Skip to main content

The Good Enough Guy: What are you looking for in a man?

A couple of days ago I read this article from the Jakarta Globe that struck me to write this post. And the term “good enough guy” makes me consider what kind of guy I am dating at this moment.

‘Good enough’ does not really seem good enough. This term sounds a little bit negative, because imho, good enough is not enough. For some women, a man must possess certain degree, position, or title. For others, a man must heritage family business, including the money, position and privilege. For a few others, a man must have excellent personality that will indicate that this man will not beat his wife nor lock her in the mansion to do nothing but being a good house-wife.

So, is it acceptable to simply look for a ‘good enough’ guy? Or in my case, is it okay to date a ‘good enough’ guy? Or should I look for the best guy to replace my current one?

This article states that often we have been too picky about the trivial things and not picky enough about the important ones – which is entirely true! Some time ago, I was indeed reconsidering my relationship: how my partner was not mature, how he should start being independent, how he was not very attentive and caring, how he should a little bit more jealous, and according to my mom, how my partner should have vision in life because at that time he was clueless about what he wanted in life.

So, there was this moment when I wanted a better guy. But, indeed, I failed to see the important attributes that he has alread have. He was very patient, very kind, very supportive, forgiving, cheerful, funny, hard-working attitude, and other things. I almost lost my partner because my failure to acknowledge the important ones that he already possessed.

In short, quoting from this article, “a guy is a package deal, as is any woman. Many women throw out the guy because they don’t like a part of the deal, even if it’s a pretty appealing deal overall.

If you are now at the stage where you reconsidering your relationship, your partner in particular, do not only consider the trivial attributes, like money, appearances, or status – yet look a bit deeper. Do consider his vision in life, his dream, your shared interests, what you both want in life, or how you could complement each other.

This tips also works for you who are still searching for Mr or Miss Right. The old say “don’t (only) judge the book by its cover” is really applicable for this case.

At least, this is what this article was saying, and what I have learned from my Mom, a relationship/family/marriage consultant.


Finding or dating “good enough guy” is not pathetic – it is maturity.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …