Skip to main content

What have we learned from Ariel?

These last couple of days have been very interesting for Indonesia and Indonesian people, for Twittersphere and especially for the “victims” – Ariel, LM, CT and so-called “the other girls”.

I have to admit that I had fun reading some gossips regarding this scandal; I even watched the videos (yes, I am guilty!). I guess it is also the reason why Twittersphere has been dominated with topics surrounding the leaking of some of Ariel’s homemade videos.

People were surprised or shocked – some people wanted some more, some people despised it yet they enjoy talking about it. And, of course, there are these people who want to be more valued and respected, thus they try to make a scene out of it. My housemate said “oh come on, don’t make such a big drama out of this! It is just two people humping each other. Nothing wrong about it. Nothing weird about it. What’s different is some people have brain and others don’t.”

Apart from which sides you are in, the bottom-line is everybody enjoys every moment of it, like watching and following Indonesian soap (sinetron), asking ‘who’s next?’, ‘is it real?’, or ‘what will happen to Ariel-LM relationship?

So, what can we learn from this scandal? What is the morale of the story? I come up with several points that can probably be useful for you, too.

1. Never go out with the bastards!

I honestly believe that at least, one or two out of these 30 something girls that were taped in a scene with Mr. Ariel, they really liked him. They probably thought the he could be the one. But, come on, bastards can never be your ‘the one’!

2. Treat your file carefully

It appeared that Ariel’s laptop was stolen and all the “X files” tapes were saved in his hard disc. So yeah, people, lesson learned. Any dodgy, not-for-public-consumption files should be saved carefully. It would be really stupid to save the “X files” under ‘My Sex Tapes’ folder on the Desktop. If you had any “X Files” saved them in a very secure place, put password to protect, or save them on a CD or USB stick, and put it in a safety box.

Update: My friend added that it is very recommended to remember to encrypt your private data. If you have no clue what the heck 'encrypt' is, click here.

3. Never EVER make sex tapes

This is my personal opinion and personal choice. No, I would never ever make one! And I guess you should consider my opinion. It is too risky. We have seen many evidences where those kinda tapes leaked and went public. Too risky, peepz!


Any more lessons you have learned from this scandal? Share with us. But for Mr Ariel, I wish you all the luck. And, I will write some tips for you, sir, about how to handle this crisis.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …