Skip to main content

Jaman Edhan 2.0

Jaman edhan!

Mungkin orang tua, nenek, kakek atau keluarga dari generasi baby boomers or even older akan berkata demikian apabila melihat perkembangan sekarang.

Kalo dulu, komunikasi pake surat atau telegram, telepon yang masih belum terlalu merakyat, lalu dilanjutkan dengan adanya pager (jadi ingat lagunya Sweet Martabak "ti di tit, pagerku berbunyi"), dan kemudian muncullah HP yang ukurannya saking gedhenya bisa buat nimpuk maling dan bikin KO, dan lama kelamaan ukurannya makin mengecil.

During Handphone time, computer juga sedikit demi sedikit mulai popular. Awalnya popular yang either backgroundnya hitam, hijau atau biru, dengan ukurang CPU and monitor yang guueeedheee; sampe akhirnya di akhir taun 90 an ukuran komputer mulai mengecil dan datanglah laptop.

Dan to cut long story short, lihat sekarang. Facebook, Twitter, Digg, Wikipedia, Mixx, Last.fm, Flickr, Youtube, Plurk, and many other things! Kalo kalian pernah denger istilah Web 2.0, nah ini dia situs-situs yang menggunakan fasilitas Web 2.0. Web 2.0 ini pokoknya enable interactivity atau present user-generated content. Tanya Uncle Google atau Aunty Wiki deh kalo pengen tau lagi!

In short, Amazing! Awesome!

Jujur, Oma takut sekaligus excited, menanti dan melihat apa yang akan terjadi 3-5 taun ke depan. Dan bener-bener penasaran membayangkan hal baru apalagi yang akan muncul 10-20 tahun ke depan.

Lately, Oma ngeliat orang bisa general check-up dengan mudah sekali. Cukup memasukkan air liur ke dalam sebuah ahal seperti flash disc dan kemudian alat itu akan tersambung ke sistem dan data base yang akan menganalisa sendiri siapa kita dan bagaimana keadaan kita.

Gila ya?!

So, looking forward to the next thing!

Oh ya, Oma nemu video ini dari situs Socialmenia.


Scholz & Friends: "Dramatic shift in marketing reality" - aka "A short history of marketing" ... from Michael Reissinger on Vimeo.

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

Probable Answer

Phien, I came across this article, forwarded by a good friend of mine (thx Nat!) . It might be the answer for our BIG question yesterday. I hope it will answer some of your puzzle, at least it has answered some of my concerns today :) - thank God --- Did I Marry The Right Person? Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. 'Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?' Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, ' Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat? ' Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?' Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaiman...