Skip to main content

Oma pengen DUGEM!


Dugem, dunia gemerlap, bukannya duduk gemetar (alias kedinginan) atau adu bogem.

Sudah lama Oma ngga memasuki tempat-tempat ajep-ajep yang memiliki konotasi negative. Terakhir kali Oma memasuki tempat seperti ini adalah di Jakarta, tahun lalu: Embassy.

It was so much fun! I was part of Sunsilk Dare to Shine party. Many local celebrities were there: from Indy Barens, Restu Sinaga, Betrand to Sarah Sechan and SARAH AZHARI. Although, Oma ngga terlalu suka musiknya (trance & house music).

The most memorable dugem time adalah ketika Oma ada di Belanda. Hm,.. kayaknya waktu itu ngafe + dugem di D’ Cocoz. Bareng ama DieKa: Ardy, Danz, Anita, en Golda. Bisa gila bareng. Nyobain berbagai macam minuman, yet ga sampek mabuk. Wah, pokoknya error!

Dugem, emang banyak negatifnya (hayo, bener ga?) First, ngabisin uang. Apalagi di Indo. Beli minuman macem-macem, eh tak terasa separuh gaji bulanan bisa habis. Dan, bisa-bisa harus pulang dengan berjalan sempoyongan akibat mabuk. Jadi tergoda untuk merokok (buat yang ngga ngerokok atau yang mengecap dirinya ‘social smoker’). Jadi tergoda untuk kenalan atau te-pe2 ama lawan jenis (atau sesame jenis, tergantung kebutuhan :P), walaupun sudah ada pacar atau istri yang menanti di rumah. Jadi tergoda pengen nyobain shabu2, marijuana atau segala bentuk barang haram, dengan alasan “ah, cuma sekali aja. Kan cuma pengen nyobain!

Emang banyak negatifnya.

Karena itu juga, Stefy ga pernah suka dugem (selain karena bau rokok yang dia benci setengah mati!), dan tidak pernah suka kalo tunangannya ini (suit,.. suit,… wes ganti status, rek!) dugem.

Tapi ini lagi pengen dugem!
Entah apa yang Oma pengen.
Apa Oma pengen dancing like crazy, atau pengen nyobain cocktail, mocktail or sip a glass of red wine?


Atau malah kangen hang out dan gila-gilaan bareng ama DieKa, kayak dulu lagi?

Atau apa ya?

Entah lah,..
Yang pasti, Oma lagi pengen goyang dan Dugem!

Sayang, ini lagi di kantor dan lagi sakit perut. So, goyang pun, ngga bisa.

Ouch!

Comments

Bijuk said…
menurut gw dugem itu perlu! hahahahah sekali2 tp nya, kl sering2 bikin bokek dan ga sehat jg buat ginjal
gw jg skali2 msh craving for dugem:
elvin.priyadi said…
oma kok dugem.

eling oma, sampun sepuh :p
miund said…
widiiihhh serem amat si oma.

yuk dugem yuk?

hihihi :D

salam kenal ya ;)
byotenega said…
welehhh, ora usah macem2 mbah...

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …