Skip to main content

I Dream My Dream

A friend posted her latest blog post about how she perceived life. She also shared how happy she is at this moment with her new job.

Quoted from her post, she said “A first job should be something you love doing, something that represents your ideals and values. So, when you are still at the point of having the freedom and possibilities to choose, choose well. Before responsibilities, peer pressure and world demands steer you away from your dreams.”.

This quote has struck me for me a moment.

I was quite for a while.

I will not complain about how I don’t like my current job, because, seriously, I do! It is the best unexpected thing that could happen in my life. How often would you get called by your thesis supervisor and get a job offer?

However, lately, I was thinking about my dream and about the life I am living in.

Adventure and social work are my passion. I would go to Timbuktu if there was a natural disaster and the people needed help; or I’d go to North Pole if the children were illiterate and in need of education. I don’t mind living in a rural area without mall or food court, without the most organised public transport, or well connected high-way.

So, what am I doing now?
What am I doing behind this desk, working as a communication assistant?

My favourite author, Paulo Coelho, once tweeted “fight for your dream, and your dream will fight for you"

I don’t fight for my dream, I guess - at least not hard enough. Although social work is the thing I would love to do, I keep saying “maybe I will do that when I am older and financially more stable.”

What I am doing right now is called establishing security. Having a family background that suffered from financial instability, I realised that at this moment, I need to sacrifice my dream in order to gain something more stable and safer.

Do I love my current job? Yes, I do.

I don’t say this because I know that my blog would eventually be read by one of my current colleagues, but because I really do. During my master education, I always dream to have this kind of job; actually kinda expected to work in a more modest company, because who dare to dream working in such a multinational company?

But is it my dream? Unfortunately it is not.

How-e-ver, I believe this job will help me to reach my destination. Social work needs money, right? You either have bunch of supporters or donators, or you have bunch of money.

If you are a social worker for, let’s say, UNICEF or UNHCR, you might get lots of people (or even brands) behind you. But if you just want to open a local school for the illiterate children or to have a free, public library for kids in your surroundings, it might get a little bit tough. Thus, you need money, toch?

To help more people, you need more facilities and resources, thus, you need more money. Also, it is good to have more people who will support you and believe in you.

And that’s exactly what I am doing right now.

So, what I am doing right now is to dream my dream: to prepare and to hope that one day I will fulfil my dream.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …