Skip to main content

Tenchi: the new noodle bar in town!

Some weeks ago, Harbud and I were spotting a new restaurant announced on the local, free magazine. We said to each other "homemade noodle restaurant? Hm,... should be good! Shall we try?"

But at that time, when we walked passed it, it was still closed.

Two weeks ago, we gave it another try. And it was open!

With a slight of hesitation, Harbud, Stefy, Anthon, Lea, and I enter the restaurant. We were unsure, as the restaurant was rather empty. There was only one table occupied.




Feeling perplexed, we just ordered the 'standard' menu. I decided to order something soupy; and Stefy ordered something fried - so we could swap. Harbud, Anthon, and Lea ordered the set-menu: noodle soup (seafood or cha siu), beer (they ordered soft drink instead), and yaktori.

Stefy, too, ordered soft drink and I chose something warm to accompany my warm, soupy noodle.

The 3 portions Yakitori were first to arrive (sorry, no picture. we were so hungry that we simply dived into it :P). They are very tasty! On the menu, it also said that the yakitori is homemade (some yakitori in Holland come from freezer packaging).

And the noodle soups and fried noodles came!

The first to arrive, my Volcano Noodle soup.

Why is it called Volcano? I guess because it was super spicy! YES, it is very spicy - not Dutch people kind of spicy; this is seriously spicy. Super tasty!

This is Harbud eating his Seafood Noodle Soup


And this is Stefy's fried noodle.

In general, the taste is good - but not special. They should try to improve the taste of the broth. The broth is tasteless, unless you order my Volcano Noodle Soup, so you would taste the spicy broth.

The noodle is delicious. It definitely is homemade!

The service is A+ ! The waiter and waitress were very kind. They talked to us, asking what's missing, what we wanted, whether we needed soy sauce, chilli, etc.

The atmosphere is good, but could be better. If they want to emphasize the fact that it is ramen house (which what the waiter told us), they should put some japanese/asian ornaments, and change the music to something Asian! (thus not Rihanna, Ne-Yo, Linkin Park,..)

The picture below is potato swirl, we got it for free. They wanted us to taste and give comment about it. We liked it!

Tenchi will definitely be a very recommended place to have dinner or lunch in the Hague. You'll never know what free stuffs you would get, because the second time we went there, we got free dessert! yay!

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …