30 April 2008

Say NO to Nyindir

Oma termasuk orang yang perasaaa banget.

Perasa ayam, perasa bumbu rujak, perasa kaldu sapi :P -jayus dotcom-

Jadi Oma suka langsung kerasa kalo ada orang yang nyindir, atau berusaha nyindir.

Sebel ngga sih kalo disindir sama orang!


Beli sepatu baru yang warnanya agak 'aneh', terus ada yang bilang

"wah, oma, sepatunya lucu!!"

Tapi tiba-tiba dia nengok ke belakang dan bilang, "bisa kena radiasi gue liat sepatu oma."


Atau ketika Oma bilang "maaf, ngga bisa ikutan makan siang. lagi dapet" pas diajakin makan siang bareng

Trus next time waktu Oma yang ngajakin makan siang, dia ganti bilang "maaf, lagi dapet nih!" sambil cekikikan.


Buat yang punya side-job sebagai tukang sindir, lebih baik buruan resign. Karena kurang bagus tuh! Lebih enak ngomong langsung. Kan?

Soalnya, ngga semua orang di dunia ini kayak Oma, yang perasa (thanks God! Praise God for that!!). Kalo orangnya mati rasa atau cuek bebek? Wah, bisa rugi lu, nyindir-nyindir tapi tidak digubris. Kacang,.. kacaaang,....

Jadi, kalo mau disayang Oma (suit, suit!!), ndak bole sindir-menyindir lagi. Okeee?

29 April 2008

Akhirnya Oma Dugem



Akhirnya dugem juga,...

Tapi ini acara dugemnya lebih 'sopan' dan 'berakhlak'. Ciee,... kayak cagub aja nih ngomongnya. heheheh,..

So, dua poto di atas tuh adalah salah satu bagian dari acara Training yang diadakan oleh tim HRD di tempat Oma bekerja. Acara training 2 hari ini diwarnai dengan kegembiraan dan keceriaan. Mulai dari games, seminar motivation, sampek DANCING.

Wah, Oma uda kayak Dancing Queen! Oma, bersama team, pun memenangkan the best group dalam lomba Battle Dance.

So,.. Oma very happy. Walaupun Dugemnya bukan di club, tapi ini juga dugem yang keren dan uaaasyiiikkk.

Tapi dasar sudah sepuh,.... pulang dugem (baca: pulang training), badan Oma sakit dan pegel-pegel.

Sekarang, Oma lagi emoh kalau diajak dugem.


Keterangan foto:
Foto 1: Oma lagi memimpin tarian wajib 'That Thing You Do'
Foto 2: Oma lagi memimpin group dalam acara the Battle Dance

24 April 2008

Wikenku dan Wikenmu

wiken = weekend = akhir pekan

Apa sih arti wiken buat kalian?


Akhir-akhir ini, Oma suka giras kalau mendengar kata 'wiken'. Menurut Oma, wiken adalah saat dimana kita melakukan hal-hal yang fun, relaxing dan bisa melepas lelah. Dan akhir-akhir ini
pulang Oma dilanda stress lumayan berat. Kerjaan di kantor lumayan membuat Oma ngos-ngosan dan kepikiran. Maklum first BIG project.

Tapi harus tetep semangat. Cia yooo!!!



Formula menghabiskan wiken or akhir pekan buat oma adalah:

BANGUN SIANG + BRUNCH* + BERSIH-BERSIH KAMAR + TIDUR SIANG + BACA BUKU/NONTON DVD + DO SOMETHING FUN**+ TIDUR AFTER MIDNIGHT

*Brunch adalah breakfast + lunch. Jadi, makan siang yang agak telat, tapi makannya porsinya lebih banyak dari pada seporsi sandwich/sereal. Buat Oma, nasi pecel atau bubur ayam will be GREAT!

**Do something fun = nonton, olahraga, jalan ama temen-temen, berduaan ama Stefy nonton atau eating out, write a cerpen/lanjutin nulis novel, meng-oprek2 foto dan memberikan sedikit touch dengan menggunakan Photoshop, spend time dengan keluarga, makan enak, dan, of course, kalau Minggu ke gereja pagi.


Yang NGGAK BANGET untuk dilakukan Oma pada saat Wiken adalah:


1. MEETING (oh please,...)

2. Doing something serious kayak ikutan seminar yang serius-serius, test TOEFL (it is a BIG NO for me), atau catching up deadline or ngurusin urusan kerjaan.

3. BANGUN PAGI (kecuali kalo hari Minggu harus ke gereja pagi)

4. BERTENGKAR ama Stefy atau keluarga (bikin Be-Te)

5. KERJA (kecuali kalo emang ada event atau ada jadwal nge-MC)

6. Tidak ada teman (Stefy jalan ama temen-temennya, keluarga keluar kota, dan eke bengong di rumah sendirian)

7. LAMPU MATI,... oh God,.. please, don't let this happen again

8. KE MALL (will never, ever do it; unless I reallllyyy have to!)

9. NGANGGUR di rumah. Ngga tau mo ngapain dan harus apa, alias mati gaya. Ini asliiii bikin sumpek!

10. Bokek,..... hihihihi :P op kors lah, jadinya ga bisa ngapa-ngapain.


Hehehhe,.. wiken Oma emang bersyarat.

Gimana dengan kalian?
Happy Wiken yaaa,... Besok last day ke kantor. Iya kan?

23 April 2008

Mirror, Mirror on the wall


Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang tak terhingga

Begitulah bila Anda mau bercermin pada diri sendiri

Akan Anda temukan bayangan yang tak terhingga

Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa

ketakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri

Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.


Singkirkan cermin diri orang lain

Di sana hanya terlihat kekurangan

Dan kelemahan Anda yang akan memupuk ketidakpuasan saja

Dan ini akan menjerumuskan Anda ke dalam jurang kekecewaan.


Anda bukan orang lain. Anda adalah Anda yang memiliki jalan keberhasilan sendiri

Mulailah hari ini dengan menatap wajah Anda

Carilah bayangan yang tak terhingga itu

Di sana ada kekuatan yang akan membawa Anda ke puncak keberhasilan.


source: Jawaban.com

17 April 2008

Oma berjuang membela keadilan


Apakah kamu merasa bahwa hidup ini adil?

Sebagai manusia, susah sekali kita merasa puas dan bahagia dengan hidup kita. Banyak dari kita yang menjerit tiap malamnya, merasa bahwa hidupnya tidak adil. Kurang uang, kurang kaya, kurang cantik, kurang pintar, kurang langsing, kurang gagah, kurang hebat, kurang sukses, kurang bahagia, kurang anak, kurang pacar, kurang beruntung.

Banyak yang kurang.

On the other hand, ketika kita melihat orang lain, selalu kita berpikir bahwa Tuhan bersikap lebih ‘adil’ terhadapnya. Dia lebih cantik, lebih baik, lebih sukses, lebih menggoda, lebih tampan, lebih pintar, lebih kaya, lebih banyak anak, lebih keibuan, lebih berwibawa, lebih langsing, lebih banyak uang, lebih modis, lebih terawatt, lebih beruntung.

Semuanya lebih daripada kita.

Apa sih sebenarnya definisi Adil? Banyak orang yang menganggap bahwa adil itu sama rasa dan sama rata. Namun, bukan itu sebenarnya definisi keadilian. Adil, menurut dictionary.com, adalah melakukan sesuatu berdasarkan prinsip-prinsip atau bertindak benar atau menegakkan kebenaran. Ada juga yang pernah bilang pada Oma bahwa Adil berarti memberikan sesuatu kepada seseorang yang berhak.

Apabila adil adalah sama rata, sama rasa, adilkah perbuatan seorang hakim yang memberikan hukuman penjara seumur hidup pada otak sebuah pembunuhan dan hukuman 20 tahun penjara pada orang yang secara tidak langsung membantu pembunuhan itu?

Bagaimana dengan Tuhan? Sebenarnya, adilkah Tuhan?

Menurut Oma, porsi adil Tuhan berbeda-beda, tergantuang berbagai macam faktor. Masih ingatkah bagaimana orang tua mendisiplinkan kita? Apabila kita melaukan kebandelan, kita dipukul atau diomeli habis-habisan; sedangkan apabila adik kecil kita melakukan kebandelan yang sama, hanya diperingati saja. Kita akan bilang, “mama nggak adil!”

Atau pada saat kita sudah duduk di bangku SMP, dan kakak kita baru lulus SMU. Kakak pulang nonton jam 11 malam dan hanya ditanya, “dari mana kamu, kok sampai malam?” Tapi, begitu kita yang pulang jam 11 malam, langsung diomeli dan di-grounded, tidak boleh jalan-jalan lagi selama 1 minggu. Kita akan bilang “papa nggak fair! Kenapa kakak boleh?

Mungkin dari 2 cerita di atas, kita bisa lihat, bahwa perbedaan umur menentukan kadar keadilan. Tapi, gimana dengan Tuhan? Apa Dia juga melihat perbedaan-perbedaan untuk menentukan keadilanNya?

Oma rasa iya. Tuhan tahu kadar kesiapan kita untuk menerima ‘berkat’Nya. Apabila kita meminta banyak uang, Tuhan tahu pasti apa kita siap untuk menerimanya. Apakah kita akan menjadi sombong setelah banyak uang? Apa kita akan menjadi boros dan shopaholic setelah jadi kaya? Itu Tuhan yang tahu.

Kadang kita ngeyel ama Tuhan, minta buruan punya pacar. Tapi, Tuhan lah yang tahu kesiapan kita punya pacar. Apa bener motivasi kita minta pacar? Apa benar-benar ingin menjaga dan menjadikan pacar itu sebagai calon istri, atau hanya sekedar main-main dan malah cenderung pengen TTM-an sana-sini?

Kesimpulannya, memang Tuhan tidak adil, apabila definisi adil adalah sama rata, sama rasa, karena kita adalah makhluk yang unik, yang berbeda satu dari yang lainnya. So, kita pun harus diperlakukan dengan berbeda, bukan?

So, mulai sekarang jangan lagi suka marah dan ngenyek Tuhan tidak adil, karena Tuhan tidak akan merasa terhina dengan ejekan itu. Yap, Ia memang tidak adil! (So what gitu, lho, He says!) :P Tapi Dia tahu yang terbaik dan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

16 April 2008

Oma pengen DUGEM!


Dugem, dunia gemerlap, bukannya duduk gemetar (alias kedinginan) atau adu bogem.

Sudah lama Oma ngga memasuki tempat-tempat ajep-ajep yang memiliki konotasi negative. Terakhir kali Oma memasuki tempat seperti ini adalah di Jakarta, tahun lalu: Embassy.

It was so much fun! I was part of Sunsilk Dare to Shine party. Many local celebrities were there: from Indy Barens, Restu Sinaga, Betrand to Sarah Sechan and SARAH AZHARI. Although, Oma ngga terlalu suka musiknya (trance & house music).

The most memorable dugem time adalah ketika Oma ada di Belanda. Hm,.. kayaknya waktu itu ngafe + dugem di D’ Cocoz. Bareng ama DieKa: Ardy, Danz, Anita, en Golda. Bisa gila bareng. Nyobain berbagai macam minuman, yet ga sampek mabuk. Wah, pokoknya error!

Dugem, emang banyak negatifnya (hayo, bener ga?) First, ngabisin uang. Apalagi di Indo. Beli minuman macem-macem, eh tak terasa separuh gaji bulanan bisa habis. Dan, bisa-bisa harus pulang dengan berjalan sempoyongan akibat mabuk. Jadi tergoda untuk merokok (buat yang ngga ngerokok atau yang mengecap dirinya ‘social smoker’). Jadi tergoda untuk kenalan atau te-pe2 ama lawan jenis (atau sesame jenis, tergantung kebutuhan :P), walaupun sudah ada pacar atau istri yang menanti di rumah. Jadi tergoda pengen nyobain shabu2, marijuana atau segala bentuk barang haram, dengan alasan “ah, cuma sekali aja. Kan cuma pengen nyobain!

Emang banyak negatifnya.

Karena itu juga, Stefy ga pernah suka dugem (selain karena bau rokok yang dia benci setengah mati!), dan tidak pernah suka kalo tunangannya ini (suit,.. suit,… wes ganti status, rek!) dugem.

Tapi ini lagi pengen dugem!
Entah apa yang Oma pengen.
Apa Oma pengen dancing like crazy, atau pengen nyobain cocktail, mocktail or sip a glass of red wine?


Atau malah kangen hang out dan gila-gilaan bareng ama DieKa, kayak dulu lagi?

Atau apa ya?

Entah lah,..
Yang pasti, Oma lagi pengen goyang dan Dugem!

Sayang, ini lagi di kantor dan lagi sakit perut. So, goyang pun, ngga bisa.

Ouch!

14 April 2008

13 April 2008

Wiken Ceriaaa!!

Only God knows how I truly love weekend

Weekend selalu Oma manfaatkan dengan baik dan benar, entah itu untuk tidur, membaca, jalan-jalan, atau, like this week, MASAK :)

Sudah lama Oma tidak "benar-benar" memasak. Apa ada "salah" memasak atau memasak "salah"? No,... bukan itu maksud Oma. Maksudnya, memasak sesuatu yang nyata, yang proper, bukan hanya sekedar bikin telur ceplok atau mie instan.

Mari kita lihat menu yang Oma masak wiken kemarin (buat yang baca posting ini dalam keadaan perut kosong, sepurane, nggih?)


Skotel Tahu

Ayam Madu Mente

Setup Ayam Wortel

Sebenarnya masih ada spaghetti dan cookies cokelat, yang dibuat bareng Joan, adikku tercinta yg berumur 8 tahun. Yet, untuk spaghetti, sudah ludes (saking enaknya,... heheh), dan kelupaan moto, karena keburu pengen mangan. Dan untuk cookiesnya, lebih baik tidak difoto, karena itu 80% hasil karya si Joan. Jadi, bentunya agak ngawur,. heheheh! Yet, rasanya,.. still yummmyyy!! (suer, rasanya kayak Tim Tam!! - but a bit better :D)

So, how's your weekend? as delicious as mine?

11 April 2008

Soto Ayam Adi 'Mantap' Mirasa

Soto Ayam memang sudah banyak di Surabaya. Sebut saja Soto Ayam Ambengan yang tersohor, Soto Ayam Tidar (yang menurut Oma paling enak), Soto Ayam di depan JW Marriot, sampai ke soto ayam yang di jual di setiap kompleks perumahan.

Kemarin siang, karena sakit flu dan badan menggigil, Oma memaksa Pak Ricky dan Oom Benny untuk nganterin makan siang yang ‘hangat-hangat.’ Ting! Langsung Oma kepikiran untuk makan Soto Ayam.

Oom Benny langsung mengusulkan untuk makan Soto Ayam yang berlokasi di belakang Sinar Bintoro. Waktu kami melaju ke sana, tak disengaja kami melewati daerah Ketampon, dimana ada Pecel yang wuenaaak. Eh, ternyata Soto Ayam Adi Mirasa pindah ke situ. Jadilah kami langsung parkir dan nyoto, yummy!

Kami langsung memesan tiga mangkuk soto (Oma jelas pesan dada, donk!). Pak Adi, sang penjual, tersenyum ramah menyapa kami bertiga. Rupanya Oom Benny dan Pak Ricky pelanggan tetap di sana. Alkisah, Pak Adi dulu hanyalah penjual Soto Ayam keliling, tapi karena ketekunannya dan keenakan sotonya, Soto Ayam Pak Adi jadi Berjaya. Beliau pun akhirnya punya modal untuk mendirikan stan Soto Ayam.
Tidak menunggu lama, tiga mangkuk Soto Ayam terhidang di meja kami. Langsung saja Oma sruput,…

Rasanya mantap. Yang mengejutkan, isi dari soto itu benar-benar padat: daging ayam yang banyak, dikombinasi dengan gubis dan suun, ditambah beberapa irisan telur. Kuahnya mantap dan poyah nya banyak. Ditambah dengan sambal, wah mantap pisan!


Harga semangkuk Soto Ayam Pak Adi Mirasa Rp. 8000,- (nasi pisah Rp. 9000).

Lokasi di dekat Sinar Bintoro (jadi setelah Sinar Bintoro, belokan kedua belok kiri).

Jam buka mulai jam 6 pagi sampai habis (kira-kira sampai jam 1-2 an sudah tutup). Hari Minggu tutup, karena Pak Adi ke gereja.

Oma menilai,…

Rasa: 8.5

Kebersihan: 7 (cukup bersih untuk ukuran warung)

Pelayanan: 8 (cepat, ramah, bahkan si anak yang melayani pembelian minum pun sangat ramah)

Harga: 8.5 (sangat murah untuk porsi sebanyak itu)

Additional comment:
Wuenak, tapi buat Oma, sambalnya kurang nendaaang, alias kurang pedas. Walaupun sudah nambah sambal 2 kali.

So, kunjungilah Soto Ayam Pak Adi Mirasa

9 April 2008

3 minggu sibuk

Weh,.. kemana aja Nie?

Minggu #1: ehem,... guess :P

Minggu #2: Dateng ke pesta nikahnya Ardy - Nita di Solo (kok ga ada foto dg Ardy ya??)


trus lanjut ke Tawangmangu bareng the newly wed couple


Minggu #3: SAKIT LAGI, deh!! Hasil dari begadang, makan enak, dan kebanyakan tidur,.....

it's called VIRUS ARDYLLES DAVID


What a life!

Ada Apa Dengan Fitna?

Sudah lama Oma ngga ‘muncul’ di dunia per-blog-an. Bukan karena takut sama Oom Suryo dan Oom Nuh yang baru saja menghebohkan UU ITE (with all my respect, sir), tapi karena Oma sedang sibuk berat.

Hampir 3 minggu terakhir ini Oma kalang kabut, lari-lari, ngurus ini itu. Wah, pokoknya heboh!

Begitu aktif lagi di dunia per-blog-an, Oma langsung memicingkan mata dan terbatuk-batuk melihat beberapa hal:


  • Munculnya film Fitna yang sangat kekanak-kanakan
  • Diblognya situs YouTube, Myspace dan kawan-kawannya atas himbauan Depkominfo
  • Tindakan anarkis masyarakat yang menentang film Fitna
Oma setuju, nggak?

Apanya dulu nih? Filmnya atau pemblokiran situs-situs seperti Youtube dan teman-temannya? Atau perbuatan anarkis menentang film Fitna dan pembuatnya, Meneer Wilders?

Kalau film Fitna, jelas Oma tidak suka dengan apa yang ada di film itu, karena menurut Oma semua yang ada film itu adalah progpaganda. Geert Wilders bilang kalau dia hanya mengutarakan atau menyuarakan pendapat (or naively said, isi hati)-nya. Okay, fair enough kalo pendapat itu objective. Yet, menurut Oma, apa yang ada di film Fitna itu semuanya propaganda, menyuruh kita untuk “membenci” agama atau aliran tertentu.

Kalau pemblokiran situs-situ oleh Depkominfo, Oma jujur kurang setuju. Kenapa? (sebelumnya mohon maaf kepada teman-teman yang Pro Depkominfo ya)

Karena situs-situs yang diblokir hanyalah fasilitas atau media untuk mendownload (bahasa indonesia yang baik dan benar = mengunduh) film Fitna. Jadi, masih ada jutaan file berguna, informasi bermanfaat yang terdapat di dalam situs-situs tersebut. Contonya situs Multiply.com. Oma beberapa kali 'online shopping' di sana, sekarang Oma harus pake 'cara belakang' untuk access Multiply.com. Di Youtube, misalnya, ada ribuan video-video lucu dan seru yang bisa menghibur Oma di malam hari.

Ingat ngga, waktu kita kecil, kita sering dilarang orang tua untuk nonton acara TV tertentu, dengan alasan "kamu masih kecil." Apa jadinya, kita akan secara sembunyi-sembunyi nonton film itu. Trus, pas kita SMP atau SMA, dilarang merokok. Nah, kita akan nyobain rasanya nikotin mengalir di tubuh kita di WC sekolah, again secara sembunyi-sembunyi.

Sekarang apa yang akan para netter, blogger and most people do kalau mereka dilarang nonton film Fitna dengan pemblokiran situs-situs tertentu? Yap, again, sembunyi-sembunyi,...

So, yang seharusnya dilakukan adalah mengedukasi masyarakat tentang film Fitna, dengan mengadakan talkshow, dialog, seminar, atau live speech dari bapak presiden tentang film ini. Dengan begitu, rakyat Indonesia bisa mengerti cara bersikap, kan? Bukan seenaknya menutup situs-situs tertentu. Sama juga bo'ong kan?

Nah, back lagi tentang masalah dilarang dan melarang. Kalau seorang anak, dilarang, dan dia memberontak, melakukan hal-hal yang anarkis. Apa yang akan orang tua lakukan? Orang tua akan menganggap dia seperti anak kecil yang belum dewasa dan memberikan sangsi padanya. So, people, Oma rasa, itulah yang akan dilakukan para 'orang tua' negeri ini kalau kita bertindak anarkis, melakukan kekerasan, dan sewenang-wenang.

Mereka akan menganggap kita anak kecil, belum grown ups. Oom Wilders, di Belanda sana, akan tepuk tangan, tertawa terbahak-bahak sambil berkata "kena lu! Biar nyahok!!" Nah, emang kita mau digituin?
Kita harus tunjukin donk, kepada dunia, bahwa Indonesia, meskipun mayoritas adalah umat Muslim, bukanlah negara yang penuh dengan kekerasan, seperti kata Oom Wilders. Kita negara yang penuh kasih, yang saling membantu, saling menyayangi dan damai sejahtera. Kalau kita menanggapi film yang penuh dengan kekerasan dengan tindakan kekerasan, Oom Wilders akan bilang "nah, apa gue bilang, lu itu emang biang kerok kekerasan." Tapi kalo kita baik, penuh kasih, Oom Wilders akan gigit jari dan kemakan ucapannya sendiri (inspired by one article from Jawapos last Thursday - 3 April 2008).


So, Indonesia, tunjukkan kasihmu :)