Skip to main content

ingin berteriak!

Awas ada Oma lagi pengen marah-marah!

Hari ini dibuka dengan again another stressing problem. Modem masih belum bisa terpasang. Sudah ada 3 jenis internal modem yang Oma beli, mulai dari Intel, Prolink, en satu merek china (emboh opo namane!), ternyata, butuhnya EXTERNAL MODEM yang serial, ndak boleh yang USB. Geblek! DAN HARUS DLINK! (Dasar komputer bekas busuk! Uda bekas, masih minta modem bagus,..!!!
)

Wes ada 10 kali Oma pulang pergi ke THR. Cari modem, tukar modem, nyoba modem, sampek ditanyain nomor telpon ama tukang komputernya, ngajak kenalan! Hari ini, untuk kesekian kalinya, Oma harus LAGI ke THR.


Wes pengen misuh2!
*sabaar,.. sabaaar,...*

Instalasi Linux ternyata ya ga gampang. Entah karena modem busuk yang ngga bener2, atau karena emang Linux ngga secanggih Windows, tapi, yang pasti proses instalasi linux bikin Oma nambah berat badan 1 kilo karena STRESS!!!!

*tarik nafas dalam-dalam. Sabaaar...*

Trus, ketika minta bagian PR untuk bikin spanduk buat event Oma tanggal 1 JULI BESOK,... mereka bilang harus PR online (baca: bikin purchasing online) dulu! Asyeeeem,..... kenapa ga bilang dari jaman kemareeen!!!

*sabaaaar,....*

Sampek ada satuuu orang lagi, satuuuuuuuu ajaaa,.... yang bikin Oma naik pitam lagi hari ini, bener2 tak santet jadi kodok tuh orang!!

Awas,,...

*sambil menggeram2 dan mengacung-acungkan celurit!*

Comments

Anonymous said…
ooh the joy of linux :D
Oma Nia said…
asyem!! fyi, saya bukan orang IT. hehehhe,.. jadi iki stress berat harus kenalan ama linux. modelku wes koyok linux, ki, phien!
Unknown said…
tenang aja nie, tatwas sarcasm XD
Anonymous said…
hoahaahaha...
Kalo sudah jadi kodok, biasanya nunggu dicium oma, biar jadi pangeran tampan...huahuahua...

sabar ya oma, emang hidup dimanapun selalu ada kodok..kodok..ngorek...

sukses selalu buat oma...

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...