Skip to main content

Camera Japan

I went to Camera Japan - a film festival held in Rotterdam (last week) and Amsterdam (this week) - last week in Lantaren Venster (Rotterdam).

It is such an experience that I would not forger. It really reminded me of my childhood.

In the beginning, when we entered the venue, we were really surprised. We thought that the venue would be much bigger. Yet it was just a small, cozy theater. When we entered, we saw lots of Nintendo devices - old and new - being displayed.

Amazingly, there was thing giant nintendo controller. Wow!!



With that controller, we could play THE old Mario Bros Nintendo. Still remember that? Mushrooms, ducks, poing,.. poing,... :P

After playing the nintendo, we ran to the Sushi counter, as soon as it opened. I tell you the truth, it was the best ever!

Next to the sushi counter, there was a Sake counter, where numerous types of Sake were being displayed. We could taste the Sake: first we had to choose from the list, which Sake we would like to tast, and then we paid 2 Euro for a small glass of Sake to taste.



Before we took off, of course, we took some pictures :P
Really Indonesian culture! :P

Yet I hope our last picture looks a bit Japanese :P


Wanna come Camera Japan Amsterdam this week? Check on www.camerajapan.nl

Have fun!!!

Comments

Eunice said…
ngga liat japanese movie nya Nie?? Bagus2 loh... kit waktu itu nonton japanese movie nya..lupa de judulnya apa..terus dpt sake gratis... xD

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

Gadget: Friend or Enemy?

Sebelum ke tema yang lebih 'enteng' lainnya, marilah kita memasuki tema yang sedikit lebih berbobot dan sering diperdebatkan semua emak-emak di seantero dunia. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi sedunia pasti punya pandangan berbeda-beda tentang hal ini: GADGET! 

Gadget di Indonesia sering dikonotasikan dengan smartphone dan tablet. Buat orang tua, gadget sering dilihat sebagai teman baik atau musuh terbesar anak. Alhasil, orang tua kadang mengambil langkah yang ekstrim: melarang atau menyerah pada keinginan anak untuk main gadget.

Saya memiliki beberapa teman atau kenalan dari dua 'kubu' ini. Ada orang tua yang sama sekali tidak mengijinkan anaknya bermain atau memiliki gadget. Mereka takut akan efek negatif dari gadget: kecanduan, merusak mata, keterlambatan fungsi motorik dan masih banyak lagi. Pernah saya baca artikel yang mengatakan bahwa gadget itu seperti drugs untuk anak-anak. Ngeri ya!

Ada juga teman-teman saya yang sangat terbuka dengan adanya gadget, bahka…