Skip to main content

Spababy: What Does the Future Hold for Our Children?

Spababy - Stylish & Fun, invites all boys and girls for some serious pampering. A revolutionary new concept dedicated to people with little hands and feet (2 months - 15 years old). Uniquely designed areas guarantee hours of relaxation and stimulation for your child.

Source:
Spababy

Oma really is worried of the new generation of Indonesia. I just checked my Facebook account and something intriguing appeared on the right column: Spababy - Become a fan.

Then I clicked and the whole Facebook page about a spa service for babies in Jakarta, Indonesia appeared in front of my face. It contains information about the Spa centre, and also photos of celebrities' kids: Donna Agnesia's, Tora Sudiro's, Ulfa Dwiyanti's, etc.

*ngelus dada*

They are babies, like below 5 or max. 7; and they are being overly pampered (overly because it is not what they suppose to get in that age)! They are being manicured, pedicured; they get a masker, facial, peeling, beauty massage, etc.

Imho, children that age should play in a mud, throw earth to each other, play hide-and-seek, hiding behind a dirty tree, climbing a tree, building sand castle, playing 'masak-masakan' with flowers, leaves, leftover rice, etc. They would play whatever! But, definitely not going to the beauty salon for kids and being extremely pampered and treated like their socialista-mums or dads.

*ngelus dada, tarik nafas, dan mulai berpikir jernih*

Ah well, if those rich people have the money, why shouldn't they go? As long as they remember that children will get dirty, and should get dirty. They should remember that children should play in the free, outside world, with animals, dirts, other friends - being free! They should remember that another, real-healhier-outdoor playing area exists, thus not only supermalls, travelling abroad to Disneyland or Movie world, and those expansive gadgets can be entertaining for kids.

I hope the new generation of Indonesia would still remember how to play petak umpet, cublak-cublak suweng, gobak sodor, dolip-dolipan, benteng-bentengan, lompat tali, and other traditional, outdoor games.

I hope.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …