente Belanda.” Di sana semuanya serba computerized.


Lambang Gemeente Amsterdam

Oma inget banget waktu ngurus ganti alamat, di gemeente Amsterdam. Begitu Oma masuk, langsung disambut dengan sebuah mesin yang menanyakan tujuan kita. Begitu memencet tombol “adres wijzigen (merubah alamat)” langsung muncul kertas bertuliskan nomor antrian.

Oma langsung menuju ruang tunggu dan menunggu di sana. BEBAS asap rokok dan ditemani buku-buku menarik. Ada bagian khusus untuk anak-anak, yang dilengkapi dengan TV yang memutar video Disney, buku-buku anak-anak, dan mini playground.

Oma tidak usa menunggu-nunggu di depan loket, karena Oma hanya perlu melihat ke monitor, untuk memantau kapan giliran Oma. Begitu dipanggil menuju ke loket, Oma tinggal menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan. Menunggu sembari terus berdiri di depan loket dan tidak sampai 10 menit,.. voila! Selesaaaii!!

Semua proses dilakukan dengan komputer, jadi data-data Oma di seluruh Belanda sudah berubah dengan sendirinya. Tanpa perlu salam temple, tanpa perlu mengantri berjam-jam tiada guna, tanpa perlu bolos kantor, karena semuanya serba cepat!

Hebat.

Kapan ya Indonesia bisa se-efektif dan se-efisien itu?

2 May 2008

Oma berpidato - Hardiknas 2008

Inilah pidato (baca: e-mail blasting) yang Oma tulis untuk karyawan D~NET Surabaya

---

Kepada Teman-teman D~NET,

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hari ini kita bisa memperingati Hardiknas 2008.

Saya, sebagai CSR coordinator ingin mengajak kita semua untuk lebih peduli dengan pendidikan. D~NET punya berbagai event yang bertajuk D~NET Peduli Pendidikan, salah satunya adalah D~NET & Partners Peduli Pendidikan yang akan segera diadakan di bulan Mei 2008 ini. Namun, sebagai keluarga besar D~NET, seberapa peduli sih kita terhadap pendidikan?

Sejumlah surat kabar hari ini mengulas berbagai fenomena di dunia pendidikan: bagaimana pemerintah masih saja memandang sebelah mata dunia pendidikan. Sebagai bangsa Indonesia, dan sebagai warga D~NET yang peduli pendidikan, dengan apa kita bisa merayakan Hari Pendidikan Nasional 2008 ini?

Kebanyakan orang memosisikan pendidikan sekedar sebagai wahana guna mendapatkan pekerjaan dan uang. Jadi, setelah lulus sekolah/kuliah, kita anggap proses belajar itu selesai. Padahal, kalau kita lihat secara holistic, hidup ini adalah proses belajar. Selama kita hidup, kita tidak akan pernah berhenti belajar.
Ada pula yang mengatakan bahwa pendidikan bertujuan mendewasakan, menghasilkan manusia sebagai agent of change, dimana kita bisa terus-menerus belajar dan membuat perubahan-perubahan yang positif. So, kita, sebagai generasi muda penerus bangsa tidak boleh segan-segan untuk menikmati pendidikan (baca: belajar) dan menularkan perubahan positif itu pada orang-orang di sekitar kita.

Marilah dengan kesadaran ini, kita merayakan hari pendidikan nasional 2008. Marilah kita tidak segan-segan untuk terus belajar dan belajar dan belajar, karena semakin modern dunia ini, semakin kita dituntut untuk mempelajari banyak hal baru. Be an agent of change!

Sudah siapkah Anda untuk menghadapi tantangan era globalisasi yang kompetitif?

Selamat hari pendidikan nasional 2008.

Merdeka!



Source: Jawapos 2 Mei 2008