Skip to main content

Stalker 2.0

If you have ever asked me about my thesis (or other school-related report), or if you have read my other blog, you would know what Web 2.0 mean or things that are followed with "2.0" mean.

If you don't, I will tell you very quickly. It is the interactivity that is now enabled in several websites. The example of this technology is Facebook, Twitter and YouTube.

In the beginning of my study, I was so excited to learn and discover things about this issue. I joined a lot of social network sites just to experiment how things work. Yet, I now feel that it is getting very annoying.

For instance on Facebook, you will see a lot of unnecessary updates that are none of your business, nor funny, nor interesting. Like shairng that you have just farted, or asking people opiníon's about which food to eat, which activity he should do first. Gosh, it is beyond my expectation.

The comments are sometimes funny. I like when I post something and people leave nice, interesting, and humourous comments. It makes me laugh.

However, what I find so irritated these days are the way people react after reading an updated status, especially on Facebook (cos not many friends have Twitter account). When I posted something, they were freaking out. They buzzed me on YM, asking how I have been, what happened with me, and some sent me texts.

Okay, maybe it's fine. It proves that they care about me, right? But, publishing a nice quote from a film on Facebook? or tweeting a melancholic lyric from a favorite song? and they freaked out and asked hundreds questions about my life? I guess it's exaggerating. Isn't it?

What I found reaaally annoying is when people read something, either on my status or on my blog, and they were curious about my life, yet too coward to bluntly ask me - too coward to leave a comment or reply my tweet. Instead, they talk behind my back, they ask my boyfriend about our love life, and gossip about it.

These people are annoying. Why don't you ask yourself? If you don't dare to do that, then why are you even bothered to "reconfirm" this with someone else?

Yes, Web 2.0 has made us become a stalker. I am a stalker, too. I follow people on Twitter. I want to know how their lives are. I want to know their holiday pictures. But, if everything is so public right now, why don't you make your comment public, too? why should you be so afraid that you talk behind one's back or ask other people about it?

And I will follow the theory of social media/Web 2.0, to initiate interactivity. Thus, when you ask something, I would love to answer that.

Morale of the story: We are living in a transparent world. Eventually, your news will soon be discovered (whether you want it or not) - when you gossip someone, it will soon be discovered - and the person you gossip about will not be very happy.

Thus, I guess someone owes me an apology :)

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …