Skip to main content

Simposium International PPI Dunia 2009

Tak disangka, tak diduga, Oma bisa menjadi bagian dari Simposium Internatinal PPI Dunia 2009 di The Hague, Holland. Bukan hanya jadi peserta, tapi menjadi MC alias host dari acara ini.

It was great: meeting people from many different countries, meeting important people like Prof. Johanes Surya, Anies Baswedan, Prof Endang, Nasir Tamara, and many more. It was amazing!

Moreover, di acara ini, juga diresmikan adanya Ikatan Ilmuwan International Indonesia yang intinya adalah memberikan wadah bagi ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang scattered all around the world; mendukung mereka dan mengajak mereka bersama-sama membangun bangsa Indonesia.

Ada deklarasi Ikatan Ilmuwan International Indonesia (I4) yang dibacakan oleh para 'proklamator' nya dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Indaaaaaaaaaaaaah banged. Kapan ya terkahir Oma nyanyi lagu Indonesia Raya?

Lalu kami menandatangani deklarasi tersebut. Wah, indah banget. Oma langsung membayangkan pelajaran sejarah, dimana para pemuda menandatangani Sumpah Pemuda atau deklarasi lainnya; atau para pemuda yang berhasil mempengaruhi Ir. Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan. Langsung, Oma membayangkan nama Oma tercantum di buku pelajaran sejarah dalam waktu 10 tahun lagi.

Big applause for this event. Denger2nya taun depan bakal diadakan Simposium lanjutan di Rusia. Hopefully, Oma bakan diundang lagi :)

So, kita tunggu sepak terjang I4 ini! Oma is very excited.

Aniwe, ternyata beritanya dah ada lho, di Rakyat Merdeka.

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...