25 December 2007

Pesan Natal #1


Tahun ini, Nie senang banget karena, finally, bisa merayakan Natal bersama keluarga. Kalau tahun kemarin, Nie merasa homesick (read: kangen temen-temen dan keluarga di Belanda), tahun ini Nie benar-benar sembuh dari homesick. Nie merasa home again.


24 Desember 2007

Nie pergi ke kebaktian malam Natal GKI Sulung di Tunjungan Plaza, bersama keluarga dan Stefy.

Mungkin ada yang pernah denger curhat Nie tentang kisah di GKI Sulung waktu jaman SMA. Nie punya banyak sekali memories, especially bad ones. So, kemarin ketika Nie harus duduk di antara ratusan jemaat GKI Sulung, Nie merasa VERY AWKWARD. Duduk ngga enak, berdiri nggak enak, gerak juga nggak enak. Nie merasa diawasi (kayaknya ada orang yang bilang "I am watching you" - kayak Joey di Friends).

Oh, di sebelah kiri ada si Anu yang pernah ngerasani (baca: menggosip) Nie.

Oh, no, di belakang ada si Itu yang dulu bener-bener bikin Nie sakit hati.

Nah itu, Tante di depan itu, dia tuh bikin keluarga Nie jadi sengsara.

Apalagi orang yang pake kacamata itu, wah dia tuh munafik!


My goodness, Am I celebrating Christmas or Am I about to re-crucify Him?

Nie sadar kalau sedang berada di KEBAKTIAN NATAL dan menyalahkan orang lain sama sekali tidak mengurangi atau bahkan mengobati rasa sakit hati Nie pada orang-orang itu.

So, that's Christmas. Ketika kita sadar kalau kita manusia berdosa, dan membutuhkan sang penyelamat untuk menyucikan kita dari dosa.

The question is whether you want to accept Him and let He cure your pain or you are being stubborn and refuse His loving hands.

Nie pulang ke rumah dengan satu janji, bahwa Nie tidak akan mengotori hari Natal 2007 ini dengan kebencian. Nie sudah sangat bersyukur bisa bersama-sama dengan keluarga dan Stefy yang sangat Nie kasihi. Dan, Nie harus membuktikan bahwa Nie juga bisa memberikan kasih itu kepada orang-orang lain.

..because Christmas is love in action.

So, Merry Christmas, Everybody

21 December 2007

Lesson for Oma today


Semenjak hari pertama ia memasuki ruang kelas tujuhku, Willard P. Franklin hidup dalam dunianya sendiri, menutup diri dari teman-teman sekelasnya dan dari aku, gurunya. Situasi itu tampaknya tidak akan berubah.


Semua usahaku untuk menjalin hubungan bersahabat dengannya sama sekali tidak mendapat tanggapan. Bahkan sapaan "Selamat pagi, Willard," hanya ditanggapi dengan sebuah gumam pendek. Teman-teman sekelasnya juga tidak mendapat tanggapannya. Willard murni seorang penyendiri, tidak mempunyai keinginan atau kebutuhan untuk menurunkan penghalang kebisuan yang telah dipasangnya. Pakaiannya bersih tapi modelnya sama sekali bukan model yang terbaru. Ia bisa menjadi trendsetter karena pakaiannya mempunyai penampilan "pakaian bekas" sebelum gaya itu populer.

Tak lama setelah liburan Thanksgiving, kami mendapat pengumuman mengenai pengumpulan sumbangan Natal tahunan.

"Natal adalah musim memberi," kataku kepada murid-muridku. "Di sekolah ini ada beberapa murid yang mungkin tidak mengalami musim liburan yang bahagia. Dengan berpartisipasi dalam pengumpulan sumbangan Natal kita, kalian akan membantu membelikan makanan, pakaian dan mainan untuk orang-orang yang memerlukannya. Kalian bisa membawa sumbangan kalian besok."

Ketika aku mengumpulkan sumbangan kelasku keesoan harinya, ternyata semua muridku lupa - semua kecuali Willard P. Franklin. Anak laki-laki itu memasukkan tangan dalam saku celananya saat ia berjalan ke mejaku. Dengan hati-hati ia menjatuhkan sekeping uang logam lima sen ke dalam tempat sumbangan.

"Aku tidak memerlukan susu untuk makan siang," gumamnya. Sesaat, hanya sesaat, ia tersenyum. Aku mengamatinya berbalik dan berjalan kembali ke mejanya.

Malam itu, setelah jam sekolah, kubawa sumbangan kami yang hanya terdiri atas satu keping uang logam lima sen ke kepala sekolah. Aku tak bisa menahan diri untuk tidak memberitahukan identitas si pemberi dan berbagi insiden itu dengan kepala sekolah.

"Mungkin aku salah, tapi menurutku Willard mungkin siap untuk menjadi bagian dari dunia di sekitarnya," kataku.

"Ya, menurutku kejadian ini memberi kita harapan," ia mengangguk. "Dan perasaanku mengatakan bahwa kita mungkin akan mendapat manfaat dari kesediaannya untuk berbagi dunianya dengan kita. Aku baru saja menerima daftar keluarga miskin di sekolah kita yang paling memerlukan bantuan sumbangan Natal. Ini, lihatlah."

Ketika aku menunduk untuk membacanya, aku melihat bahwa nama Willard P. Franklin dan keluarganya menempati posisi pertama dalam daftar itu.

(Source: Jawaban.COM - Sumbangan Murid)

Christmas is about giving. When you give and when you love, Christmas happens in your heart. Met Natal dari Oma Nia :)

20 December 2007

Adil or No Adil?

Adakah keadilan di muka bumi ini?

Nampaknya Nie harus mengakui kalo sudah merasa kecewa karena di lingkungan terdekat pun, Nie tidak menemukan keadilan (kalau keadilan di dunia, especially di Indonesia, sudah tidak perlu ditangisi. Bisa abis stock air mata! :P). Tapi, setelah kecewa, nangis-nangis dan marah-marah, Nie jadi mikir, apa sih tolak ukur keadilan?

Kalau kita dan adik or kakak kita dapat jatah mainan yang sama?

Kalau kita dan sahabat kita diterima kerja di tempat yang sama?

Kalau kita dan pacar kita sama-sama dapat menikmati karir yang sukses?
Atau kalau sesama rekan kerja dengan posisi yang sama mendapatkan nilai gaji yang sama?

Ternyata keadilan itu relatif. Entah memang statusnya yang relatif atau karena banyak pihak-pihak yang membuatnya bersifat demikian. Namun, Nie merasa, untuk urusan kakak adik, ngga selamanya mereka mendapatkan hal yang sama persis. Ada faktor orang tua yang lebih sayang ke kakak atau ke adiknya. Ada juga faktor kebutuhan. Bisa juga dipengaruhi dengan faktor pintarnya (atau kalau negatifnya, licik) sang anak mengambil hati si orang tua.

Untuk urusan teman atau pacar, sifatnya malah lebih relatif dan flexible. Hampir semua teman Nie, dalam hal ini teman dekat, yang memiliki 'nasib' yang berbeda-beda. Ada yang jadi entrepreneur, ada yang jadi business woman, ada yang bersiap untuk menimang seorang anak, ada yang menjadi pekerja sosial ke desa-desa, ada yang malah nganggur di rumah belum menentukan 'nasib'nya mau ke mana.


So, what is justice?
Hm,... kayaknya Nie sulit untuk mendeskripsikannya. But, I will go for this definition: "keadilan adalah ketika kita sudah melakukan kewajiban dan mendaptkan hak yang memang milik kita."


Ngga usah ngurusin orang lain, deh, Nie!

Yap, I know. Emang benar. Apapun yang orang lain dapat, apapun yang orang lain punya, yang Nie ngga punya, itu urusan mereka. Yang pasti, Nie bisa hidup dan mendapatkan 'bayaran' atas apa yang Nie lakukan, sesuai dengan ketentuan.


I think
, keadilan tuh masih belum nampak di muka bumi. So, keadilan cuma punya Tuhan ya, kayaknya

18 December 2007

Liburan sebentar lagi

Sniff,.. sniff,..

Nie uda mencium aroma liburan. Yum,.. yum,... lebih enak dari aroma sushi tei atau aroma ikan bakar.

Nie sudah membayangkan nikmatnya liburan kali ini, apalagi ini adalah liburan Natal PERTAMA bersama keluarga, setelah 5 TAHUN (4 tahun di belanda, 1 tahun di Aceh). Finally,.. bisa berkumpul lagi dan merayakan natal bersama keluarga (dan tentu si Abang, donk!).

So, inilah menu special liburan Natal dan Tahun Baru 2007 - 2008:

1. Mbangkong,.... alias bobok sampek siang!!!! Kalo bisa sampek jam 12, Nie akan bangun jam 12! Hehehhe,..

2. Nonton semua Soap Opera yang belum Nie tonton. Mulai dari One Tree Hill sampek Ugly Betty, trus Greg's Anatomy, trus juga Heroes season 2. SEMUA!!

3. MASAAAAAAK!! Ya ampuuun,.. uda lama tak masak dan bikin kue. Kali ini akan membuat Potato Pizza dan Moussaka untuk dibagi-bagikan ke teman-teman dan saudara-saudara. Mauuu,...?? Yum,.. yum,..

4. Jalan-jalan!!! WAJIB!! Kemana? Hehehehe,... rahasia!! \:D/

5. TIDURRRR!! Eh, uda disebutin ya? :P

6. bersihin kamar (sangat tidak enjoy untuk dilakukan di hari liburan yang tentram. tapi HARUS!!)

7. BACA BUKU!!! Sudah ada beberapa buku di kamar Nie yang nasibnya tidak jelas, karena cuma berstatus 'baru dipegang' :P jadi harus BACA BUKU!!!

8. Last but not least,... Spa, Pijat dan TIDUR. Heheheh,.. really need a good rest.

So,... acara liburan saya sangat padat! Hehehehhe,... bagi Anda yang berminat untuk mengajak saya jalan-jalan, please make appointment beforehand. Hehehehe,.. sok sibuk lu, Oma!

Pindahan, Euy!

Blog Nie telah pindah ke http://omabercerita.blogspot.com

15 December 2007

Bertahan

Lihat aku di sini
Kau lukai
hati dan perasaan ini


Tapi entah mengapa
aku bisa
memberikan maaf padamu


Mungkin karena cinta padamu
tulus dari dasar hatiku

---

Lagu di atas judulnya adalah Bertahan, dinyanyikan oleh Rama. Beberapa hari yang lalu, Nie mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya (maklum agak kuper untuk lagu-lagu baru). Karena tidak merasa ada yang special dengan lagu ini,, dan secara yang nyanyi juga tipe-tipe cowok yang mati segan hidup tak mau, Nie cuek aja mendengarkan lagu ini. Lalu tiba-tiba, Stefy bilang “ini adalah lagu yang menemani aku. Ceritanya persis banget sama aku.”

Trus, Nie dengarkan lagi lagunya dengan seksama.

Lihat aku di sini
Bertahan
walau kau s’lalu menyakiti

Hingga air mataku
tak dapat
menetes dan habis terurai

Mungkin karena
cinta
padamu
tulus dari dasar hatiku


Dengan cueknya, Nie bilang “Ah, berlebihan, mosok aku pernah menyakiti kamu segitunya!Dia diam. Tidak ketawa, tidak cekakakan, hanya diam, dengan wajah yang cukup serius. Nie bingung, kapan ya Nie pernah menyakiti Stefy sebegitunya. Perasaan dulu pas di Belanda nggak pernah melakukan hal-hal yang nista.

Heh, yang bener, yang, kapan aku pernah nyakitin kamu sebegitunya? Emang aku pernah buat apa pas di Belanda?” Stefy tetap ngga jawab. Nie bingung.

Lama Nie berpikir dan,.. voila! Ternyata yang dimaksud Stefy adalah saat Nie ‘main-main’ dengan Mr. his-name-should-not-be-mentioned. “Ya ampun, itu toh maksudnya!” (ungkapan yang sangat bego untuk diucapkan di saat-saat mellow-bellow seperti itu). Kata Nie dengan segala kepolosan.


Kejadian you-know-what sudah berlalu, kira-kira 1,5 tahun. Nie ngga pernah nyangka kalau peristiwa itu telah menorehkan luka sedalam-dalamnya di hati Stefy. Nie pikir itu adalah sebuah kebodohan yang everybody does it, dan Stefy must have understood that. Ternyata tidak! Ternyata peristiwa itu benar-benar membuat Stefy bertanya: “is this pain worth the love I have for this woman?

Dan pada saat itu pula, Nie bertanya “Do I really like this guy (read: Mr. his-name-should-not-be-mentioned) that I could love him?

Hidden crisis, itulah yang terjadi pada saat itu. Nie, yang sekarang bingung kenapa dulu ngga bisa melukapan Mr. the-name-should-not-be-mentioned, pada saat itu sangat susah untuk tidak berhubungan dengan Mr. his-name-should-not-be-mentioned. Stefy, yang sangat benci pada Mr. his-name-should-not-be-mentioned dan tidak habis pikir what was on my mind, merasa udah give up menasehati Nie dan merasa kehilangan harga dirinya.

Nie tahu, hanya ada satu pribadi yang memegang kuat hubungan kami. He is called Jesus Christ. First, Dia memegang kuat tali hubungan kami, dan kedua, Ia meletakkan everlasting forgiveness in Stefy’s heart, sehingga ia mampu mengampuni Nie dan menyayangi Nie seperti sedia kala.

Meski
kau terus sakiti aku
Cinta ini
akan selalu memaafkan

Dan aku
percaya nanti engkau
Mengerti
bila cintaku takkan mati


Praise the Lord, semuanya sekarang much better dari sebelum-belumnya. Nie sekarang sudah tahan mental, biarpun Mr. his-name-should-not-be-mentioned tiap hari nongol di chat room atau kirim SMS or telpon, Nie sudah tidak ‘tergoda’. Mungkin benar kata Iphien, once upon a time, “kamu tuh cuma penasaran, Nie!

Sekarang, yang Nie takutin mungkin cuma satu, kalau one day Stefy ketemu (lagi) dengan Mr. his-name-should-not-be-mentioned, karena Stefy uda janji, dia bakal ngajakin Mr. his-name-should-not-be-mentioned having Men’s talk (please help me to define what Men's talk supposes to mean)

Sigh,…..

13 December 2007

Stupid Me!

(from an article titled 'Cape Deh!")

Seorang pemuda miskin Inggris ingin menjadi orang yang kaya. Ia mengumpulkan uang ponsterling demi ponsterling, bermaksud untuk mengadu nasib di benua Amerika. Dia berpikir di Amerika pasti pekerjaan yang membutuhkan tenaganya. Setelah uang terkumpul, ia lalu berkemas meninggalkan negaranya dan pergi ke negeri impian menggunakan kapal laut.

Uang yang ia miliki hanya pas-pasan, hanya cukup untuk membeli tiket saja. Hari pertama di dalam kapal ia merasa lapar, tapi dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan. Akhirnya ia tahan rasa laparnya. Dan hal ini berlangsung selama tiga hari. Di hari yang ketiga ia tidak kuat lagi menahan rasa laparnya. Ia berpikir, "Aku lapar sekali. Lebih baik aku turun dan makan. Soal bayar, bagaimana nanti saja yang penting aku makan dulu."

Pemuda itu turun ke restoran yang ada di dalam kapal tersebut, dan dia memesan makanan yang sangat banyak. Setelah ia menyantap dengan lahapnya, ia merasa kenyang dan bersikap seperti orang yang memiliki uang. Ia pun memanggil pelayan yang sudah menyiapkan makanannya tadi. "Pelayan berapa jumlahnya yang harus kubayar?", tanyanya dengan sedikit was-was karena kalau tidak dapat membayar ia akan dipukuli oleh "jagoan" kapal atau dimasukkan ke dalam gudang sampai kapalnya berlabuh.

Pelayan menjawab sambil tersenyum, "Tenang tuan, tidak usah membayar satu sen pun. Sebab ketika tuan beli tiket kapal ini, itu sudah termasuk makan tiga kali dalam sehari!" Betapa kagetnya pemuda itu, padahal ia sudah menahan lapar selama 3 hari.

Saudara, mungkin Anda mengatakan betapa bodohnya pemuda itu. Kenapa ia tidak bertanya ketika membeli tiket itu? Padahal seringkali kita pun melakukan seperti apa yang dilakukan pemuda itu. Kok bisa?





Ya, karena terkadang Anda takut akan kebutuhan Anda sehari-hari: keperluan anak sekolah, biaya untuk makan, kebutuhan rumah tangga dan berbagai keperluan lainnya. Coba Anda renungkan hal ini. Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk menyediakan tempat di surga saja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita di dunia ini sudah IA sediakan. Bahkan IA sudah sediakan berlimpah.

Jadi tidak ada alasan lagi untuk cemas akan penghidupan ini. Tidak ada lagi untuk takut, karena ada tertulis, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus". Biar Dia yang bekerja dan Anda melakukan bagian yang Anda harus lakukan yaitu percaya pada janji-Nya.

Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini selain percaya dan menyerahkan hidup kita ke dalam tangan-Nya.

Source: Jawaban.Com

Ibrani 2:8
segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

11 December 2007

Red Birthday

Red B'day, kayaknya so bloody, atau so thiller movie ya? No, this post is about my last birthday, which I just celebrated (buat yang blom kasih selamat, "HOW DARE YOU?!!" hehehhe) .

As I have posted a blog about how I actually felt about birthday, Nie mencoba untuk think postively about it. Meskipun Nie uda jatuh, tapi Nie pengen dan HARUS bisa bangkit. "And why do we fall? So we can learn to pick ourselves up... "

Nie akui, banyak sekali distraction yang membuat Nie jauh dari Tuhan, jauh dari being nice and wise. Namun, banyak sekali resolusi yang Nie buat untuk menciptakan "a better version of Nie". And, trust me, I am working on it.

Anyway, last birthday was not that awful, because there have been some sparkles during my birthday and after my birthday. Darimana lagi kalo bukan dari si Abang ganteng, Stefy, heheheh. Bangun pagi, Nie dikejutkan dengan telpon dari Stefy. "Baru bangun? Aku di depan kamarmu lho!" Secara Stefy TUKANG BOHONG (note on this!), Nie ngga percaya. "Aku buka pintunya ya!" kata Stefy. And HE WAS outside my bedroom.

Akhirnya dapat ucapan selamat ulang tahun, dan cup cup di pipi :D (Ardy, read this carefully, cium di PIPI!!) Trus disuruh tunggu bentar sama Stefy, saying "tunggu ya, ini mungkin may take a while." Nie mikirnya bakal dibawain boneka guedeeee atau dibawain parcel berisi IPhone, IPod dan MacBook yang ditaruh di keranjang dan dipenuhi dengan bunga-bunga (impian yang SANGAT NGAYAL!). Nie pun menanti dengan sambar sambil mulet2 (read: stretching).

Knock,.. knock.

Masuklah si Abang Ganteng ke kamar dengan membawa cake mungkin dan lilin 1 biji. HUAAA,... so swiiitt, lucuuuu!!! Nie made a wish and meniup lilin. Hm,... wish nya ngga bole di mention di sini dooonk!!

"Wait another second," he said. Waduh,.. apalagi nih! Kembali muncul pemikiran-pemikiran ngayal melanjutkan impian yang tadi. Hm,.... apa yaaaaaa.

Dan datanglah Stefy ke kamarku membawa, A BOUQUET of RED ROSES. HAHAHAHAHHAHAH,…. Ngagak abis!! En, jangan salah, Stefy pun ngakak!!!

FYI, Kami berdua tidak terlalu adore flower, or Red Roses, or white lilies, or any flowers. I used to hate flowers thinking it was just a waste of money. But when I was in the Netherlands, I started to like it. Yet, I, and Stefy, cannot see flowers as a symbol of love of romantics. Thus, we laughed and laughed!

I liked his bouquet. It was the most beautiful roses in the world (of course lah,.. dari pacar gitu lho!), mengingat pengorbanan Stefy yang harus bangun jam 5 pagi untuk pergi ke pasar bunga dan memilih bunga mawar. Hahahahahha,.. (masih blum bisa berhenti ketawa).

Yes, it was the most beautiful 23 red roses bouquet I have ever had.


Ternyata, oh, ternyata, surprise-nya ngga berhenti di situ. Kemarin sabtu, Nie ‘diculik’ (meaning: Nie disuruh dandan rapi dan diajak ‘malam mingguan’). Nie punya feeling kalo bakal diajak makan. Dan ternyata benar!!! Dan ternyataaa,.. makan di KIZAHASHIthe most delicious (yet, very expensive) Japanese restaurant in Surabaya. Yum, yum, yum, Stefy knew exactly that he had to win my love by winning my stomach first, heheheheh….

Sekarang, Nie menunggu surprise selanjuntnya, karena, kata Stefy, surprise ini baru akan berakhir tanggal 14 Desember. Buset!!

So, Darling, I am waiting for the next to-be-continued surprise. P.S. I Love You

1 December 2007

Culture Shift

Beberapa hari yang lalu, Nie sedang berdiri di depan rumah menanti jemputan. Be-te juga, karena pagi-pagi sudah panas banget. Padahal itu baru pukul tujuh something. Unbelievable!

Namun pagi itu ada yang bisa bikin Nie ketawa, ngga terbahak-bahak sih, karena itu di depan rumah dan, fyi, banyak orang wora-wiri di depan rumah Nie. Seorang tukang jamu dengan keretanya yang didorong melintasi rumah Nie. Kalau biasanya tukang jamu identik dengan lagu dangdut yang ngga jelas penyanyinya sapa, yang diputar keras-keras, sampai yang tinggal di ujung kompleks pun denger; kali ini tukang jamunya ‘dare to be different’. Kalau bole Nie bilang, tukang jamunya gaul abiez!



Anda tau tukang jamunya puter lagu apa?
R&B

Yap, sang tukang jamu yang sudah bapak-bapak sedang memutar lagu-nya Usher atau kalau ngga Mario (Nie lupa! Secara Nie ngga terlalu nge-fans ma R&B).

It is what we call culture shift.

Kalau biasanya, para komunitas tukang jamu sangat-sangat merakyat. Mereka berkeliling sambil memutar lagu-lagu dangdut, lagu-lagu Indonesia era 60- atau 70-an, atau lagu-lagu yang untitled yang ngga jelas siapa yang nyanyikan. Namun, this time, these days, mereka putar lagu R&B.


Dan hebatnya lagi, tak lama setelah Nie senyum-senyum sendiri, Nie lihat si tukang jamu yang putar lagu R&B tadi, dikerubuti oleh pembantu-pembantu rumah tangga yang pengen tambah singset, so mereka beli jamu galiang singset, atau yang pengen ngobati pegel linu makanya mereka beli jamu anti encok, atau ada juga yang tanpa malu-malu beli obat galian rapet, ehem,.. biar rapet! So, banyak orang yang terpikat, entah dengan musik R&B-nya, atau karena abangnya (yang mungkin ganteng), atau karena emang butuh jamunya.


Pertanyaannya, apakah memang kebudayaan Indonesia sudah berubah? Atau mereka hanya korend alias korban trend? Atau mereka hanya pengen dibilang ‘cool’, ‘JT abiez’ atau gaul?
Ah, whatever.

Yang penting kerjaan mereka halal, bukan tukang pake narkoba atau pengedar narkoba, atau malah pengedar narkoba yang macak artis.