Skip to main content

Temu Akbar Alumni Belanda di Surabaya

IKANED (Ikatan Keluarga dan Alumni Nederland) Surabaya kembali mengadakan Temu Akbar untuk mengawali tahun 2008. Kami mengundang Anda untuk menghadiri pertemuan rutin keluarga besar IKANED ini, yang mengambil tema “Samen Beginnen, Samen Werken” (Bersama kita Mulai, Bersama kita Kerjakan).


Acara yang akan menghadirkan nuansa ramah tamah dan gezelligheid ini diadakan pada
hari KAMIS, tanggal 13 MARET 2008.
Lokasinya di MAKAN TIME Sport Bistro – Jalan Mojopahit No. 2 Surabaya


Acara akan dimulai pukul 18.00 sampai pukul 21.30.

Acara akan dimeriahkan oleh Master Band yang akan memainkan lagu-lagu oldies sampai lagu-lagu TOP 40. Mulai yang slow sampai yang nge-rock.

Kontribusi untuk Meeting Akbar ini sebesar 70 Ribu Rupiah untuk mengganti biaya makan malam dan biaya administrasi.

Dus, segera daftarkan diri Anda dengan mengirimkan e-mail ke nlimanto@gmail.com (cc: ikanedsby@hotmail.com) dengan menuliskan Nama, Alamat (e-mail) dan No Telpon yang bisa dihubungi atau dengan menuliskan comment pada posting ini.

Atauu, Anda bisa langsung mentransfer biaya kontribusi acara sebesar 70 Ribu Rupiah ke Rekening BCA - # 0885010810 (a/n Antonius Agus Susanto) dan mengirimkan konfirmasi pembayaran via
email ke nlimanto@gmail.com (cc: ikanedsby@hotmail.com).

Daftarkan diri Anda sekarang juga!

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

Gadget: Friend or Enemy?

Sebelum ke tema yang lebih 'enteng' lainnya, marilah kita memasuki tema yang sedikit lebih berbobot dan sering diperdebatkan semua emak-emak di seantero dunia. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi sedunia pasti punya pandangan berbeda-beda tentang hal ini: GADGET! 

Gadget di Indonesia sering dikonotasikan dengan smartphone dan tablet. Buat orang tua, gadget sering dilihat sebagai teman baik atau musuh terbesar anak. Alhasil, orang tua kadang mengambil langkah yang ekstrim: melarang atau menyerah pada keinginan anak untuk main gadget.

Saya memiliki beberapa teman atau kenalan dari dua 'kubu' ini. Ada orang tua yang sama sekali tidak mengijinkan anaknya bermain atau memiliki gadget. Mereka takut akan efek negatif dari gadget: kecanduan, merusak mata, keterlambatan fungsi motorik dan masih banyak lagi. Pernah saya baca artikel yang mengatakan bahwa gadget itu seperti drugs untuk anak-anak. Ngeri ya!

Ada juga teman-teman saya yang sangat terbuka dengan adanya gadget, bahka…