Skip to main content

What men want

Baru saja Oma membaca sebuah e-mail forward-an dari Mas Widyanto (bvoice). Awalnya tidak ada niatan untuk membaca, tapi tidak sengaja terbuka, dan akhirnya terpampang lah sebuah artikel yang cukup menggelitik! *kitik, kitik, kitik,..*

Pria menginginkan perempuan,...

Dari hasil survei yang disebarkan kepada 1.000 laki-laki, Thomas Whiteman, PhD, penulis Men Who Love Too Little, menyimpulkan bahwa pria menginginkan perempuan:

* Bicara lebih sedikit.

* Minta bantuan lebih sedikit.

* Menunjukkan kemantapan emosional lebih banyak.

* Lebih logis.

* Tidak terlalu meresahkan penampilan.

* Lebih cepat mempersiapkan diri.

* Lebih menyukai olahraga.

Is that really what men want?

Heheheh,... because if it is what men want, ya,.. susye,..

Atau 1000 orang yang di-survey itu ada ambiguous sex orientation? hm,...

Karena menurut Oma, cewe itu, by nature lebih banyak bicara, lebih membutuhkan bantuan (dan, please, deh, cowok-cowok jangan sok jual mahal! Kalian suka kan kalo cewek-cewek minta bantuan kalian? Yeah,... it means we, women, need you and love you!), lebih main perasaan, memikirkan penampilan (emang cowok mau kalo ceweknya kucel nan kumus-kumus?), dan tidak terlalu hobby olah raga (kecuali kalau memang dalam program penurunan berat badan, hehehe)

picture by Deviantart.com

I reckon, what men should do is communicationg what they really want from their partners. If the partner is not as good as he expects her to be, ya they have to try together; communicate and, again, communicate!

Women, on the other hand, have to try hard to suit their partners and understand them.

Jadi vice versa, kan?

So, what do women want? :)

Comments

elvin.priyadi said…
i dunno exactly what women want,

but this woman wants his man to not ask too much, shut its beak, and behave properly before even dare to tell this woman, how to behave :p
Oma Nia said…
I agree!!! Because sometimes men ask too much; yet they don't realize that they ain't behaved well either.

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …