Skip to main content

Being Jomblo: Nonton

Mulai sekarang mpe beberapa minggu ke depan, Oma akan start a posting cycle titled Being Jomblo. Hehehe,.. sampek ntar dipertemukan lagi dengan Bang Tepy.

So, being jomblo, tadi malam Oma nonton DVD Sex & The City (finally).


For some people, mungkin Oma terlihat ketinggalan jaman buanget, karena baru nonton film yang dulunya adalah serial TV ternama, ya kira-kira jaman 3-4 tahun lalu deh!

But believe it or not, as the rumor goes, Sex and the City ini tidak diperbolehkan muncul di bioskop-bioskop di kota Surabaya (why??? Kenapa di Jakarta boleh??). Maka dari itu Oma harus mencari-cari DVD supaya juga berkesempatan menonton film ini. But, after watching the film, heheheh…. No wonder ga bole diputer di Surabaya. Heheheh :P

Comment pertama, very girly (or womanly). Pokoknya it is a big-NO-film-to-watch-with-your-hubby-or-boyfriend. Jadi jangan coba-coba ajak pacar untuk nonton ini, karena he won’t get it! Untunglah Bang Tepy uda ga ada, jadi bisa nonton ini sendirian :) And, I suggest you not to bring you little sister or any teenagers to watch this. NO NO NO!

Comment kedua, baju dan SEPATUnya buaguuuuuuuuuussss. Ya ampun, I envied Carried. Bener-bener keren-keren!! Do I have to be a book writer to have those kinda clothes? Heheheh,... I love every dress of hers. Terutama yang waktu pertama kali dia muncul and her wedding dresses.




Ketiga, yang ini lebih untuk insan perfilman, khususnya di Indonesia. Do not try to make a film out of TV series – unless you are 100% sure that you will make an excellent one! Jadi, jangan pernah berpikir untuk membuat versi layar lebar dari sinetron seperti Cinta Fitri, Cinta Bunga, Upik Abu & Laura, en so on. No,.. no,… no…..

Sex and the City wasn’t that bad, tapi emang bedaaaaa banget ama kalo nonton TV seri-nya. Some things are missing, like the emotion, the tension, pokoknya kurang seru deh kalo di film. The story is okay, yet again, it is kinda cliché. Carrie with Mr Big, Samantha and her addiction to sex, Miranda and her family (this time a tension with Steve), and Charlotte too with her family. Tapi it's still cute and touching.

Yet, Oma belajar satu hal dari film ini. Forgiveness. Oma akan share di next posting ya :D

Comments

daz said…
lho.., saya malah nggak tahu kalo nggak boleh diputar di sby.. haha, ndeso pindo! makanya ko ga muncul2
daz said…
o y ma, boleh tukeran link?
Oma Nia said…
oma juga denger rumor2 aja kok! tapi emang, mpe skrng ga muncul2 kan. who knows! bole2,.. oma add di list :D

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …