Skip to main content

Li-Ma relaxing exericse

Memang stress itu obat yang paling ampuh buat nge-blog! hehehhe,.. tapi not a creative one. Ini ikutin si Dita. Mayan lah, bisa bikin gembira dan semoga yang baca juga gembira.

What were you doing ten years ago?

I was almost 14 years old. I was in the first grade of junior high school. It was quite fun, I remember. I found it so cool to be a junior high school student. New friends, more difficult studies, I was so challenged by it.

What are five things on your to-do list today (atau tomorrow ya? soalnya sekarang uda almost jam 1 subuh)?
Tema untuk besok adalah RELAXING! Setelah assignments, reading books and many things going through, swt

1. Sleeping in. At least, I have to wake up at 9 - 10 o'clock. I really hope I could. I couldn't sleep in lately, because of assignments and stress.
2. Having Lunch at Limoncello! it is a small breakfast-lunch, small cafe, located at the posh side of the Hague. I came across this cafe when I accompanied my classmate, Tina, to the doctor (neurologist). Stefy and I would probably go there to have brunch, or lunch!
3. Reading Rectoverso and drinking cuppa chocolate
4. Watching Gossip Girl or How I Met Your Mother. Just some episodes to ease the pain :)
5. Going to Crazy Piano, at least Prisca and I planned to. We'll see what's gonna happen.

Snack you enjoy?
1. Pringles Original
2. Muesli Bar (with nuts)
3. Cinnamon stick from Aldi
4. Snack a Jack chocolate chips
5. Wasabi peanuts from the Asian stores
6. Banana and oranges
7. Fresh Nuts from the Dutch market, especially when they are still hot. Chestnuts are best in this time of the year.
8. For a heavier snack, I go for Kibbeling met knoflook saus (fried fish with garlic saus) or Broodje Haring (Haring fish with bun) from Hobbema market

5 Places you have lived?
1. Surabaya, East Java - born, grown up, and partly still live there
2. Diemen, the Netherlands - studied there and lived there for 2 years or so
3. Amsterdam, the Netherlands - my second home (or my first)
4. Exeter, Devon, United Kingdom - studied there, worked there, lived there, and dream to go back there!
5. Meulaboh, Nangroe Aceh Darussalam - worked there, lived there, still want to go there

5 things you would do if you were a billionaire?
1. Starting up book cafe di Surabaya. Dimana dijual makanan-makanan homemade, dengan dapur terbuka, dan buanyaaak buku yang bisa dibaca di tempat atau dipinjam. Harga student, alias harga terjangkau. Makanan enak dan dijamin bikin ketagihan.
2. Punya foundation atau organisasi sosial yang empower people, memberikan pelajaran keterampilan memasak, kerajinan tangan, les bahasa inggris dan komputer gratis, memberikan soft loan buat masyarakat Indonesia yang serius pengen memulai usaha sendiri
3. Buka sekolah gratis di Surabaya atau di daerah di sekitarnya! dengan buku-buku lengkap, baik bahasa Indo or Inggris. Guru-gurunya juga well-paid. Fasilitas lengkap. Dan siswa yang berprestasi yang lulus dari sekolah ini berhak mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri.
4. For myself, I would travel all around the world, doing a bit of wisata kuliner, photography trip, and cultural trip. Tak lupa mengunjungi semua toko-toko buku di dunia, dan ngeborong buku!!! Selain itu, pengen juga di tiap negara yang Oma kunjungi, Oma belajar bahasanya.
5. Altho I am not very girly or shopaholic, kalo bener-bener kaya raya, pengen juga bisa shopping di tempat-tempat orang kaya, kayak di Mauritskade (the Hague), di London, Milan or Paris. Trus, di make-up ama make-up artist terkenal. Beli baju langsung dari designernya, yang one of a kind (kayak Blair Waldorf gitu!)

Ah, udah ah! Now sleepy time. Dan besok, bener-bener Re-La-X-ing TIME!!!

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …