Skip to main content

Officially Ill

After a long time - 6 months - not being ill, yet having been all out, working hard, in combination with sleepless night and poor nutrition, finally, Oma is ill now.

Penyebabnya apa ya,.. kayaknya ngga ada yang jelas. Cuma ya kena angin aja, yang paling obvious. Soalnya kemarin di sini lagi cerah-cerahnya, so yeah Oma dengan pe-de-nya pake baju tipis, dan berjalan-jalan mencari panasnya sinar matahari. Padahal temperatur ya tetep dingin, sekitar 6- 8 derajat deh. Aniwe,.. ya gimana lagi, lha wong lapar sinar matahari dan panas!

Mungkin karena itu, cape juga, trus stress kepikiran assignment, akhirnya ya gini. Seharian ini badan rasanya ngga mau diajak kompromi. Pengennya nyentuh ranjaaaang aja. Oma bangun cuma buat makan, trus karena ada janjian untuk interview, so Oma pergi, dan ini uda di rumah lagi.

Nampaknya weekend ini harus ngendon di rumah aja.

Semoga kali ini si Bang Tepy mau memasakkan makanan lagi :P

Dan semoga akhir minggu ini uda sembuh, kalo ngga bener-bener ga bisa kerja tugas nih!

Comments

Anonymous said…
minum susu dan tidur yg buanyakkk, Ni=) aku kapan hari jg terjatuh sakit... butuh 2 hari untuk bener2 pulih... hehheee
eddytj said…
I'll pray for you, little sis !!

get well soon....
Oma Nia said…
Hari ini uda lumayan, ternyata obatnya adalah OLAH RAGA

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...