31 July 2008

O Maaaaaaaaaaggg

Ayo, anak-anak, siapa yang tahu apa itu sakit maag?
Kalo bisa jawab, Oma kasih hadiah lhoo,…


*sok jadi guru*

Sesuai janji, Oma harus cerita tentang penyakit Oma yang bikin Oma stress ndak karuan. Nama penyakitnya M-A-A-G. Anda pernah mendengarnya? Tentu pernah! :)

Sebenarnya Oma tidak menyangka bakal terserah penyakit yang notabene bisa melumpukan korbannya, sampai tak berdaya. Because, Oma tidak merasa sakit perut yang berlebihan, atau nyeri di lambung yang membuat Oma menangis.


Awalnya hanya mual-mual, ndak bisa makan, mulut rasanya aseeem banget, trus suka gelegeken (baca: bersendawa) dan ngga enaaak banget. Itulah awalnya!

Awalnya lagi, sebelum kejadian mual dan ndak bisa makan ini, Oma pergi makan siang di sebuah resto Thailand favorit di Surabaya. Hari itu, hari Rabu dan kami baru berangkat makan siang pukul 1.30 (= telat makan!). Sesampainya di sana, langsung pesan ini itu dan kira-kira jam 2-an Oma baru makan siang.

Tahu menu pesanan Oma?? (please don’t hit me ya)
1. Nasi goreng nanas (extra cabe)
2. Ikan masak asam manis
3. Kangkung goreng dengan saus pedas

Makan siang ini sekaligus meeting. Karena meeting belum kelar, alhasil kami lanjut di lobby hotel di sebelah gedung kantor tempat Oma bekerja. Dan coba tebak apa yang Oma pesan: secangkir besar Cappucinno pahit.

Sepulang dari lobby itu, Oma uda mulai kerasa ga enak. Perut penuh dan mulut asem. Pulangnyaaa,.. Oma ikutan nemenin Bang Tepy makan di Sushi Tei: Inari sushi with lots of wasabi.

*please, please,… don’t kill me!*

Kembali ke waktu setelah kejadian ini, malamnya Oma langsung ngerasa ZUPER ga enak. Lambung ga enak, perut penuh, mau muntah. Trus badan panas dingin. NDAK BISA TIDUR. Ini benar-benar NDAK BISA TIDUR. Jadi, Oma bisa mendengar setiap detik waktu, mulai pukul 11:00 sampai 05:00 pagi. Bayangkan,…..!!!!

Sangat menyiksa.

Itulah kejadian yang paling parah. Tapi,… dasar Oma bebal dan takut dokter, Oma pun menolak ke dokter, dengan alasan, “udah feel better!”

Tapi,… 2 minggu yang lalu, hari itu hari Minggu, Oma ke toilet, dan,…….. pup (sorry) Oma berdarah-darah!!!

HOAAAAAAAAA!!!

Dan langsung besoknya nama Oma terdaftar di buku pasien Dokter Bowo. Ternyata, Oma terkena MAAG KRONIS. Begitu dokter memegang lambung Oma, beliau langsung berteriak “aduh,.. ini suka makan pedas pasti ya!

Aniwe, busway, sekarang Oma dalam tahap penyiksaan (baca: terapi penyembuhan), karena Oma tidak boleh mengkonsumsi makanan sbb:

- Makanan Pedas
- Makanan Kecut
- KOPI (oh my God!!!)
- TEH (apapun jenisnya)
- Permen mint (pedas)
- Makanan bersantan
- Soft drink


Yeah yeah,… you should feel sorry for me. Karena hampir semua makanan yang tertulis di atas adalah favorit Oma. Ketika dokter melarang Oma makan makanan di atas, muka Oma benar-benar memelas, meminta belas kasih beliau untuk mengijinkan, AT LEAST, minum kopi.

Tapi gelengan keras terlihat di wajahnya.

Fewh,..

Yeah,.. sekarang kalian bisa memanggil Oma dengan nama: O Maaag


Aniwe, ada yang bilang sakit maag disebabkan oleh stress. Percaya? Hm,... no comment deh dari Oma!

BBD = Benar Benar Dugem



Event: Dji Sam Soe - Urban Jazz Crossover
When: 23 July 2008 @ 10 PM
Where: Vertical Six, JW Marriot
With whom: Bang Tepy (dia tidak mau ikutan di 1st floor - payah! hehehe), Winda, Buzz, yang mulia Oji, Iqi, Bayu, dan Dadit
Artists: Glenn Fredly, Maliq n dessential, Audy & Andy /rif (PLUS ada gitaris favorit Oma jaman SD dulu - Andry Kahitna)

Kegilaan #1: Masuknya gratisan (thanks to yang mulia!)
Kegilaan #2: uda tau di 1st floor panas, bejubel dan banyak orang, masih aja kami nekadd turun dan bergabung dengan ratusan orang dan berliter-liter keringat. Oma lebih gila! Oma ninggalin Abang ama temennya di atas dan bergabung dengan Winda dkk. (worth it, tho!)
Kegilaan #3: TETAP NARSIS
Kegilaan #4: Pulang jam 1 malam padahal besoknya KERJA (alhasil ZUPER NGANTUK!)
Kegilaan #5: ketemu dengan orang yang MUIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRIIIIIIIPPP BUANGETTZZZ ama mr. he-whose-name-shall-not-be-mentioned. Sampek kaget!

tapi,... FUN!!

29 July 2008

Tanya Kenapa: Cotton Bud

Tolong jangan tunjukkan simpati dengan orang yang menjual korek kuping (cotton buds) di pinggir jalan atau di lampu lalu lintas… Hanya ingin mengingatkan anda untuk tidak membeli sebungkus korek kuping yang dibeli dari pinggir jalan. Korek kuping itu terbuat dari kapas yang telah dipakai dirumahsakit. Mereka memisahkan semua yang kotor, darah, dan lainnya mencucinya kemudian di bleaching dengan pemutih kemudian dibuatlah korek kuping. Jadi, jika anda tidak ingin menjadi orang pertama yang menderita Herpes Zoster Octicus (infeksi virus telinga bagian dalam, tengah, dan luar) maka JANGAN BELI KOREK KUPING DI PINGGIR JALAN. Infokan teman anda, jika anda peduli.

Si boru Pandiangan pagi ini mengirimkan message di YM Oma seperti di atas.

Reaksi Oma? Ngakak,.... (kak,.. kak,... kak,....)


Siapaaaa juga yang mau beli cotton bud di pinggir jalan?! hehehheeh,... wes wes,... Tapi Oma maklum lah kalo yang 'iseng' beli cotton bud tuh orang-orang Jakarta (mohon maaf dulu, please baca lanjutannya V^^), karenaa kan jakarta macet banget tuh. Dan pas Oma ke Jakarta beberapa bulan lalu, banyak banget orang jualan di pinggir-pinggir jalan. Mungkiiin, korban macet tuh uda be-te banget dan liat tukang jualan cotton bud.

Dan,... Triiing,...! Muncullah ide untuk korek kuping. Yeah,.. buat killing time lah! :)

Masuk akal kan analisa Oma?

Soalnya kalo di Surabaya, kayaknya peristiwa macet yang jam-jaman itu jarang terjadi, ke-cu-a-li kalau musim hujan dan bapak Walikota yang berjanji-janji palsu untuk memperbaiki tata kota Surabaya belum juga memperbaiki jalan-jalan dan selokan, sehingga BUANJIR!

Ah, terlepas dari Jakarta dan Surabaya, emang orang Indonesia ini kelewat kreatif! Kapas bekas dijual lagi, gorengan dikasih plastik biar gurih dan kemriuk, es cincau dikasih pengawet supaya bisa tahan berminggu-minggu, jajanan untuk anak-anak SD dikasih 'selai narkoba' dan masih banyak lagi.

Kenapa yang mereka tega melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, dan ngga jarang membahayakan or mematikan? Apa lapangan kerja di Indonesia begitu minim sehingga banyak orang melakukan aksi 'kreatif' ini untuk menyambung nyawa? Apa sedemikian tidak adilnya kehidupan di Indonesia sehingga membunuh (apapun bentuk dan aksinya) menjadi solusi tepat dan cepat untuk menyelamatkan diri? *jadi inget Mami Rose* Apa begitu mahal harga bensin dan sembako sehingga membuat banyak orang gelap mata dan mencari cara a la mie instan untuk menghasilkan uang?

Salah siapa coba?

28 July 2008

Oma Investigasi

Press Conference: Oma akhirnya mengaku!


Setelah sekian lama bungkam, akhirnya Oma harus angkat suara. Supaya tidak ada gossip simpang siur yang, kadang, membuat Oma menjadi tersudut. (kok kayak bahasa infotainment yach?!)

Mungkin sudah banyak dari kalian yang mendengar, baik langsung dari Oma maupun dari oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab, karena sudah Oma sumpah di bawah kamus bahasa Inggris – Indonesia (ga berlaku ya?), tapi tetap saja menyebarkan berita ini. Ya, Oma akan kuliah lagi ke Belanda :)

WHAT?

Berita ini bisa jadi sangat mengejutkan, tapi bisa jadi sangat menyedihkan (yeah, Oma tahu, kalian pasti akan sangat merindukan Oma :D).

Beginilah kronologis Oma akhirnya memutuskan berangkat ke Belanda:

Tahun 2007:

Oma mencari-cari Uni (baca: university) yang cocok, both cocok dengan keinginan dan impian, dan cocok dengan kantong. Sambil terus mencari dan apply-apply beasiswa (mulai ADS, Ford, Stuned, de el el!). Awalnya pengen di UK, trus pindahk ke Aussie, dan akhirnya memutuskan untuk ke Belanda lagi.

Bang Tepy pun akhirnya berniat untuk kuliah lagi. THANKS GOD! Dan semua orang di keluarga Bang Tepy langsung memandang Oma seperti Malaikat Penyelamat (dan op kors, menantu idaman, donk! Heheh), karena Oma berhasil persuade Bang Tepy untuk kuilah lagi.

Tahun 2007 adalah tahun mencari course yang tepat. Mulai brownis-brownis (baca: browsing) di Internet dan datang ke pameran pendidikan, membaca guide book, tanya sana-sini. Pokoknya doing a lot of research deh!

Tak diduga, Meneer Marien vd Boom, dosen tercinta yang membimbing Oma membuat sebuah skripsi yang sampai bisa masuk ke database European Union Research Centre, datang ke Surabaya, dan Oma pun berkonsultasi dengannya (ditraktir ngopi pula!).

Yeah, ini tahun pergumulan, pencarian dan doa!

Tahun 2008:

Februari

Akhirnya, diputuskan bahwa Oma mengambil Master of International Communication dan Bang Tepy mengambil Master of Imagineering (you should ask Bang Tepy atau googling to find what Imagineering means).

Tapi, Oma masih belum dapet beasiswa, sedangkan Bang Tepy, sudah mendapat AB Scholarship (alias Ayah Bunda Scholarship) :P Oma stress, pusing, mau gila,… Dan hampir putus asa.

April

Beberapa saat setelah acara engagement, Oma akhirnya gave up, dan mengira tidak akan berangkat ke Belanda, dengan alasan NO MONEY (yeah yeah,.. same old reason). Bang Tepy akan tetap berangkat, dan Oma desperado, berpikir bakal going through another 2 YEARS LONG DISTANCE RELATIONSHIP.

Oma pun minta putus. (stupid me,..!)

Bany Tepy pun mencak-mencak, marah-marah dan,…. Tapi,…. Kita tidak jadi putus :P dan Oma jadi ke Belanda

May

Jangan berpikir kalau yang membiayai Oma ke Belanda adalah Bang Tepy (or one of his family). Karena my grandma did it! She knew kalo Oma ngga jadi ke Belanda, dan she was very concern (ngga tau concern ke sapa, ke Oma atau ke Bang Tepy – karena my grandma sayaaaaaaaang banget ama Bang Tepy). Thus, she said “I’ll pay for your tuition fee.”

Tapi tetep lah, Oma pusing, ntar hidup di sana pake apa? Emang pake ‘Bonuskaart’ Albert Heijn aja bisa hidup? (heeft u bonuskaart? Hehhehe jadi inget pas kerja di AH).

So, inilah yang dibilang banyak orang Walking by faith. Berjalan ke depan, walaupun tidak terlihat apa yang ada di depan sana. Melangkah maju walaupun tak tahu apa yang akan terjadi.

Oma dan Bang Tepy pun mulai mengurus ini itu, mulai paspor, visa, akte kelahiran, daaaaan masiiiiiiih banyak lagi.

June

Bulan yang berat. Kami berdua bokek. Banyak yang harus dibayar, banyak yang harus diurus. Minta orang tua untuk membayar administrasi dan birokrasi tingkat rumit di Surabaya kayaknya ndak ilok (baca: tidak layak).

Buat Oma, ini adalah bulan yang super berat, karena harus ngomong ama orang-orang kantor kalo bakal resign by awal September/akhir Agustus. Wah,.. susaaaaaaaaah banget. Sediiiiiih banget! Dan takut, terutama ama ibu Bos. Ya, ga enak banget lah,… apalagi di tengah situasi kantor yang seperti ini :( jadi sedih

On the other hand, Oma, Bang Tepy dan teman-teman ex-Dieka (minus Golda) sudah merencanakan hal-hal yang seru yang akan kami lakukan ntar di Belanda. Yipee,..

July

Ini adalah bulan penuh dengan rasa gembira dan ketegangan. Di satu sisi senang karena akan segera berangkat, tapi di sisi lain stress,.. banyak ketegangan antara Oma dan Bang Tepy, antara Oma dan sisi lain Oma.

Takut di sana gimana? Takut hubungan Oma dengan Stefy gimana? Takut kuliah ntar gimana? Wah, banyak deh yang ditakutin. :P Tapi untuk Oma punya Tuhan Yesus. He takes my burden away. Walaupun kadang-kadang masih suka tempted untuk kepikiran, tapi it is much better when I share everything with Him :)

On the other hand, event kantor uda kelar. Jadi sekarang saatnya diet. Abisnya, gara-gara stress event kemarin, Oma jadi ndut! Dibarengi dengan sakit maag akut :(  ceritanya di next posting aja yaaaa,…

Agustus

Bang Tepy, yang akan kuliah Master of Imagineering di Breda, akan berangkat. Tanggal 27 Agustus.

September

Oma akan berangkat tanggal 20 September. So, bagi Anda yang ingin memberikan cinderamata dalam bentuk apapun *ngarep* mohon sebelum tgl 20 ya. Hehehhehe

Sekian cerita Oma. Semoga cukup jelas, dan menjawab semua teka-teki dan kasak-kusuk Anda. :P

Tetap di Oma Investigasi (hihihi,… apaaaa cobaa!)

Today's Soundtrack

aku memang salah
aku memang hina
maafkanlah untuk semua

karna kau memang tak pantas
tersakiti lagi dan lagi….
karna kulewati batas
melukai lagi dan lagi….

karna kau memang tak pantas
buat diriku ini
tak tau diri
kini ku sendiri lagi
tak ada yang menemani
dan jangan kembali….
lagi…

---

Comment: Salah lagi, salah lagi,... :(

21 July 2008

(bukan) wonder woman

Sebagai seorang Oma (baca: wanita) yang bekerja di sebuah perusahaan swasta, seringkali Oma disebut Wanita Karir. Entah apa arti sebenarnya dibalik sebuah statement ‘Wanita Karir’. Apa hanya wanita yang berkarir? Hm,…Oma tidak yakin, karena seringkali ‘Wanita Karir’ diasosiasikan dengan wanita berduit, suka mejeng di mall, rela antri dan berdesak-desakan kala ada diskon di Zara, Mango atau Top Shop (my favorite store, yet never bought any from here. Hiks), suka ngafe, membawa smart phone, travelling bolak-balik ke luar negeri dan naik mobil (mewah) donk!


Hm,.. kayaknya bukan Oma banget deh! Ngafe, suka. Smart phone, punya (yang adalah barang second dan hadiah dari seseorang ^^ Belinya pun karena Oma punya penyakit lupa yang susah disembuhkan), suka ke Zara, Mango atau Top Shop? Nggak, karena muahal dan kalo lagi diskon ajubileee ramenya. Naik mobil mewah? Milik pacar. Suka mejeng di mall? Oma lebih senang mejeng di kasur,.. hehehe, maksudnya tidur, baca-baca atau nonton DVD di rumah.


Apa salah menjadi Wanita Karir? Tidak, as long as tidak ada imbuhan lain-lain di belakangnya. Menjadi Wanita Karir seperti yang dijelaskan di atas pun juga tidak salah, cuman Oma lebih suka menjadi Wanita Karir yang biasa-biasa, tidak ada asosiasi apapun seperti borjuis, matrealistis atau hedonis. Apalagi kalau dianggap Wanita High Class yang tidak bisa membaur dengan yang 'di bawah'.

Seperti minggu lalu, ada statement dari seorang rekan kerja yang membuat Oma langsung mengeluarkan nada melengking dan mata melotot.


Hah, kamu bisa ta turun lewat tangga?

Di gedung tempat Oma bekerja, kami menggunakan fasilitas lift untuk naik dan turun. Namun, karena Oma bekerja di lantai 2, tidak jarang Oma menggunakan tangga darurat untuk naik turun. Lebih cepat.

Komentar seorang rekan ini membuat Oma langsung menjerit. Langsung Oma protes!

Trus, seorang rekan bisnis yang Oma temui minggu lalu. Di akhir pertemuan, dia menyuguhkan gorengan (pisang goreng, tempe menjes, dan martabak pasar), saying "maaf ya, mbak, kami ngga punya pizza, donat atau apa itu, pai pai itu. hanya makanan orang pasar ini. Hanya ini nih yang kami punya!" Dengan cemberut, Oma pun memakan suguhan itu, soalnya WUENAK sih! hehehe, tapi Oma be-te, karena dianggap a high-class woman yang tidak mau 'makanan orang pasar'.

Apa menurut kalian Oma ini bukan wanita biasa? Apa kalian melihat Oma sebagai ‘wanita karir’?

Ini ya, Oma kasih 10 bukti bahwa Oma ini adalah wanita biasa:

1. Makan siang tidak harus di café, restoran atau mall. Sering banget Oma ngemper alias makan di pinggir jalan. Apalagi nasi padang,… yummy, paling enak!

2. Naik turun tangga darurat, instead of naik lift. Bahkan, pada saat urgent, Oma pernah naik tangga darurat ke lantai 6.

3. Bisa kalau disuruh naik becak, angkot atau kendaraan umum lainnya, di Indonesia, lho! Di tengah panas dan empet-empetan.

4. Sangat suka jajanan pasar, kayak bubur madura, kucur, kue lekker, apem, pancong (sluruuup,..jadi lapaaar,….), dan masih banyak lagi. Malah kalau disuruh makan cake hotel, J.Co, RingMaster, Oma malah ga suka (dan karena takut ndut!)

5. Ndak malu beli baju diskonan. Ngubek-ngubek di keranjang diskonan di Matahari atau Sogo. Kadang dapat yang murmer lho!

6. Sering ke Pasar Maling. Sebuah pasar ‘bawah tanah’ di Darmo Trade Centre, dimana banyak barang lucu-lucu nan bagus dan harganya muraaaaaaaah. Tapi, itu pasar puanaaaaaas banget dan suempiiit, penuh orang.

7. Mau dan bisa kalau disuruh angkat-angkat barang, mindahin lemari, angkat gallon air (kalo emang tak ada orang lain), cuci mobil.

8. Bisa masak! Bukan hanya sekedar goreng telor, masak air atau menanak nasi. Oma bisa membuat the best banana cake, moussaka, grilled salmon atau pizza kentang?

9. Oma dulu pernah kerja part-time, mulai dari kerja jadi pegawai dapur, cuci piring, tusukin sate, waitress, barista, babysitter, house cleaner, cashier, SPG, wes pokoke semua yang kerja susah Oma pernah lakukan!

10. Oma masih belum punya kendaraan pribadi. Masih suka numpang-numpang dan ga jarang disuruh pulang naek angkot atau taxi (kayak hari ini, hiks!). Dan belum pernah travelling bolak-balik ke luar negeri untuk kerjaan :( That is the proof that I ain’t yet the real Wanita Karir.

Pff,.. buat yang merasa sudah underestimate (or malah overestimate) Oma, ayo, get your head straight! I am just like you, peepz.

Dan biarpun nanti, Oma sudah sukses, bener-bener jadi wanita karir, punya mobil pribadi, bisa beli smart phone sendiri, … pokoke uda mapan!! Oma akan tetap mau jadi orang yang paling easy going sedunia. Oma pengen tetap merakyat. Tetap suka jajanan pasar, tetap mau uyel-uyelan di pasar maling, tetap rela naek angkot. Tetap mau berteman dengan yang di bawah-bawah, dengan OB, OG, atau security. Pokoknya Wanita Karir yang ramah. Just for the sake of FUN!



I always love this pic,...! Cocok ga ya ama tema tulisan Oma kali ini? hehehehe,.. pokoke girl power deh!!!

19 July 2008

Kepala Ikan

Seorang teman pernah menanyakan. Waktu itu, Oma pikir hanya sekedar joke, not the real riddle. “Loe tau kalo seekor ikan itu busuk dari bagian tubuh mananya dulu?” Sebagai seorang calon ibu rumah tangga yang baik (hoek,..), Oma tentu tau “Insang!” Teman itu menjawab “ya, benar dan insang berada di bagian kepala.”


Ternyata ini adalah sebuah analogi kepemimpinan. Sebuah organisasi atau perusahaan atau bagaimana pun Anda menyebutnya, apabila mengalami sebuah kekacauan, demonstrasi, pemberontakan, mogok, buruh demo, meningkatnya jumlah karyawan resign, anak buah ‘nilep’ uang, bawahan berbohong, dan masih banyak lagi, bisa jadi, dan mostly, disebabkan oleh kepalanya terlebih dahulu.

Sama seperti ikan. Sebuah ikan akan diketahui kalau busuk dari kepalanya. Dan itulah asal muasal kebusukan itu. Mulai dari kepala lalu jatuh ke hati (eh salah, itu jatuh cinta ya?). Anihu, awalnya dari kepala, terus ke bagian bawahnya lagi, dan ke bagian bawahnya lagi, sampai ke bagian yang pualing bawah.

Anda setuju?

Entah itu benar atau tidak, tapi sebagai seorang kakak paling besar, Oma selalu diajarkan untuk menjadi contoh untuk adik-adik. Apabila Oma berbuat sesuatu yang nakal, mami pasti bilang “kamu ini, jangan gitu! Nanti ditiru sama adik-adikmu!” Ya, Oma belajar untuk tidak nakal, supaya adik-adik juga tidak ikutan nakal.

So, apakah Anda berada di posisi ‘kepala’? Jangan nakal, ya.

18 July 2008

Expiry date: 00-00-0000

Oma bukanlah pembaca setia tabloid ataupun penonton dedicated acara infotainment. Oma hanya watches it over the coffee, atau reads it over the lunch. Hanya supaya ada bahan obrolan kalau lagi makan siang dengan teman-teman kantor, atau gurauan dengan teman-teman dari negeri seberang.

Perpisahan Dewi Lestari, yang lebih akrab dipanggil Dee, si penulis buku favorit Oma, Supernova dan Filosofi Kopi; dengan mantan suaminya, Marcell, nampaknya menjadi berita HOT di tabloid atau tayangan infotainment akhir-akhir ini. Particularly, Oma tidak pernah mengikuti berita artis kawin cerai – sebodo teuing! Namun, Oma menemukan sebuah posting ‘Catatan tentang Perpisahan’ yang ditulis sendiri oleh Dee

Dan itu membuat Oma harus menitikan air mata dan marah,…

Hidup punya masa kadaluarsa, hubungan pun sama. Jika tidak, semua orang tidak akan pernah mati dan semua orang tidak pernah ganti pacar dari pacar pertamanya.”

Oma berhenti pada dua kalimat ini, sambil bertanya, “BENARKAH SEBUAH HUBUNGAN MEMILIKI MASA KADALUARSA?”

Karena mami tidak pernah bilang “nak, mami tidak tahu sampai kapan mami akan tetap mencintai papi, karena suatu saat, hubungan kami akan expired dan tidak bisa lagi berlanjut.” Pendeta di gereja juga tidak akan pernah bilang “apa yang sudah dipersatukan Tuhan, tidak bisa dipisahkan oleh manusia, sampai masa kadaluarsa itu tiba.” Stefy, yang mungkin saja lebih pintar dari Oma, juga belum pernah bilang “Yang, I will always love you, until the expiry date, ya"

Apa Oma yang kurang gaul? Apa Oma yang memang belum cukup makan asam garam kehidupan?

Oma tidak setuju dengan statement Dee, karena in fact, Stefy adalah pacar (resmi) pertama (di luar cinta-cinta monyet).Apakah berarti Oma dan Stefy sedang menjalani sebuah hubungan dalam sebuah rentang waktu dimana, entah 10 tahun lagi, entah 50 tahun lagi, yang namanya masa kadaluarsa itu akan datang.

“Kita bisa bilang, putusnya hubungan A karena dia selingkuh, karena bosan, karena ketemu orang lain yang lebih menarik, belum jodoh, dan masih banyak lagi. Padahal intinya satu, jika memang sudah waktunya, perpisahan akan menjemput secara alamiah bagaikan ajal. Bungkus dan caranya bermacam-macam, tapi kekuatan yang menggerakkannya satu dan serupa. Tentu dalam prosesnya kita berontak, protes, menyalahkan ini-itu, dan seterusnya. Namun hanya dengan terus berproses dalam aliran kehidupan, kita baru menyadari hikmah di baliknya.”

Perpisahan dengan pacar, perpisahan dengan suami atau istri, tidaklah sama seperti ajal, yang menjemput tanpa kita bisa harus kompromi. Apabila kita menyadari bahwa perpisahan, or so-called divorce, adalah sama persis seperti ajal, maka kita akan pasrah, menyerah, dan ikhlas saja dengan perpisahan itu. Orang Indonesia, khususnya orang dari daerah Jawa, seringkali dituntut untuk pasrah, iklhas dalam menghadapi kenyataan. Jaman sebelum RA Kartini dulu, wanita dilarang menuntut pendidikan terlalu tinggi. Dan apa yang para wanita lakukan? PASRAH! Namun berbeda dengan RA Kartini, dia BERJUANG. Jadi, perpisahan bila dibiarkan saja, tanpa ada perjuangan, maka sama saja dengan tidak mengobati sebuah penyakit, yang seharusnya sangat BISA diobati, dan membiarkan penyakit itu sedikit demi sedikit menggerogoti tubuh dan akhirnya mencabut nyawa penderitanya.

Jika memang sudah waktunya,… ah, bullshit!


No offence untuk Dee yang will still be my favorite writer, tapi dalam hal ini Oma harus mendebat Anda, karena menurut Oma, Dee tidak berjuang.

"September 2006 adalah momen penyadaran saya dengan Marcell, saat kami merasa bahwa hubungan kami sudah kadaluarsa. Susah sekali kalau disuruh menjelaskan: kok bisa tahu? Tapi kami sama-sama merasakan hal yang sama. Dan pada saat itulah kami memutuskan untuk belajar berpisah, saling melepaskan. Jadi, masalah intinya bukan memaafkan dan memaklumi efek apa yang terlihat, tapi menerima bahwa inilah adanya. Hubungan yang kadaluarsa. Perkembangan yang akhirnya membawa kami ke titik perpisahan. Dan, untuk sampai pada penerimaan ini, dua tahun saya jalani dengan berbagai macam cara: meditasi, penyembuhan diri, dan sebagainya, hingga kami bisa saling melepaskan dengan lapang dada, dengan baik-baik, dengan pengertian, dengan kesadaran."

Sebuah hubungan memang memiliki pasang surut. Ada kalanya kita merasa jatuh cinta, sangat jatuh cinta dengan pasangan, dan ada kalanya kita benar-benar merasa bahwa pasangan kita adalah orang yang salah, yang Tuhan salah tempatkan di sisi kita. Itulah yang, at least Oma rasakan selama hampir 8 tahun ini. Satu hari, Oma bangun pagi dan merasa bahwa I am so thankful I have him in my life. Namun, another day, Oma akan bangun pagi dan merasa benci dan berharap Oma segera putus dan punya pacar baru yang lebih ini dan lebih itu.

Apa Oma pasrah dan, meminjam kata-kata Dee, menerima bahwa inilah adanya: sebuah hubungan yang kadaluarsa? Tidak, Oma diam, merenung, memikirkan siapa yang salah, apa Oma yang salah, apa Oma mengucapkan sesuatu yang menyakiti Stefy, apa yang sebenarnya Stefy lakukan sehingga Oma menjadi begitu marah, dan berbagai macam perenungan. Apa setelah itu Oma diam dan menganggap masalah selesai tanpa adanya conflict resolution? Tidak. Oma akan menelpon Stefy (kalau Oma masih malas untuk melihat muka jeleknya) dan berusaha menyelesaikan benang-benang kusut.

Dee, meditasi, yoga, penyembuhan diri, yin yang, really don’t work for your marriage, neither will it save yours. Meditasi, penyembuhan diri, atau bagaimanapun Anda menyebutnya, itu hanya membuat Anda memaklumi dan menerima dan dibodohi oleh sebuah label bertuliskan “maaf, hubungan Anda sudah kadaluarsa”.

Apa Oma lebih pintar tentang hubungan suami istri? Apakah Oma sudah pernah mempelajari tumpukan literature tentang pernikahan? Tidak. Bahkan Oma pun masih harus menunggu 1 -3 tahun untuk memasuki sebuah gerbang bertuliskan ‘Pernikahan’. Tapi, satu yang Oma tahu, bahwa hubungan suami istri itu tidak akan pernah kadaluarsa.

So, why are you bothered, Oma? It is their marriage’s life. It is about marriage. You are not going through it right now, are you?

Karena Oma tidak terima dan tidak akan pernah mau menerima kenyataan bahwa hubungan Oma dan Stefy suatu saat akan kadaluarsa. TIDAK.

Neither my parents’

And neither yours.


picz: yahoo image & flickr

15 July 2008

Masalah dengan Nona Ketik

Bu Bom-bom: Katanya abis sakit ya
Oma: Heheheh,.. iya. Sakit maag akut
Bu Bom-bom: Hm,.. maag letaknya dekat hati ya?

*mencerna*

*Bu Bom-bom pun ketawa*

Bu Bom-bom: Katanya kemarin abis sakit hati sama seseorang. Jangan-jangan salah diagnosa, bukan sakit maag akut, tapi sakit hati akut.

Gubrak!

Ceritanya Oma disindir to. Hehe,.. yeah. Di posting yang sebelumnya Oma pun sudah marah-marah, kan? Tapi, tenang, kemarahan Oma tidak pernah bersifat anarkis. Hm,… mungkin anarkis di dalam hati, yang artinya, Oma merusak hati Oma sendiri dengan memendam semua perasaan-perasaan mangkel itu.

Oma: Oh, uda ngga lagi kok, bu! Itu sudah berlalu. Yeah, kemarin-kemarin aja sempet jengkel, tapi sekarang uda ngga papa?
Bu Bom-bom: Yakin? (dengan wajah menuduh dan senyum-senyum) Kok masih kayak mau nangis gitu?
Oma: (tersenyum kecut)
Bu Bom-bom: Selesai atau nggaknya suatu masalah bukan dilihat dari berakhirnya pertengkaran antara kamu dan orang itu. Tapi, apakah dirimu sendiri sudah bisa menganggap itu selesai dan kamu sudah menyelesaikan masalah itu dengan dirimu sendiri?

*ribet*

Bu Bom-bom nampaknya mengerti kalau otak Oma hari itu agak kekurangan cairan.

Bu Bom-bom: Jadi, kamu masih jengkel ngga? Kamu masih suka be-te ngga kalau teringat masalah itu?
Oma: (seperti anak anjing, Oma pun manggut-manggut) iya, sih.
Bu bom-bom: Nah,… itu dia! (Bu Bom-bom seperti Archimedes yang berteriak 'Eureka!' kegirangan setelah menemukan teori fisika terkenal itu. Untung lagi di kantor, jadi tidak seperti Archimedes yang telanjang bulat lari-lari kegirangan :P)



Jadi, dokter salah diagnosa?
Apa dokternya bego? (ga mungkin ya?)
Apa mungkin ternyata Oma sakit hati sampai-sampai Oma merasa ulu hati seperti ditusuk-tusuk, mual, pusing, sampek tinja berdarah ini adalah akibat dari mangkel sama seseorang itu?

Nyokap dulu pernah bilang, masalah itu akan mengikuti kemanapun kamu pergi, sampai kamu berhasil menyelesaikan (jenis) masalah tersebut.

Flashback paginya, Oma ketemu Nona Ketik (nama samaran orang yang Oma sebelin), pas dia mau buka pintu, Oma mau buka pintu juga, tapi dari arah sebaliknya. Dalam hati berkata “urgh, ni orang nge-be-tein banget! %*&?!#@$” Tapi Oma tersenyum sambil berkata “hey, halooo! Duh, mo tabrakan deh!” (lebai banget ya?)

Intinya Oma masih belum bisa 100% memaafkan Nona Ketik, even tadi pagi, 5 hari setelah kejadian, karena emang kesebelan Oma menumpuk-numpuk. Bukan sama dia juga sih, banyak kesebelan lain yang menumpuk dan yeah, Nona Ketik lah yang memicu kesebelan Oma meledak.

Dhuar!!

Fewh, jadi masih harus menyelesaikan masalah ini ya, Tuhan? Hm,…I’ll try, deh!

11 July 2008

Would I get paid for being discouraged?

Kalau kalian sudah melakukan suatu pekerjaan yang berat, yang membuat keringat mencucur berliter-liter, membuat jam tidur terpangkas habis (either karena kesibukan atau karena stress memikirkan pekerjaan), dan membuat Anda kurus kering kurang makan (either karena ga ada waktu, stress ngga bisa makan, atau karena ngga ada duit :P); kira-kira apa yang kalian harapkan?

Oma sudah melakukan survey kecil. Beberapa menjawab “Naik Gaji!” Itu kalau Anda bekerja di perusahaan. Pasti itu yang muncul di benak Anda. Ada lagi yang menjawab “Pujian!” Benar sekali, Oma pun setuju dengan ini. Ada lagi yang bilang “Pengakuan!” Lagi-lagu benar. Ada juga yang simply say “cuti panjang atau liburan, kalau bisa dibayarin (of course). Pokoknya pengen tidur lebih lama, istirahat dan makan lebih banyak.” Yap, setuju!

Kalo bole Oma simpulkan, yang diinginkan adalah reward atau penghargaan. Apapun bentuknya. Bisa berupa lembaran rupiah (atau poundsterling), bisa berupa peningkatan fasilitas (dapat mobil, liburan, etc.), atau bisa simply sebuah pujian, encouragement words atau support.

Apa jadinya kalau Anda, atau karyawan Anda, tidak mendapatkan itu?

Pertama, pasti Anda menuai protes. Anda pasti diprotes oleh anak buah. Bisa jadi protes langsung atau tidak langsung (alias gosip-gosip). Kedua, bisa diprediksi kinerja Anda atau anak buah menurun. Jadi males-malesan, jadi cepet be-te, jadi suka sensi (baca: sensitif). Pokoknya, tidak sebrilian sebelumnya. Finally, pasti ada aksi walk out! Apabila reward tidak diberikan, dan itu terjadi berulang-ulang, maka pasti Anda atau anak buah akan merencanakan/melakukan aksi walk out.

Buat Oma, pujian itu yang paling penting. Bukannya Oma munafik lho ya! Tapi, misalkan pun tidak ada reward berupa uang atau barang, ucapan terima kasih, pujian “good job!” atau tepukan di pundak sambil berkata “keren deh!” atau “wow, it was great!” itu sudah means a world to me. Memang, kalau ada tambahan uang atau barang, itu bakal bikin lebih sumringah. Tapi kalo ndak, beneran ga papa.

Gimana kalau actually apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan? Apa kita masih layak menerima tepukan di pundak dan pujian?

Kritik, saran dan masukan untuk perkembangan di kemudian hari is great! Oma sangat butuh itu. Namun, sedikit support atau encouraging words ngga ada salahnya kan?

So, Oma mengajak Anda semua untuk lebih gemar memberikan pujian atau support untuk teman-teman, keluarga, bahkan rekan kerja. Siapa tahu sebuah pujian, yang mungkin sebenarnya awalnya hanya sebuah basa-basi, bisa membuat rekan kerja Anda terbang ke awang-awang dan membuatnya lebih semangat kerja lagi.

Kenapa Oma mengajak Anda untuk melakukan ini? Fewh,.. karena sebenarnya Oma just had a very bad day, dimana yang Oma dengar hanya complaint, so-called FYI dan discouragement words. Padahal, berbulan-bulan ini Oma lalui dengan air mata, lelah, jatuh bangun karena sakit, dan berat badan yang bertambah karena stress. Kemarin Oma sakit maag parah. Sebelumnya Oma sakit flu berat. Dan, what I get is only complaint and blame! Thank you very much, then (it doesn't even pay off my medicine bills!)

Maybe I don’t yet deserve a standing ovation, nor I deserve a increased salary. Bukan itu yang Oma harapkan!! Sebuah pujian, support atau kalo nggak, bantuan. So that I know, that I am not alone, nor I have done a terrible thing to this company. Cukup bilang “Nia, thanks ya sudah melakukan event ini,” atau “eventho it is not yet perfect, but good job. Salut kamu bisa maintain semua ini.”

Anda bole panggil saya narsis, tapi memang itulah yang Oma butuhkan sekarang. Biar Oma semangat lagi.

Bukan sebuah complaint harga kemahalan. Hal yang seharusnya sudah berbulan-bulan-bulan lalu dibahas dan diselesaikan. Sayang, some people didn’t notice that I even existed.


Inhale,... Exhale,...Inhale,...Exhale,...

9 July 2008

Tuooobaat!

Pertobatan itu harus dilakukan setiap hari.
Indeed.


Tapi, menurut kalian, Tuhan bosen ngga ya kalo kita tiap hari bilang "Tuhan, minta maaf. Ampuni saya. Sorry yaa. Lain kali ngga lagi!"
?
Kalo kita tiap kali minta ampun untuk hal yang sama, kira-kira tetep dimaafin ngga ya?
Berlaku ngga ya formula 'tujuh kali tujuh kali tujuh'?

Tobat,.. tobaaat,...


Seperti Oma yang juga sudah harus bertobat, ngga bole makan cap ngawur lagi. Ini maag kumat dibarengi dengan masuk angin. Hadoh.... bikin hari jadi tak enak, tidur jadi tak nyenyak, makanan jadi tak ada rasa, dan pacar jadi tak dapat perhatian :P


Tobaaaaaaaaatt,....

"Oma, harus tobat yang lain juga lho, ya" God said.

Iya Tuhan, janji!
Ini yang terakhir dari yang pualing terakhir. Sungguh!

7 July 2008

Unexpected a.k.a tidak diduga-duga

Hari ini Oma belajar sesuatu dari Oom Coy, seorang teman kantor yang sudah Oma anggap seperti kakak. Oom Coy yang baik hati dan tidak sombong hari ini menemani Oma instalasi komputer di sebuah SD Negeri di kawasan Surabaya Barat. Instalasi komputer ini adalah bagian program CSR Oma yang sedang on-going sekarang.

Hari ini, kami membawa 1 PC dan 1 Modem untuk diinstal di SD itu. Semua sudah dicek. Semua OK! Pokoknya we have made sure kalau hari ini PC dan Modem sudah terpasang dan sudah bisa connect ke internet. Kami berangkat dengan semangat 45.

Sesampainya di sana,....

TIDAK BISA CONNECT!!


*&$@#?!!?@*#*!#

Kok bisaaa?? Padahal tadi semua beressss!!! Padahal tadi semua connect???? Kok?????

Oom Coy bilang "ya, ini dia! Kadang di lapangan tuh terjadi hal-hal yang tidak terduga. Ya, kita harus siap dengan semua ini."

Oma pun merenung.
Oma ini adalah tipe orang yang selalu stick to the plan. Janji pergi jam 7, ya harus jam 7 teng berangkat. Janji mau makan di restoran Jepang, ya harus makan di restoran Jepang. Planning untuk menyelesaikan tugas by 10 o'clock, ya harus selesai by 10 o'clock (or at least around this time, lah!). Pokoknya, semuanya harus stick to the plan.

Kalau nggak?
bakalan, be-te, be-te, be-te, ah! Basi, basi, basi, loe! (kayak lagunya Kaka 'Slank' dan Dewiq).

Tapi, seperti kata Oom Coy. Di lapangan, atau kalo bole Oma rephrase, di dunia ini, selalu saja ada yang dinamakan faktor X, unexpected factor, unexpected thing, yang come in our way, yang membuat pekerjaan kita terhambat, molor, harus ganti planning, dan, op kors, harus rela kecewa.

Seperti juga dengan laptop Oma. Mo curhat nih! Laptop Oma sudah bisa dinyatakan UZUR alias sudah TUWIR dan waktunya GANTI LAPTOP. *nangis darah* Secara harga laptop sekarang muahaaaal dan Oma uda ga punya uang :( Hadooooh,...

Emang Oma sudah mengindikasi kalo laptop Toshiba jadul itu sudah mulai menua. Kadang hang, sudah minta di-re-instal, kadang cd-rom nyangkut, pokoknya bikin sebel deh! Dan, tadi malam, resmi laptop hitam itu minta dilengserkan. CD Rom sudah tidak berfungsi, microsoft office hang, dan lemooooot!

Haruskah ku teteskan air mata di pipi,....

