Skip to main content

Housemate or Best Friend?

Haven't been blog-walking for a while, and I went to Nez' blog this morning (Hallo, Nez, pa kabar? gimana irsyad? :) )

She wrote a post about friendship and I can't help but reposting this following quote from Friends the series:

“I like you as a person, Monica, and I wanna stay friends with you. But if we’re being roommates I cannot see that coming… and I don’t want that.”

(Phoebe said to Monica)

Having had several housemates, I couldn't agree more! I regret my decision to be housemates with a very good friend. Yes, unlike Phoebe and Monica, we have become strangers now. We never talk anymore, we never say hi. Well, it hurts, but well I have moved on.

I reckon the older we are, the more complex we have become, and the less flexible we have become. In the past, noisy housemate wouldn't be a problem, now you feel like you want to strangle him. In the past, you may tolerate dirty dishes or dirty clothes laying around the house (you just didn't give a damn!), but now, you would become grumpy.

The bottomline is you just need your own space, you need more privacy (yes, especially if you have lived in the Netherlands for years and year, where privacy is a must!).

so, what's your choice? Having a housemate or a best friend?

Comments

bulan said…
some 'usual' friend could turn as a best housemate, and some bestfriends are should be stay as bestfriends without being housemate as well.

I do learn that as well. We can being a devoted bestfriend because we live separately. Kadang2 memang ada menginap bersama, tp kita semua ga pengen utk jd housemate bersama.

Tapi emang makin tahun ke tahun, as we growing old, we demand living in our private space. Setelah married kan, kita 'berbagi' kembali hidupnya :)
nez said…
aduhhhh!!! lagi2 baru tahu kalo dikau mention aku di post ini. my oh my, knp ga muncul di blogstats ku ya? :S

will send you a message see if we can meet up (with irsyad too!) before end of april, wait up!

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …