Skip to main content

Mimpi

Dulu,..

Duluuu banget. Saya pengen jadi model. Beberapa kali ikutan Gadis sampul, tapi tidak pernah kepilih. Masuk unggulan pun tidak. Sedihnya. Jadi minder (tuh, phien, kenapa saya minder!)

Entah kenapa saya pengen jadi model. Mungkin karena model tuh tinggal senyum-senyum dikit, pose yang keren, dapet uang. Trus saya suka difoto (yang ini sampek sekarang masih nih!)

Ah yeah,.. akhirnya setelah umur saya sudah melewati batas umur ikutan gadis sampul, mimpi itu saya kubur dalam-dalam. Dalaaam sekali.

Akhirnya, sejak saya di belanda, keinginan itu uda hilang. Apalagi gara2 sering liat reality show about model: model behavior, America next top model. Jadi takut! Gimana orang2 di dunia model tuh bitchy sekali. Trus pertengkaran antar cewek2 yang ganas,.. huu,.. saya kayaknya tidak akan pernah siap untuk masuk dunia itu.

Tadi siang, pas saya kerja di Albert Heijn, eh,.. tiba-tiba ada meneer pake sweater pink, jaket hujan warnah merah, beli 6 packs roomboter koek (butter cake), jeruk dan mangga. Trus, nia sekedar berbasi-basi, nanya “heeft u een feestje, meneer?” (lagi ada pesta?) Trus dia bilang, iya ada feestje, sort of.

Trus, akhirnya saya sadar, si meneer ini lagi ngeliatin saya.

Saya bilang “wordt 10 euro.” (jadinya 10 euro), ketika saya selesai nge-scan barang2 belanjaan dia. Dia buka dompet dan mengeluarkan sesuatu. (Diterjemahkan dlm bhs indo) “Ini lho pesta yang saya maksud.” Si meneer mengeluarkan sebentuk kartu nama, warna pink.

Ternyata meneer ini punya model agent, dia baru buka, dan lagi cari model. Dan dia menawarkan saya jadi model, karena mereka lagi cari orang.

Hoooo,...
Nia? Jadi model? Hu hu hu,... hm,....
Iya ngga ya?
Contact meneer –nya lagi gak ya? Wekekek,...
Ntar gimana kalo saya beken kayak Famke Jansen? Hm,....

*saya kok ngga bisa bayangin saya jadi model ya?*

Comments

Ulmster said…
hehe
dalem vin
sbg one of dumb girls im neither pretty nor smart
hehe @_@
ga nyambung yah
anyway
coba aj nie.. itung2 pngalaman :D
kl ga cocok ya udh tinggalin adza
tp jgn2..
kmu mo dijadiin model playboy NL.. innocent asian edition
hehe
lol xD
Oma Nia said…
weleh? saya emang punya tampang model playboy ya? doh!! :(
Ulmster said…
niee.. yee.. kan sy becanda.. -.-"
gw kira lu bakal seneng dibilangin bakat jd model playboy.. hehe :D
ya lagian kan.. "innocent asian".. :D kali aja..gitu.. yah.. tau ah.. :D

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...