Jadinya, yeah,... Oma harus ready dengan this unexpected thing. Jadiii, harus nabung lagi, dan berharap by September, before that, Oma sudah bisa membeli sebuah laptop dengan harga terjangkau (kecualiiii ada yang memberikan Oma hadiah Macbook Air) :P

Hiks,..

5 July 2008

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!). It might be the answer for our BIG question yesterday.

I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God

---

Did I Marry The Right Person?

Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?'

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, 'Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?'

Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaimana anda tahu?!'

'Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.'

Inilah jawabannya…
SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Nggak perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan 'jatuh' cinta…

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan 'aku mabuk cinta'. Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi…setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar. Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya nggak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada.

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu. Namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan 'Did I marry the right person?' mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya. Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi, anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kanda. Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan di luar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, menginkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV hingga merasa bosan, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.


Tapi tahu tidak?! Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada di luar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Mencari pelarian?? Silahkan. Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda mencari pelarian. Mungkin pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, karena setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Karena (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan. Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi. Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya, tapi kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan 'diperbudak cinta' Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Cinta bukanlah MISTERI.

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu físika (seperti gaya Gravitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat. Beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa 'MEMBUAT' cinta bukan 'JATUH'. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN...!


"Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna ".

picz: by deviantart, stockphoto and photobucket

Kapan bisa beli Apel?

Apple Pangkas Harga MacBook Air, that goes the headline at detikinet.com




Oh, look at the smiley face! I wonder I would smile like that when I owned one :P

Kapaaaan yaa bisa beli 'Apel' yang ini. Ada yang berniat mo kasih Oma Macbook Air untuk Christmas gift or Birthday gift
? :)

4 July 2008

Uh,.. romantis

Sudah hampir 8 tahun pacaran. Hal-hal yang dulunya romantis, sekarang sudah tidak begitu dianggap romantis. Hal-hal yang dulunya membuat deg-degan, sekarang sudah biasa-biasa saja.

Lha wong, sudah 8 tahun pacaran! Masak udah 8 tahun, telpon-telponan masih romantis??! Hehehe,… ngga kaleee! :P


Tapi tadi malam ada hal lutju, yang quite romantic, yang Oma alami. Jadi, lately Oma sering dengerin radio berfrekuensi 92.5 FM. Banyak lagu-lagu melo-belo yang enak-enak, kadang ada lagu-lagu tahun 90-an yang membangkitkan memory, lagu-lagu easy listening untuk meredam panasnya siang. Pokoknya, adem aja deh kalo dengerin radio ini!

Hari ini, mobil Bang Tepy kembali dari bengkel (setelah beberapa minggu ‘menginap’ di bengkel karena harus ganti pintu akibat kena ‘luka’ tabrakan). Nampaknya, radionya juga berganti setting-an.


Pas tadi malam, Oma bengong di mobil, nunggu Bang Tepy beli mie goreng, Oma cari-cari radio station yang lagunya enak-enak. Tiba-tiba, pas Oma mencet tombol nomor 4, tiba-tiba muncul frekuensi 92.5 FM.

Waahh,… ternyata Bang Tepy memperhatikan kalo Oma suka frekuensi ini, sehingga ia menyimpan frekuensi ini. Soo,.. Oma sekarang ngga perlu cari-cari frekuensi ini lagi. Tinggal klik angkat 4, dan voila! Muncullah 92.5 FM

How romantic!!! Ternyata si Abang Tepy masih perhatian padaku
Omaaaa,.....Apa cobaaa,…. hehehheheh

3 July 2008

What men want

Baru saja Oma membaca sebuah e-mail forward-an dari Mas Widyanto (bvoice). Awalnya tidak ada niatan untuk membaca, tapi tidak sengaja terbuka, dan akhirnya terpampang lah sebuah artikel yang cukup menggelitik! *kitik, kitik, kitik,..*

Pria menginginkan perempuan,...

Dari hasil survei yang disebarkan kepada 1.000 laki-laki, Thomas Whiteman, PhD, penulis Men Who Love Too Little, menyimpulkan bahwa pria menginginkan perempuan:

* Bicara lebih sedikit.

* Minta bantuan lebih sedikit.

* Menunjukkan kemantapan emosional lebih banyak.

* Lebih logis.

* Tidak terlalu meresahkan penampilan.

* Lebih cepat mempersiapkan diri.

* Lebih menyukai olahraga.

Is that really what men want?

Heheheh,... because if it is what men want, ya,.. susye,..

Atau 1000 orang yang di-survey itu ada ambiguous sex orientation? hm,...

Karena menurut Oma, cewe itu, by nature lebih banyak bicara, lebih membutuhkan bantuan (dan, please, deh, cowok-cowok jangan sok jual mahal! Kalian suka kan kalo cewek-cewek minta bantuan kalian? Yeah,... it means we, women, need you and love you!), lebih main perasaan, memikirkan penampilan (emang cowok mau kalo ceweknya kucel nan kumus-kumus?), dan tidak terlalu hobby olah raga (kecuali kalau memang dalam program penurunan berat badan, hehehe)

picture by Deviantart.com

I reckon, what men should do is communicationg what they really want from their partners. If the partner is not as good as he expects her to be, ya they have to try together; communicate and, again, communicate!

Women, on the other hand, have to try hard to suit their partners and understand them.

Jadi vice versa, kan?

So, what do women want? :)

And another report


Muncul satu lagi berita tentang D-Net & Partners Peduli Pendidikan.
Thank's God!
Not bad, Nia!

This time, you can see a lil bit of me :P

1 July 2008

Finally!!!


Akhirnya, terbayar juga kerja keras dan jerih payah Oma selama ini. Semua kelelahan, sakit, batuk pilek, kepanasan, sakit pinggang,.... semua lenyap ketika acara Ceremony D-Net & Partners Peduli Pendidikan terlaksana dan berita muncul di media.


Ini salah satunya:

Atau click di sini

Thanks buangetz buat doa-doa dan dukungan siapaa saja. Oma mengucapkan thanks yaaaa!!!!

Apa? Mo minta traktiran?

Heheheh,... bole bole,.. silahkan datang ke rumah Oma :D