Skip to main content

Monogamy is passe! Yes or No?

On my way to the office this morning, an article on Spits, a free newspaper, caught my attention. Monogamy is passe is written on the title. Wooooot?

I paused for a moment, trying to rethink what 'passe' actually means. I typed the word 'passe' in my Dictionary.com app on my Blackberry; and it means 'out of date'. I started reading the article, which basically stated that people are now embracing the idea of having an open relationship: men and women can have other relations apart from their official relationship.

We maybe are familiar with the word polygamy; yet this kind of open relationship, they call it 'polyamory'.

pic:3iLinG

Polyamory is the practice, desire, or acceptance of having more than one intimate relationship at a time with the knowledge and consent of everyone involved (Wikipedia)

While polygamy refers to multiple marriages, polyamory is often perceived as modern style of relationship, which is based on mutual trust, equal respect among partners, and I guess, fun, which allow multiple relationships (thus NOT multiple marriages).

Don't you think polyamory is just the nice word to legalise affair? doesn't it just mean allowing your partner (and yourself) to cheat? Imho, polyamory is just an excuse to sleep with other women, in case you are bored with yours (or with other men, in case your man is boring, getting fat, or too busy?). On Spits, it said that polyamory is not about sex; it is about love. Ah, yeah, you rite!

If polyamory is love, a proof of mutual trust and respect among partners, I guess I cannot love my partner that much. And I will not trust and respect my partner well enough due to my old-fashioned point of view on this open relationship idea. And if open relationship is the future, as stated on Spits, then let it be. But please do not make me to do so, because my kind of relationship is a close relationship.

Anyway, don't you think that having one partner is more than enough?? Can you imagine to have two or three partners that nag you about going home too late, about spending too much money, about not calling, about forgetting to leave the toilet seat up? Omg, it's too much, don't you think!?

So whatever choice you make, you should be aware of the consequences. You choose monogamy then you better stick with your partner from the moment you say 'I do' - for better, for worse. You choose for polyamory, you better 'marry' a partner that believed in the same thing and never hope that one day s/he would change to be monogamous.

The choice is yours.

Comments

Anonymous said…
Thank you for invisiblizing the experiences of asexual and grey-A polyamorous people, and for generally being a sex- and mono-supremacist jerk.

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …